
Di pagi hari Rafael lah yang bangun duluan dari pada Karina, sukanya ada alarm yang suka membangunkan nya. tetapi ini alarm belum berbunyi dia sudah bangun, dan juga yang sukanya setiap bangun tidak ada siapa siap di samping kanan kiri nya. tetapi sekarang ada wanita yang ia sayangi di samping kanannya. Rafael mengelus rambut Karina dengan tersenyum dan sekali kali ia mencium nya. dia sekarang suka banget dengan mencium Karina, menurutnya mencium Karina itu sangat nyaman. dia selalu melakukannya itu membuat sang empunya bangun, karena ke ganggu dengan ciuman Rafael dari kening, pipi, hidung, dan bibir. Karina kesal dengan Rafael yang menganggu tidurnya, tapi lihatlah pelaku nya senyum senyum sendiri dan dia tetap melakukan itu lagi.
" sudah Rafael, ini masih pagi " kata Karina, dengan kesalnya
" tapi ini seru loh " kata Rafael, yang masih mencium pipi Karina
" ihh, dasar engga tau waktu. sudah sana mandi aku mau membangunkan Kaila " kata Karina, ingin beranjak dari tidurnya
tetapi itu tidak mempan buat Rafael, dia tetep memeluk Karina dengan erat. seperti dia tidak mau bangun dari tidurnya dan ingin memeluk Karina sepanjang hari. baiklah Karina diamkan selama 5 menit, kalau sudah selesai waktunya ia akan beranjak dari tidurnya ini.
" Rin, gimana kalau besok saja kita temui orang tua kita " kata Rafael
" bukan kah 3 hari lagi kamu bilang, kenapa besok " kata Karina, yang langsung menoleh ke arah Rafael
" besok kan libur, jadi lebih baik besok kita temui orang tua kita. aku ingin kasih tau semuanya kepada mereka, aku tidak mau ada yang di tutupin " kata Rafael, yang mengelus pipi Karina
" apa kamu yakin, besok kita temui orang tua kita " kata Karina, memastikan omongan Rafael
" aku yakin sayang, aku ingin hidup bahagia denganmu dana kaila. kita bakal pergi dari sini " Kata Rafael, meyakinkan omongan nya
" baiklah, aku bakal menelepon orang tua ku nanti siang " kata Karina
Rafael langsung mencium bibir Karina sekilas. " ahhh, aku tidak sabar untuk besok " kata Rafael, dengan senyumannya
" apa kamu ingin cepat " kata Karina
" hmmm, aku ingin cepat sayang, ingin hidup dengan mu dan Kaila. oh ya kau tau, kemaren pagi pas kita sarapan, Kaila bilang ke pada ku kalau dia ingin mempunyai adik baru " kata Rafael, dengan menggoda Karina
Karina melotot dengan lebar, apa apa ini masih pagi Rafael sudah ngomongin soal ini. pasti dia yang ingin bukan Kaila, dia hanya membawa nama Kaila saja biar Karina percaya omongannya.
" engga usah bawa bawa nama Kaila deh, bilang aja itu kamu yang mau " kata Karina, dengan kesalnya
" engga, aku aja kaget pas Kaila ngomong kaya gitu. kalau kamu tidak percaya tanya saja sama Kaila sendiri " kata Rafael, dengan ledek nya
" sudahlah jangan bahas yang lain dulu, ini udah lebih dari 5 menit ya. sekarang kau mandi lah, aku ingin membangunkan Kaila " kata Karina, yang beranjak dari kasur nya
Rafael hanya tertawa, lihat lah baru ngomong gitu saja membuat Karina sudah malu seperti gitu, gimana kalau mereka melakukannya. Rafael emang sudah gila, dia sudah membayangkan malam pertama dengan Karina.
di kamar Kaila, Karina melihat kalau kailan masih tertidur dengan pulas, dia tersenyum melihat Kaila yang tidur dengan damai. dia menghampiri Kaila dan membangunkan Kaila.
" kaila, ayo bangun ini sudah siang loh " kata Karina
" hmmm, bunda. selamat pagi Bun " kata Kaila, langsung duduk dari tidurnya
" pagi juga Kaila " kata Karina, dengan mencium pipi Kaila
" ayo mandi, terus ke bawah untuk sarapan pagi oke " kata Karina
" baiklah Bun " kata Kaila, yang berjalan ke kamar mandi
Karina ke luar dari kamar Kaila, dan langsung ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi nya. selesai semua siap, Karina menunggu mereka turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama. Karina melihat mereka berdua sedang berjalan ke arahnya dan mereka langsung sarapan bersama.
" aku berangkat dulu ya, kalau ada apa apa hubungi ku. ada bawahan ku yang menjaga kalian di sini oke " kata Rafael
" iya, hati hati di jalan " kata Karina.
Rafael mencium bibir Karina sekilas, dan langsung pergi ke arah mobilnya untuk berangkat ke kantor nya. Karina langsung masuk kedalam dan melihat Kaila yang sedang menggambar di ruang tengah. Karina juga baru ingat kalau pembantu Rafael ini sudah tidak ada. jadi dia inisiatif untuk membersihkan rumah, pas Karina ke belakang tepatnya di ruangan buat mencuci baju ternya baju kotor nya banyak sekali. engga mungkin kalau Karina yang melakukannya, bukannya engga mau tapi ini kaya sudah berapa Minggu tidak di cuci. Karina juga berpikir kalau mereka berdua mempunyai baju yang banyak, Karina saja kalau tidak mencuci sehari saja sudah habis bajunya karena belum di cuci, ini sudah seperti berbulan bulan tetapi mereka kaya tidak pernah kehabisan baju.
yasudah lebih baik ini di laundry saja, dari pada di cuci sendiri belum lagi di setrika, sudah deh bisa beberapa Minggu ini kerjanya. Karina langsung ke luar mencari bawahan Rafael. dia ingin minta tolong untuk membawa cucian ini ke laundry.
" maff, apa kau sedang sibuk " kata Karian, yang melihat bawahan Rafael di luar
" tidak nyonya, ada yang bisa saya bantu " kata bawahan Rafael
" gini hmmm, cucian di rumah sini terlalu banyak aku engga sanggup untuk mencucinya. bisa aku minta tolong bawakan ke laundry saja " kata Karina
" baik nyonya, saya akan membawa ke tempat laundry " kata bawahan Rafael, langsung masuk untuk mengambil cuciannya.
Karina juga ikut masuk untuk membantu nya. tapi Karina mikir pasti ini mahal harganya. Karina engga punya uang banyak untuk laundry baju sebanyak ini, apa dia harus menelepon Rafael meminta uang laundry ke Rafael.
" oh ya, kau memegang uang lebih, untuk laundry ini " kata Karina, yang sedang membantu bawahan Rafael ini
" maff nyonya, kalau boleh jujur saya juga tidak ada uang lebih. tadi saya juga berpikir ini pasti agak mahal " kata bawahan Rafael, dengan menunduk
" masalahnya aku juga tidak punya uang lebih, yasudah kamu bawa saja dulu. aku mau menelepon Rafael terlebih dahulu. tidak apa apakan engga bantu " kata Karina
__ADS_1
" baik nyonya, iya tidak apa apa. saya bakal minta bantuan yang lain " kata bawahan Rafael
Karina langsung ke kamar Kaila, karena handphone nya ada di kamar Kaila. Karina pun baru sadar kalau dia sudah beberapa hari terakhir ini tidak pernah memegang handphone nya. pasti banyak yang menghubungi nya, apalagi kalau bunda yang menelepon nya dan tidak ke angkat oleh Karina. pasti bunda bakal ngomel
" Bun mau kemana?" kata Kaila, yang melihat Karina yang ingin ke atas
" bunda mau ke atas, mau ambil handphone dulu. sebentar ya " kata Karina, Kaila mengangguk kepala dan melanjutkan nya lagi menggambarnya
sesampainya di kamar karina langsung mengambil handphone nya di dalam tasnya, dan menyalakan nya. pas di nyalakan ya itu benar banyak nomor yang menelepon karina, termasuk bunda jadi bisa Karina tebak bundanya ini bakal marah marah, Karina bakal menghubungi balik bundanya sekalian mengajak bundanya ke rumah Rafael. sekarang Karina ingin menelpon Rafael untuk meminta uang untuk laundry.
" hallo, ada apa sayang " kata Rafael, di sebrang sana
" hmmm gini Rafael, tadi pas aku ingin mencuci baju ternya baju nya terlalu banyak. dan itu aku tidak sanggup untuk mencucinya, jadi aku putuskan untuk laundry bajunya, tapi aku engga punya uang lebih untuk laundry " kata Karina, dengan sedikit malu
" kamu bakal laundry sendiri " kata Rafael
" tidak, aku meminta bawahan mu untuk laundry nya " kata Karina
" ahh, baiklah aku bakal mengirim uang untuk mu " kata Rafael
" makasih ya, maff mengganggu mu " kata Karina
" astaga sayang, kau tidak mengganggu ku. yang ada aku yang berterimakasih kepada mu " kata Rafael
" aku sudah mengirimkan uangnya ke kamu. kamu hati hati di rumah ya, aku bakal pulang cepat " kata Rafael
" secepat itu, kamu kirim pake apa, bukannya handphone mu lagi di pake, terus kamu tau nomor rekening ku " kata Karina, yang bingung
" hahaha astaga sayang ku ini, aku ada handphone satu lagi. jadi aku langsung mengirimnya untuk rekening aku tau nomor nya " kata Rafael, yang tertawa di sebrang sana
" ahh baiklah, terimakasih " kata Karina, sambil memutuskan telepon dengan Rafael
setelah itu Karina melihat jumlah yang dikirim oleh Rafael, pas lagi liat Karina kaget engga maen. ini banyak banget dan ini pasti melebihi laundry nya, astaga Karina engga habis pikir dengan Rafael dia mengirim uang terlalu banyak. Karina bakal balikin lagi uangnya nanti. Karina langsung ke bawah, menemui bawahan Rafael yang bakal lanudry baju.
" maff menunggu lama, aku minta nomor rekening mu. Rafael sudah mengirimnya " kata Karina, dan bawahan Rafael itu langsung menyebutkan nomor rekening ke Karina. Karina langsung mengirim uang itu ke dia
" maff nyonya, bukannya ini kebanyakan kirimnya " kata bawahan Rafael, yang kaget karena Karina mengirim terlalu banyak
" engga ko, lagian Rafael ngirimnya banyak juga. oh ya bilang in ke mereka kalau lanudry nya jangan terlalu lama harus kurang lebih seminggu " kata Karina
Karina langsung masuk lagi untuk menemani Kaila bermain. Karina duduk di sofa yang engga jauh dari Kaila. dia bakal menghubungi bundanya, sebelum di hubungi dia berdoa mudah mudahan bundanya tidak marah.
" hallo Bun, apa kabar " kata Karina, yang agak was was dengan bundanya ini
" wahh ternyata kau masih ingat dengan bundanya ya, kali ku kau sudah melupakannya. dasar anak nakal " kata bundanya, sambil berteriak dan itu membuat Karina menjauhkan handphone dari kupingnya
" hehehe maff Bun, Karina tidak memegang handphone beberapa hari ini " kata Karina
" di mana kau sekarang ha!!" kata bunda, yang kesal
" Karina di rumah Bun " kata Karina
" kau tidak bekerja, apa kau malas bekerja anak nakal!!" kata bunda
" e...engga Bun, lagian kan ini hari Sabtu. ya Karina libur dong " kata Karina, yang membela diri sendiri
" oh ya bun, Karina mau mengajak ayah sama bunda besok " kata Karina
" mau ngajak kemana?" kata bunda
Karina bingung bilang apa ke bundanya, masa Karina bilang ke rumah calon suami Karina. yang ada bunda kaget dan pasti berteriak lagi.
" ada deh, entar Karina bakal kirim alamat nya. gimana Bun mau kan " kata Karina
" baiklah kalau begitu, ayah sama bunda bakal ikut ajakan mu " kata bunda, yang membuat Karina tersenyum
" baik Bun, Karina sayang bunda " kata Karian, dam memutuskan telepon dengan bunda.
Karina melihat ke arah Kaila kalau dia seperti nya mengantuk. Karina menyuruh Kaila untuk berhenti bermainnya, Kaila pun mengiyakan omongan bundanya. dia pun udah sangat mengantuk. Karina dan Kaila langsung beranjak ke atas tepatnya ke kamar Kaila. sesampainya di kamar karinya menyuruh Kaila untuk cuci tangan dan kaki dulu. setelah itu Kaila langsung naik ke atas kasurnya dan Karina mengelus rambut Kaila biar Kaila tidur, dan ya beberapa menit kemudian Kaila pun tertidur pulas. Karina langsung ke luar kamar dan engga lupa menutup pintunya.
Karina ke bawah lagi untuk ke dapur. sesampainya di dapur Karina membereskan belanjaan yang belum di tata sama Karina. Karina pun menata barang belanjaan kemaren ke tempat yang sudah di sediakan. pas Karina sedang mencuci buah ada sebuah tangan kekar di pinggang Karina. sebenarnya Karina kaget tetapi pas tau orangnya dia hanya diam saja dan melanjutkan mencuci buahnya tadi.
" tumben banget pulang nya cepat " kata Karina
" hmmm, karena sudah tidak ada yang di urus lagi terus juga sudah selesai semua, lebih baik pulang " kata Rafael, ya orang itu adalah Rafael
__ADS_1
" emang proyek yang kamu bilang kemarin sudah selesai?" kata Karina
" sudah, baru saja selesai. makannya itu aku langsung pulang saja " kata Rafael, sambil menggendong Karina dan meletakan di atas meja makan
" yaa, apa yang kau lakukan " kata Karina, yang tiba tiba di gendong oleh Rafael
Rafael langsung memeluk Karina yang duduk di atas meja, menggerakkan kepala nya ke dada Karina. Karina geli dengan yang di lakukan Rafael ini. hampir Kaila sudah tidur kalau dia melihat ini sudah deh Karina malu banget
" kamu terlalu fokus dengan buah itu, kamu engga tau apa aku tuh sudah pulang " kata Rafael, yang sedang manja
" kan aku sudah tau kalau kamu sudah pulang, kenapa kamu jadi sensitif gini sama buah doang " kata Karina
" biarin, kamu engga sambut aku pulang " kata Rafael
astaga kenapa dia jadi seperti gini, dia cemburu dengan buah itu. hanya buah loh dan dua benda mati. Karina hanya menggeleng geleng kepala saja, sambil mengelus rambut Rafael
" sayang, kau sudah menghubungi orang tua mu " kata Rafael, yang melepaskan pelukannya
" hmmm sudah, tadi selesai menghubungi mu. aku langsung menghubungi bunda " kata Karina, entah kenapa Karina suka dengan hidung mancung Rafael. dia memainkan hidung Rafael dengan gemas
" terus bunda mu itu mau " kata Rafael, yang melihat Karina fokus dengan hidungnya
" iya dia mau, aku juga sudah mengirimkan alamat nya ke sini. terus orang tua mu gimana " kata Karina, yang masih asik memainkan hidung Rafael
" iya sudah, orang tua ku bakal datang besok. lagian dia juga sudah kangen dengan cucunya " kata Rafael
" sayang, aku lama lama bisa bersin kalau kamu memainkan hidung ku terus " sambung Rafael
" hehehe, hidung mu mancung sekali " kata Karina, yang berhenti memainkan hidung Rafael. tetapi dia sekarang sedang mengelus pipi Rafael
karena Rafael gemas dengan Karina, iya langsung mencium bibir Karina, dan membawa tangan Karina ke leher Rafael untuk memeluk nya. Rafael suka dengan Karina sekarang yang agak agresif beda dengan yang kemaren harus Rafael duluan yang memulai nya.
Rafael pindah ciuman nya ke leher Karina dia sangat suka dengan wangi Karina ini, Rafael menghirup aroma tubuh Karina dengan rakus. Karina geli dapat serangan dari Rafael. Rafael kembali dengan bibir Karina untuk di ciumnya kembali. setelah beberapa menit, mereka memberhentikan ciuman mereka. mereka tersenyum satu sama lain, Karina langsung mencium bibir Rafael sekilas. dan memeluknya
" Rafael, aku engga tau mau ngomong apa. tapi aku hanya ingin terima kasih. aku pertama kali di cintai oleh seseorang seperti ini. sebenarnya aku juga ingin mempunyai pasangan tetapi ada rasa takut di hati ku kalau aku mempunyai pasangan, tetapi aku melawan rasa takut ku ini untuk membuka hati ku. kalau bisa di bilang aku tuh beda dengan wanita lain, yang selalu feminim, terus shoping, atau pun perawatan. aku engga kaya gitu, dari dulu aku engga mau merepotkan orang tua ku untuk beli inilah atau beli itulah. apalagi aku dari kalangan bawah. masuk universitas saja aku bersyukur dari beasiswa jadi orang tua ku tidak mengeluarkan uang sama sekali, kuliah pun aku selalu ikut teman yang jualan atau melakukan sesuatu yang menghasilkan uang dengan benar. bisa dibilang selama aku kuliah aku tidak pernah meminta uang jajan ke pada mereka, setiap mereka kasih aku selalu di tabung uangnya. sampai sekarang saja uang itu masih ada. teman ku juga bilang kalau aku tuh orangnya selalu irit. ya emang itu benar aku suka irit setiap mereka ajak aku ke mall untuk shopping atau ke salon aku selalu menolak, di pikir pikir dari pada menghabiskan uang di sana lebih baik di simpan. kalau itu bisa kapan saja. karena niat ku itu ingin membanggakan mereka, aku ingin mereka duduk manis di rumah biar aku saja yang mencari uang. usia mereka sudah engga muda lagi. yang mereka butuhkan sekarang adalah istirahat dengan cukup. aku ingin menebus kerja keras mereka untuk ku dari aku kecil sampe sekarang " kata Karina, tanpa sadar dia mengeluarkan air mata nya
Rafael langsung memeluk nya, ia tau Karina ini adalah pekerja keras. Rafael merasakan yang Karina rasakan. iya memeluk Karina dengan erat, apalagi melihat wanita ini menangis. Rafael melepaskan pelukannya, dan menghapus kan air mata Karina dengan ibu jarinya.
" sayang kau tau. aku pertama kali melihat wanita yang pekerja keras seperti mu, aku pernah berpikir kalau wanita itu di pikiran nya hanya shopping atau yang lain. kau sudah melakukan yang baik buat orang tua mu, kau wanita cantik yang hebat. aku janji bakal menjaga mu dengan baik. aku mencintaimu sangat mencintai mu, aku engga mau kehilangan mu " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas
" a...a...aku...aku juga mencintaimu, tolong pegang omongan mu kalau kau ingin menjaga ku " kata Karina
Rafael senang dengan omongan Karina tadi. dia sudah membalas cintanya. Rafael juga janji bakal menjaganya dan mencintai nya
" hahaha, ini yang aku tunggu. sayang kau tau, aku menunggu balasan cinta mu " kata Rafael, dengan mencium pipi Karina berkali-kali
" ahh, engga sabar besok. aku ingin langsung menikahi mu " sambung Rafael
" Ihh, orang tua kita saja belum ketemu kamu sudah ingin cepat cepat menikah " kata karina
Rafael mengacuhkan omongan Karina, dia masih sibuk mencium pipi Karina. Karina hanya diam saja, biarkan Rafael melakukan itu. dan di sela sela itu Rafael tidak pernah cape mengatakan cinta nya ke Karina. Karina hanya senyum aja dengan kelakuan Rafael ini.
" sudah Ihh, liat pipi ku jadi basah gara gara salvia mu " kata Karina, dengan kesalnya
" gapapa kan bau ini ko " kata Rafael, dengan jahilnya
" kamu sudah makan siang " kata Karina mengalikan pembicaraan
" belum, aku ingin makan masakan mu " kata Rafael
dan di iya kan oleh Karina. ia turun dari meja makannya, dan memasak untuk makan siang Rafael. Rafael langsung ke atas untuk mengganti baju terlebih dahulu. selesai itu Rafael melihat kalau Karina sudah menunggu untuk makan siang. dan mereka berdua langsung makan siang bersama.
di sore hari Kaila mengajak ayahnya itu untuk berenang bersama. dan Rafael setuju dengan ajakan Kaila, lagian mereka sudah lama tidak berenang. asik mereka berenang, Karina membuat cemilan buat mereka dan susu hangat untuk mereka. sudah tau cuaca sekarang sudah mau memasuki musim dingin tetapi mereka tidak ada rasa dingin sama sekali.
Karina menyuruh mereka untu selesai berenang, cuaca sudah mulai dingin. Karina takut mereka bakal kena flu. dan mereka langsung naik ke atas, Karina langsung mengasih handuk mereka dan menyuruh mereka untuk mandi. selesai mandi Karina langsung kasih susu hangat untuknya. lihatlah sekarang mereka sudah menggil karena kelamaan berenang. Karina juga sudah membuat kan sup hangat untuk mereka. mereka memakan dengan lahap, habis berenang emang enak makan sup hangat biar tubuh kita jadi hangat juga.
selesai makan Karina menyuruh merekam langsung tidur, biar di pagi hari tubuh mereka segar kembali. sebelum ke kamar Rafael, Karina menidurkan Kaila terlebih dahulu. seperti biasa Karina selalu mengelus rambut Kaila. dan ya dia langsung tertidur pulas. Karina langsung ke kamar Rafael, pas baru buka pintu Rafael sedang menunggu Karina dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Karina tau kalau dia sedang menggigil. tadi makan saja sudah menggigil. Karina langsung menyamparinya dan memeluknya.
" kan aku sudah bilang, cuca sekarang tuh sudah mulai dingin " kata Karina
" iya sayang, aku minta maff. kan sudah lama juga aku tidak berenang " kata Rafael
" iya aku tau, tapi tau waktu saja kalau mau berenang. yasudah ayo kita tidur liat muka mu pucat sekali " kata Karina, membaringkan tubuh Rafael
" tapi kamu tidur di sini kan " kata Rafael, dan dapat anggukkan dari Karina
__ADS_1
Rafael senang, dan memeluk Karina dengan erat. biar besok dia sembuh dan menikahi Karina secepatnya.