MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 62


__ADS_3

di malam hari, Kaila dan triplet menginap di rumah sakit. sehabis makan malam Kaila dan triplet bermain bersama Karina membiarkan mereka bermain karena nanti dia akan capek dan langsung tertidur. sedangkan Rafael dia sudah tidur duluan sehabis minum obat tadi Rafael langsung tertidur.


" kalian tidak capek, ini sudah malam loh " kata Karina, yang masih melihat Kaila dan triplet masih bermain.


" sebentar lagi Bun " kata Kaila, yang masih bermain dengan adiknya.


Karina membiarkan saja, dia hanya bermain handphone saja sampai mereka sudah lelah baru Karina menidurkan triplet. sudah setengah jam kemudian mereka masih asik bermain. Karina langsung membuatkan susu buat mereka.


" ayo, sekarang waktunya tidur. bunda sudah bikin susu untuk kalian " kata Karina, setelah selesai membuat kan susu buat mereka.


Karina langsung mengambil susunya, dan Karina membawa triplet ke kasur lipat yang ia bawa.


" sekarang kalian minum susunya ya " kata Karina, sambil mengelus kepala triplet bergantian.


sedangkan Kaila dia sudah tertidur duluan, setelah itu triplet pun ikut menyusul untuk tidur juga sisa Karina yang belum tertidur dia belum mengantuk jadi dia hanya mengusap usap punggung triplet saja.


" sayang, kau belum tidur?" kata Rafael, yang terbangun dan melihat Karina tidur.


" iya sebentar lagi, triplet baru saja tidur " kata Karina.


Rafael duduk dari tidurnya, sambil melihat Karina yang masih mengusap punggung triplet bergantian dia sangat senang seperti gini sudah empat hari Karina di rumah sakit dan tidak melakukan seperti gini sebelum triplet tidur.


" sudah sayang, mereka sudah sangat nyenyak tidurnya. sini kau juga harus tidur " kata Rafael, menepuk kasurnya yang masih lega.


Karina mengangguk, dan dia langsung berjalan ke arah Rafael untuk tidur bersama. dia juga sudah mengantuk sekarang. setelah sampai di kasur Karina langsung tidur di samping Rafael dan memeluk nya.


" istri ku ini dari pagi tidak ada istirahat nya, sekarang kau harus istirahat yang banyak sayang " kata Rafael, memeluk Karina dengan erat dan mencium kening nya.


" tidak, ini sudah terbiasa buat ku " kaga Karina, menggelamkan wajah nya ke dada bidang Rafael.


" sekarang tidur oke, aku mencintaimu sangat " kata Rafael, langsung mengeratkan pelukannya.


mereka semua langsung tertidur dengan nyaman, apalagi Rafael dia sangat senang bisa mempunyai istri seperti Karina yang sangat cantik dan baik hati rasanya Rafael sangat beruntung bisa bertemu dengan Karina. dia sangat berterima kasih kepada Kaila karena Kaila mereka bisa bertemu dan menikah.


subuh hari Rafael terbangun, dia ingin ke kamar mandi dengan perlahan lahan dia tidak mau membangunkan Karina yang tidur nya sangat nyenyak. pas berahasil duduk Rafael langsung mengambil infus nya pakai tangan kirinya. sebelum jalan ke kamar mandi Rafael melihat anak dan istrinya yang nyenyak tidur nya.


" kamu habis dari kamar mandi " kata Karina, dia terbangun dari tidurnya.


" loh sayang ko bangun, ayo tidur lagi " kata Rafael, yang baru ingin tidur kembali tetapi Karina terbangun.


pas ingin tidur kembali, perawat rumah sakit datang ke ruangan Rafael. ia ingin mencek keadaan Rafael sekarang hal hasil Karina langsung berdiri dari tidurnya nya.


" keadaan Tian Rafael sudah membaik, panas nya juga sudah turun. tetapi apa masih pusing atau perutnya sakit " kata perawat, setelah mengecek keadaan Rafael.


" sudah tidak sus, tetapi apa infusannya boleh ganti sama tangan kanan rasanya sangat sakit " kata Rafael, dia emang sudah mengeluh sakit di tangan kirinya apalagi itu sudah bengkak gara gara infusan.


" coba saya periksa dulu " kata Suter nya, sambil memegang tangan kiri Rafael dengan pelan.


" kalau begitu infusannya di pindahkan ke tangan kanan ya, saya ambil yang baru dulu " sambung suster nya, setalah mencabut infusan Rafael dan langsung pergi dari ruangan Rafael.


setelah suster pergi Karina langsung menghampiri tangan kiri Rafael yang bengkak itu di melihat nya dan mengelus pelan pelan tangan Rafael.

__ADS_1


" pasti sangat sakit ya " kata Karina, yang masih mengelus tangan Rafael.


" pas sudah di cabut itu sangat lega " kata Rafael, dengan senyum nya.


beberapa menit kemudian suster itu masuk lagi, dia langsung memasang kembali infusan Rafael dengan hati hati Rafael hanya menahan sakitnya pas jarum itu masuk ke kulitnya.


" baik tuan sudah selesai, kalau ada apa apa panggil kami. oh ya, nanti siang dokter akan ke sini jadi tuan bisa langsung bilang saja kepadanya kalau tuan sudah agak membaik jadi tuan nanti sore bisa langsung pulang." kata suster, sambil membereskan alatnya.


" oh seperti gitu ya sus " kata Karina, dia yang menjawabnya.


" iya nyonya, kalau keadaan tuan sudah baik pasti dokter akan mengizinkan pulang nanti sore. untuk tuan banyakin minum air putih nya, kalau begitu saya permisi " kata suster itu, dan langsung pergi dari ruangan Rafael.


" apa masih sakit " kata Karina, sekarang ia mengelus tangan kanan Rafael.


" tidak, mudah mudahan aku bisa pulang nanti sore. tidak enak di sini lama lama " kata Rafael.


Karina mengangguk dan langsung tidur di samping Rafael sekarang ia pindah tempat karena tangan kanan Rafael yang di infus.


" ayo tidur lagi, masih subuh " kata Rafael, Karina langsung memeluk Rafael dan tidur kembali.


di pagi hari Kaila bangun terlebih dahulu, dia melihat orang tuanya yang masih tidur dan juga triplet juga masih tertidur. Kaila langsung ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi.


" bunda sudah bangun " kata Kaila, pas melihat bundanya sedang duduk bersama triplet.


" apa kaila lapar?" kata Karina, melihat Kaila yang baru ke luar kamar mandi.


" ya, Kaila lapar hehehe " kata Kaila, duduk di samping bundanya.


Karina dengan sigapnya mengurus triplet modar mandir ke kamar mandi untuk membersihkan badan triplet apalagi mereka engga bisa diam sama sekali dan Karina berterima kasih kepada Kaila karena dia membantu dia untuk mengurus triplet.


" astaga nak, ini baru pagi loh kalian sudah jalan ke sana ke sini " kata Karina, yang baru selesai memakai baju triplet sedangkan Kaila hanya terkekeh saja.


" sebentar ya, bunda bilang ke ayah dulu kalau kita mau cari sarapan " kata Karina, Kaila mengangguk.


" Rafael, aku sama anak anak mau cari sarapan dulu ya " kata Karina, membangunkan Rafael. Rafael langsung terbangun dan melihat istri dan anaknya sudah rapih.


" kemana?" kata Rafael, melihat mereka sudah rapih.


" aku sama anak anak mau cari sarapan kasian anak anak kalau di ruangan terus " kata Karina.


" baiklah, hati hati ya " kata Rafael, Karina mengangguk dan mencium pipi Rafael sebelum pergi.


mereka berlima berjalan ke luar rumah sakit untuk mencari sarapan pagi nya. tidak terlalu jauh dari rumah sakit di sana ada restoran yang bukanya dua puluh empat jam. mereka langsung berjalan ke restoran sana.


" kalian, jangan mentang mentang sudah bisa jalan Jagan lari larian Kakak tuh capek tau " kata Kaila, yang mengejar Daren tadi karena Daren berlarian.


mereka langsung masuk ke restoran itu, dan tidak lupa Karina bilang ke pada pelayan nya kalau ia butuh tiga bangu bayi pelayan itu mengangguk dan langsung menaruh di meja Karina.


" Kaila ingin pesan apa?" kata Karina, kasih buku menu ke Kaila.


" Kaila ingin nasi goreng, sama teh manis " kata Kaila, setelah melihat menunya.

__ADS_1


" teh manis hangat ya " kata Karina, Kaila mengangguk saja.


" saya pesan nasi goreng nya dua, teh manis hangat nya dua, air mineral nya dua dan bubur nya tiga, bumbu bubur nya jangan banyak banyak ya " kata Karina.


" baik ada lagi?" kata pelayan itu.


" minta gelas plastik nya buat air mineral. sudah itu saja " kata Karina, pelayan itu mengangguk dan langsung pergi untuk menyiapkan makanan yang di pesan oleh Karina.


setengah jam kemudian makanan mereka sudah sampai, Kaila langsung mengambil makanannya karena sudah sangat lapar apalagi ruangan ayahnya sangat dingin sekali membuat dia cepat laparnya.


" makan pelan pelan nak, nanti bisa tambah lagi kan " kata Karina, membiarkan Kaila makan yang banyak. sedangkan Kaila hanya terkekeh dan mengangguk.


" ayo Daren, Devan, David sarapan dulu " kata Karina, menyuapi triplet yang sedang asik bermain mereka tadi membawa mainan motor motornya.


" makan yang benar sayang " kata Karina, kepada triplet, sedangkan triplet hanya mengangguk seperti mengerti.


selesai mereka makan semua Karina menyuruh Kaila menjaga triplet dulu karena Karina akan membayar makanan mereka dulu.


" ayo, bunda sudah selesai " kata Karina, mengangkat triplet dari tempat duduknya.


mereka berjalan ke taman di sana banyak makanan, Karina biarkan mereka main terlebih dahulu. sebenarnya capek karena triplet dari tadi kesana kesini sedangkan Kaila dia kekenyangan makannya diam saja melihat bundanya mengejar triplet.


" kalau kaya gini kita butuh ayah deh Bun " kata Kaila, menghampiri bundanya.


" ya kau benar, kalau bunda sendiri menyerah deh lihat saja mereka engga ada capeknya lari larian hampir engga ada batu " kata Karina, dia udah capek ngejar triplet.


mereka sudah lama di taman bermain sekarang sudah pukul sepuluh pagi, Karina langsung mengejar triplet untuk udahan bermain tetapi mereka tidak mendengar omongan bundanya dan asik bermain.


" Devan, David, Daren kalau kalian tidak mau ikut bunda, yasudah bunda pergi sama kakak Kaila " kata Karina, yang berteriak ke anak tiga kembar itu. seperti mereka tau kalau bundanya marah akhirnya mereka semua langsung mengejar bundanya dan kakaknya.


" lihat bun, mereka mengejar kita " kata Kaila, karena mereka pergi ninggalin triplet Kaila hanya tertawa kecil melihat tingkah laku triplet.


" biarkan saja, biar mereka mengikuti kita " kata Karina, dengan jalan pelan karena bundanya engga menengok ke arah mereka akhirnya mereka menangis membuat Karina dan Kaila menengok ke arah belakang mereka.


" astaga sayang, bunda becanda " kata Karina, berlari menghampiri triplet yang nangis sambil duduk di jalanan. sedangkan Kaila hanya tertawa melihat adiknya itu.


" ayo jangan menangis bunda bukan seperti ayah bisa gendong kalian bertiga langsung " kata Karina, menghentikan tangisan triplet. mereka semua langsung ingin memegang tangan bundanya dan itu membuat Karina susah untuk melangkah.


" astaga kenapa sama triplet " kata Rafael, melihat triplet yang tidak mau melepaskan tangan bundanya.


" biasa ayah, tadi mereka kan main di taman bermain terus engga mau pulang yaudah kita tinggal Lin eh nangis deh " kata Kaila, menghampiri ayahnya.


" astaga jagoan ayah, emang ada aja tingkah lakunya " kata Rafael, yang mengusap kepala Kaila.


" ayo dong nak, lepas tangan bunda. bunda engga marah ko " kata Karina, karena sedari tadi anaknya ini engga mau lepas dan sekarang mereka memeluk Karina dia engga mau bundanya pergi lagi.


Rafael dan Kaila yang melihatnya hanya terkekeh melihat tingkah laku triplet.


" astaga kenapa anak bunda jadi seperti gini " kata Karina, mengusap punggung mereka satu persatu.


" mereka kangen sama bunda kali, kan lima hari ini bunda di rumah sakit " kata Kaila, menghampiri bunda dan adiknya.

__ADS_1


" oh apa seperti gitu. bunda juga kangen sama kalian " kata Karina, memeluk triplet dan Kaila pun ikut berpelukan sama bunda dan triplet. di momen seperti gini Rafael tidak lupa untuk memotret nya ini adalah barang berharga buat Rafael. dia juga ingin ikutan tetapi tidak bisa jadi kalau sudah sembuh dia akan memeluk mereka.


__ADS_2