
Pagi hari, Karina bangun dari tidurnya. Karina langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya. Karina melihat Rafael yang masih tertidur, Karina diamkan itu dan Karina langsung ke kamar Kaila. di kamar Kaila, Karina melihat anaknya itu masih tidur dan Karina diamkan ayah dan anak ini tidur. karena orang tua ia dan Rafael bakal datang ke sini, jadi Karina bakal masak banyak untuk makan bareng nanti. Karina menyiapkan semuanya terlebih dahulu sebelum mereka datang.
Rafael baru bangun tidur, ia melirik ke kanan dan ke kiri kalau Karina sudah tidak ada di sampingnya. Ia langsung ke luar untuk melihat Karina, sesampainya di bawah ia melihat kalau Karina sedang beres beres. karena orang tua mereka ingin datang jadi Karina membersihkan. Rafael langsung menghampiri Karina yang sedang mengepel lantai.
" Kamu terlalu sibuk banget hari ini " kata Rafael
" Bukankah orang tua kita akan datang " kata Karina, yang masih ngepel lantai
" Iya tau tapi engga usah sibuk juga " kata Rafael
" Oh ya, nanti makan malam. pesan saja ya engga usah masak " sambung Rafael
" Kenapa. kenapa engga masak saja " kata Karina, yang memberhentikan ngepel lantai nya
" Jangan terlalu sibuk, sudah engga apa apa. aku bakal pesan, yang penting ada minuman sama cemilan dikit " kata Rafael. dan dapat anggukan dari Karina
Benar juga kata Rafael, engga usah terlalu sibuk. nanti ia juga yang cape sendiri, yang penting ada minuman dan makanan ringan saja. selesai beres beres rumah Karina langsung membangunkan Kaila untuk sarapan terlebih dahulu. pas ingin ke atas Karina melihat Kaila sedang berjalan ke arah nya, dan di lihat anak itu sudah rapih beda dengan ayahnya hanya sikat gigi sama cuci muka saja.
" Hei, anak bunda sudah bangun " kata Karina
" Hehehe, kan Kaila sudah besar. jadi bisa sendiri " kata Kaila
Mencium pipi Kaila dengan gemas. " benar, anak bunda ini sudah besar. beda dengan ayahnya yang masih belum apa apa, mandi saja belum " kata Karina, dengan meledek Rafael yang ada di sampingnya.
" Aku belum mandi juga sudah ganteng ya " kata Rafael, dengan pedenya
Karina dan Kaila hanya ketawa saja dengan perkataan Rafael tadi. emang iya sih dia belum mandi saja sudah ganteng, Karina hanya meledeknya saja tadi. kamu langsung sarapan bersama.
Mereka bakal datang agak sore, jadi mereka juga bakal makan malam bersama di sini. Karina sudah menyiapkannya dari pagi, apalagi antusias Kaila ingin ke temu dua nenek dan kakek. tetapi Karina dari tadi diam saj di kamar Rafael, setelah menidurkan Kaila di langsung ke kamar Rafael, dan Rafael lagi di bawah sedang mengobrol dengan sekretaris nya. Karina takut orang tuanya tidak menerima ini, apalagi pasangannya ini sudah pernah menikah sebelum nya. Rafael masuk ke kamar, karena dia tidak melihat Karina di bawah dan kamar kaila. dan ternya dia ada di kamar sedang duduk di tepi ranjang. Rafael langsung samperin karina.
" Kamu kenapa, ko diam saja " kata Rafael, yang duduk di sampingnya
" Engga. engga kenapa kenapa " kata Karian, dengan senyumannya
" Kamu tuh engga bisa bohong, lihatlah kau seperti ketakutan " kata Rafael, membelai rambut Karina
" Bukan takut, tapi agak deg degan " kata Karina
Rafael memeluknya, dia tau yang di pikirkan Karina. apalagi Rafael engga langsung basa basi dia bakal langsung ngomong ke orang tua mereka kalau Rafael ingin menikah secepatnya
" Engga usah deg degan, ada aku disini. kita berjuang bersama sama " kata Rafael, mengelus pipi Karina
Karina menghela nafas, dia harus buang pikiran negatifnya adalah. dia yakin orang tuanya mengerti dengan keadaan ini. lagian Karina sudah membuka hati buat Rafael, dan Karina juga yakin dengan ke tulus an Rafael ini.
" Ya, terima kasi " kata Karina, sambil memeluk Rafael dan di balas oleh Rafael
di sore hari Kaila sudah sangat cantik. ia berdandan dengan gesitnya. Karina dan Rafael sudah menyiapkan semuanya untuk kedatangan orang tuanya. orang tua Karina dan Rafael sudah di jalan, kemungkinan 10 menit lagi mereka sampe. dan ternya orang tua mereka datang dengan bersamaan, dengan muka yang tidak bisa di artikan
Rafael yang melihat kejadian itu terkejut, ternyata mereka datang dengan bersamaan.
" Ayo masuk ke dalam " kata Rafael, yang menyambut mereka, tetapi orang tua Karina hanya diam saja
" Maff Tante, ayo masuk Karina ada di dalam " sambung Rafael, membuat orang tua Karina bingung kenapa anaknya ada di sini
Semuanya duduk di ruang tengah yang sudah di susun oleh Rafael, mereka duduk dengan menatap bingung. sebenarnya ada apa ini kenapa jadi seperti gini, apalagi orang tua Karina bilang Karina bakal ajak dia jalan jalan. Kaila yang dari atas melihat kalau nenek dan kakek nya sudah datang, dia menghampiri orang tua Rafael
" Ohh, cucu Oma cantik sekali " kata mamah Rafael, dengan senyumnya. dan Kaila hanya senyum saja
di situ juga ada Karina yang baru keluar, dia melihat orang tuanya dan tentunya itu orang tua Rafael. Karina langsung menghampiri bundanya itu
" Kamu bilang ingin ngajak kita jalan jalan, ko jadi ke sini " kata bunda, yang bisik bisik ke Karina
" Bunda diam dulu, nanti semua bakal di perjelas " kata Karina
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Rafael pun keluar. dia tadi ke atas sebentar. Rafael dan Karina duduk di depan orang tua Rafael dan orang tua Karina. dia menghela nafas sebelum ngomong ke dua orang tua ini.
" Sebelum itu, maff kalau kalian pada bingung dengan ini. oh ya, kenalin saya Rafael Ardana Abiputra " kata Rafael, ke orang tua Karina
" Saya Karina Adriana Agatha " kata Karina, ke orang tua Rafael
__ADS_1
" Saya dengan Karina sudah menjalani hubungan selama setengah bulan ini, sebenarnya saya juga engga yakin dengan hati saya, apalagi saya sudah mempunyai anak satu. emang saya sudah pernah menikah sebelum nya, tetapi saya sudah bercerai dengannya pas anak saya lahir. di sini lah saya yang membesarkan anak saya sendiri. oh ya, pah,mah, kalian tau tidak pas Kaila hilang sehari itu. di situ Karina lah yang menyelamatkan Kaila dan di situ Kaila menginap di rumah karina. saya sudah matang dengan omongan saya sendiri dan saya berjanji ingin mempunyai keluarga utuh dan harmonis, jadi di sini saya ingin melamar anak anda " kata Rafael, dengan menatap orang tua Karina
Orang tua mereka kaget dengan omongan Rafael tadi, apalagi orang tua Rafael yang sudah lama menyuruh Rafael mencari pasangan. tetapi sekarang dengan tiba tiba dia ingin melamar wanita yang ada di sampingnya
" apa kamu bisa menjaga anak saya, bukan saya ragu atau takut tapi saya kaget dengan omongan mu tadi. dan tiba tiba kau ingin melamar anak saya " kata ayah Karina
" Saya janji dengan diri saya sendiri untuk menjaga anak anda, apalagi anak anda ini benar benar teguh dan tegas. anak saya pun menyukainya " kata Rafael, dengan yakinnya
" Tapi kenapa kamu baru kasih tau kami sekarang " kata papah Rafael
" Maff pah, Rafael baru kasih tau sekarang. sebenarnya kami masih agak ragu, apalagi kami masih ingin mendekatkan diri " kata Rafael
" Kakek, nenek. bunda Karina ini sangat baik sama Kaila. apalagi bunda Karina ini selalu bikin masakan enak buat Kaila terus setiap Kaila belajar selalu ada di samping Kaila " kata Kaila, dengan meminta izin dengan orang tua mereka
" Kamu sudah memanggil dengan sebutan bunda " kata mamah Rafael
" Hmmm, Kaila ingin merasakan mempunyai bunda " kata Kaila, dengan senyumannya
" apa yang saya boleh pegang omongan mu. kalau kamu benar benar ingin menikahi anak saya " kata ayah Karina, dengan tegasnya
" Anda boleh pegang omongan saya, kalau saya berjanji bakal melindungi anak anda, menjaga anak anda, dan bikin anak anda bahagia " kata Rafael, dengan tegasnya
" Apa omongan mu itu sudah yakin, omongan mu itu bukan buat saya saja. tetapi untuk mu sendiri karena omongan mu itu dari mulut mu sendiri. kalau dari kata kata mu tadi ada yang engga di laksanakan, kau ingin berbuat apa dengan dirimu sendiri " kata ayah Karina.
Karina hanya menunduk, ini yang Karina takutkan. ayahnya ini kalau sudah serius dia bakal bikin lawan bicaranya engga bisa berkata apa apa. lihatlah bunda pun hanya diam engga tau mau ngomong apa apa, emang karina anak perempuan satu satunya jadi ayah benar benar berhati hati.
" Saya yakin dengan diri saya sendiri, saya juga ingin bahagia. apalagi selama saya menikah pertama saya tidak pernah mendapatkan kebahagiaan, tetapi anak anda masuk saya mendapatkan bahagia yang engga bisa saya ungkapkan. kalau ada kata kata saya yang tadi anda boleh melakukan apa saja ke saya, karena emang itu saya salah " kata Rafael
" Kalau kamu sudah janji dengan diri mu sendiri. saya percaya dengan mu untuk menjaga anak saya. apalagi ini anak perempuan satu satunya. dari kecil sampe sebesar ini saya tidak pernah kasar atau main tangan ke anak saya, tetapi kalau saya melihat ku melakukan itu saya tidak bakal diam " kata ayah Karina
" Saya janji, saya bakal menjaga anak anda dengan baik " kata Rafael
" Baiklah saya pegang dengan erat omongan mu. Saya dan istri saya setuju dengan ini " kata ayah Karina, membuat Rafael tersenyum senang
" Pah, mah. apa kalian setuju juga " kata Rafael, melihat mamah dan papah ya hanya diam saja
" Kalau mamah si setuju aja, lagian mamah liat dia sangat baik " kata mamah Rafael, yang melihat Karina
" Iya pah, Rafael bakal janji dengan omongan Rafael ini " kata Rafael, dengan yakin kalau dia bakal membahagiakan Karina
" Yeeeyyy, jadi ayah sama bunda sekarang bersatu " kata Kaila, dengan senangnya
" Jadi Kaila punya Nene dan kakek dua dong " sambung Kaila, yang menghampiri Rafael dan duduk di pangkuan nya
" Iya, jadi Kaila memanggil orang tua ayah Oma, dan opa kalau orang tua bunda nenek dan kakek " kata Rafael, mengelus rambut Kaila
" Tapi mah,pah. aku setelah menikah ingin pergi dari sini " kata Rafael, yang membuat semua orang kaget kecuali Karina, dia sudah tau semua
" Kenapa. ada apa kenapa kau ingin pergi " kata mamah Rafael, dengan panik
" Aku bakal kasih tau kalian semua. tapi tidak di depan Kaila " kata Rafael
" Emang kaila tidak boleh tau ya yah " kata Kaila, yang melihat ayahnya
" Kaila masih kecil, lagian ini urusan kerjaan ko. jadi Kaila tidak usah tau " kata Rafael
" Yasudah, lebih baik kita makan malam dulu " sambung Rafael, mengajak semua orang di sini makan malam bersama
mereka langsung makan bareng bersama dengan damai, hanya sekali kali Kaila buka suaranya. dan orang dewasa di sana hanya senyum dengan omongan Kaila.
Selesai makan, Karina membawa Kaila ke atas untuk bermain bersama. karena Karina sudah tau semua lebih baik Karina mengajak Kaila ke kamar saja, dan Rafael juga bilang dia bakal kasih tau ceritanya nanti
Selagi Karina mengajak Kaila ke kamarnya, Rafael sudah duduk di ruang tengah dengan orangtuanya dan orang tua Karina.
" Apa alasan mu ingin pergi dari sini " kata mamah Rafael, yang langsung buka suara
" Sebelumnya Rafael mau minta maff dulu sama bunda dan ayah. kalau yang kita omongin sekarang bukan sangkut pautnya pernikahan tetapi mantan istri ku " kata Rafael
Dia sudah memanggil bunda dan ayah seperti Karina memanggil orang tuanya. ayah Karina bilang dari pada memanggil dengan sebutan tante dan om lebih baik panggil seperti gitu, sama Karina pun seperti gitu
__ADS_1
" Ya, tidak apa apa. ceritakan lah " kata ayah
" Jadi gini, kenapa aku dan Karina bakal pergi dari sini. karena Sheila mantan istri ku itu kembali ke sini, dan dia sedang memintai Kaila. dia pernah ke kantor ku untuk minta rujukan tetapi aku tidak mau, karena masa lalu dengannya membuat ku sakit. mah, pah Kaila pernah sakit gara gara dia, dia pernah ke sekolah Kaila untuk mengambil Kaila untuk ku. sudah seminggu kemaren dia melakukan seperti gitu, sampe Kaila sakit. dia tidak cerita dengan ku, dia cerita ke Karina dan dia menangis dengan keras. itu perta kalinya aku melihat dia menangis seperti begitu " kata Rafael
" Jadi kamu takut dengannya " kata mamah
" Bukan takut, tapi dia masih mengintai ku. apalagi aku ingin menikah aku takut istriku dan anakku di serang oleh nya. aku masih akan mantau dia dari jauh. aku juga sudah buat rencana untuknya, selagi dia buat rencana aku pun sama " kara Rafael
" Jadi nanti kalian menikah engga bakal besar, maksud nya hanya keluarga saja " kata bunda
" Iya Bun maff, ini buat keselamatan mereka. karena dia engga bakal menyerah untuk mendapatkan Kaila dari ku, dan seminggu ini Kaila tidak masuk sekolah di rumah saja. Sheila masih mantau Kaila di sekolahannya " kata Rafael
" Apa itu kalian selamnya di sana " kata ayah
" Tidak, kami hanya sementara saja. misi kami selesai kami balik lagi ke sini " kata Rafael
" gimana dengan kerja mu, siapa yang ngurus di sini " kata papah
" Tara, aku hanya percaya, dengan Tara. dia akan menggantikan ku sementara " kata Rafael
" Kalau untuk kerja, aku sudah mempunyai perusahaan di Australia. maff ya pah, aku tidak kasih tau mamah sama papah. aku sudah membikin perusahaan di Asia itu selama 3 tahun " kata Rafael
" kamu serius, kamu sudah bikin perusahaan di Australia " kata mamah, dengan tidak percaya nya
" Iya, aku sudah bikin. jadi aku bakal tinggal di sana sementara " kata Rafael
" Gimana dengan karina, dia juga berhenti di perusahaan mu " kata ayah
" Tidak, Karina di pindahkan di Australia. bisa di bilang Karina bakal membantu ku " kata Rafael
" Baiklah, kalau itu keputusan mu. papah hanya bisa beri dukungan mu dan keluarga mu saja. dan papah bakal bantu kamu untuk melenyapkan Sheila itu " kata papahx
" Boleh saya bantu juga, saya juga takut anak perempuan saya kenapa napa " kata ayah
" Bisa yah, terima kasih pah,yah sudah bantu Rafael " kata Rafael, dengan senang
" Apa kau ada bodyguard atau bawahan mu " kata papah
" Saya seorang polisi, yang selalu memantau pelaku kejahatan " kata ayah
" Wahh saya baru tahu, ternyata kau seorang polisi. pantas saja tadi Rafael di tanya seperti ke taku " kata papah, yang meledek Rafael
Rafael juga kaget kalau ayahnya Karina ini seorang polisi, apalagi tugas dia memantau pelaku kejahatan. pantas saja Rafael tadi takut dengan ayahnya Karina
" Terimakasih yah, sudah bantu Rafael " kaya Rafael
" Oh ya, kapan kalian ingin menikahinya " kata mamah
" Minggu depan " kata Rafael, yang membuat semua kaget dengan perkataan Rafael tadi
" Bukankah itu kecepatan " kata bunda
" Menurut ku itu sudah pas " kata Rafael
" Di mana acara pernikahan nya " kata mamah
" Rafael ingin disini saja, aku engga bakal mengundang banyak orang " kata Rafael
" Lebih bagus di sini, dan menurut ku tidak usah undang siapa pun. yang penting sah dalam agama dana negara " kata ayah
" Aku pun setuju, semisalnya kalau semua sudah beres. kau bisa bikin pesta pernikahan dengan mewah " kata papah
" Baik, Rafael dan karina ikut kalian saja. oh ya, kalian menginap di sini saja, sudah larut malam " kata Rafael
" Baik, terima kasih " kata bunda
" Dan Kalian tidak boleh tidur bareng sekamar, mengerti!!" Kata mamah
Rafael tidak terima, kenapa mamahnya ini melarang Karina tidur dengannya. sukanya engga kenapa kenapa, dan kenapa mamahnya ini melarangnya.
__ADS_1
" Mamah bilang engga boleh, ya engga boleh. kau mengerti kan " kata mamah, yang tau kalau Raden tidak terima
" Kalian kan ingin menikah, jadi tidak boleh sekamar dulu " kata bunda