
Rafael sekarang sudah di cafe untuk bertemu dengan Alex, ya setelah Alex menghubungi tadi pagi jam dua belas siang Alex sudah jalan dari rumah. Dia tidak memberi tahu Karina kalau ia akan bertemu dengan Alex dia hanya bilang ke kantor ada perlu yang harus di bereskan. Sekarang hanya menunggu Alex saja.
" sudah lama menunggu?" kata Alex, yang langsung duduk di sebrang Rafael.
" tidak juga, hanya menunggu tuju belas menit saja " kata Alex, dia sudah memesan minuman dan cemilan untuk mereka berdua.
" oke, tanpa basa basi gua hanya mau bilang kalau Sheila bisa keluar dari penjara itu di bantu mantan karyawan Lo dulu " kata Alex, dia sudah mencari informasi dengan sedetail mungkin. Dan dia engga salah untuk informasi ini.
" siapa? " Alex sebenarnya malas membicarakan mantan istrinya ini, tetapi karena istri dan anaknya yang masih di incar olehnya dia harus bersabar apalagi sekarang Alex membantu nya.
" dia dulu di bagian cleaning service " kata Alex, dia malas untuk berbicara panjang jadi dia langsung memberi laptopnya Rafael biar Rafael lah yang membacanya.
" tetapi ko bisa sih, diakan hanya cleaning service biasa " kata Rafael, setelah membaca informasi semuanya.
" ya bisa, ternyata dia bukan cleaning service biasa dia emang punya rasa sama Sheila pas Sheila masih menjadi seorang istri Rafael dia emang sudah punya rasa. Dan itu lah dia mencari informasi tentang Sheila apalagi kau dan Sheila sudah cerai " kata Alex, Rafael mengangguk dia tidak boleh marah harus sabar menghadapi nya apalagi tambah satu manusia yang membuat Rafael ingin marah.
dua jam mereka mengobrol tentang Sheila, dan Rafael percaya rencana yang akan di lakukan sama Alex. Dia percaya dengan Alex kalau Alex akan bener bener melakukannya dengan baik.
" kapan Abang akan ketemu bunda?" kata Rafael, dia ingin menghilangkan pikiran tentang Sheila terlebih dahulu hanya sebentar saja.
" besok, Karina memberi tahu gua kalau besok kalian akan kumpul di rumah Lo " kata Alex, sambil meminum kopi yang ia pesan tadi.
" bagus, Lo harus ikut kumpul sama kita akan bakal ramai apalagi Kaila dan triplet sangat cerewet " kata Rafael, ya karena mereka selalu berkumpul dalam satu bulan itu ada dua kali mereka kumpul. Apalagi sekarang ada triplet nambah ramai rumah mereka.
" iya iya, gua jadi ngebayangin seramai apa rumah Lo " kata Alex.
" wahh engga usah di bayangin bang, bakal pusing sama ocehan mereka. Apalagi triplet dia cowo tapi cerewet nya kaya cewek, gua sama Karina setiap hari selalu mendengar ocehan mereka " kata Rafael, kali dia kalau punya anak lelaki akan damai seperti dia tetapi itu salah ke empat anaknya itu sangat berisik.
Jam lima sore Rafael sudah ada di rumah, tadi sehabis pulang dari cafe setelah bertemu dengan Alex dia kembali ke kantor lagi.
" ayah, tumben pulangnya cepat " kata Kaila. Yang melihat ayahnya langsung duduk di sofa sedangkan Kaila sedang ada di bawah yang sedang bermain dengan adiknya.
" jadi Kaila engga suka ayah pulang cepat?" kata Rafael.
__ADS_1
" bukan gitu, ya kalau pulang cepat harusnya ayah bawain Kaila jajanan ke " kata Kaila, dia berbicara seperti gitu tanpa melihat ke arah ayahnya.
" ayah lupa, engga ingat besok deh ayah beliin oke " kata Rafael, yang langsung duduk di bawah bareng anak anaknya.
Kaila hanya tersenyum saja, sedangkan adik adiknya hanya menggeleng kepala saja dia sudah tahu kebiasaan kakaknya ini selalu saja cemilan nomor satu tetapi mereka juga sama saja dengan Kaila gara gara Kaila selalu berbicara tentang cemilan yang enak mereka pun ikut ikutan bersama kakaknya.
" kami juga ayah, jangan lupa " kata triplet dengan serempak. Sedangkan Rafael hanya tertawa kecil saja sambil mengangguk.
Setelah asik main sama anak anaknya, Rafael pun langsung pergi ke kamarnya rasanya dia sangat capek akhir akhir ini bukannya mandi tetapi dia langsung tidur dengan pakaian kantor nya rasa mengantuk nya sudah engga bisa di tahan, di kamar tidak ada Karina makannya Rafael langsung tidur kalau ada pasti Rafael di suruh bersih bersih terlebih dahulu.
" ayah kalian sudah pulang?" kata Karina, yang dari dapur langsung menuju ke anak anaknya yang sedang bermain.
" sudah Bun, tadi ayah bermain sebentar sama kita terus Lang ke kamar " kata Devan. Karina mengangguk dia langsung berjalan ke arah kamar nya.
tumben sekali suaminya itu langsung ke kamar sukanya dia akan berteriak mencari keberadaan istrinya dan kalua sudah nemu dia akan langsung memeluknya tetapi sekarang tidak Rafael langsung ke kamar.
" ternyata tidur, pasti dia sangat kecapean " kata Karina, yang melihat Rafael langsung tertidur dengan pulas apalagi baju kantor nya belum di lepas.
Karina menghampiri nya dan mengelus kepalanya, dia kasian dengan Rafael bukan hanya kerja saja yang ia pikirkan tetapi juga Sheila yang sampe sekarang belum bisa di tangkap sudah di tangkap tetapi dia bisa keluar tanpa persetujuan Rafael.
Karina tidak bisa memaksa, biarkan Rafael tidur dulu pasti nanti kalau dia lapar atau tidak nyaman dengan bajunya akan bangun sendiri. Karina pun kembali ke bawah bersama anak anaknya.
Soal Alex, Karina sudah menghubungi ayahnya soal Alex ayahnya pun mengantarkan dengan benar dan Karina tidak lupa untuk membawa bundanya besok kesini dan orang tua Rafael juga besok ada di sini. Mereka akan makan malam bersama di rumah Karina besok, rasanya sangat tidak sabar untuk besok apalagi abangnya yang sudah lama tidak bertemu sekarang kembali lagi. Karina ngebayangin reaksi bunda pas ketemu Alex seperti gimana, apalagi Alex sekarang sudah berbeda dari Alex yang dulu pasti bundanya akan susah untuk mengenali nya.
Di pagi hari, Rafael yang bangun terlebih dahulu kemarin pas pulang kerja dia tidak bangun sampai pagi. Apalagi dia sekarang sangat lapar sekali dia melihat di samping istrinya itu masih tidur dengan nyenyak. Dia saja masih memakai celana kerjanya hanya bajunya yang sudah tidak ada, pasti Karina yang sudah membuka baju kerjanya.
sebelum ke dapur dia mencium pipi, dan bibir Karina sekilas Rafael akan membersihkan badannya terlebih dahulu.
" pagi bi, bibi masak apa?" kata Rafael, yang sudah duduk di meja makan dan melihat bi Nina yang sibuk dengan masakannya.
" eh tuan sudah bangun, ini bibi masak nasi goreng. Tuan mau makan sekarang atau bareng nanti?" kata bi Nina, yang melihat tuan nya sudah ada di meja makan.
Ini belum jam sarapan, makannya meja makannya masih kosong belum ada apa apa tetapi Rafael sudah bangun dari istri dan anak anaknya.
__ADS_1
" aku makan roti dulu saja deh bi, nanti kalau itu bareng saja sama istri ku dan anak anak " kata Rafael, dia langsung mengambil roti dan juga selainya.
tadi bi Nina yang akan menyiapkan roti buat Rafael tetapi Rafael menolak biar bi Nina fokus sama masakannya lagian ini hanya roti saja Rafael juga bisa.
" ayah sudah bangun?" kata Daren, dia bangun duluan dari pada saudaranya yang lain dan tadi bi Nina juga bilang kalau ayah ada di taman belakang jadi Daren langsung menghampiri nya langsung.
" eh jagoan ayah sudah bangun. Sini " kata Rafael, menengok ke belakang dan melihat Daren dengan muka baru bangun tidur nya menghampiri Rafael.
" ayah kemarin engga ikut makan malam bersama " kata Daren, yang ada di pangkuan Rafael.
" maff ya, ayah ketiduran capek banget " kata Rafael, sambil merapihkan rambut Daren.
" pekerjaan ayah banyak banget ya, nanti kalau Daren sudah dewasa biar Daren ya yang gantiin ayah terus ayah tinggal duduk di rumah saja deh " kata Daren, dia mencemplungkan kakinya ke kolam renang.
" belajar dengan rajin oke, nanti kalau sudah dewasa Daren, David, dan Devan yang akan gantikan ayah. Kalau sekarang fokus di sekolah saja jangan macam macam belajar dengan rajin pasti Daren akan sukses. Atau bisa mengalahkan ayah " kata Rafael, sambil mencium kepala Daren.
Daren hanya mengangguk, sambil memainkan kakinya yang ada kolam renang itu. Sebenernya Daren itu selalu melihat ayahnya kalau pulang kerja dengan muka capeknya. Dia engga mau ngerepotin ayahnya setiap saudara kembarnya atau kakaknya selalu minta sesuatu ke ayahnya. Pernah waktu itu Rafael baru pulang kerja dan dia lupa membawa cemilan buat mereka dan ayahnya pun kembali lagi ke supermarket untuk membeli cemilan kembali. Daren engga tega melihat ayahnya yang capek itu tapi dia tidak berani untuk ngomong ke Kaka, saudara kembarnya atau bundanya.
" ayah, sekarang kan pada kumpul di rumah. Ayah engga kemana mana kan " kata Daren.
" tidak, ayah akan di rumah untuk hari ini " kata Rafael.
Setelah ayah dan anaknya itu mengobrol, Rafael membawa Daren masuk ke dalam pasti sebentar lagi pada bangun untuk sarapan. Daren belum mandi tetapi dia sudah sikat gigi dan cuci muka di hari libur anak anaknya emang selalu gitu.
" sayang, emang jam berapa orang tua kita datang?" kata Rafael, menghampiri Karina yang sedang menyiram tanaman. Setelah sarapan tadi Karina menyibukkan dengan menyiram tanaman.
" katanya sih jam empat sore mereka datang ke sini " kata Karina, dengan fokus dengan menyirami tanaman.
Rafael mengangguk, dia duduk di belakang Karina dia hanya melihat Karina yang sibuk dengan menyiram tanaman dia bingung mau ngelakuin apa kalau ikut nimbrung sama anaknya dia lagi malas makannya dia hanya bisa diam di sini.
" kenapa, apa ada masalah lagi?" kata Karina, setelah menyiram tanaman dan melihat Rafael hanya diam saja.
" ya masalah ku emang banyak, jadi tidak usah di pikirkan " kata Rafael, yang langsung memeluk Karina pas Karina sudah duduk di samping nya.
__ADS_1
Karina engga suka dengan kata kata Rafael tadi, itu bukan masalah dia saja tetapi Karina juga ada apalagi karina engga bisa apa apa hanya bisa menyemangati suaminya saja untuk membantu pun Karina tidak mengerti.
" sudah engga usah di pikirkan, itu bukan masalah kamu ini masalah ku kamu hanya harus ada di samping ku saj itu sudah cukup " kata Rafael, yang mengerti di mana jalan pikiran istrinya itu dia mencium pipi Karina dan kembali memeluk Karina.