
Rafael di dalam mobil hanya diam saja, dia masih penasaran dengan omongan Alex tadi. Tara yang sedang menyetir hanya diam saja sesekali ia melihat dari pantulan kaca mobilnya.
" dia membuat ku sangat penasaran " kata Rafael, sambil menekankan kata sangat nya. sedangkan Tara diam tidak tahu ingin berbicara apa dia baru tahu tadi pas mereka ngobrol bareng.
" Tara, kosongkan jadwal besok " kata Rafael, dia tidak mau terganggu dengan jadwal kantor nya dia sekarang hanya fokus dengan cerita Alex terlebih dahulu.
" baik pak " kata Tara, yang sedang menyetir. dia mengerti dengan Rafael sebenarnya dia juga penasaran apa yang ingin di bicarakan oleh Alex itu.
sesampainya di rumah Tara langsung memarkirkan mobilnya dengan benar ini sudah jam sebelas malam jadi dia harus cepat cepat pulang rumah dia agak jauh dari rumah Rafael.
" kau menginap lah di sini, dari pada kau mengemudi dengan keadaan mengantuk itu tidak baik " kata Rafael, setelah melihat Tara memarkirkan mobilnya.
" tidak apa apa pak, saya pulang saja " kata Tara, benar Tara mengantuk sekali tetapi dia tidak enak menginap di rumah bosnya nya. dulu Tara emang suka menginap di sini tetapi karena Rafael sudah mempunyai istri itu membuat Tara akan canggung.
" kau sudah pulang " kata Karina, dia mendengar suara mobil Rafael dan dia langsung ke luar rumah di sana ada Rafael dan Tara.
" hmmm, ada urusan penting tadi " kata Rafael.
" tidak apa apa Tara, kau menginap lah " sambung Rafael, dia engga mau terjadi apa apa dengan sekretaris nya ini.
" benar kata Rafael, kau menginap lah lagian sekarang sudah tengah malam engga baik pulang jam segini dan kau pasti mengantuk " kata Karina, dia juga kasian ke sekretaris Rafael kalau pulang sekarang.
akhirnya Tara pun mengangguk, dia sudah capek ingin istirahat apalagi sehari ini dia selalu banyak tugas dari kantor ataupun dari Rafael sendiri belum lagi soal Sheila dia bener bener pusing saat ini.
" yasudah kalian mandilah terlebih dahulu, aku akan menyiapkan makanan untuk kalian " kata Karina.
" maff buk, tidak usah repot-repot " kata Tara, dia menolak.
" tidak ada penolakan, kau bersih bersih terus kita makan " kata Rafael, dan Tara pun hanya mengangguk dia langsung ke kamar bawah tempat dia selalu menginap di sini.
sedangkan Tara dia langsung ke kamar nya di sana Karina sudah menyiapkan aih hangat dan baju untuk Rafael, dia sudah tidak enak dengan badannya yang lengket ini.
" kalian makan lah yang banyak, aku ke atas dulu nanti piring kotor nya taruh saja di wastafel nanti pagi bibi akan ke sini " kata Karina, setelah menghidangkan makanan untuk suaminya dan Tara.
dua pria itu mengangguk, Karina ke kamar duluan sedangkan Rafael dia akan makan terlebih dahulu sama Tara sebenarnya dia selalu di temani oleh Karina tetapi karena ada Tara Rafael tahu kalau Karina pasti malu.
" sayang kau belum tidur " kata Rafael selesai makan dia langsung ke kamar nya sama seperti Tara dia pun langsung istirahat.
" aku menunggu mu, apa tugas kantor mu itu banyak " kata Karina, sebelum Rafael menjawab dia langsung naik ke kasurnya dan langsung memeluk Karina.
" hmmm, dan itu membuat ku capek sekali " kata Rafael, dia belum menceritakan tentang Alex ke Karina dia akan menceritakan nya setelah dia tahu siapa Alex sebenarnya.
Karina mengangguk itu sudah tugas Rafael menjadi pemimpin perusahaan, dia yang harus bertanggung jawab soal perusahaan dan dia yang paling banyak tugas di perusahaan. Karina mengelus kepala Rafael yang masih memeluk Karina.
__ADS_1
" ayo kita tidur, besok kau akan bangun pagi " kata Karina, Rafael mengangguk dia melepaskan pelukan Karina sebelum tidur dia mencium bibir Karina dengan lembut dia sangat suka dengan ini.
karena Rafael tahu Karina mau kehabisan nafas dia langsung melepaskan ciuman mereka, dia bisa melihat bibir Karina yang basah karena ulah mereka dan itu membuat Rafael sangat senang.
" kau sangat cantik sayang, selama malam tidur dengan nyenyak aku mencintaimu " kata Rafael, mencium kening, pipi dan juga bibir Karina sekilas setelah itu dia memeluk Karina dengan erat.
di oagi hari Karina sudah sibuk di dapur. dia harus menyiapkan sarapan untuk anak anak dan juga suami dan tidak lupa Tara sekretaris Rafael menginap di sini.
" bi, tolong masukin makanannya ke dalam kotak bekal anak anak ya. aku mau bangunin anak anak dulu " kata Karina, setelah semuanya selesai.
" baik nyonya " kata bi Nani, dia juga langsung memasukan makanan yang sudah di sediakan oleh Karina.
Karina berjalan ke lantai atas, ia harus membangunkan anak anaknya itu kalau tidak mereka tidak akan bangun.
" Kaila ayo bangun, terus mandi " kata Karina, setelah masuk kamar Kaila dia langsung membuka gorden nya biar Kaila terbangun.
" iya bund " kata Kaila, yang langsung terbangun karena terik sinar matahari itu masuk ke dalam kamar Kaila dan itu membuat Kaila terbangun.
" bunda sudah siapin seragamnya, sekarang mandilah " kata Karina, setelah menaruh seragam Kaila dan Kaila hanya mengangguk.
setelah beres dengan Kaila sekarang ia ke kamar triplet, di buka pintu kamarnya dan di sana mereka masih tertidur nyenyak Karina langsung membuka gorden kamar nya seperti Kaila tadi. dan ya mereka langsung membuka matanya karena sinar matahari yang masuk ke dalam kamar mereka.
" ayo Devan, David, Daren bangun. kalian akan telat ke sekolah nanti " kata Karina, sambil menyiapkan pakaian untuk mereka. sedangkan mereka hanya mengangguk tetapi masih duduk di tempat tidur mereka masing masing.
di kamar triplet ada dua kamar mandi, jadi mereka tidak akan ngantri untuk ke kamar mandi. Rafael merenovasi kembali kamar triplet dan itu kamar mereka lah yang besar dari pada kakaknya dan orang tuanya.
" Rafael ayo bangun, kamu bilang ada kerjaan yang harus di siapkan " kata Karina, menepuk pelan pipi Rafael tetapi ia hanya diam saja dan kembali tidur.
" Rafael ayolah bangun, kau harus mengantar Kaila sekolah nanti dia akan marah kalau kau tidak bangun bangun " kata Karina, menarik selimutnya biar Rafael bangun.
" biar Tara saja yang mengantar nya, aku ke kantor nya agak siangan saja " kata Rafael, kembali merapihkan selimutnya.
Karina hanya mengangguk dia langsung kembali ke bawah, pasti anak anaknya sudah menunggu nya di sana.
" Bun, di mana ayah ko engga ikut sarapan " kata Kaila, yang melihat bundanya sendiri tidak bersama ayahnya.
" ayah masih tidur, nanti Kaila di antar sama paman Tara dulu ya " kata Karina, duduk di samping Kaila. Kaila hanya mengangguk saja.
" Tara tolong antar Kaila ya " kata Karina, setelah makan Kaila dan triplet langsung memaki sepatunya.
" baik nyonya, kalau begitu saya berangkat dulu " kata Tara, dengan menagguk dan Kaila sudah masuk ke dalam mobil duluan.
setelah Kaila berangkat sekolah, sekarang Karina akan mengantarkan triplet ke sekolahnya.
__ADS_1
" belajar yang rajin ya, nanti bunda akan jemput kembali " kata Karina, dan triplet mengangguk. Karina menunggu triplet sampai mereka masuk kelas.
Karina sekarang harus berhati-hati, Sheila pasti akan berbuat sesuatu. pas Karina ingin masuk ke dalam mobil dia tidak sengaja melihat Sheila yang sedang mengobrol dengan seseorang. dia langsung menghampirinya nya sebelum itu dia akan memakai topi dan masker. beruntung nya itu ada di mobilnya.
" ini bayaran kalian, terus awasi anak Rafael itu jangan sampai Rafael tahu kalau kau bukan bodyguard aslinya " kata Sheila, dia tidak menyadari kalau Karina ada di sana dan Karina tidak lupa untuk merekam suara dan juga mengambil gambarnya.
" baik bos, kau percaya saja kepada kami " kata bodyguard itu dengan senyum, dia sedari tadi hanya melihat amplop yang tebal itu tanpa lihat kearah Sheila.
" yasudah sana kalau kau di sini pasti Rafael akan curiga " kata Sheila, mereka pun mengangguk dan langsung berjalan ke arah sekolah triplet.
ternyata mereka bukan bodyguard Rafael dia hanya memalsukan nama saja untuk mencelakai triplet. Karina awalnya kaget tapi dia bersyukur kalau ia sekarang sudah tahu kejahatan satu persatu Sheila, setelah itu Karina langsung pulang terlebih dahulu untuk bilang ke Rafael.
" Tara, apa Rafael sudah ke luar kamar?" kata Karina, dia berlari dari teras rumah sampai ke dalam dan Tara melihat nya kaget.
" sudah nyonya, sekarang tuan Rafael lagi ke kamar mandi dulu " kata Tara, sambil melihat muka Karina yang khawatir. Tara yang melihatnya bingung kenapa dengan istri tuannya ini.
pas Karina ingin ke kamar Rafael pun turun dia sudah siap dengan style baju kantor nya Karina melihat nya langsung menarik tangan Rafael untuk duduk.
" sayang ada apa, kenapa muka mu pucat seperti gitu " kata Rafael, dia baru sadar kalau muka istrinya itu pucat seperti ketakutan.
" kau dengar ini ya " kata Karina, dia langsung menyalakan handphone nya dan langsung memutarkan rekaman yang ia rekam tadi.
Rafael dan Tara pun mendengar rekaman yang ada di handphone Karina, Tara yang mendengar suara lelaki itu langsung kaget dia tahu siapa lelaki itu dan untuk Rafael dia mengenal suara perempuan itu.
" kau dapat dari mana?" kata Rafael, setelah mendengar rekaman itu.
" aku tadi tidak sengaja melihat dia bersama dua lelaki itu " kata Karina.
" tuan, bukannya itu bodyguard yang tuan kerjakan " kata Tara.
" apakah itu benar?. jadi dia bekerja di aku hanya untuk ini " kata Rafael, dengan marah ternyata Sheila tidak takut dengan ancamannya.
" suruh bodyguard lain untuk menjaga anak ku dan yang itu bawa dia ke markas " kata Rafael, dengan marahnya dia engga main main soal ini apalagi keselamatan anaknya dan istrinya. Rafael bertekad kalau ada yang mencelakai istri nya atau pun anaknya dia tidak akan diam saja.
" baik tuan, saya akan berangkat terlebih dahulu " kata Tara, dia juga agak kesal ternyata ada orang penyusup.
" kau tenanglah, jangan seperti gini " kata Karina, yang sedari tadi melihat Rafael.
" aku engga akan diam sayang, dia tidak takut dengan ancaman ku berani dia menyentuh anakku dia akan tahu akibatnya " kata Rafael, dengan muka dinginnya.
Karina yang melihatnya pun juga takut, Rafael jarang sekali marah seperti gini dia tahu Rafael menjaga anaknya dengan baik apalagi mantan istrinya ini engga main main untuk mengambil Kaila.
" aku berangkat dulu, kau tenang saja jangan khawatir nanti anak anak biar aku yang jemput kau di rumah oke sayang " kata Rafael, menetralkan mukanya Kemabli dia tidak mau Karina takut dekat dengannya.
__ADS_1
" kau hati hati ya " kata Karina, mengantarkan Rafael ke parkiran.
" tenang saja, diam di rumah oke " kata Rafael, Karina mengangguk sebelum Rafael pergi dia mencium bibir Karina sekilas dan memeluk nya.