
" maff ya sayang kalau selama ini aku selalu menutupi masalah ini. Aku engga mau kamu tahu dan kepikiran aku ingin kamu bahagia tidak memikirkan soal masalah ku. Aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan mu dan menikah dengan mu awalnya aku engga mau menikah aku takut pernikahan ku gagal lagi rasanya sangat sakit kalau pernikahan ku gagal yang kedua kali, tetapi karena aku percaya dengan Kaila dan juga percaya dengan diri ku sendiri aku memberanikan diri untuk menikah kembali. Dan ya pernikahan kita ini sangat serasi sampai sekarang aku sangat senang bisa menjadi suami mu dan aku juga berterima kasih kepada mu sudah membawa Kaila ke pelukan yang hangat dan menyayangi nya selama ini aku selalu sedih melihat Kaila sendiri tanpa seorang bunda tetapi bertemu dengan mu membuat aku sangat senang melihat putri ku yang cantik itu tersenyum kembali tanpa paksaan dan aku berterima kasih pada mu karena sudah mengandung tiga bayi yang lucu buat ku dan sekarang dia sudah besar rasanya baru kemarin aku menikah dengan mu tetapi anak kita sudah pada besar. Aku Rafael Ardana Adiputra akan selalu mencintaimu Karina Adriana agatha " kata Rafael, mencium pipi Karina dari belakang.
Karina yang mendengarnya hanya tersenyum saja dia juga tidak habis pikir di umur nya sekarang dia sudah mempunyai empat anak. Yang harusnya bersenang senang dengan teman temannya tetapi beda dengannya dia sibuk mengurus suami dan juga anak anaknya. dia juga tidak ada kata menyesal sudah menikah dengan Rafael selama ini Rafael selalu memanjakan nya dan juga selalu mendapatkan kasih sayang oleh Rafael. Apalagi mempunyai empat anak saja Karina tidak pernah membayangkannya selama ini. Karina melepaskan pelukan Rafael dan membalikan badannya ke arah Rafael, dia bisa melihat senyum Rafael yang selalu membuat Karina ikut tersenyum.
" I also love you very much, my husband " kata Karina, dan dia langsung mencium bibir Rafael dengan senyum.
Rafael yang mendapatkan kata romantis dari istrinya sangat senang dia juga membalas ciuman dari istri cantiknya ini. Rafael tidak pernah bilang kalau Karina itu istri kuda nya tetapi Rafael akan selalu mengatakan kalau Karina itu istri selama lamanya sampai mereka tua nanti. Karina mengalungkan tangannya ke leher Rafael dan mereka memperdalam ciuman mereka.
" kurasa aku akan punya bayi lagi deh " kata Rafael, dan menggendong Karina tanpa melepas ciuman mereka.
Karina yang mendengar nya hanya terkekeh saja dia juga sangat kangen mengurus bayi sekarang anaknya tidak mau di bantu lagi dengan Karina pakai baju sendiri, mandi sendiri hanya makan saja yang masih di masakin oleh bundanya.
" tiga hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama mu di sini, tanpa orang hanya ada kita saja berdua " kata Rafael, yang sekarang ada di atas tubuh Karina dia bisa melihat bibir Karina yang bengkak tetapi itu membuat nafsu Rafael meningkat.
" anak anak gimana, besok mereka sekolah loh dan kamu bukannya kerja juga besok " kata Karina, dia membiarkan Rafael yang sedang membuka kancing kemejanya dia yakin kalau Rafael ingin lebih dari ciuman tadi.
" biarkan bang Alex yang mengurus nya lagian aku juga sudah menitipkan anak anak ke bang Alex dan temannya juga akan membantu nya. Jadi tidak usah khawatir bukankah mereka senang kalau sama paman nya " kata Rafael, dia bisa melihat tubuh Karina yang putih dan bersih itu setelah membuka kemejanya tadi.
" iya sih, tapi mereka pasti nanyain kita gimana. Kalau sehari saja gimana?" kata Karina, dan dia juga membiarkan Rafael membuka celana Karina dengan mudah setelah b*a Karina kebuka sekarang celana Karina lah yang di buka olehnya.
" engga mau aku maunya tiga hari bersama mu di sini, sudah tenang saja mereka tidak akan menanyakan kita bang Alex yang akan kasih tau kita " kata Rafael, dengan jahilnya sekarang tangannya itu sudah ada di tempat sensitif Karina.
Dengan mudahnya Rafael membuka semua pakaian Karina, sedangkan ia hanya baju saja yang baru di buka. Dia tidak pernah bosan melihat tubuh indah istri nya ini.
" hmmmm, Rafael aku rasa aku ingin keluar " kata Karina, yang tidak tahan gara gara tangan Rafael di area sensitifnya.
Rafael hanya tersenyum melihat Karina mendesah tak karuan itu dia sangat senang mendengar ******* istrinya yang indah rasanya ada alunan suara yang merdu di kuping nya sekarang.
" aku tidak tahan sayang, kita langsung dengan intinya " kata Rafael, langsung mencium bibir Karina dengan agresif Karina agak kelelahan mengikuti ciuman Rafael ini.
sekarang sudah pukul sebelas siang, tetapi mereka masih tidur dengan nyenyak apalagi mereka hanya menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut tebal. Tidak ada gerakan dari tubuh mereka untuk bangun apalagi Karina sudah sangat capek menyeimbangi permainan suaminya itu yang sangat agresif.
" sayang kamu engga mau bangun " kata Karina, yang masih di pelukan Rafael.
Rafael hanya bisa diam dia masih betah di pelukan istrinya ini, apalagi Karina tidak memakai baju sama sekali jadi membuat Rafael sangat nyaman untuk tidur seharian.
" bangun dong, aku lapar banget nih " sambung Karina, Rafael membuka matanya dan melihat istrinya yang sedang memainkan rambutnya.
Rafael pun langsung bangun dari tidurnya dia melihat istrinya yang cemberut gara gara menunggu Rafael bangun.
__ADS_1
" pagi sayang ku " kata Rafael, mencium Karina.
" udah siang tahu " kata Karina, dengan muka judesnya.
Rafael hanya senyum, dia langsung menggendong Karina menuju kamar mandi. Karina yang memberontak di gendongannya Rafael tetapi Rafael nya hanya diam. sampai di kamar mandi Rafael menduduki Karina di wastafel sedangkan Rafael dia sedang mengisi bathtub.
" ayo, airnya sudah penuh " kata Rafael, setelah mengisi bathtub nya Karina hanya diam saja karena Rafael lah yang memandikan nya.
" makanannya beli dimana?. Kan engga ada yang jualan " kata Karina, setelah memakai baju.
" tenang aku sudah menyiapkannya semuanya. Jadi kamu tenang saja " kata Rafael, menggandeng tangan Karina untuk keluar kamar nya.
" sumpah Lex, capek banget gua " kata yoga.
mereka semua menginap di rumah Alex untuk bantu menyiapkan keperluan anak anak Rafael. mereka yang tidak pernah bangun pagi terpaksa untuk tiga hari ini harus bangun pagi apalagi tadi mereka pada telat bangun dan Kaila dan triplet pada marah marah. beruntung Kaila dan triplet sudah biasa bangun pagi hanya saja untuk berangkat sekolah mereka masih di anterin sama orang tuanya.
" mereka benar benar bawel, mirip sama bundanya " kata Alvin, yang tadi mengantarkan Kaila dan triplet. Lebih parahnya lagi di perjalanan alvin kena omel sama anak anak sampai pusing mendengar ocehan mereka.
Sedangkan yang lain hanya terkekeh saja, Alex juga sebenarnya pusing mendengar ocehan anak dari adiknya. Dia sekarang sadar mengurus anak itu emang susah apalagi Karina mengandung sembilan bulan dan juga mengurus suami dan anak itu pasti capek banget.
" yang jemput biar si Alex aja gua pen tidur lagi " kata Alvin, dia langsung menuju kamarnya lagi dia juga engga peduli dengan perut yang sudah menyuruh di isi yang penting tidur dulu baru makan.
" Lex, jangan lupa jemput anak anak itu " kata yoga, Alex yang mengangguk dan kembali memainkan handphone nya.
" Rafael, aku kangen sama anak anak " kata Karina, yang sekarang sedang menghabiskan waktu di pantai dan di sini tidak ada siapa siapa emang Rafael sudah membooking pantai ini juga dia tidak peduli dengan biaya nya yang penting berdua dengan istri nya yang dia mau sekarang.
" mereka masih sekolah tahu, nanti saja kalau sore. Lagian kan ada aku fokus ke aku aja dulu anak anak mah sudah besar ini " kata Rafael, entahlah kenapa sekarang dia sangat manja banget sama Karina dari lagi sampe sekarang selalu mengikuti Karina kemana Karina pergi.
" Ihh ko kamu ngomong nya gitu, kan mereka juga anak anak tahu " kata Karina, mencubit tangan Rafael yang sedang memeluk Karina dari belakang.
" biarin, aku mau sama kamu sampai tiga hari ini mau ngilangin pikiran " kata Rafael, menyembunyikan wajahnya di leher Karina.
Karina mengerti kalau Rafael emang banyak banget kerjaan bukan hanya di kantor di sini tetapi di negara lain juga dia pikirkan apalagi Minggu Minggu kemarin Rafael juga memikirkan keselamatan dia dan anak anak. Karina yang membayangkan nya saja sudah stress.
" sayang ko kamu nambah cantik saja " kata Rafael.
" engga usah gombal ya " kata Karina, dengan cemberut tetapi tidak kelihatan dari Rafael tetapi Rafael sudah tahu karena dari gaya bicaranya saja Rafael sudah tahu.
Di siang hari Alex sudah menjemput triplet terlebih dahulu. Karena pulang sekolah triplet duluan dari pada Kaila.
__ADS_1
" hai semuanya apa sekolah nya menyenangkan?" kata Alex.
" sama seperti biasa, hanya belajar istirahat terus belajar lagi " kata Devan, membuka tasnya dari gendongan nya.
Alex hanya terkekeh, emang benar sih dia hanya basa basi saja ke mereka lagian dia bingung mau ngomong apa ke mereka.
" yasudah, sekarang kita jemput ka Kaila oke " kata Alex, mereka semua hanya mengangguk saja.
sesampainya di sekolah Kaila, mereka hanya menunggu di mobil saja lagian Kaila sudah tahu mobil pamannya.
" siang semuanya " kata Kaila, yang baru sampai ke mobil Alex.
" siang Ka " kata triplet, setelah itu mereka langsung berangkat untuk pulang.
Kenapa mereka tidak jajan terlebih dahulu?. Karena yoga sudah menghubungi Alex untuk pulang saja dia sudah membeli makanan banyak sebelum Kaila dan triplet pulang jadilah sekarang mereka langsung pulang ke rumah Alex.
Sudah tiga hari Karina dan Rafael menginap di villa nya Rafael. Ada rasa senang di hati Rafael selama tiga hari dia bener bener hanya berdua sama Karina tanpa ada yang menganggu mereka handphone mereka juga di matikan selama tiga hari karena Rafael ingin fokus bersama istrinya saja.
" akhirnya pulang juga, aku kangen banget sama anak anak " kata Karina, yang duduk manis di samping Rafael yang sedang menyetir.
" jadi kamu engga suka kalau aku ajak jalan jalan " kata Rafael, menengok ke arah Karina sekilas.
" bukan, aku hanya saja pertama kali ninggalin anak anak tanpa kabar " kata Karina, jujur Karina juga senang ko di ajak jalan jalan dengan suaminya apalagi mereka sudah lama tidak berdua seperti ini tiga hari itu waktu yang paling lama menurut mereka untuk berdua.
Karena mereka sudah mempunyai empat anak rasanya untuk berdua seperti gini susah hanya di malam hari saja itu pun kalau Rafael pulang nya tidak telat tetapi kalau Rafael lembur pasti Karina sudah tidur duluan. Karina juga bersyukur bisa menikah dengan Rafael entah sudah berapa kata Karina selalu mengatakan bersyukur dalam hatinya. Rafael sosok lelaki yang begitu harmonis dan juga menyayangi keluarganya itu membuat Karina sangat beruntung bisa bertemu dengannya.
Sekarang keluarga Rafael yang tidak ada habisnya dengan ocehan dari sang anak dan ayahnya membuat rumah ini tidak pernah sepi selalu ramai kalau mereka sudah berdebat entah masalah apa yang mereka debat in. karena susana seperti gini lah Karina menyukainya suatu saat Kaila ataupun triplet mereka akan mempunyai kegiatan masing masing dan juga apalagi Kaila sekarang sudah SMA dan sebentar lagi ia akan masuk ke universitas yang ia inginkan.
" Kaila, sudah tentukan pilihan mana universitas nya?" kata Karina, sekarang mereka ada di kamar Kaila.
Minggu kemarin Kaila baru lulus dari SMA nya, dan sekarang Kaila sedang mencari kampus yang ia inginkan. Dia engga mau jauh dari bunda dan ayahnya jadi dia akan masuk universitas tempat ayahnya dulu, kalau universitas bundanya itu ada di bandung dan Kaila tidak mau jauh dari orang tuanya.
" aku ikut saran ayah saja Bun " kata Kaila.
" yasudah, nanti malam bilang ke ayah yah biar di daftarkan " kata Karina, dengan mengelus kepala Kaila.
Dia tidak menyangka anak cantiknya ini sudah dewasa dan sebentar lagi akan masuk universitas dan Kaila juga akan membantu ayahnya di perusahaan nanti. Karena kalau Kaila sudah lulus kuliah dialah yang akan menggantikan ayahnya di perusahaan.
Ini lah keluarga Rafael yang pasti ada suka dan dukanya. Tetapi mereka benar benar menjalankan rumah tangga dengan baik tidak main tangan atau pun omongan kasar dari mulut mereka. Mereka selalu mengatakan cinta satu sama lain karena di kehidupan rumah tangga itu haru harmonis dan juga saling percaya satu sama lain.
__ADS_1