
Di kediaman Rafael dia bingung keberadaan anaknya yang hilang entah kemana. emang ini salah dia yang langsung pergi meeting bukan menjemput anaknya dulu, Rafael sudah menelepon guru Kaila dan guru nya bilang kalau dia sudah mengantarkan Kaila ke kantornya. Rafael langsung ke kantor nya tetapi tidak ada Kaila di sana di ruangannya pun tidak ada, Rafael juga menelpon mamah sama papah tapi Kaila engga ada di sana. dia frustasi kemana kaila sekarang. Rafael langsung menelpon Tara untuk bantu cari Kaila.
" hallo Tara, kau bantu saya mencari Kaila. jangan menghubungi saya kalau Kaila belum ketemu. Mengerti !! " kata Rafael, langsung mematikan sambungan dengan tara.
Rafael juga mengubungi bodyguard nya untuk mencari keberadaan Kaila. Rafael juga langsung berangkat mencari keberadaan Kaila sekarang di luar sedang hujan lebat, Rafael tidak peduli yang penting Kaila ketemu. di perjalanan papah Rafael menghubungi Rafael.
" hallo pah, ada apa. apa papah sudah nemu keberadaan Kaila " kata Rafael, tanpa basa-basi
" belum, papah juga sudah menyuruh bawahan papah membantu untuk mencari Kaila. dan kau di mana sekarang " kata papah
" aku sedang mencari Kaila. sudah pah aku ingin fokus mencarinya " kata Rafael, langsung memutuskan sambungan dengan papah
Rafael dengan fokusnya mencari Kaila, dia menanyakan ke semua orang yang sedang di luar keberadaan Kaila. tetapi orang itu tidak pernah melihat Kaila. Rafael frustasi dengan keberadaan Kaila sekarang dia benar benar menyesal sudah ninggalin Kaila tadi siang.
Flashback on.
setelah Rafael mengantarkan Kaila sekolah, Rafael dapat pesan dari sekretaris nya kalau di perusahaan yang satu lagi ada masalah. dan saat itu Rafael langsung beranjak ke sana perusahaan ke dua Rafael cukup jauh, bisa 2 jam lebih dari sini. makannya itu Rafael langsung bergegas ke sana. menurut Rafael masalah nya hanya sebentar tetapi dengan tidak sadarnya Rafael melupakan Kaila.
Rafael juga lupa menghubungi mamah untuk menjemput Kaila di sekolah dan hp Rafael di matikan jadi Rafael tidak tau kalau banyak yang menghubungi nya.
di perusahaan ke dua ini emang bener bener kacau, karena Rafael baru dapat informasi kalau dia baru saja di tipu dengan yang lain. Rafael langsung turun tangan soal ini dia menggerakkan semua bodyguard nya untuk mencari siapa pelaku yang sudah menipu perusahaan.
Rafael engga bakal maen maen soal ini sekali dia kena masalah apalagi masalah ini sangat besar, ia harus gerak cepat biar perusahaan tetep berjalan dengan lancar lagi.
__ADS_1
Berjam jam semua bawahan Rafael mencari nya, akhirnya ketemu juga orang yang sudah menipu perusahaan nya. Rafael langsung membawa orang ini ke kantor polisi untuk segera di tindak lanjuti dan Rafael juga sudah membawa pengacara pribadinya. dan pelaku ini harus kena denda dan harus ganti rugi ke perusahaan Rafael. selesai semuanya beres Rafael masih ada di perusahaan sini untuk meeting dengan yang lain.
2 jam sudah Rafael langsung pulang kembali, sebelum pulang Rafael baru ingat kalau Kaila tidak ada yang menjemputnya. buru buru Rafael menyalakan handphone nya kembali dan benar banyak yang menelepon Rafael. dan Rafael telepon balik ke mamah, mudah mudahan Kaila ada di sana.
" hallo mah, apa Kaila ada di sana " kata Rafael, sambil menyalakan mesin mobil nya
" lah ko nanya ke mamah. bukannya kamu yang menjemput dia pulang sekolah " kata mamah.
" maff mah, Rafael ada di perusahaan kedua tadi ada masalah. dan Rafael lupa menghubungi mamah " kata Rafael, dengan paniknya kalau tidak ada di maaf di mana kaila sekarang
" astaga Rafael, sekarang di mana kaila ah. ini udah mulai malam dan sebentar lagi bakal hujan " kata mamah, sama paniknya sama Rafael
" aku bakal mencari nya, aku sedang di jalan pulang " kata Rafael, memutuskan telepon dengan mamah
Rafael langsung tancap gas dengan cepat, Rafael udah panik karena Kaila belum pulang. jalanan macet parah dan itu membuat Rafael frustasi Rafael dengan gilanya marah marah dengan kendaraan lain yang di bilang sangat lelet.
" Bi....Bi...Bi. apa Kaila sudah pulang? dimana sekarang " kata Rafael, dengan nafas memburu
" tuan, Kaila belum pulang sama sekali " kata bi Nina, dengan muka takutnya, karena melihat tuannya seperti ingin marah
Flashback off
" Arghhhh.... di mana kamu nak, maffin ayah sudah melupakan Kaila tadi " kata Rafael, dengan memukul setir mobil nya
__ADS_1
Rafael bingung mau cari kemana lagi Kaila, hujan semakin lebat dan suara petir yang besar. Rafael mencari keberadaan Kaila dengan hati hati, dan mamah dari tadi menelepon Rafael, tetapi Rafael diamkan. Rafael berpikir kalau maaf hanya ingin tau keberadaan Kaila saja makannya itu Rafael lebih baik diamkan.
semua kota Rafael kelilingi untuk mencari Kaila tetapi dia tidak menemukan di mana kaila sekarang. sekarang sudah pukul 3 pagi Rafael masih tetap fokus mencari Kaila, Rafael tidak peduli dengan perut yang sudah bunyi karena dari siang Rafael belum makan jadi perut Rafael belum di isi sama sekali
di pagi hari Karina sudah bangun duluan, ia melihat ke samping kalau Kaila belum bangun. kesempatan dia untuk beres beres rumah terdahulu sebelum Kaila bangun. Karina langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya. selesai mandi Karina langsung masak nasi goreng untuk sarapan pagi, selagi Karina sedang memasak Kaila terbangun dari tidurnya dan Kaila menghampiri Karina yang sedang memasak.
" pagi ka Karina " kata Kaila, sambil mengucek mata nya.
" oh, Kaila sudang bangun. pagi juga Kaila " kata Karina, sambil mengelus rambut Kaila.
" Kaka seperti seorang bunda " kata Kaila, dengan senyumannya
" emang bunda Kaila di mana? " kata Karina, sambil mendudukkan Karina di kursi kecilnya
" entah, Kaila tidak tau di mana bunda. kaila dari bayi juga sudah sama ayah saja " kata Kaila, dengan sedihnya
" ohh, maff ya Kaka engga tau. jangan sedih lagi oke " kata Karina, dengan tersenyum
kaila hanya tersenyum saja melihat Karina masak.kaial seperti nyaman berada di dekat Kaila, apalagi Kaila tidak pernah deket dengan orang asing seperti gini. Kaila hanya manja ke ayah atau engga ke kakek atau nenek nya saja.kaila juga iri dengan teman temannya yang selalu bercerita tentang ibunya, Kaila juga ingin seperti mereka tetapi Kaila takut ngomong nya ke ayah. makannya itu Kaila lebih baik diam.
" kamu dari tadi liat Kaka, emang ada apa " kata Karina, yang memecahkan lamunan Kaila
" engga ada apa apa ko ka " kata Kaila, dengan senyumannya
__ADS_1
akhirnya masakan Karina selesai, Karina menyuruh Kaila untuk cuci muka dan menggosok gigi terlebih dahulu, karena Karina ada stok sikat gigi akhirnya Karina kasih buat Kaila.
selesai makan Karina langsung membereskan piring kotor tadi. Karina langsung mencari baju lagi untuk Kaila pake, Karina juga bingung baju Karina besar kalau di pake Kaila. dan ada satu baju yang menurut Karina itu terlalu terbuka jadi yasudah Karina kasih ke Kaila dan Karina menyuruh Kaila untuk mandi terlebih dahulu.