
Karina terbangun dari tidurnya, karena ia lapar dan ia melihat ke samping kalau Rafael masih nyenyak banget tidurnya. jadi Karina biarkan Rafael untuk tidur, sedangkan ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. dia telat bangun sekarang sudah jam sepuluh pagi ia baru bangun.
setelah selesai mandi Karina langsung ke luar kamar dan menuju ke dapur, dia sana ada bunda yang sedang memasak. Karina tau kalau mamah mertuanya akan sibuk di butik atau engga bakal sibuk berdua dengan bundanya di toko kuenya. Karina menghampiri bundanya yang sedang fokus dengan masakannya.
" pagi Bun, bunda sedang masak apa sekarang?" kata Karina, memeluk tangan kiri bundanya.
" oh sudah bangun, bunda masak sayur SOP " kata bunda Adelia, mengelus rambut anaknya yang sedang hamil muda ini.
" oh ya Bun, Kaila siapa yang antar sekolah nya?" kata Karina, dia baru ingat Kaila karena tadi ia bangun telat jadi engga bisa bantu anak cantiknya untuk siapin baju sekolah nya.
" tenang saja, Kaila tadi di antar sama ayah. sekalian ayah ke kantor " kata bunda, dengan fokus di masakannya.
Karina hanya tersenyum, dia jadi bersalah karena beberapa hari ini jarang melihat keadaan anaknya itu dia sibuk dengan bayi yang ada di perutnya dan dia pun hanya mengobrol sebentar sama Kaila selebihnya dia akan bermanja-manja dengan suaminya atau mengidam ini dan itu.
bunda Adelia yang melihat anaknya itu murung seperti gitu hanya tersenyum, dia tau kalau anaknya ini sedang bersedih karena beberapa hari ini Kaila jarang bersama bundanya dia akan bersama kakek atau neneknya. Kaila juga pernah bercerita ke bunda Adelia kalau bundanya engga mau mengobrol dengannya.
" sudah sayang jangan di pikirkan, nanti pulang sekolah kalian ngobrol lah yang lama oke " kata bunda Adelia, dia juga tidak mau kandungan Karina kenapa napa karena hanya menghitung hari Karina akan melahirkan.
Karina duduk di meja makan, ia menunggu bundanya yang sedang menyiapkan makanan nya apalagi wangi masakan bunda membuat ia sangat lapar sekali. tiba tiba Rafael datang menghampiri Karina yang sedang duduk sambil menunggu makannya.
" sayang sudah bangun, ko engga bangunin aku " kata Rafael, duduk di samping Karina mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam gelasnya.
" kamu tidurnya sangat nyenyak, jadi aku engga tega ngebangunnya " kata Karina, melihat ke arah Rafael yang sedang minum.
" oh ya, Kaila siapa yang antar sekolah nya?" kata Rafael, mengelus rambut karina dengan tersenyum.
" ayah sudah mengantarkan nya " kata Karina, dengan muka sedihnya.
Rafael mengerutkan keningnya. ada apa dengan istrinya ini?. kenapa dia sangat sedih?.
" sayang kenapa muka mu lesu seperti gitu " kata Rafael, yang masih mengelus rambut Karina.
__ADS_1
" Karina sedih karena beberapa hari ini jarang mengobrol dengan Kaila dan juga tidak pernah merhatiin Kaila. makannya dia sedih " kata bunda Adelia, yang tiba tiba datang dan menuangkan beberapa lauk pauk untuk Karina.
Rafael mengangguk omongan bundanya emang benar, Karina tidak mengobrol dengan Kaila dia sibuk dengan bayi yang ada di dalam perutnya. Rafael mengerti dengan keadaan Karina apalagi bukan satu atau dua bayi yang ia bawa kemana mana tetapi ada tiga bayi dan itu membuat Karina capek dan langsung tertidur. dan itu membuat Karina sama Kaila jarang banyak ngobrol akhir akhir ini.
" hey sayang liat aku, Kaila pasti mengerti dengan keadaan bunda cantiknya ini. nanti kita jemput Kaila sekolah mau?" kata Rafael, mencium pipi Karina dan mengelus perut Karina.
Karina yang mendengar itu langsung mengangguk cepat, ia juga sudah lama tidak menjemput Kaila sekolah. suami dan orang tuanya tidak mengizinkan dia pergi jauh jauh makannya itu Karina selalu bosan kalau ada di rumah terus. sedangkan bunda yang melihat keromantisan mereka bersyukur karena anak satu satunya yang ia sayangi ini sekarang sudah mempunyai suami yang sangat baik dan penyayang.
" sudah, sudah sekarang kalian makan ya. bunda harus ke toko kue dulu " kata bunda, pergi dari sana.
mereka langsung makan yang sudah bunda siapkan tadi, apalagi Karina ia sangat semangat makannya apalagi nanti ia akan menjemput Kaila di sekolah nya. Rafael yang melihat nya hanya menggeleng kepala saja, istrinya ini sangat lucu apalagi dengan perut gendut nya ini.
sekarang mereka hanya diam di ruang tengah, mereka berdua sibuk dengan masing masing. Rafael sibuk dengan laptopnya sedangkan karina sibuk dengan cemilan yang di taruh di perutnya sambil menonton film yang ada di depannya.
" Rafael kapan kita jemput Kaila?" kata Karina, yang melihat jam di handphone nya.
" yasudah kamu siap siap terlebih dahulu, aku masih ada kerjaan dikit lagi " kata Rafael, Karina langsung mengangguk dan pergi ke kamarnya untuk mengganti baju.
setelah Karina mengganti baju mereka langsung berangkat ke sekolah Kaila untuk menjemputnya, di sana Karina sudah tidak sabar ketemu Putri cantiknya itu. pasti Kaila juga kaget ayah dan bundanya tiba tiba menjemputnya sukanya kan sekretaris Rafael atau orang tua mereka lah yang jemput Kaila di sekolah nya.
" sayang kau lupa kalau kau sedang hamil, jalannya pelan pelan saja mengerti!!" kata Rafael, yang baru Sampai menghampiri Karina.
Karina yang mendengar ocehan suaminya hanya terkekeh, dia juga lupa sedang hamil karena fokus dia sekarang ke Kaila. Karina hanya mengangguk dengan omongan Rafael tadi dengan tersenyum, Rafael gemas dengan Karina dia hanya mengacak rambutnya saja.
beberapa menit kemudian bel sekolah pun berbunyi tandanya semuanya sudah di izinkan pulang, Karina langsung mencari keberadaan Kaila karena ramai jadi dia susah mencari Kaila. Rafael yang melihat Kaila keluar hanya melambaikan tangannya dan Kaila yang melihat ayahnya di sana langsung menghampirinya apalagi Kaila kaget kalau bundanya juga ada di sana.
" bunda, ko bunda ada di sini " kata Kaila, yang langsung di gendong oleh Rafael dan mereka langsung menuju mobilnya. Rafael engga mau Karina kecapean apalagi dari tadi mereka berdiri menunggu Kaila keluar dari sekolah nya.
sesampainya di mobil Karina menyuruh Kaila duduk di pangkuannya, Kaila ingin menolak takut kena perut bundanya tetapi bundanya mengisyaratkan kalau dia engga apa apa akhirnya Kaila duduk di pangkuannya. Karina yang senang langsung memeluk Kaila sudah lama juga Karina tidak memanjakan Kaila. Kaila yang di peluk bundanya hanya bingung dan dia langsung melihat ke ayahnya menanyakan ada apa dengan bundanya dengan gerak matanya, Rafael yang mengerti masuk Kaila hanya tersenyum dan mengusap kepala Kaila.
" bunda ada apa, kenapa bunda tiba tiba memeluk kaila " kata Kaila, setelah Karina melepaskan pelukan dari Kaila.
__ADS_1
" apa bunda salah memeluk putri bunda " kata Karina, yang cemberut dengan perkataan Kaila tadi.
" bulan seperti gitu, tapi kan bunda engga boleh kemana mana nanti capek lagi " kata Kaila, mengelus perut Karina.
" bunda sudah dapat izin dari ayah. lagian. unda juga kangen jemput Kaila kan sukanya sama bunda terus " kata Karina, mengelus pipi Kaila dan menciumnya.
" yasudah sekarang kita makan siang di mana nih " kata Rafael, melihat ke romantis san anak dan istrinya ini membuat dia juga ingin di manja seperti Kaila.
" di tempat biasa aja yah, Kaila sudah kangen makan di sana " kata Kaila, dengan tersenyum nya.
Rafael mengangguk dan langsung menjalankan mobilnya ke restoran biasa mereka kunjungi, Kaila sangat senang untuk hati ini. ayah dan bundanya menjemputnya dan mereka akan makan bareng, sukanya jam segini bundanya suka sedang tidur dan ayahnya sibuk di kantor malamnya hanya bertemu bundanya tetapi hanya sebentar hanya makan malam saja setelah itu bundanya akan beristirahat kembali kalau Kaila bosan pasti kakek dan opah nya lah yang selalu Kaila ajak bermain.
sesampainya di restoran Kaila menggandeng tangan bundanya untuk masuk sedangkan Rafael dia di belakang mereka.
" Kaila ingin makan apa?" kata Rafael, yang sedang melihat buku menu yang sudah ada di sana.
" Kaila ingin chicken nuggets, sama steak " kata Kaila.
sedangkan Karina dia hanya ikut saja yang di pesan Kaila, Rafael Langsung memesan makanannya. menunggu makanan datang Karina menanyakan Kaila apa saja yang ia lakukan di sekolah, mereka jadi cerewet kalau sudah bertemu dan Rafael yang ada di depan mereka hanya melihat dan mendengar kan cerita Kaila. Rafael tidak pernah melupakan kejadian ini dia mengambil handphone nya untuk memotret moments mereka berdua yang menurut Rafael ini sangat lucu, bulan foto saja tetapi Rafael menekan tombol video juga setiap Rafael capek dengan pekerjaan nya ia selalu melihat foto atau video anak dan istri cantik nya ini. setelah beberapa menit kemudian makanan pun datang.
Kaila sangat senang, semenjak dia tinggal di rumah omah nya dan dia sana neneknya juga selalu makan sayur atau pun makanan yang sehat, beda sekali kalau tinggal bersama ayah dan bundanya pasti ada ayam goreng atau pun yang lain. kalau sama omah dan neneknya selalu mengatakan Kaila harus sehat makannya harus banyak makan sayur, bekal Kaila pun kebanyak sayur beda dengan teman Kaila yang selalu ada ayah goreng nya.
" bunda besok Kaila ingin bawa bekal ayam goreng, tetapi bunda yang masak. kalau Kaila minta ke omah sama nenek selalu tidak mengizinkannya Kaila di suruh makan sayur terus " kata Kaila, dia mengadu ke bundanya sambil cemberut. dan itu membuat orang tuanya sangat gemas.
" baiklah bunda akan bikin kan kaila ayam goreng besok oke " kata Karina, dan itu membuat Kaila sangat senang akhirnya dia bisa mencicipi ayam 6buatan bundanya sudah lama ia tidak di masakan oleh bundanya.
setelah mereka makan, Kaila ingin sesekali memilih baju buat adiknya. kemarin omah dan neneknya yang sibuk memilih jadi Kaila hanya melihat saja dia juga ingin memilih buat adiknya nanti.
" baiklah, sekarang kita beli keperluan buat adik Kaila " kata Rafael, dia juga sudah lama tidak memilih baju buat bayinya nanti.
Kaila sangat senang akhirnya dia bisa memilih baju buat adiknya dia sudah berpikir di atas mobil baju mana yang cocok buat ketiga adiknya nanti apalagi Kaila belum tau adiknya ini laki laki semua atau perempuan semua atau laki laki, dan perempuan nya. Kaila selalu berdoa kalau dia antara dari tiga bayi itu ada perempuannya karena dia ingin mengajak adiknya bermain boneka nanti.
__ADS_1
sesampainya di mall mereka langsung ke toko perlengkapan bayi, di sana yang antusias yang Kaila dan Rafael sedangkan Karina hanya mengangguk kalau anak dan suaminya bilang ini sangat bagus. Karina sudah pusing melihat mereka berdua lagian Karina suka suka saja yang melihat mereka beli, apalagi kemarin yang lebih antusias itu bunda dan mamah mertuanya jadi anak dan suaminya belum memilih buat anaknya nanti.
karena sudah sore mereka langsung pulang, apalagi mereka sudah puas untuk memilih milih baju bayinya. dan Karina juga sudah capek sedari tadi anak dan suaminya mengajak ke sana dan ke sini, di mobil Karina dan Kaila sudah tertidur. Kaila tidur di bangku belakang, dia juga senang ayahnya membelikan boneka baru tadi sedangkan karina ada di sampingnya. Rafael jadi bersalah karena tadi asik dengan Kaila tidak melihat kondisi Karina yang sedang hamil besar itu, di mengelus perutnya Karina yang keram tadi Karina mengeluh kalau perutnya keram.