MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 13


__ADS_3

Karina langsung membantu Kaila untuk bersih bersih, melihat Kaila yang sudah untuk membuka baju jadi Karina berinisiatif untuk membantunya


" Kamu beberapa hari ini seperti begini. tanpa ayahmu tau " kata Karina, yang sedang membatu Kaila


" Iya Kaila seperti gini, Kaila takut ayah khawatir dengan Kaila. Oh ya Kaka engga kasih tau ke ayah kan soal itu " kata Kaila


" Engga ko, Kaka ngasih taunya kalau kamu selalu di ledek oleh temanmu. Terus yang luka Kaka bilang kamu jatuh tapi tidak mau kasih tau ke ayahmu " kata Karina yang berbohong, membuat Kaila tersenyum


Kaila mengajak Karina kebawah untuk makan malam bersama. di sana sudah ada Rafael yang menunggu mereka di bawah. iya soal baju, Karina memakai baju Rafael yang sudah kecil di Rafael, makannya itu Rafael kasih untuk Karina pakai.


Di bawah sudah siap makan malam semua sudah tersaji dengan baik. Dan mereka bertiga langsung makan bersama, hanya ada suara sendok dan garpu saja.


Selesai makan, Karina membantu membersihkan makanan yang di makan tadi, tetapi di cegah oleh bibi yang bekerja di sini. dia bilang biar dia saja yang bersihin tetapi Karina tidak enak karena dia juga ikut makan di sini, dengan kepala kerasnya Karina tetep membantu bibi itu. itu tidak lupa di lihat oleh Rafael. dan Rafael yang tidak sadarnya pun tersenyum, soal Kaila dia sudah ada di kamarnya untuk mengerjakan pr nya. kaila bakal masuk sekolah lagi besok dengan di jaga oleh anak buah Rafael.


Selesai Karina membantu bibi bersih bersih, Karina langsung ke atas untuk melihat Kaila. apa dia sudah tidur atau belum, pas Karina sudah sampe Karina melihat Kaila ke tiduran di atas meja belajar nya. Karina langsung menggendong Kaila untuk tidur di kasurnya, selesai itu Karina langsung menyelimuti tubuh kaila yang sudah tertidur lelap.


Karina belum bisa tidur, karena tadi sudah tidur siang yang bablas sampe malam. akhirnya Karina ke luar kamar, sebenarnya engga sopan sih tapi gimana lagi kalau dia belum bisa tidur, dan Karina duduk di ruang tengah dengan diam. Karina melihat keluar di situ seperti ada taman jadi Karina langsung ke sana dan itu menurut Karina keren dan bagus, di situ juga ada ayunan yang menghadap kolam berenang. Karina duduk di ayunan situ dengan diam, dia juga tidak tau mau ngapain karena semua orang di sini sudah tertidur.


Rafael yang baru selesai bekerja di ruangannya, melihat Karina di bawah yang berjalan ke arah taman. Rafael berpikir kenapa dia belum tidur juga ini sudah larut malam, Rafael mengikuti Karina yang ke arah taman itu, dan Rafael melihat Karina hanya duduk biasa aja sambil mengayunkan kakinya.


" Kamu belum tidur?" Kata Rafael, yang sedang berjalan menghampiri Karina


Karina langsung berdiri karena kaget kalau bosnya ini juga belum tidur.


" Maff pak, saya belum bisa tidur " kata Karina, dengan menundukkan kepalanya


" Makannya kalau tidur jangan bablas sampe malam " kata Rafael, yang duduk di ayunan itu

__ADS_1


" Kamu mau diri saja, sini duduk " sambung Rafael, yang menyuruh Karina duduk di sampingnya


Mereka hanya duduk biasa, engga ada yang bicara sama sekali hanya ada angin yang selalu lewat ke muka mereka. dan akhirnya Rafael lah yang membuka suara pertama


" Karina, menurut mu gimana Kaila di mata mu " kata Rafael, yang melihat Karina diam saja


" Menurut saya, dia sangat baik dan ceria. kalau boleh jujur dulu saya tidak suka banget sama anak kecil karena anak kecil itu menyebalkan sekali. tetapi pas saya pertama kali bertemu dengan Kaila dia berbeda dengan yang lain " kata Karina, sambil melihat kolam berenang yang tenang


" Sebenarnya anak kecil itu bisa seperti gitu kurangnya didikan dari orang tuanya, apalagi kalau orang tuanya sibuk dengan pekerjaan nya, dan tidak tau dengan pertumbuhan anaknya. pasti orang tua hanya mengandalkan pembantu di sini atau memakai jasa baby sitter " kata Rafael


" Dan ya saya juga sibuk dengan pekerjaan saya sendiri, saya emang mengakuinya kalau saya juga belum menyenangkan Kaila. tetapi anak itu seperti tau keadaan ayahnya yang sibuk dengan kerjaannya dan sibuk mengurus nya. makannya itu dia jarang cerita ke saya sampe menangis seperti tadi " sambung Rafael, yang seperti bersalah kepada anaknya itu


Karina baru pertama kali mendengar perkataan bosnya yang panjang ini, jujur omongan bosnya ini emang bener peran dia bukan sebagai seorang ayah tetapi dia juga sebagai bunda Kaila yang mengurus Kaila, apalagi dia juga bakal sabar menghadapi karyawan yang di kantornya. kalau Karina membayangi nya emang itu cape, bukan cape fisik saja pasti cape batin juga.


" Apalagi sekarang Kaila sering banget ngomong ke saya ingin mempunyai bunda, itu yang saya takutkan dari dulu. apalagi Kaila sekarang sudah besar dan sudah tau dunia luar " kata Rafael, yang senyum sedih


" ( Tertawa kecil ). Kamu seperti orang tua saya saja, seperti enak ngomong untuk mendapatkan bunda buat Kaila, saya masih trauma dengan pernikahan pertama saya " kata Rafael


Karina hanya senyum malu, emang bener sih omongan Rafael. kalau mencari bunda buat Kaila itu emang susah, apalagi bosnya ini pertama menikah dan sepertinya ada masalah sampe berpisah seperti begini.


" Karina, karena melihat Kaila senang dengan mu, jadi apa salahnya saya juga ingin mendekati dengan mu. saya ingin membuang trauma saya yang dulu, saya juga berpikir kalau semua perempuan engga sama seperti istri saya yang pertama " kata Rafael, yang melihat Karina kaget. kalau dia ngomong seperti itu kepadanya


Karina engga salah dengar kan, kalau bosnya ini juga ingin mendekati nya. dada Karina berdetak kencang, apa ini kenapa tiba tiba seperti begini. sukanya kalau ngomong dengan laki laki biasa saya, kenapa dengan bosnya ini kaya gini.


" Karina ko diam, saya engga memaksa soal itu " kata Rafael, yang melihat Karina yang masih diam


" Saya juga belum pernah yang namanya berpacaran, jadi saya kaget kalau bapak ngomong seperti begitu " kata Karina, yang sadar dengan lamunannya

__ADS_1


" Wahh, kali saya kamu pernah menjalani hubungan " kata Rafael, yang kaget juga kalau dia belum pernah pacaran


" Saya belum berpikir sampai situ pak, karena tujuan saya sekarang bekerja untuk orang tua saya " kata Karina, yang tersenyum


" Berapa umurmu? " Kata Rafael


" Umur saya 23 tahun " kata Karina


" Kamu beda 5 tahun dengan saya. saya 27 tahun " kata Rafael, yang tersenyum


" Tapi, omongan saya tadi apa kamu setuju " sambung Rafael


Karina bingung, masa iya harus bilang tidak apa apa. tapi di liat liat bosnya ini emang serius ingin menghilangkan trauma masa lalunya. apa Karina iyain saja, tapi Karina juga takut gimana ini.


" Bapak hanya ingin mendekati saya untuk menghilangkan trauma nya saja kan?" Kata Karina


" Saya engga bisa bilang begitu, intinya saya juga ingin mendekati mu " kata Rafael


" Oke pak, bapak boleh mendekati saya. tapi boleh kah semua orang tidak tau, termasuk orang tua kita dan Kaila " kata Karina, dia bener bener sudah tepat dengan kata katanya


" Baik, saya tidak bakal kasih tau ke orang tua saya dan Kaila, hanya kita berdua saja kan " kata Rafael, dengan senyumannya. dan dapat anggukkan kepala nya


" dan satu lagi kamu jangan panggil saya dengan sebutan bapak, kalau kita sedang berdua, panggil saja nama saya saja Rafael " kata Rafael


" Baik, oh ya ini sudah malam aku ingin masuk ke kamar dulu. besok sudah mulai bekerja kembali ( beranjak dari tempat duduknya ). Selamat malam " kata Karina, dengan senyum sambil berjalan ke arah kamar Kaila


Rafael hanya tersenyum melihat Karina tersenyum tadi. Rafael bakal menghilangkan trauma ini dan mendekati Karina untuk Kaila, jadi dia harus menjaga dua perempuan. Dan Rafael juga beranjak ke kamarnya di atas untuk tidur, besok sudah mulai aktivitas lagi

__ADS_1


__ADS_2