
Di markas Alex dan teman temannya sedang menunggu keberadaan Rafael. tadi di jalan Rafael menghubungi Alex untuk datang ke markasnya.
Setelah dua jam menunggu Rafael, akhirnya ia datang. Di sana Alex, Rafael dan teman temannya sedang merencanakan untuk Sheila. Alex dan Rafael tidak mau Karina tidak bisa bebas gara gara Sheila.
" dan yang paling penting kau harus bertemu dengan Sheila " kata Alex, membuat Rafael kaget. Dengar namanya saja sudah membuat Rafael malas dan sekarang menemuinya.
Alex yang melihat Ekspresi wajah Rafael hanya terkekeh, dia mengerti kalau Rafael tidak mau sama sekali bertemu dengan Sheila.
" gua sudah punya rencana lain, yang penting hari Minggu besok kau harus bertemu dengannya. tenang saja gua dan yang lain ada di sana Karina pun bakal gua ajak " sambung Alex.
" tunggu, kenapa Karina harus ikut. Nanti gimana gua ceritain ke Karina kalau gua mau ketemu dengan dia " kata Rafael, dia jadi pusing dengan rencana Alex.
" sudahlah, itu urusan si bos yang penting Lo ikutin aja peraturan kita. Nanti di sana juga ada kejutan meriah buat kita semua " kata Reyhan, yang sedari tadi hanya diam saja.
" benar, Lo tinggal ikutin saja. Lagian nanti juga membuat semua orang terkejut " kata yoga, dengan akting terkejut yang ia omongin tadi.
Rafael pun mengangguk, dia akan ikut rencana mereka. Yang penting masalah dia dan Sheila sudah selesai dia tidak mau istrinya selalu memikirkan keselamatan anak anaknya gara gara Sheila. Alex juga sudah membawa anak buah Sheila jauh dari sini. Rafael yang mendengarnya tadi saja kaget, secepat itu kah Alex bisa menemukan nya?. Sedangkan dia saja belum tahu satu pun.
" tapi gimana caranya gua ketemu dengan dia?" kata Rafael.
" soal itu tenang saja. Kita sudah punya nomor Sheila dan juga tempat untuk kalian berdua sudah kita siapkan dengan rapih " kata Doni, Rafael hanya mengangguk saja.
jam sebelas malam, Rafael pun pamit pulang ke mereka semua. Karina sudah menghubungi nya dia juga tidak mau di curigai oleh istrinya nya.
" gua pamit duluan ya " kata Rafael, mereka mengangguk dan lanjut main games kembali.
Setelah setengah jam kemudian Rafael sudah sampai di rumah. Ruang tamu dan ruang tengah sudah sepi dan lampu juga sudah di matikan Rafael langsung berjalan ke kamarnya yang ada di atas.
" malam sayang, apa kau sudah tidur?" kata Rafael, pas membuka pintu kamarnya yang gelap. Dia langsung berjalan menuju kasurnya.
" belum, aku menunggu mu " kata Karina, yang sedang membaca buku novel nya dengan badan miring.Rafael tersenyum, dan mengelus kepala Karina.
__ADS_1
" aku mandi dulu ya " kata Rafael, sebelum berjalan ke arah kamar mandi dia mencium pipi istrinya terlebih dahulu.
Setelah selesai dengan mandinya, sekarang Rafael sudah ada di samping Karina mereka belum tidur hanya memeluk satu sama lain. Apalagi Rafael dia memeluk Karina tetapi tangannya engga bisa diam.
" kamu ko lama banget pulangnya " kata Karina.
" aku tadi di ajak main sama bang Alex terus sama teman temannya jadi lupa deh buat pulang " kata Rafael, dia emang selalu jujur sama istrinya tetapi kalau soal rencana tadi dia emang tidak boleh berbicara terlebih dahulu.
" kalau aku engga telepon pasti asik ya sampai pagi mainnya " kata Karina, mencubit perut Rafael dengan pelan.
" hehehe, maaf sayang. Kalau boleh jujur selama ini aku engga punya teman seasik mereka. Punya sia teman tapi ujung ujungnya minjam uang lah pas di tagih dia yang marah. Tapi pas main sama teman bang Alex tuh asik aku tuh dari dulu pengen banget punya teman kaya gitu, bukan memanfaatkan aku sebagai mesin ATM " kata Rafael, sambil mengelus kepala Karina.
Kalau soal ini Karina baru tahu, karena ya Karina melihat Rafael sibuk di kantor nya untuk bermain saja dia susah, sekalinya punya teman tetapi seperti gitu. Karina juga kalau jadi Rafael lebih baik engga punya teman saja sekalian.
" aku engga akan melarang mu untuk main tetapi sekarang kan status mu berbeda dengan lain terus juga kamu sibuk di kantor kalau kamu sakit gimana. Kamu mau anak anak sedih melihat ayahnya sakit lagi " kata Karina, melepaskan pelukannya dan mengelus pipi Rafael.
Rafael yang mendengarnya menggeleng kepala nya, dia tidak mau anak anaknya sedih melihat dia kau sakit. Karina yang melihat nya hanya terkekeh Rafael yang di depan karyawan dia akan berubah menjadi seorang yang tegas dan dingin, di depan anaknya akan menjadi seorang ayah yang selalu jahil dan di depan istrinya akan menjadi seorang yang manja.
" aku sih engga melarang mu untuk bermain, tetapi kesehatan mu itu nomor satu " kata Karina, mengelus kepala Rafael dan mencium nya. Rafael yang ada di leher Karina hanya mengangguk saja.
" sudah ayo kita tidur " kata Karina, pas dia Ingi bangun di pangkuan Rafael tetapi Rafael mengeratkan pelukannya.
Rafael langsung mencium bibir Karina pas Karina ingin berbicara, rasanya kalau tidak mencium istrinya itu seperti ada yang kurang. Karina hanya pasrah saja kalau tidak di turuti Rafael akan memintanya sampai besok pagi dan itu membuat Karina akan pusing dengan ocehan rafael apalagi kalau anak anaknya pun juga sama kayak Rafael.
" sudah, ayo kita tidur besok kamu dan anak anak akan beraktivitas kembali " kata Karina, dia langsung bangkit dari pangkuan Rafael dan langsung tidur.Rafael pun langsung menyusul istri nya untuk tidur dan memeluknya.
Di pagi hari Karina sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak anaknya dan tidak lupa bekal mereka juga Karina siapkan.
" pagi Bunda " kata Kaila, yang sudah siap dengan pakaian sekolah nya.
" pagi sayang, oh ya kamu tadi ke kamar adik mu dulu engga? " kata Karina, yang sambil menyusun makanan di atas meja.
__ADS_1
" iya, aku melihat dia sedang pakai seragam sekolahnya. sebentar lagi juga akan datang " kata Kaila, Karina menagguk dia yang sedang menyiapkan bekal anak dan suaminya.
" pagi bunda, pagi kakak " kata triplet dengan serempak, dan langsung duduk di kursi masing masing.
" pagi sayang " kata Karina.
" pagi juga adik adik Kakak " kata Kaila, dengan senyum ke arah adiknya.
" pagi kesayangan ayah " kata Rafael, yang juga sudah siap dengan baju kantor nya.
" pagi ayah " kata Kaila dan juga triplet.
mereka semua pun langsung sarapan dengan tenang. Setelah selesai sarapan Kaila dan triplet langsung ke luar untuk memakai sepatu nya untuk bekalnya sudah tangan masing masing.
" ayah ayo kamu sudah siap " kata Kaila, yang berteriak dari luar. Sedangkan Rafael masih asik dengan handphone nya.
" oke, oke kita berangkat sekarang " kata Rafael, dia langsung keluar dan Karina pun mengikuti nya dari belakang.
" bunda kita berangkat dulu yah, dadah " kata Devan, mereka semua langsung masuk ke dalam mobil ayahnya.
" aku berangkat ya, nanti anak anak di jemput sama bang Alex tadi dia mengirim pesan kepada ku " kata Alex, Karina hanya mengangguk Rafael langsung mencium pipi dan bibir istrinya sebelum berangkat.
Setelah suami dan anaknya berangkat Karina langsung membersihkan alat makan tadi. sekarang Karina tidak memakai asisten rumah lagi, dia yang akan mengurus semuanya.
oh ya, mereka juga sudah pindah rumah lagi kalau rumah sekarang itu pilihan Karina rumah nya tidak terlalu besar tetapi pas untuk mereka berenam dan juga halaman yang cukup luas untuk piknik keluarga. Makannya itu Karina tidak butuh lagu untuk asisten rumah nya dia akan mengurus ini semuanya.
Kenapa mereka bisa pindah, Alex dapat informasi kalau Sheila sudah tahu alamat rumah Rafael, dan Alex menyuruh Rafael untuk pindah sebenarnya pas pindah Karina pun bingung tetapi Rafael bilang biar dekat dengan sekolah anak anak dan itu membuat Karina tidak curiga dan ia setuju saja.
Setelah selesai dengan mencuci piring kotor, menjemur pakaian Karina pun langsung ke kamar untuk istirahat. Dia emang belum mandi lagian dia sendiri ini di rumah jadi mandinya nanti saja, apalagi dia tidak usah menjemput anak anaknya abangnya lah yang akan menjemput nya. Dan Karina pastikan anak anaknya itu akan pulang sore.
Kalau bang Alex yang jemput anak anaknya akan di ajak main entah kemana dan sampai rumah akan ada jinjingan di tangan mereka masing masing entah itu makanan atau mainan atau pakaian Karina sebenarnya sudah melarang ke abangnya tetapi itu di ulang ulang kembali jadi Karina hanya pasrah saja.
__ADS_1