MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 28


__ADS_3

Karina langsung berlari ke wanita itu. dia langsung memeluknya dan perempuan itu juga memeluknya. selama Karina menikah dia jarang komunikasi dengannya. mereka berdua sama sama sibuk.


" Dinda. aku kangen banget sama kamu " kata Karina


ya orang itu adalah Dinda. dia teman SMA nya dulu. sampe sekarang dia masih berteman. tetapi setelah lulus SMA dinda langsung melamar kerja sebagai pramugari. sedangkan Karina dia masuk universitas.


" astaga Karina. kita sudah lama tidak bertemu. gimana dengan keadaan mu?" kata Dinda. melepaskan pelukannya


" aku baik. gimana dengan mu. oh ya, kamu ke sini apa ada perlu " kata Karina


" iya. aku dan suamiku ingin membeli rumah ini " kata Dinar.


Karina kaget ini benar kalau Dinda sudah menikah. astaga Karina tidak tau kalau Dinda sudah menikah, dan Dinda pun tidak mengabarinya.


" serius, kau sudah menikah. kenapa tidak menghubungi ku " kata Karina, dengan tidak percaya nya


" iya aku sudah menikah. baru Minggu kemarin kami menikah. maff aku tidak menghubungi mu, menikah nya di sini. tapi kami menikah di Singapore " kata Dinda


" terus kamu masih menjadi pramugari atau sudah berhenti " kata Karina


" aku berhenti jadi pramugari. aku ikut suamiku bekerja di kantor " kata Dinar


dan dua lelaki itu hanya melihat wanitanya asik mengobrol. Rafael pun mengerti pasti istrinya ini sudah lama tidak bertemu, makannya itu dari tadi mereka tidak menyadari kalau sudah ada orang menunggu mereka


" hmm maff. kalian ingin mengobrol saja dan kami yang melihat lihat. atau mau ikut lihat lihat juga " kata Rafael. yang memotong pembicaraan mereka


" ahh maff. lebih baik lihat lihat saja dulu. kalau mau ngobrol gampang itu " kata Karina. dan mengajak Dinda melihat isi rumah ini.


tetapi dinda memberhentikan jalan Karina. Dinda masih penasaran kenapa Karina di sini. dan apa dia yang punya rumah ini, tetapi suaminya bilang yang punya atas nama Rafael.


" tunggu. kamu di sini sedang apa. apa kamu yang punya rumahnya?" kata Dinda


Karina baru sadar kalau rumah ini atas nama Rafael. dan Dinda juta tidak tau kalau Karina juga sudah menikah dengan yang punya rumah ini. Karina melihat Rafael. Rafael mengangguk kalau dia mengizinkan Karina untuk mengatakan kalau di juga sudah menikah


" hmmm Din, sebenarnya aku juga sudah menikah bulan lalu. dan itu suami ku " kata Karina. yang membuat Dinda kaget


" serius. kamu kenapa tidak kasih tau aku. kalau kamu sudah menikah " kata Dinda


" kita menikah nya tertutup. hanya ada keluarga saja " kata Rafael


" kenapa?. apa ada masalah " kata Dinda


" maff, kalau itu belum bisa di ceritakan. karena masalah ini belum selesai " kata Karina


" baiklah tidak apa apa. semoga kalian selesai dengan masalahnya " kata Dinda.


dan mereka langsung melihat lihat isi rumahnya. Dinda sangat tertarik dengan rumahnya apalagi Rafael merancang rumah ini sangat baik. sudah beberapa menit kamu melihat lihat. kami kembali ke ruang tamu untuk berbincang bincang. apalagi Karina dan Dinda baru ke bertemu lagi pasti dia masih kangen satu sama lain. Karina juga baru inget kalau dia belum tau nama suami Dinda. di ruang tamu Karina menanyakan nama suami Dinda.


" Din, kamu belum memperkenalkan suami mu " kata Karina


" ahh, maff aku lupa. oh ya ini suamiku namnya Aksa Dhananjaya " kata Dinda


" tunggu, bukankah kita pernah berkerja sama. anda dari perusahaan jaya group?" kata Rafael. sambil mengingat nya


" ohh iya, anda Rafael Adiputra " kata Aska


" ahh, pantas dari tadi saya berpikir kalau saya pernah bertemu dengan anda " kata Rafael


" iya, kita pernah bekerja sama. gimana dengan kabar anda?" kata Aska

__ADS_1


" kabar saya baik. dan kerjasama kita ternya berjalan dengan dahsyat " kata Rafael


Aska hanya senyum senang. dia tidak menyangka kalau dia bertemu lagi dengan partner bisnis nya. Aska emang menyukai kerja keras di perusahaan Rafael ini, apalagi perusahaan Rafael ini perusahaan terbesar di kota ini. dan banyak yang gagal untuk bekerja sama dengannya. apalagi pas perusahaan dia mengirim email ke perusahaan Rafael untuk bekerjasama dan hasilnya membuat Aska senang di terima untuk bekerja sama dengannya. makannya itu Aska kerja keras untuk membuat perusahaan ini meningkat, dan kerja keras mereka berdua mendapatkan hasil yang memuaskan. dan Rafael juga senang dengan perusahaan Aska ini.


mereka berbincang bincang sampai makan malam tiba. Rafael menyuruh pasangan ini untuk makan malam di sini saja. Rafael sudah menyuruh Tara membeli makan malam. setelah beberapa menit Tara datang dengan makanannya. dia di bantu oleh Karina untuk menyiapkan makanan malamnya.


" sudah Tara, semuanya sudah selesai. ini biar saya saja, kamu panggil saja mereka semua " kata Karina, yang sedang menuangkan air ke gelas masing-masing


" baik buk. saya permisi dulu " kata Tara. dan dia memanggil orang yang ada di ruang tamu untuk makan malam


mereka langsung bergegas ke meja makan. semuanya sudah sedia di meja makan. dan di situ sudah ada Karina yang sedang merapihkan makannya


" ayo kita makan terlebih dahulu " kata Karina. mengajak mereka makan malam


semua langsung makan dengan lahap. tidak ada suara dari mereka hanya ada suara sendok saja, mereka makan dengan tenang.


selesai makan mereka izin untuk pulang terlebih dahulu. karena emang sudah mulai malam.


" Karina aku pulang dulu ya. kamu hati hati " kata Dinda. memeluk Karina


" iya. kamu hati hati juga " kata Karina. melepaskan pelukannya


mereka langsung berangkat untuk pulang ke rumah nya. Rafael dan Karina pun juga pamit ke Tara untuk pulang ke rumah mamah. apalagi mereka sudah meninggalkan Kaila bersama mama.


Mereka sampe rumah jam 10 malam. Di sana ada mamah, papah dan Kaila yang sudah tertidur di sofa sebelah mamah. Karina langsung menghampiri mereka dan menggendong Kaila ke pangkuannya.


" Maff mah. tadi kita makan malam bareng terlebih dahulu " kata Karina. yang tidak enak, sudah menjaga Kaila dari tadi siang


" iya tidak apa apa. yasudah bawa Kaila ke kamar biar nyaman tidurnya " kata mamah


Karina langsung beranjak ke kamar untuk menidurkan Kaila. dia juga ingin langsung membersihkan badannya yang sudah lengket ini. apalagi sampe di rumah mamah Karina tidak mengganti baju terlebih dahulu, dia langsung berangkat ke rumahnya untuk menemani seorang yang ingin membeli rumahnya. beda dengan Rafael dia sempat untuk mengganti baju terlebih dahulu. selesai menidurkan Kaila, Karina langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. selesai mandi Karina ikut tidur di samping kaila, dia bener bener sudah sangat lelah. di lihat Rafael belum masuk kamar, kemungkinan dia masih berbincang dengan orang tua nya.


" Raf, gimana dengan ke lanjutannya. kamu bakal berangkat besok malam kan?'' kata papah


" apa dia curiga kalau kau bakal pergi " kata papah


" informasi dari tara, dia tidak tau kalau aku bakal pergi. jadi masih aman menurut ku " kata Rafael


" yasudah kau istirahat lah, dari pagi kau belum istirahat " kata mamah


Rafael pun beranjak ke atas menyusul istri dan anaknya yang sudah tertidur. sampai di kamar Rafael melihat mereka emang sudah tertidur pulas. Rafael langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya terlebih dahulu. selesai mandi dia juga ikut tidur di samping Karina. dia melihat istri nya sudah pulas sekali tidur nya.


Rafael langsung memeluk Karina dengan tersenyum dan mengecup bibir dan kening Karina.


di pagi hari mereka belum terbangun. apalagi sekarang udaranya sangat dingin dan hujan begitu lebat di pagi hari membuat mereka tidak mau beranjak dari tempat tidur nya. apalagi Rafael dia memeluk Karina dengan erat seperti mencari kehangatan.


pagi hari mereka di ganggu oleh mamah yang mengetuk pintu kamar Rafael. membuat Rafael bangun dari tidurnya yang sangat nyenyak itu


" ada apa mah. aku masih mengantuk banget " kata Rafael, yang sedang mengucek matanya


" ohh ternyata belum pada bangun tidur ya. yasudah tidur lagi saja lagian di luar masih hujan lebat " kata mamah. yang langsung pergi dari kamar Rafael


Rafael langsung tidur kembali. tetapi itu membuat Karina terbangun dengan gerakan Rafael


" kau sudah bangun?" kata Karina. melihat Rafael yang tertidur kembali


" sudah lebih baik tidur lagi saja. lagian di luar hujan lebat " kata Rafael, langsung memeluk Karina


" Ihh, Kaila nanti bangun. terus aku belum menyiapkan sarapan pagi " kata Karina, langsung bangun dari tidurnya

__ADS_1


" sayang lihat Kaila masih tidur. untuk sarapan nanti saja, temenin aku tidur lagi " kata Rafael, menarik tangan Karina untuk kembali tidur


Rafael langsung memeluk Karina dengan erat dan mencium bibir Karina sekilas. Karina juga langsung ikut tertidur kembali karena udara pagi ini membuat dia mengantuk kembali


Jam 11 siang mereka baru bangun dari tidurnya. untuk Kaila ternyata dia sudah bangun 2 jam yang lalu sebelum ayah dan bundanya yang bangun. dia dengan pelan pelan nya turun ke bawah menemui Oma nya yang sedang membaca koran.


Karina langsung bangun dari tidurnya dan melepaskan tangan Rafael yang ada di pinggangnya. dia melihat ke samping kalau Kaila sudah tidak ada, dan Karina berpikir Kaila sudah ke bawah menemui Oma nya. Karina langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya, dia biarkan Rafael tidur. Karina tau suaminya ini selalu sibuk apalagi dia juga sekarang harus menjaga kami dari mantan istri nya itu.


selesai mandi Karina langsung ke bawah menemui Kaila dan mamah. di sana Karina melihat kalau Kaila sedang bermain dan mamah sedang membaca koran. mamah melihat Karina yang baru turun ke bawah. sebenarnya Karina engga enak juga dengan mamah dia sebagai menantu tidurnya sampai siang segini.


" nyenyak tidurnya " kata mamah


" hehehe iya mah, maff engga bantuin mamah tadi pagi '' kata Karina


" tidak apa apa nak, yasudah kamu makan dulu sana. pasti kamu lapar kan " kata mamah


" nanti saja deh mah, kita makan siang bareng saja. lagian sebentar lagi juga sudah masuk makan siang " kata Karina


" apa perut mu engga keroncongan " kata mamah


" engga ko mah, tenang saja " kata Karina, dengan senyum


mamah hanya mengiyakan saja. Karina langsung menghampiri Kaila yang sedang main mainannya.


" apa anak bunda sudah mandi " kata Karina, mengelus rambut Kaila


" hmm sudah, tadi sama oma " kata Kaila


Karina ikut bermain dengan Kaila, sebenarnya dia sangat lapar. tetapi sebentar lagi menuju jam makan jadi lebih baik Karina nahan sebentar


" Rin, kamu bangunkan Rafael dulu. sebentar lagi masuk makan siang " kata mamah


Karina pun langsung ke kamar lagi untuk membangunkan Rafael


dia melihat kalau Rafael masih tidur dengan nyenyak. Karina langsung membangunkan nya. dia tidur dengan nyenyak gitu apa tidak lapar.


" Raf, ayo bangun udah siang ini. apa kamu tidak lapar " kata Karina, menepuk pipi Rafael


" hmmm, aku masih ngantuk banget " kata Rafael


" tidak boleh tidur sampe siang gini, ayo bangun kalau tidur lama nanti kamu sakit " kata Karina. menarik tangan Rafael untuk bangun


Rafael pun langsung bangun dari tidurnya, dia melihat istri nya yang sedang menepuk pipi Rafael biar Rafael sadar dari tidurnya.


" ayo ke kamar mandi. bersihkan badan mu " kata Karina


" mandinya nanti ya, mau berangkat saja. sekarang cuci muka sama sikat gigi saja " kata Rafael


" tidak harus mandi, kamu engga cium apa. badan mu bau banget " kara Karina


" yasudah kalau begitu, mandiin " kata Rafael, dengan manjanya


" Engga mandi sendiri, kalau kamu belum mandi. aku tidak peduli, aku mau ke bawah bantu mamah nyiapin makan siang '' kata Karina, langsung turun dari ranjangnya


ahh kalau istri nya sudah begitu dia engga bisa berbuat apa apa, dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. di bawah Karina langsung ke dapur karena Kaila bilang Oma sedang ada di dapur. di sana mamah sedang memasak untuk makan siang.


" oh ya mah, apa papah bakal pulang makan siang bareng di sini " kata Karina, yang sedang menata gelas di meja makan


" iya papah bakal makan di sini, dia sudah di dalam perjalan " kata mamah

__ADS_1


Karina hanya mengangguk saja. selagi mereka sedang menyiapkan, Kaila datang menghampiri bunda dan Omanya itu. kaila duduk di kursi makan melihat bundanya yang sedang menari makanan di meja makan.


Rafael pun juga baru turun dia duduk di samping Kaila.dia melihat istri dan mamahnya yang sibuk dengan pekerjaannya.semua sudah siap. papah pun juga baru datang. mereka langsung makan siang bersama dengan tenang


__ADS_2