MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 38


__ADS_3

Sheila yang sudah ada di perusahaan tersebut langsung di suguhi dengan amukan dari manajernya, gimana dia tidak marah Sheila sudah dua Minggu ini engga masuk kerja dan tidak ada kabar sama sekali.


oh ayolah, dia yang capek menghampiri Sheila ke apartemen nya setiap hari dan itu nihil dia sering engga ada di apartemen membuat ia capek dengan kelakuan Sheila. apalagi Sheila sudah banyak memutuskan kontrak model dengan yang lain itu membuat perusahaan rugi besar.


Sheila yang kena marah pun hanya diam, dia bener bener males dengan ceramah sang manajer ini. dia juga bodoh ngapain juga dia ke sini lebih baik bisa jalan jalan dengan Reza kan lumayan bisa belanja dengannya.


" sudah marahnya?" kata Sheila, dengan tenang nya.


" lebih baik kau ke ruangan atasan saja, aku ingin memundurkan diri " kata manajer itu, langsung pergi dari hadapan Sheila.


oh astaga, itu membuat Sheila kaget kalau dia berhenti siapa yang akan membantu Sheila buat persiapan photo shoot nya?. dia mengejar manajer nya itu dan memohon jangan memundurkan diri dengan pekerjaan nya.


" oke oke, aku salah tolong jangan mengundurkan diri. aku malas untuk mencari yang baru " kata Sheila, dengan memohon nya.


" keputusan ku sudah bulat, aku tetap memundurkan diri, lagian aku juga sudah punya kerjaan baru " kata sang manajer itu, yang enggan melihat ke arah Sheila.


" kerjaan mu itu gajinya pasti kecil, kalau sama aku pasti kau selalu dapat trip dari aku " kata Sheila, dengan sombong nya.


" aku tidak peduli dengan gaji ku, yang penting pekerjaan ku nyaman. aku permisi " kata manajer itu, dan langsung pergi dari hadapan Sheila.


" sial, kalau kaya gini aku bisa bisa bangkrut dan aku engga mau jatuh miskin. oh astaga, aku engga mau kaya gitu " kata Sheila, dengan frustasi nya.


tetapi ada seseorang yang melihat Sheila yang sedang frustasi itu, dia senyum miring kepada Sheila. ya dia itu manajer nya, dia bekerja sama Dengan Reza dan dia pun sudah tahu siapa Sheila sebenarnya.


Reza menceritakan semuanya tentang Sheila ke manajer. itu membuat dia kaget selama dia bekerja dengan Sheila dia selalu murah senyum dan selalu baik dan ternya di belakang dia bener bener sangat menjijikkan. dan ternyata atasannya pun sudah soal ini, dia masih bekerja di sini tetapi beda artis dan ini sangat nyaman dengan pekerjaan nya.


mau engga mau, Sheila harus ke ruangan atasan nya. dia ingin meminta tolong untuk membujuk manajer nya untuk bekerja kembali dengannya. sesampai di lantai atas Sheila mengetuk pintu ruangan itu, dan dia mendengar dari dalam kalau dia di izinkan masuk.


Sheila masuk ke dalamnya dengan sopan, dan atasannya menyuruh Sheila untuk duduk di hadapan dia.


" maaf pak, tolong membujuk manajer saya untuk tidak berhenti " kata Sheila, menundukkan kepalanya


" maaf kalau soal itu saya tidak bisa, itu sudah keputusan dia. lagian saya juga sudah punya manajer baru untuk mu " kata atasannya Sheila.


Sheila yang mendengar nya pun mengangkat kepalanya.


" apa itu benar?" kata Sheila, dia sangat senang kembali.


" ya, sebentar saya panggil dulu " kata sang atasannya.


atasan itu menghubungi seseorang untuk ke ruangan nya, beberapa menit kemudian orang itu datang dan yang membuat Sheila kaget yaitu manajer nya ini sangat tampan lihatlah betapa kekar nya tubuhnya. Sheila jadi ingin mencoba bermain dengannya, pasti sangat senang.


" oke kenalan nama mu " kata sang manajer, ke pria yang ada di samping Sheila.


" perkenalkan nama saya Anzel Baktiar " kata anzel ke Sheila.


" aku Sheila, senang berkenalan dengan mu " kata Sheila dengan senyum.


" baik anzel, sekarang kamu sudah tau kan pekerjaan mu. dan sekarang silahkan bekerja, dan satu lagi untuk mu Sheila jangan ulangi lagi kata kemarin kalau kau mengulangi lagi aku akan memecat mu " kata atasan Sheila.


" oke pak zordan saya tidak akan mengulangi lagi " kata Sheila, dengan sigap.


" oh ya Sheila silahkan anda boleh pulang, dan besok harus datang lagi pagi ke perusahaan. sedangkan anzel kau di sini ada yang ingin bicarakan " kata pak zordan.


Sheila mengangguk dia berpamitan dengan dua lelaki di sana, dia sangat senang mendapatkan manajer baru yang sangat tampan. pikirannya sudah membuat rencana kotor untuk sang manajer baru ini.


" dia sangat tampan, aku akan mencicipi setiap tubuhnya. aku harus memikirkan nya soal ini " kata Sheila, dengan senyum miring nya.


sedangkan kedua orang lelaki itu masih ada di ruangan, dia memantau apa Sheila sudah pergi atau belum, dan melihat Sheila sudah tidak ada di sana baru mereka mengobrol dengan serius.


" oke anzel kau Taukan tugas mu apa. dan satu lagi jangan sampai ketauan dengan Sheila itu " kata zordan.


" baik pak, saya mengerti lagian saya juga sudah berbincang dikit dengan pak Reza Minggu kemarin " kara anzel, dengan senyum nya


" baiklah jalankan tugas mu, dan turuti saja kemauan dia. apa kau tidak lihat tadi pas kau masuk pasti dia sudah membikin rencana yang sangat kotor untuk mu " kata pak zordan, sambil senyum jahil.

__ADS_1


" hahaha, ternyata anda juga peka saya pun berasa seperti itu. ya tidak masalah kalau dia sudah tidak perawan yang penting menikamnya saja buka " kata anzel, dengan omongan frontal nya.


mereka berdua hanya tertawa jijik dengan Sheila. zordan yang sudah tahu siapa Sheila itu ingin sekali mengeluarkan dari perusahaan nya dia tidak mau mempunyai model kaya dia membuat perusahaan ini sangat kotor. tetapi pas dia bekerja sama dengan perusahaan Rafael dan di sana lah Rafael menceritakan semuanya ke zordan dan dia pun setuju dengan permainan yang di buat oleh Rafael.


" sudah lah, lebih baik kau bikin jadwal buat besok " kata zordan.


dan anzel hanya mengangguk dan keluar dari ruangan zordan, dia akan menemui manajer lama Sheila. karena dia juga masih turun tangan soal pekerjaan Sheila ini, sangat mengasikan menurut anzel soal pekerjaan ini dan dia mengikuti nya dengan baik.


sedangkan Rafael dia sudah mendapatkan informasi dari Reza dan zordan itu membuat dia sangat puas. dia tidak akan lama di sini setelah ke lulusan sekolah Kaila dia akan pindah kembali ke Indonesia. karena sedikit lagi masalah dia sama Sheila selesai.


pekerja Rafael masih menumpuk banyak, tetapi sang istri sudah menghubungi nya untuk pulang dan membawa dokumen itu ke rumah Karina mengatakan biar dia membantu dengan pekerjaan Rafael ini, apalagi suaminya baru sembuh sudah di suguhkan dengan dokumen yang menumpuk.


Rafael langsung berpamitan dengan sekertaris nya untuk pulang duluan, dia juga tidak lupa mengatakan selalu hubungi dia kalau ada informasi baru soal Sheila manajer mengangguk mengerti. perjalanan dari kantor ke rumah tidak terlalu jauh dan beruntung di sini tidak macet seperti di Jakarta. hanya setengah jam saja Rafael sudah sampai di rumah.


di ruang tengah Rafael bisa melihat anak dan istrinya itu sedang menonton televisi sambil memakan cemilan yang di pegang oleh Karina.


" wahh, enak banget ya makanannya " kata Rafael, menghampiri mereka dan duduk di samping Karina.


mereka berdua menoleh ke arah Rafael dan itu membuat Rafael sangat gemas dengan mereka berdua.


" oh kau sudah pulang?. kok aku engga mendengar kamu masuk " kata Karina.


Rafael mencium bibir Karina dan memeluk Karina. Dian sangat merindukan istri nya ini apalagi wangi tubuh Karina ini membuat Rafa merasa tenang, Kaila yang melihat ayahnya bermanja-manja dengan bundanya hanya acuh tidak peduli ia lanjut menonton televisi nya saja.


" mandilah terlebih dahulu " kata Karina, yang sedang melepaskan pelukan Rafael.


tapi bukannya di lepas Rafael mengeratkan pelukannya ke tubuh Karina, dan menenggelamkan wajahnya ke dada Karina.


" ayah kalau pulang tuh langsung mandi, kalau peluk bunda nanti bunda bau lagi karena ayah " kata Kaila, tetapi matanya tetap fokus dengan televisi di depannya.


Rafael melepaskan pelukannya dia menghampiri Kaila dan memeluknya, anak satu ini selalu ceplas-ceplos kalau ngomong membuat Rafael sangat gemas.


" ayah, lepas pelukannya. bunda lihat ayah ini sangat jahil " kata Kaila, yang sedang berusaha melepaskan pelukan dari sang ayah.


" biar Kaila bau kembali, jadi kita sama sama bau kan " kata Rafael, mencium pipi Kaila.


Karina yang melihat itu hanya diam saja dia sudah terbiasa melihat kelakuan anak dan ayahnya ini, mereka bener bener tidak mau di salahkan atau bisa dibilang mereka tuh keras kepala. lagian sudah dua Minggu Karina tidak melihat kegaduhan rumah ini karena Rafael sakit dan Kaila hanya diam saja tidak tau mau ngapain lagi.


" Rafael sekarang kau mandi terlebih dahulu " kata Karina, yang memberhentikan berdebat an sang anak dan suaminya.


Rafael langsung pergi ke kamar nya, di sana Karina bisa melihat Kaila sangat cemberut karena ayahnya sedari tadi mencium pipinya.


" sudah jangan cemberut gitu, lagian ayah kan kangen sama Kaila sudah dua Minggu ayah sakit iya kan " kata Karina.


Kaila pun mengangguk dan lanjut menonton nya, sedangkan Karina dia langsung menuju ke dapur untuk membuat makan malam mereka, dia tadi sudah memotong bahan makanan sekarang hanya tinggal di masukan saja.


Rafael Setelah mandi dia kembali kebawah, menghampiri anaknya yang sedang nonton dengan serius.


" Kaila kamu sebentar lagi lulus kan?, dan akan masuk SD " kata Rafael, memainkan rambut Kaila.


" iya yah, emang kenapa " kata Kaila.


" mau SD di Jakarta tidak?. atau mau di sini?" kata Rafael.


" serius ayah kita akan kembali ke Jakarta lagi.uhhh, Kaila sudah tidak sabar ke temu kakek,nenek,Oma,dan opa " kata Kaila dengan antusias nya.


" ya tapi nanti engga sekarang, ayah masih ada kerjaan yang engga boleh tertinggal bunda pun sama. kalau sudah selesai baru kita ke Jakarta kembali " kata Rafael, mencium pipi Kaila.


Kaila mengangguk dia sangat antusias untuk pulang ke Jakarta kembali, karena sudah kangen dengan yang di sana Kaila kalau kangen sama mereka hanya video call saja sama mereka.


saatnya waktu makan malam, di sana Karina menyiapkan makanan untuk Kaila dan Rafael. mereka makan dengan lahap dan tenang. setelah makan Kaila kembali ke kamar untuk mengerjakan tugas nya sedangkan Rafael dia duduk menunggu Karina yang masih beres beres di dapur.


Karina yang melihat Rafael menunggunya duduk di sampingnya, dan Rafael hanya tersenyum saja dengan kedatangan sang istri. dan tiba tiba Rafael menggendong Karina ke kamar nya membuat Karina kaget dan mengalungkan tangannya ke leher Rafael.


" yaa, kalau mau gendong bilang bilang dong nanti kalau aku jatuh gimana " kata Karina, yang masih ada di gendongan Rafael.

__ADS_1


Rafael hanya diam dengan ocehan Karina, sesampainya di kamar Rafael menurunkan Karina dari gendongan nya. Rafael sekarang sedang ada di atas tubuh Karina.


" sayang, aku sangat kangen dengan mu " kata Rafael, yang sedang mencium leher Karina.


" apa yang kamu lakukan " kata Karina, yang menahan desahannya.


Rafael yang melihat Karina menahan ******* itu hanya tersenyum dia masih mencium leher Karina untuk membuat rangsangan ke Karina. Karina kalah kali soal itu, jadi dia hanya pasrah yang akan Rafael lakukan.


" sayang siap siap, untuk membuat kan asik buat Kaila " kata Karina, dengan senyum manis nya.


Karina hanya mengangguk dia juga sudah lama tidak melakukan itu dengan Rafael jadi dia sebagai istri harus menuruti apa yang ingin suaminya.


mereka melakukan dengan sangat baik dan puas, jam sudah pukul 2 pagi dan mereka baru selesai melakukan nya. Rafael sangat puas sudah melakukan dengan istri cantiknya.


" terima kasih sayang, itu sangat memuaskan. dan aku berdoa mudah mudahan dia cepat tumbuh di perut mu " kata Rafael, dengan senyum nya dan memegang perut polos Karina.


Karina hanya tersenyum, dia juga berdoa kalau dia akan segera hamil. Rafael mencium bibir Karina dan mereka langsung tidur dengan nyenyak.


karena sekarang hari Minggu, Karina dan Rafael masih tidur dengan nyenyak. sedangkan Kaila dia sudah terbangun dari tidur nya dia biarkan bunda dan ayahnya yang masih sedang tidur. lagian Bundanya selalu menyiapkan roti untuk sarapan pagi Kaila juga bisa membuat susu sendiri.


jam sudah pukul 10 pagi, dan punggung nya sangat remuk karena tadi malam, dia melihat ke sampingnya ternyata Rafael sudah bangun dan menatap wajah Karina yang sangat cantik.


" pagi sayang ku, apa nyenyak tidur mu? " kata Rafael, mengelus pipi Karina.


" pagi, hmmmm sangat nyenyak sekali " kata Karina, dengan senyum dia mencium pipi Rafael dengan gemas.


" astaga, istri ku ini sangat cantik sekali. ayo kita mandi " kata Rafael, menggendong Karina ke kamar mandi.


sedangkan Karina hanya tersenyum saja, dia yakin kalau Rafael akan melakukan itu kembali. mana ada seorang Rafael bakal diam saja.


dan ya itu bener mereka sudah dua jam di kamar mandi, dan baru saja ke luar. sedangkan Rafael dia sangat puas mendapatkan jatah nya kembali. Karina hanya pasrah saja apa yang di lakukan suaminya tadi.


di ruang tengah Kaila bosan karena ayah dan bundanya belum ke keluar dari kamar nya dia ingin jalan jalan di hari libur bersama kedua orang tuanya. karena kemarin ayahnya sakit dan bundanya sibuk merawat nya.


" ayah sama bunda ngapain sih lama banget tidurnya " kata Kaila, yang sangat kesal.


sedang Karina dan Rafael baru keluar dari kamar nya dan melihat Kaila yang sedang duduk dengan muka kesalahannya.


" pagi kesayangan ayah " kata Rafael, memeluk Karina dan mencium pipi Kaila.


" ini udah siang tau " kata Kaila, dengan judesnya.


" hahaha maaf kan ayah yah kalau lama. emang Kaila ingin kemana " kata Rafael, dia peka kalau anaknya ini ingin jalan jalan di hari libur nya.


Karina yang mendengar itu langsung menghampiri mereka, dia juga meresa bersalah sama anaknya ini karena sudah menunggu lama.


" gimana kalau nemenin bunda buat belanja bulanan " kata Karina.


mereka menoleh ke arah Karina, dan Kaila tersenyum dia setuju dengan ajakan bundanya. Kaila sangat suka berbelanja bersama bundanya itu menurut Kaila sangat menyenangkan.


" oke Kaila setuju, sebentar Kaila ganti baju dulu " kata Kaila, langsung ke kamar kembali.


sedangkan Karina dan Rafael hanya tersenyum dengan kelakuan anaknya itu, Rafael tau kalau Kaila tuh tidak ingin dia ajak berbelanja seperti gitu tetapi pas ada Karina dia sangat menyukainya. Rafael dan karina pun juga ke kamar untuk mengganti baju.


" oh ya emang ada bahan sudah habis " kata Rafael.


" iya dan itu bahannya sudah pada habis " kata Karina, yang sedang menyisir rambutnya.


Rafael menghampiri nya dan memeluk istrinya itu.


" kau sangat cantik sayang " kata Rafael, membalikan badannya dan mencium bibir Karina.


Karina membalas ciuman dari Rafael, suaminya ini sering sekali mencium Karina tetapi Karina juga menyukai nya.


Karina menyudahi ciuman mereka dan langsung ke bawah dan di sana Kaila sudah menunggu dengan antusias nya.

__ADS_1


" les go kita berangkat sekarang " kata Rafael.


dan mereka langsung berangkat ke supermarket untuk membeli bahan makanan yang sudah habis.


__ADS_2