
Di pagi hari, Karina sudah terbangun dan langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah dan menggosok gigi. Karina akan membuat sarapan buat anak anaknya.
di dapur Karina membuat nasi goreng, karena nasi kemarin masih banyak dari pada di buang lebih baik di bikin nasi goreng saja. tidak lupa dengan toping nya seperti sosis, telur, bawang goreng dan timun. setelah selesai Karina akan membangun kan kaila terlebih dahulu. karena hari ini hari libur jadi kaila dan Rafael sekarang santai di rumah.
" sayang ayo bangun, kita sarapan terlebih dahulu dan Kaila boleh tidur lagi " kata Karina, sambil membuka gorden kamar Kaila. Kaila terbangun karena sinar matahari pas bundanya membuka gorden nya.
" iya Bun, Kaila sudah bangun " kata Kaila, yang langsung duduk sambil mengucek matanya.
" baiklah, kalau tidak mau mandi cuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu oke " kata Karina, mengelus kepala Kaila dan Kaila mengangguk dengan mata tertutup.
setelah membangun kan kaila, Karina kembali ke kamarnya untuk membangunkan Rafael dan triplet. pas sampai kamar anaknya itu sudah bangun tetapi tidak menangis hanya asik bermain dengan kaki mereka sendiri. Karina menghampiri nya dan tersenyum melihat ketiga bayinya itu mereka pun ikut tersenyum pas bundanya ikut tersenyum.
" anak bunda lucu sekali, baiklah sekarang kita mandi terlebih dahulu oke baru kita sarapan " kata Karina, menggendong David terlebih dahulu untuk memandikannya sedangkan Devan dan Daren Karina kasih mainan biar mereka anteng selagi Karina memandikan David.
setelah beberapa menit memandikan triplet, Karina membawa mereka semua ke bawah satu persatu dia tidak kuat membawa mereka langsung seperti Rafael mereka sangat berat.
di bawah juga sudah ada Kaila yang sedang bermain dengan adiknya, Karina kembali ke kamar untuk membangunkan Rafael.
" sayang, ayo bangun kita sarapan terlebih dahulu setelah itu kamu boleh tidur lagi " kata Karina, menepuk pipi Rafael. sedangkan Rafael manarik Karina untuk di peluk dia menggelamkan wajah nya ke perut Karina.
" ayo bangun, kasian anak anak pasti mereka lapar " sambung Karina, mengelus pipi Rafael.
Rafael pun terbangun dan tersenyum ke Karina ia mencium bibir Karina sekilas dan langsung berjalan ke kamar mandi. Karina membereskan tempat tidur mereka terlebih dahulu sebelum ke bawah kembali.
" ayo Kaila sarapan terlebih dahulu, biarkan mereka bermain " kata Karina, berjalan ke arah dapur dan di ikuti oleh Kaila sedangkan triplet dia masih asik memakan biskuit yang di kasih Karina tadi.
Rafael juga ikut ke bawah, dia melihat kalau triplet lagi memakan biskuit sedangkan Karina dan Kaila ada di meja makan. meja makan dan ruang tengah tidak terlalu jauh makannya karina bisa pantau bayinya dari sini. dan mereka semua langsung sarapan bersama.
" biar aku yang mencuci piring nya, kamu suapi triplet saja " kata Rafael, mencium pipi Karina. dan Karina mengangguk dia langsung membikin bubur untuk bayinya terlebih dahulu.
sekarang mereka sedang berkumpul di ruang tengah, Kaila menonton adiknya yang sedang makan bubur itu sedangkan Rafael dia melihat istri dan anaknya yang duduk di bawah.
" ayah, hari Senin Kaila ulangan terus habis ulangan kan libur. ayo yah kita jalan jalan " kata Kaila, yang mengingat rencana dia. Rafael tersenyum sebenar dia emang sudah merencanakan ini.
" kalau nilai Kaila bagus dan mendapatkan ranking yang bagus, ayah akan mengabulkan doa Kaila " kata Rafael, sambil tersenyum dan Kaila dia sangat senang kemungkinan ayahnya ini setuju untuk liburan.
" baik ayah, Kaila janji Naila Kaila akan bagus " kata Kaila, dengan senang sambil memeluk ayahnya. Rafael membalas pelukan dari Kaila.
Karina yang melihat nya hanya tersenyum, dia juga sudah lama tidak jalan jalan. dia tau kalau Kaila akan mendapatkan nilai yang sangat bagus jadi dia harus siap siap untuk liburan mereka.
__ADS_1
" bunda, kata bunda kita jalan jalan kemana " kata Kaila, sambil memikirkan tempat yang bagus untuk jalan jalan.
" bunda mah terserah Kaila saja. yang penting kita jalan jalan " kata Karina, yang sedang menyuapi ketiga bayinya.
Kaila pun mengangguk dia akan rajin untuk belajar, biar bisa mendapatkan nilai bagus dan akan jalan jalan bersama ayah, bunda, dan adiknya. Rafael hanya tersenyum dia sudah menyiapkan jalan jalan mereka.
mereka bener bener sangat bahagia di hari libur ini, setelah ketiga bayinya itu tidur Karina belajar membikin kue kering untuk cemilan mereka semua di bantu oleh Kaila dan Rafael mereka sangat senang menghabiskan waktu nya untuk belajar bikin kue apalagi Kaila dan Rafael mereka selalu jahil membuat dapur menjadi kapal pecah Karina hanya mendiamkan saja dia tau pasti mereka juga butuh hiburan ya karena hiburan nya hanya seperti gini yang penting mereka sangat bahagia.
di pagi hari yaitu hari Senin, Karina sudah di sibukkan untuk membuat sarapan mereka setelah membangun kan kaila dan menyiapkan seragamnya sekarang Kaila kembali ke kamarnya untuk membangunkan Rafael dan menyiapkan baju kantor nya. sedangkan bayinya sekarang sudah ada di bawah dia sudah bangun dari tadi.
" bunda, apa Kaila bawa bekal?" kata Kaila, menghampiri Karina yang sedang menata makanan di meja makan.
" tidak, kan pulang nya cepat jadi bunda hanya membawa kue yang kita bikin kemarin buat cemilan Kaila saja " kata Karina, dengan senyumnya dan Kaila mengangguk lagian kue yang ia, bunda dan ayahnya bikin juga enak.
mereka sekarang sudah ada di meja makan, Karina juga menyiapkan bekal buat Rafael dia bilang Rafael tidak akan pulang untuk makan siang di rumah.
" bunda Kaila berangkat dulu ya " kata Kaila, Salim ke bundanya.
" jangan buru buru untuk mengisi soalnya oke, pelan pelan saja " kata Karina, mencium pipi Kaila. dan Kaila mengangguk dan langsung masuk ke mobil ayahnya.
" aku berangkat ya sayang " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas dan langsung berjalan ke mobilnya. Karina mengangguk dan melambaikan tangannya ke mereka.
" anak bunda sekarang sudah bisa merangkak ya " kata Karina, melihat ketiga anaknya merangkak.
sekarang mereka sangat aktif beda dengan hari hari kemarin, jalan kesana kesini membuat Karina capek mengikuti mereka apalagi merangkak mereka sangat cepat sebenarnya Rafael ingin membikin satu ruangan untuk mereka tetapi Karina mengatakan tidak usah biar kan saja anaknya berjalan mengelilingi rumahnya biar tidak bosan mereka nya.
" sayang ayo kita tidur terlebih dahulu " kata Karina, membawa anaknya ke kamar bawah untuk menyusui anaknya. setelah anaknya tidur dengan nyenyak Karina langsung membersihkan mainan mereka yang mereka mainkan tadi.
untuk Kaila dia akan di jemput oleh bodyguard Rafael, karena Rafael tidak bisa menjemput Kaila di sekolah.
hari terakhir buat Kaila ulangan, dia juga agak tegang dengan nilainya sekarang takutnya tidak sesuai yang ia inginkan dan ayahnya akan membatalkan jalan jalan mereka.
" sayang kenapa, ko diam saja " kata Karina, yang baru duduk di meja makan.
" Kaila takut Bun nilainya jelek Bun " kata Kaila, dengan cemas. Karina yang mendengar nya hanya tersenyum Rafael engga mungkin membantal kan jalan jalan mereka.
" jangan takut, ayo kita sarapan ini terakhir kan ulang mu " kata Karina, dan Kaila pun langsung memakan sarapan yang sudah di buat oleh bundanya.
Rafael tidak ikut sarapan bersama mereka, sudah tiga hari ini Rafael ada di Singapura karena ada sesuatu yang harus ia selesaikan dan akan pulang nanti malam selama Kaila ke sekolah ia di antar oleh bodyguard Rafael.
__ADS_1
" Bun, Kaila berangkat dulu ya " kata Kaila, Salim kepada bundanya.
" hati hati ya, jangan lupa berdoa oke " kata Karina, mencium pipi Kaila. Kaila pun mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil.
setelah Kaila pergi ke sekolah Karina kembali masuk untuk mengurus bayinya, kemarin malam bundanya menghubungi Karina kalau ia akan mampir ke rumah Karina bersama mamah Rafael, sebenarnya Karina ingin masak buat nanti makan siang bareng tapi bundanya bilang tidak usah karena mereka yang akan membawa masakan ke rumah Karina, jadi sekarang Karina hanya bermain dengan ketiga bayinya saja.
sekarang sudah pukul delapan pagi, dan itu waktu nya untuk anak anak untuk tidur Karina membawa mereka semua ke kamar biasa dan menyusui mereka sebelum tidur. setelah mereka tidur dengan pulas Karina langsung membersihkan rumahnya yang berantakan.
pas Karina sedang beres beres handphone nya berbunyi, Karina pun memberhentikan sebentar dan menuju ke handphone nya yang berbunyi. ternyata itu Rafael yang menghubungi nya Karina langsung memencet tombol hijau.
" hallo " kata Karina.
" hai sayang, sedang apa hmm " kata Rafael, yang ada di sebrang sana.
" aku sedang beres beres rumah, bunda dan mamah akan ke sini nanti makan siang " kata Karina.
" wahh pasti sangat menyenangkan, terus apa triplet sedang tidur " kata Rafael.
" ya mereka sedang tidur, baru saja mereka tidur. mereka sangat aktif sekali " kata Karina, dengan tertawa kecil dan itu membuat Rafael juga ikut tertawa di sebrang sana.
" namanya juga anak lelaki, jadi pasti sangat aktif apalagi kalau dia sudah bisa jalan " kata Rafael.
" hahahaha bener sekali. oh ya kamu nanti malam akan pulang kan " kata Karina.
" iya aku pesawat sore nanti. apa istri ku ini sudah kangen hmmm " kata Rafael, yang sedang menggoda Karina.
" aku hanya menanyakan saja ko " kata Karina.
" iya deh, jangan lupa ya sayang nanti malam staminanya harus kuat oke. atau suruh bunda dan mamah nginap saja di rumah biar kita bisa bermain sangat lama dan anak anak di urus oleh orang tua kita " kata Rafael.
" Ihh kamu mesum banget sih, kalau soal itu pasti nomor satu " kata Karina, yang sudah malu dengan gombalan Rafael.
" hahaha astaga sayang, aku membayangkan muka mu yang merah padam seperti tomat " kata Rafael, dengan jahil.
" aku matiin ya telepon nya " kata Karina, dengan kesal.
" astaga istri ku ini sedang ngambek ternyata. iya sayang aku sampe rumah jam sepuluh malam nanti, jangan tidur dulu ya tunggu aku. sudah dulu ya sebentar lagi aku ada ketemuan dengan klien, bye sayang aku sangat mencintaimu " kata Rafael.
" baik aku tunggu, aku juga mencintaimu " kata Karina. dan Karina pun langsung mematikan hubungan seluler nya.
__ADS_1
setelah bercakap dengan Rafael karina pun kembali untuk membersihkan rumahnya.