
Clara yang sudah membersihkan badannya, dia langsung ke luar dari kamar. mencari keberadaan Reza, pas dia ingin ke luar Reza sudah ada di depan pintunya. tadi Reza berniat untuk memanggil Clara untuk keluar dan pas Clara pun sudah ada di luar.
" apa sudah selesai?" kata Reza, dia terpesona dengan kecantikan Clara ini.
" i..i..iya sudah selesai " kata Clara, dengan menundukkan kepalanya dia sangat gugup dengan Reza.
Reza tersenyum betapa gugupnya wanita ini. dan itu sangat lucu.
" yasudah ayo ke dapur, aku sudah membuat teh hangat untuk mu " kata Reza, Clara mengikuti langkah Reza untuk ke dapur.
Reza menyuruh Clara untuk duduk dan Clara pun langsung duduk menghadap Reza. dia masih menundukkan kepalanya.
" nih kamu minum dulu, biar badan mu hangat " kata Reza, memberi gelas yang berisi teh hangat ke Clara.
Clara mengucapkan terima kasih ke Reza, dan langsung meminum nya. jujur saat ini Clara bukan haus saja dia juga lapar dari pagi dia belum makan dan uangnya pun sudah habis di ambil oleh anak bibinya. dia engga mau merepotkan lelaki ini sebisa mungkin dia menahan laparnya ini, besok dia harus mencari pekerjaan engga mungkin juga kan kalau Clara harus tinggal di sini takutnya pria ini sudah mempunyai kekasih dan Clara di bilang sudah merebut nya.
" oh ya, aku belum tau nama mu. perkenalkan nama ku Reza " kata Reza.
" oh, nama ku Clara. terimakasih sudah membantu ku " kata clara, sambil menundukkan kepalanya. dia masih agak canggung dengan pria ini.
" baiklah Clara, kalau boleh tau kenapa bibi dan paman mengusir mu " kata Reza, entah kenapa dia ingin tau soal Clara ini.
Clara menatap wajah lelaki ini, apa dia harus menceritakan semuanya ke pada reza?. dia tidak pernah menceritakan kehidupannya ke siapa pun. Reza yang melihat Clara diam mengerti wanita ini butuh waktu untuk menceritakan semuanya.
" baiklah kalau kau tidak mau cerita tidak masalah, kau bisa cerita kalau kau sudah siap. sekarang apa kau lapar?" kata Reza.
Clara ingin mengangguk tapi dia takut pasti dia merepotkan lelaki ini lagi. dia sudah di izinkan tinggal di sini sekarang masa dia harus mengatakan kalau dia emang sedang lapar. Reza yang tidak mendapatkan respon dari wanita ini langsung memesan makanan nya.
" sebentar lagi makanan akan tiba, jadi kamu tunggu saja aku pun sama belum makan. jadi kita makan bareng " kata Reza Dengan tersenyum.
" terimakasih, maaf sudah merepotkan mu " kata Clara, yang memberanikan diri menatap lelaki itu.
Reza hanya mengangguk dan tersenyum wanita ini sangat polos menurut nya tetapi sangat cantik. setelah menunggu beberapa menit makanan pun datang Reza menyuruh Clara diam di sini dan Reza mengambil makanan di depan.
Reza menyiapkan makanan untuknya dan Clara di sana Clara hanya melihat Reza yang sibuk dengan pekerjaan. dan di depan mata Clara sudah banyak makanan yang belum Clara coba sama sekali. dalam hati Clara pasti makanan ini sangat enak dan mahal, Clara masih menatap makanan yang sudah ada di depan ini.
" jangan di lihat, ayo di makan nanti keburu dingin " kata Reza, yang melihat Clara hanya menatap makanannya.
Clara mengangguk dan dia mengambil makanan yang ada di depan, dia tidak sadar kalau dia sangat lahap makan nya. Reza yang melihat itu kasian, apa dia belum makan dari pagi sampai lahap itu makannya?. Reza terus menyodorkan makanan ke ara Clara biar wanita ini kenyang.
setelah makan Reza mengambil piring kotor nya, tetapi di cegah oleh Clara ia bilang biar dia saja yang mencucinya tetapi Reza tetap kekeuh menyuruh Clara duduk saja. Clara hanya mengikuti perkataan nya dia duduk kembali dia senang perutnya sudah terisi dengan makanan yang sangat lezat di depan mata tadi.
" sekarang sudah malam sekarang kamu tidur ya " kata Reza.
Clara pun langsung menuju ke kamarnya dia tidak lupa mengatakan terimakasih ke Reza. dan Reza hanya mengangguk. di kamar Clara menangis kembali kenapa bibi dan pamannya itu mengusir nya Clara tidak pernah berbuat salah ke padanya tetapi anaknya selalu saja membuat Clara kena marah dengan bibi dan pamannya.
" mereka kenapa tega banget, aku bener bener membenci mereka " kata Clara, dia langsung tidur karena sudah capek seharian ini dia hanya menangis saja.
di pagi hari tepatnya jam 5 subuh Clara sudah bangun, dia langsung membersihkan badannya dan membersihkan kamar nya. dia keluar dari kamar melihat satu kamar masih tertutup dengan rapat. Clara menuju ke dapur dia melihat ada apa di sana untuk di masak.
ternyata masih ada sisa nasi jadi Clara akan membuat nasi goreng untuk sarapan pagi ini, dia dengan fokus memasak nya dan tidak tahu saja kalau Reza sudah bangun dari tidurnya dan melihat Clara sedang memasak di dapur. dia kebangun karena seperti ada ke ributan di dapur dan ternyata itu Clara yang sedang masak.
Reza kembali masuk ke kamar untuk membersihkan badannya, karena pagi ini dia ada meeting jadi harus berangkat pagi.
Clara sudah selesai dengan masakannya, dia ingin membangun kan Reza tetapi pas ingin menuju kamar Reza. Reza sedang berjalan ke arahnya.
__ADS_1
" wahh, apa ini kamu yang masak " kata Reza.
" iya aku melihat masih ada bahan bahannya, jadi aku hanya masak ini. Hmmmm, maaf aku engga izin ke kamu memakai dapurnya " kata Clara.
" engga apa apa ko, yang ada aku terima kasih sama kamu sudah membuat kan ku sarapan " kata Reza, dengan senyum.
" ayo sarapan terlebih dahulu, sebelum berangkat " kata Clara, Reza mengangguk.
selesai sarapan Reza akan berangkat ke kantor nya, tetapi dia kembali lagi dia lupa bertanya ke Clara apa sekarang dia kerja atau masih sekolah.
" oh ya, kau bekerjasama atau masih sekolah?" kata Reza.
" aku sudah lulus sekolah nya, sekarang sedang mencari pekerjaan. jadi Habsi ini aku ingin mencari kerja dan mencari kontrakan " kata Clara.
kenapa pas Clara mengatakan ingin mencari kontrakan membuat Reza engga Sudi untuk kepergian Clara dari apartemen nya, dia sudah nyaman dengannya.
" gini deh, sekarang kamu di rumah aja dulu. aku akan pulang cepat kemungkinan jam makan siang aku udah pulang, kita bakal bicarakan soal ini ya " kata Reza.
Clara mengangguk saja, dia juga penasaran apa yang akan Reza bicarakan. dapat anggukan dari Clara Reza tersenyum dia akan berpikir soal Clara nanti.
" yasudah aku berangkat dulu ya, engga usah masak. nanti aku akan beli saja karena engga ada bahan lagi di kulkas " kata Reza.
setelah itu Reza pun pergi. Clara bingung mau ngapain apartemen ini sudah sangat bersih. akhirnya dia kembali ke kamar untuk tidur tiduran saja. di sana ada lemari yang isinya banyak buku buku. dia menghampiri nya dan melihat buku buku itu.
" bukunya sangat tebal tebal, pasti dia sangat pintar sekali " kata Clara.
dia tertuju dengan buku yang tidak terlalu tebal. dia mengambil nya dan ternyata itu hanya sebuah novel. dari pada Clara diam saja lebih baik dia membaca novel yang ia pegang sekarang.
Clara menghabiskan waktu dengan membaca novel yang ada di kamar sini, sekarang sudah pukul setengah dia belas. ini waktu nya Reza akan pulang ke rumah nya dan ya bener saja Clara mendengar suara pintu terbuka akhirnya langsung ke luar kamar.
Reza tersenyum dan langsung ngasih makanan itu ke Clara, Reza Kan mengganti baju terlebih dahulu sebelum makan siang sedangkan Clara dia sedang menata makana yang di bawa Reza tadi. Reza tidak akan kembali ke kantor nya karena menurut dia sudah tidak ada lagi hal penting jadi lebih baik pulang dia juga kan sudah janji sama Clara ingin ngomong sesuatu.
setelah makan siang tadi Reza menyuruh Clara duduk di ruang tengah di sana juga Reza sudah menyiapkan cemilan yang dia beli tadi.
" kamu ingin ngomong apa " kata Clara.
" apa kamu tidak mau kuliah, maksud ku kalau kamu kerja pasti susah untuk mencari nya apalagi kamu hanya lulus SMA doang " kata Reza.
emang bener yang di omongin Reza tetapi kan Clara tidak punya uang untuk masuk kuliah, biaya kuliah itu mahal belum lagi Clara harus beli baju untuk kuliah kan kalau sekolah bajunya itu itu aja terus belum beli bukunya banyak lagi keperluan buat kuliah nanti.
Reza yang mengerti arah pikir Clara kemana, dia langsung memegang tangan Clara yang membuat dia kaget karena tiba tiba Reza memegang tangannya.
" aku akan bantu kamu kuliah mau " kata Reza.
" jangan, kamu sudah banyak bantu aku " kata Clara, menolak tawaran Reza.
" aku membantu mu kuliah ada syaratnya loh " kata Reza, yang membuat Clara bingung.
Reza yang melihat Clara kebingungan hanya tersenyum gadis ini bener bener sangat lucu Reza jadi tidak mau meninggalkan Clara dari sini.
" syarat nya kamu harus membahagiakan aku, dengan sejuta gudang prestasi kamu " kata Reza.
" apa itu bisa " kata Clara.
" ya aku engga tau, kalau kamu bisa aku nyatakan kamu lunas di report kan oleh ku. kamu bilang kan kamu selalu merepotkan ku nah aku butuh bayaran itu, dan bayarannya ya itu. berani engga?" kata Reza, menantang gadis di sampingnya ini.
__ADS_1
" oke, aku berani. dan aku bakal lulus dengan terbaik biar utang ku selesai " kata Clara.
" oke, besok kita akan ke kampus lama ku kita akan daftar di sana. tapi kamu mau masuk jurusan apa?" kata Reza.
" ekonomi " kata Clara.
" bagus, kalau nilai mu bagus dan keterampilan mu bagus aku akan menyuruh mu bekerja di kantor ku sekalian membantu ku " kata Reza.
dan selama dua tahun ini Clara selalu mendapatkan beasiswa dan nilai yang bagus, itu membuat Reza makin sayang dengannya. pas Reza menyatakan cinta ke Clara dia tolak olehnya Reza tau alasannya kenapa. tetapi Reza tidak menyerah dia tetap ingin sama Clara dan akhirnya mereka jadian Reza pun jujur dengan pekerjaan dia sekarang.
awalnya Clara marah sama Reza tapi pas Reza menceritakan semuanya dia tau. ternyata Reza sama persis seperti dia jadi hanya ingin membantu temannya ini. ada rasa sakit hati tapi melihat ketulusan Reza ke dia jadi Clara akan menunggu Reza Samapi masalah ini selesai.
" oh sayang, kamu besok UAS ya?" kata Reza.
" iya besok aku UAS " kata Clara.
Clara ini sangat cerdas sekarang dia sudah masuk semester lima baru dua tahun dia berkuliah tapi dia sebentar lagi dia akan lulus.
Reza sangat senang kekasihnya ini sangat cantik, pintar dan cerdas. Clara engga tinggal di sini dia ngekos dekat kampusnya, Reza sangat tidak mau jauh sama Clara tapi dari pada dia bolak balik dari apartemen Reza ke kampus nya dan itu membuat Clara akan capek.
Clara bekerja juga di sebuah cafe. tentu nya Alex melarang itu biar dia yang memenuhi kebutuhan Clara tapi Clara tetap tidak mau dia ingin kerja untuk dia sendiri dan Reza tidak bisa menolak yang penting kekasihnya ini tetap sehat dan harus istirahat.
Reza sedari tadi hanya menatap Clara, wanita yang sangat cantik tanpa alat make up membuat dia sangat nyaman dekat nya dia tidak mau melepaskan pelukannya ini.
" tapi, apa dia engga curiga soal ini " kata Clara, yang masih penasaran dengan masalah ini.
" engga sama sekali, Rafael membeli markas baru buat membodohi dia " kata Reza, dia tidak pernah bosan mencium pipi Clara.
" oh ya, dia kan seorang model apa itu berpengaruh oleh pekerjaan nya " kata clara.
" kalau soal itu mah tenang aja Rafael sudah bekerja sama dengan perusahaan dia. ya secepat mungkin dia akan di pecat dan perusahaan lain tidak mau mendatangi kontrak sama dia " kata Reza.
" tapi kalau dia berhenti kan masih ada kamu " kata Clara. jujur dia juga takut kehilangan Reza dia sudah nyaman banget sam Reza.
Reza tersenyum, lagian siapa juga yang mau sama dia. wanita yang sudah di cicip oleh pria belang yang berbeda beda. hati Reza hanya Clara seseorang. dia mencium pipi dan bibir yang di ***** sebentar dan dia melihat wajah cantiknya Clara.
" ya engga lah sayang, siapa juga yang mau sama dia. lagian kalau dia sudah engga kerja aku juga engga mau dan engga menerima dia di kantor ku " kata Reza, mengelus pipi chubby Clara.
Clara lega kalau Reza tidak akan bersama perempuan itu. Clara sudah melihat langsung perempuan itu di cafe dia bekerja, dia pernah bercerita ke Reza kalau dia pernah melihat Sheila bersama lelaki lain yang bikin Clara aneh lelaki itu selalu mengelus bagian paha Sheila. dan Sheila hanya diam Clara bener bener jijik melihat nya apalagi mantan suaminya karena harta dia bela belain mencari keberadaan suami yang sudah menikah itu.
" aku mau pulang, besok ada kelas pagi " kata Clara.
tetapi bukannya di lepas pelukannya ini nambah erat. emang Reza ini sangat manja kalau sudah seperti gini bisa jadi Clara akan nginap di sini, percaya dengan omongan Clara sebentar lagi Reza bakal ngomong kaya gitu.
" nginep aja sayang di sini, aku masih kangen banget sama kamu " kata Reza, membenamkan wajahnya ke dada Clara.
tuh kan benar Clara sudah tau kebiasaan Reza tuh kaya giman. kalau dia menolak yang ada ini pelukan nambah erat, jadi dia hanya mengangguk kalau dia akan menginap di sini. dan itu membuat Reza tersenyum dan langsung ******* bibir Clara, dan Clara hanya membalas ciuman dari Reza.
" kamu yang terbaik. aku mencintaimu tunggu aku ya sebentar lagi masalah akan selesai dan aku akan selalu bersama mu. maaf kalau sudah menyakiti hati mu " kata Reza, yang menyudahi ciuman mereka dan kembali memeluk Clara.
Clara membalas pelukan Reza, dia orang pertama yang membantu Clara dalam kesusahan Clara engga pernah lupa dengan kebaikan Reza. dan Clara menulis di buku diary nya soal kebaikan Reza dia mencium kening Reza dan tersenyum.
" kamu jangan minta maaf kamu engga salah yang penting kamu selalu ada bersama ku. terimakasih sudah mencintai ku, tolong cintai aku dengan lebih ya " kata Clara, dengan ketawa kecilnya.
karena gemas Dengan Clara Reza kembali mencium bibir Clara kembali, itu sudah candu oleh Reza bibir Clara sangat manis.
__ADS_1