
di ruangan Rafael sekarang ramai dengan anak anaknya. karena hari ini hari libur jadi Kaila dan triplet ada di sini. tadi bunda Adelia dan ayah Zhafran ke sini membawa Kaila dan triplet karena mereka ada urusan mamah Veena dan papah Farrel belum pulang jadi anak anak sekarang ada rumah sakit.
" ayah, kapan ayah boleh pulang?" kata Kaila, yang duduk di depan ayahnya sedangkan triplet dia asik bermain mainannya di bawah bersama Karina.
" belum tau, dokternya belum mengizinkan ayah untuk pulang " kata Rafael, dengan lesu dia sebenarnya ingin pulang tetapi dokternya belum mengizinkan dia pulang.
karena tadi malem panas Rafael naik lagi, dan itu membuat Karina panik apalagi Rafael memegang perut nya kata nya sangat sakit akhirnya jam dua malam dokter pun datang dan langsung memeriksa Rafael. tentu Karina sedih dengan keadaan Rafael sekarang tetapi dia juga harus sehat engga boleh sakit anak anak dan suami membutuhkannya.
" Kaila kangen loh sama ayah, setiap pulang sekolah kan ayah selalu membelikan Kaila makanan " kata Kaila, dengan sedih karena dia engga enak sama nenek dan kakeknya kalau meminta beliin makanan dia hanya berani dengan ayahnya saja.
" sabar ya sayang, doakan ayah mudah mudahan ayah sembuh terus ayah juga akan membelikan makanan yang banyak buat Kaila " kata Rafael, mengelus kepala Kaila dan menciumnya.
Kaila hanya mengangguk dan senyum, dia langsung turun ke bawah dan bermain bersama adiknya. Kaila tidak mau menganggu ayahnya karena ayah nya membutuhkan istirahat untuk sekarang.
" Kaila sudah makan?" kata Karina, setelah Kaila duduk di sampingnya.
" sudah, tadi kakek beli bubur untuk kita " kata Kaila, sambil bermain dengan adiknya.
" apa masih, laper?" kata Karina.
" kalau boleh jujur Bun, Kaila sekarang lapar lagi " kata Kaila, dengan senyum malunya. Karina dan Rafael yang mendengar hanya terkekeh melihat Kaila malu malu seperti gitu.
" hahahaha, astaga anak bunda ini. yasudah Kaila mau makan apa bunda akan pesan " kata Karina, mencium pipi Kaila dengan gemas.
" apa aja deh Bun, Kaila juga bingung mau makan apa " kata Kaila.
Karina mengangguk dia langsung mengeluarkan handphone nya yang ada di tas. setelah itu iya langsung memesan makanan untuk anak anaknya.
" sudah bunda pesan, jadi Kaila tunggu sebentar ya " kata Karina, setelah memesan makanan dan Kaila mengangguk saja dan lanjut main bersama adiknya.
" sayang, apa aku boleh makan lain. rasanya makanan di rumah sakit engga ada rasa " kata Rafael, dia juga ingin makan yang lain makanan rumah sakit engga ada rasa dan itu itu saja yang di makan.
" iya aku sudah memesannya " kata Karina, tersenyum ke arah Rafael. sedangkan Rafael dia senang akhirnya bisa makan makanan lain.
setengah jam mereka menunggu, akhirnya makanan yang di pesan oleh Karina datang mereka semua langsung makan apalagi Kaila dia sudah tidak sabar. Rafael ingin duduk di sebelah Karina jadi Karina membantu Rafael berdiri dan duduk di sofa yang sudah di sediakan rumah sakit.
" makan lah, bunda ingin menyuapi triplet dulu " kata Karina, setelah membuka makanannya.
Rafael dan Kaila mengangguk, dan mereka langsung makan sedangkan Karina dia sedang menyuapi triplet dulu.
" Kaila istirahat lah, tidur di samping adik mu " kata Karina, melihat Kaila yang sedang bermain handphone.
setelah makan, Rafael langsung meminum obatnya dan langsung tidur triplet pun sama habis minum susu dia langsung tidur juga tingga Kaila dan Karina saja. Karina yang melihat Kaila mengantuk menyuruh Kaila tidur di samping triplet.
" iya Bun, Kaila mengantuk " kata Kaila, langsung menyimpan handphone nya dan tidur di samping triplet.
__ADS_1
Karina yang melihatnya hanya terkekeh, sedangkan Karina dia hanya bermain handphone saja karena belum merasa mengantuk.
" hallo bun, apa sudah selesai?" kata Karina, pas Karina sedang bermain handphone bundanya langsung menghubungi nya.
" iya sudah, ini mau jemput Kaila dan triplet " kata bunda Adelia
" bunda pulang saja dulu, istirahat aja lagian Kaila sama triplet sedang tidur " kata Karina, sambil melihat anak anak nya yang sedang tidur.
" oh seperti gitu. yasudah nanti malam bunda jemput mereka " kata bunda Adelia.
" mereka biar menginap di sana Bun, lagian besok kan kaila libur jadi biar mereka di sini. bunda sama ayah istirahat saja " kata Karina, karena dia tidak enak merepotkan orang tuanya.
" baiklah, tapi kalau ada apa apa hubungi bunda atau ayah oke " kata bunda Adelia.
" iya Bun, tenang saja yasudah bunda sama ayah harus banyak istirahat yah. bye " kata Karina.
setelah teleponan sama bunda Adelia, Karina keluar dari ruangan Rafael untuk mencari makanan dan juga alat mandi untuk anak anak. bunda Karina tadi hanya membawakan baju saja untuk mereka.
" loh Tara, kau di sini " kata Karina, melihat Tara duduk di bangku rumah sakit.
" iya nyonya, saya mengantarkan kekasih saya berobat " kata Tara, dengan malu malunya. pasalnya dia belum beri tahu soal hubungan dia dengan kekasihnya.
Karina yang kaget mendengarnya langsung duduk, dia ingin tahu kapan Tara Mempu kekasih bukankah dia sibuk bekerja bersama Rafael.
" maff nyonya, sebenarnya saya ingin kasih tau tapi tuan Rafael sedang sakit jadi saya urungkan niat saya untuk memberi tahu " kata Tara.
pas Karina ingin berbicara lagi, perempuan yang di sebut kekasih Tara datang. dia kaget karena Tara sedang mengobrol dengan seorang perempuan Karina tau dari raut wajahnya.
" hai, perkenalkan saya Karina. Tara ini sekretaris suami saya " kata karina, memperkenalkan diri nya.
" ahh seperti gitu, saya Dinda " kata Dinda, sambil menundukkan kepalanya dia tadi ingin marah tetapi pas tau dia hanya diam saja.
" kamu sakit " kata Karina, memegang tangan Dinda untuk duduk di sebelah nya.
" maag saya kambuh nyonya " kata Dinda.
" jangan panggil aku nyonya panggil saja karina atau aku kamu jangan pakai saya " kata Karina, melihat kecantikan dari Dinda.
" wahh, Tara kau hebat sekali mencari wanita seperti Dinda ini " kata Karina, sambil tersenyum. sedangkan mereka berdua hanya menunduk malu. dan Karina juga berpikir kepribadian mereka itu sama dan itu sangat cocok.
" kamu juga sangat cantik " kata Dinda. Karina hanya tersenyum saja.
" sudah berapa lama kalian pacaran?" kata Karina.
" baru empat bulan " kata Dinda, tetapi ada raut kesedihan di wajahnya dan Karina mengetahui nya.
__ADS_1
" apa kamu butuh seseorang untuk bercerita?" kata Karina, dia tahu kalau Dinda ini butuh seseorang untuk melampiaskan kesedihannya dengan menceritakan masalah nya ke orang yang tepat.
sedangkan Tara dia juga hanya diam, dia tahu masalah Dinda dan itu betul yang di bilang Karina kalau Dinda itu butuh seseorang untuk bercerita. Tara ingin menceritakan ini ke Karina tetapi dia tahu Karina sibuk mengurus anaknya dan juga suaminya jadi dia tidak enak kepada Karina.
" gini saja, kalau suami aku sudah pulang dari rumah sakit. kau bisa main ke rumah ku nanti biar Tara yang mengantar kan nya. oh ya Kalau kau ingin menghubungi ku silahkan minta saja nomor ku ke Tara. kau tidak usah sungkan dengan ku, kita sesama perempuan " kata Karina, mengelus punggung Dinda.
" makasih banyak, aku emang tidak punya siapa siapa di sini hanya Tara yang selalu menolongku " kata Dinda, dengan raut sedihnya.
" aku mengerti, kau tidak usah sedih Tara orangnya sangat baik kau beruntung bisa bersama Tara aku sudah mengenal dia lama. kau bisa menghubungi kapan saja tetapi untuk membalas pesan mu atau mengangkat telepon mu itu pasti agak lama, karena aku punya bayi jadi agak sibuk mengurus bayi ku " kata Karina.
" maff, jadi ngerepotin " kata Dinda.
" tidak, tidak aku senang kalau aku ada teman untuk bercerita. karena selama aku berumah tangga aku jarang sekali ke luar dan juga bertemu teman dan teman pertama ku " kata Karina, dengan senyum dan Dinda pun ikut senyum.
" oh ya, aku tidak bisa lama lama. anak anak ku sedang tidur aku takut dia terbangun. aku harus ke supermarket terlebih dahulu. kau istirahat lah jangan lupa makan " kata Karina.
" terimakasih ingin berteman dengan ku " kata Dinda, dengan senyum.
" kau Tara, jaga dia dengan baik baik dan jangan lupa ingatkan dia untuk makan " kata Karina, setelah berbicara seperti gitu dia pamit pergi.
sesampainya di supermarket Karina langsung membeli peralatan mandi Kaila dan triplet, engga lupa dengan cemilannya. dia tahu pasti Kaila bosan di rumah sakit karena engga ada apa apa jadi untuk hari ini Karina mengizinkan Kaila untuk makan snake di malam hari.
" bunda dari mana Kaila dari tadi mencarinya " kata Kaila, melihat Karina yang baru datang.
" ohh, susah bangun. bunda tadi ke supermarket sebentar " kata Karina, yang sedang merapihkan belanjaan nya tadi.
" sayang kau beli apa saja, ko banyak banget " kata Rafael yang sedari tadi melihat Karina.
" aku hanya beli peralatan mandi buat anak anak dan juga cemilan " kata Karina, menghampiri Rafael.
" mereka menginap di sini, aku kasian sama bunda karena sudah menjaga mereka aku tau pasti bunda harus banyak istirahat sekarang " kata Karina, sambil memegang kening Rafael apa dia masih panas atau tidak.
" oh seperti gitu, bagus lah jadi rame aku kangen banget dengan suasana seperti gini " kata Rafael, dengan senyum dan mencium tangan Karina yang tadi sedang memegang keningnya.
" bunda Kaila boleh ya ambil cemilannya " kata Kaila, yang sedari tadi ingin memakan cemilan itu.
" iya boleh, bagi sama adik mu itu oke " kata Karina, Kaila mengangguk dan langsung menghampiri adiknya untuk makan cemilan bersama.
" oh ya, aku tadi ketemu Tara di bawa. kau tau ternyata Tara sudah mempunyai kekasih mereka sudah menjalankan hubungan nya selama empat bulan. tetapi kekasih Tara itu pendiam dan dari raut wajahnya dia ingin menceritakan semua masalah nya tetapi tidak tahu bercerita ke siapa dia bilang dia tidak punya siapa siapa lagi di sini hanya Tara saja yang ada di sampingnya " kata Karina, menceritakan kejadian tadi ke pada Rafael.
" oh ya, pantat selama aku bekerja Tara selalu memasang wajah khawatir apa jangan jangan ini. tetapi kekasih nya sakit apa dan namanya siapa " kata Rafael, sambil mengelus kepala Karina.
" dia sakit maag dan namanya Dinda. aku menyuruh dia main ke rumah saja kalau ingin bercerita tetapi nanti kalau kau sudah sembuh aku bilang seperti gitu " kata Karina, melihat anak anaknya anteng sambil makan cemilannya.
" aku terserah kamu saja yang penting kamu juga jangan banyak pikiran nanti sakit " kata Rafael, mencium kening Karina.
__ADS_1