MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 27


__ADS_3

sudah tiga hari mereka menginapnya di rumah bunda. dan sekarang waktunya mereka menginap di rumah mamah. Karina langsung memeluk bundanya sebelum ia pergi.


" bunda, Karina pamit ya. terimakasih sudah merawat Karina sampai Karina sudah mempunyai suami dan anak " kata Karina. yang masih memeluk bunda


" iya nak. kamu hati hati di jalan ya. kalau kamu ingin berangkat hubungi bunda atau engga ayah. jaga diri mu baik baik. " kata bunda. bunda melepaskan pelukan dengan Karina.


" nenek Kaila pamit ya. nenek jangan lupa main ke rumah Kaila yang baru ya " kata Kaila. yang langsung menghampiri nenek nya


" iya sayang. kalau nenek ada rezeki, nenek main ke rumah Kaila ya. belajar dengan rajin. nurut dengan bunda dan ayah mu oke " kata bunda. yang memeluk Kaila


kaila mengangguk dengan yang di katakan neneknya ini. kaila senang tinggal di sini. neneknya ini selalu mengajarkan Kaila cara bikin kue. kaila selalu ikut neneknya kalau neneknya sedang bikin kue. atau Kaila juga suka ikut ke toko kue neneknya.


" Rafael, jaga istri mu dan anak mu. kalau kamu sedang ada masalah jangan main kasar mau itu sama karyawan atau istri mu. jaga mereka baik baik. " kata bunda


" iya Bun, Rafael tidak pernah lupa dengan omongan Rafael " kata Rafael, yang menghampiri bunda, dan memeluknya


" ya sudah Bun, kita pamit dulu ya. titip salam ke ayah ya Bun " kata Rafael


" iya, hati hati di jalan " kata bunda, yang membantu membawa barang mereka


mereka langsung berangkat ke rumah mamah. ini terakhir mereka di sini. besok mereka langsung berangkat ke Australia menetap di sana untuk sementara. Rafael juga sudah berjalan dengan misi misinya. apalagi Tara tadi mengatakan kalau anak bawahan Sheila. sudah mengambil kamera yang di taruh di rumahnya. Rafael hanya mengatakan untuk mengintai mereka.


dari rumah bunda ke rumah mamah itu agak jauh. apalagi sekarang weekend, jadi jalanan pasti macet. dan yah itu benar sekarang saja sudah macet. hampir mereka berangkat pagi. perjalan hampir satu jam setengah. mereka sudah sampai di rumah mamah. mereka langsung masuk ke dalam rumah mamah. kaila sudah tertidur di gendongan Rafael.


" kalian baru sampe " kata mamah. yang langsung menghampiri mereka


" iya mah. jalanan macet banget " kata Rafael. yang langsung naik ke atas tepatnya ke kamar nya, untuk menidurkan Kaila


" kamu engga ikut ke kamar juga " kata mamah. yang melihat kalau Karina tidak ikut dengan Rafael


" engga usah mah, biar Kaila nyenyak tidurnya " kata Karina. yang duduk di samping mamahnya


mamah langsung ke dapur untuk mengambil minuman untuk nya dan Rafael, tapi tadi Karina mengatakan tidak usah. dan mamah tetap mengambilnya jadi Karina hanya diam duduk di sini. beberapa menit kemudian Rafael datang dari atas, dia seperti nya sudah mengganti baju nya. dia duduk di samping Karina.

__ADS_1


" mana mamah " kata Rafael


" ke dapur ngambil minum. tadi sih aku melarang nya tapi mamah tetap kekeh " kata Karina


Rafael hanya tersenyum. emang mamahnya itu selalu sibuk kalau ada tamu di rumahnya. di rumah emang sudah ada pembantu tetapi kalau soal makanan atau ada tamu mama lah yang sibuk. pembantu di sini hanya membereskan yang lain saja.


" mamah mah emang gitu sayang " kata Rafael, mencium pipi Karina


dan beberapa menit kemudian mamah pun datang membawa minuman dan cemilannya. di taru di meja yang ada di sana.


" minum dulu, kalian pasti cape banget " kata mamah


" iya mah, makasih " kata Karina. yang langsung mengambil minuman nya


jujur kalau Karina sekarang sangat haus sekali. apalagi sekarang udaranya sangat panas sekali. membuat Karina cepat haus. tanpa Karina sadari kalau minumannya langsung habis dalam beberapa menit saja. membuat Rafael dan mamah hanya senyum melihat kelakuan Karina. selesai minum Karina baru sadar kalau dia langsung meneguk minuman dengan cepat, Karina sangat malu di depan suaminya dan mertuanya


" astaga sayang, kamu haus banget hmmm " kata Rafael. mengacak rambut Karina


Karina hanya diam. dia masih agak malu dengan dua orang yang ada di sini. lihatlah sekarang pipi Karina merah menahan malu


" isshh, sudah diam saja " kata Karina


Rafael mencium pipi Karina dengan gemas. lihatlah kelakuan istrinya ini seperti anak kecil. dia seperti mempunyai dua anak kecil yang imut. dan kelakuan mereka di lihat langsung oleh mamah. Rafael tidak peduli dengan ke adaan mamahnya sekarang, dia masih meledek istrinya ini yang masih malu.


" mamah di sini kaya nyamuk, yang melihat mangsanya berduaan " kata mamah


" ehh mamah, Rafael hanya gemas aja sama Karina ini " kata Rafael


Karina di buat malu lagi dengan kelakuan suaminya ini. dia kalau mau mencium Karina jangan kaya gitu juga apalagi dekat mamah itu membuat Karina malu lagi. Karina tidak melarang Rafael mencium seperti gitu. tapi Rafael itu tidak tau kondisi.


" sudah, lihatlah istri mu itu, sudah kaya kepiting ke panasan. mamah mau ke kamar mu. mau tidur bareng Kaila " kata mamah. langsung beranjak ke kamar Rafael untuk tidur bareng Kaila


" kamu sih. bisa engga kalau mau kaya gitu jangan dekat mamah. aku kan malu " kata Karina

__ADS_1


" abisnya kamu persis seperti Kaila. kalau malu di seperti gitu. yaudah ke rumah kita yu, sudah ada yang mau beli. mumpung kita masih di sini " kata Rafael


" loh cepat banget " kata Karina. kaget


" hmmm, Tara bilang ada yang ingin membeli nya " kata Rafael


" yasudah ayo. tapi gimana dengan Kaila " kata Karina


" aku sudah memberi pesan ke mamah. pasti mamah lihat. yuk sebelum mulai malam " kata Rafael


mereka langsung berangkat ke rumah mereka. ternyata sudah ada yang mau beli rumah itu, baru kemarin Rafael mengiklankan rumahnya ternya sudah ada orang yang ingin membeli nya. rumah mamah ke rumah Rafael tidak terlalu jauh, jadi hanya 30 menit mereka sudah sampe. apalagi jalanan tidak terlalu macet jadi bisa cepat datangnya. sampai di rumah ternyata Tara sudah menunggu mereka di teras rumah.


" siang pak, buk " kata Tara. sambil menunduk


" siang, gimana apa orang itu sudah datang?" kata Rafael


" di sedang di perjalanan. lima menit lagi mereka akan sampe " kata Tara


" oke. kau sudah menyiapkan minuman buatnya kan " kata Rafael


" sudah kami siapkan semuanya " kata Tara


Rafael dan Karina menunggu di ruang tamu, tetapi Karina melihat lihat isi rumah ini. berasa berat meninggalkan rumah ini, Karina emang baru beberapa bulan saja tinggal di sini. tetapi rumah ini lah saksi mata kalau Rafael dan Karina menyatakan cintanya. dan Karina pun mendapat ciuman pertama dari Rafael di rumah sini. 5 menit kemudian orang itu sudah datang. ternyata mereka adalah sepasang suami istri yang baru saja menikah.


" maff pak. ini orangnya yang ingin membeli rumahnya " kata tara


" baik. silahkan duduk " kata Rafael


" Anda sudah melihat isi isi rumah sini?. kalau belum mari " kata Rafael. dan mereka langsung mengikuti Rafael


Karina belum melihat pembeli rumah ini. dia masih jalan jalan melihat isi rumah ini. tetapi pas Karina mendengar suara Rafael yang sedang mengobrol dengan seseorang, Karina langsung menghampiri nya. sebelum menghampiri nya Karina seperti tau suara itu. suara perempuan yang sedang mengobrol dengan Rafael itu. Karina langsung buru-buru melihat pembelinya. sampai di sana Karina terkejut yang membeli rumah ini.


" Karina. kamu di sini " kata wanita itu

__ADS_1


Rafael dan lelaki di samping perempuan itu bingung. apa mereka pernah bertemu dulunya. apa mereka berteman. Karina dan wanita itu hanya diam. Karina agak senang bisa melihatnya lagi. apalagi sudah setahun ini Karina tidak menemuinya. dia sangat sibuk di pekerjaan nya, persis seperti Karina dia pun sibuk dengan pekerjaan nya


__ADS_2