
kehamilan Karina sudah menginjak lima bulan, dan yang bikin mengejutkan lagi yaitu Karina mengandung bayi triplet dan itu membuat Karina dan Rafael kaget tetapi sangat senang. apalagi orang tua mereka yang akan mendapatkan cucu triplet sangat gembira.
hari ini keluarga Rafael akan pulang ke Jakarta, Karina ingin ia melahirkan di Jakarta di temani oleh bundanya dan mertuanya. sebelum pulang ke Indonesia Rafael juga membawa Karina ke rumah sakit untuk melihat kondisi Karina sekarang. karena dokter mengizinkan Karina untuk berpergian jauh jadi lebih baik mereka pulang cepat sebelum dokter tidak mengizinkannya.
Rafael bener bener menjaga Karina dengan ekstra, tentu itu di bantu dengan Kaila. Kaila aja yang mendengar kalau dia akan mempunyai tiga adik sekaligus aja langsung kaget.
" sayang, lebih baik kamu duduk aja deh. biar yang lain aja untuk beres beres " kata Rafael, yang melihat istrinya itu mondar-mandir.
" tapi, aku kalau duduk Mulu pegal " kata Karina, dia juga sudah capek untuk jalan tetapi kalau duduk terus juga capek serba salah sekarang tuh.
" hey dengerin aku, disini bukan hanya ada satu bayi tapi ada tiga bayi. jadi lebih baik kamu duduk saja " kata Rafael, mengelus perut Karina yang sangat besar itu.
" bener kata yah Bun, lebih baik bunda istirahat aja. lagian punya Kaila juga sudah beres ko " kata Kaila, yang ikut mengelus perut Karina.
Karina hanya tersenyum, dan akhirnya dia duduk saja biar suruhan Rafael dan Rafael yang beres beres. lagian emang engga ada lagi sih yang harus ia lakukan karena semua sudah beres tinggal keberangkatan mereka saja ke bandara.
mereka sudah sampai bandara, sekretaris Rafael yang di Jakarta menyusul ke sini untuk menjaga Kaila, Rafael akan kesulitan kalau ia akan menjaga Karina dan Kaila, apalagi Karina sedang hamil besar.
" ayo tuan, pesawat kita sudah siap " kata Tara, sekretaris Rafael yang sedang menggandeng tangan Kaila di sampingnya.
sedangkan Karina dia duduk di kursi roda yang sudah di sediakan, mereka memakai pesawat pribadi karena Rafael ingin istrinya nyaman di atas pesawat yang akan lama di udara.
sembilan jam perjalanan, mereka sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta. di sana sudah di jemput oleh supir pribadi Rafael, mereka akan menuju ke rumah orang tua Rafael, di sana sudah ada sambutan dari kedua orang tua mereka.
" Tara, apa dokter sudah di rumah?" kata Rafael, yang sedang memijit pinggangnya Karina. tadi Karina mengeluh kalau pinggangnya sangat sakit. sedangkan Kaila dia tertidur di pangkuan Tara.
" sudah tuan, semua sudah siap di rumah " kata Tara.
emang Rafael meminta papahnya membawa dokter ke rumah untuk melihat kondisi Karina yang baru pulang, sebenarnya Karina sudah melarang ke Rafael tetapi Rafael ingin istrinya baik baik aja apalagi perjalanan mereka sangat lah jauh.
sesampainya di rumah mereka di sambut baik oleh kedua orang tua mereka, apalagi Karina dia sangat kangen dengan bunda dan ayahnya ini, sedangkan Kaila yang masih tidur di gendongan Tara langsung di bawa ke kamarnya. yang tadi kamar Rafael di atas sekarang pindah untuk sementara di bawah engga mungkinkan kalau Karina akan bolak balik ke atas ke bawah.
Karina di bawa ke kamar dan periksa oleh dokter sedangkan Rafael dan yang lain sedang ada luar menunggu dokter itu selesai memeriksa keadaan Karina.
__ADS_1
" gimana dok, keadaan istri saya " kata Rafael, yang melihat dokter ke luar dari kamarnya.
" keadaan Noona karina baik baik saja, saya baru saja menyuntikan vitamin biar bayi di dalam perutnya tetap sehat, kemungkinan habis ini Noona karina akan tertidur. jangan lupa makanan sehat dan susu hamil nya di minum habis Noona karina bangun " kata dokter, dengan senyumnya.
" baik lah dok, terima kasih " kata Rafael, dengan leganya kalau istri dan anaknya baik baik saja.
" baik, jangan lupa Minggu depan kontrol untuk mengecek keadaan bayinya ya. kalau begitu saya permisi " kata dokter, dan Tara mengantarkan dokter itu untuk keluar.
" yasudah kalian istirahat dulu, ingat kan kata dokter kemungkinan Karina akan langsung tertidur " kata bunda Adelia, yang menyuruh Rafael juga untuk istirahat.
Rafael pun mengangguk dan masuk ke dalam kamarnya, di sana dia bisa melihat kalau istrinya sedang tertidur dengan pulas. Rafael tersenyum dia menghampiri Karina dan membantu Karina untuk membersihkan badannya dan mengganti kan bajunya agar istrinya itu nyaman.
setelah selesai Rafael langsung ke kamar mandi dan membersihkan badan nya yang sangat lengket. Rafael tidur di sebelah Karina dia sangat senang mempunyai keluarga yang harmonis seperti gini apalagi akan kedatangan keluarga baru. Karina sama Rafael sepakat untuk tidak tau jenis kelamin anaknya biar itu suprise buat mereka dan yang lain. sebelum tidur Rafael selalu mengelus perut Karina dengan senyum istri nya ini sangat hebat bisa membawa tiga bayi kemana mana.
" ayah tidak sabar menunggu kalian, sehat sehat di dalam perut bunda. dan jangan nakal di perut bunda ya " kata Rafael, mencium perut dan bibi Karina. setelah itu ia memeluk Karina dengan nyaman.
di pagi hari Karina baru terbangun dan di samping tidak ada keberadaan suaminya. di duduk perlahan terlebih dahulu sekarang berbeda untuk duduk pun haru pelan pelan dan untuk berdiri pun harus diam sebentar. Karina melihat Rafael yang baru keluar dari kamar mandi.
" ohh, sayang sudah bangun. ada yang sakit " kata Rafael, melihat istrinya yang baru bangun.
" astaga bumil ku ini lapar ya, yasudah kamu mandi terlebih dahulu baru kita sarapan. atau mau aku mandikan hmm " kata Rafael, mengelus rambut Karina.
" boleh deh, aku capek banget kalau diri lama " kata Karina, yang dapat tawaran dari Rafael.
emang Rafael suka memandikan Karina yang sudah susah untuk membersihkan badannya, karena terhalang oleh perut besarnya apalagi berdiri lama di kamar mandi membuat Karina sangat capek. Rafael langsung membantu Karina untuk berdiri dan memandikan istri cantiknya ini, dia tidak keberatan untuk memandikan istri nya lagian bukan kah itu sangat menyenangkan?.
setelah Karina mandi, Rafael mengambil baju Karina dan memakaikannya. mereka keluar kamar dan di sana di sambut oleh orang tuanya dan orang tua Rafael.
" astaga anak bunda yang cantik. bunda kangen banget dengan mu " kata bunda Adelia, yang melihat anaknya baru keluar dari kamar nya
" bunda, Karina juga sangat sangat kangen sama bunda apalagi masakan bunda Karina kangen banget " kata Karina, yang memeluk tangan bunda. dia tidak bisa memeluk bundanya hanya tangannya lah yang ia bisa peluk
" yasudah ayo kita sarapan terlebih dahulu " kata bunda Adelia, mengajak Karina untuk sarapan.
__ADS_1
" hallo bunda, apa tidur bunda nyenyak?" kata Kaila, yang ada di samping Karina.
" ehh astaga anak bunda yang cantik, maff bunda engga kiaat ada Kaila. nyenyak ko, Kaila ingin makan apa biar bunda ambilkan " kata Karina, dia tidak sadar kalau anaknya ada di sampingnya.
" engga usah bunda, ayah sudah mengambilkan makanan untuk Kaila " kata Kaila, dengan senyum.
mereka sarapan pagi dengan tenang, apalagi Karina dia sangat senang bisa makan bareng bersama seperti gini. setelah menikah dia tidak bisa makan bareng karena dia langsung pergi ke Australia.
" oh ya nak, selama kau hamil kau baik baik saja " kata mamah Veena.
sekarang mereka sedang mengobrol di ruang tengah, apalagi Kaila dia sangat senang berkumpul bersama nenek dan kakeknya. dia sudah lama ingin begini tetapi dulu ayah nya sangat lah sibuk dengan pekerjaannya.
" apa kamu di pagi hari sering mual mual " kata mamah Veena, yang asik mengelus perut Karina yang buncit.
" sering mah, itu membuat Rafael bingung mau ngapain. baru sesuap makan saja langsung di muntahkan dan terpaksa harus pake selang " kata Rafael, dia yang menjawab pertanyaan mamahnya.
" gapapa, namanya juga ibu hamil pasti akan merasakan mual mual di awal kehamilan nya. sekarang di kamulah yang harus sabar menghadapi ibu hamil yang selalu sensitif " kata bunda Adelia.
" iya Bun, itu pasti " kata Rafael, yang melihat istrinya senang di elus perutnya oleh mamah dan bundanya.
" oh ya, Kaila akan di sekolah kan di mana?" kata mamah Veena, melihat Kaila yang sedang bermain sama kakeknya.
" aku belum tau, Tara sedang mencari sekolah yang bagus buat Kaila " kata Rafael, dia juga melihat anak cantiknya itu sedang bermain dengan kakeknya.
" oh ya mah, kami tinggal di sini sementara ya " kata Rafael.
" tidak masalah lagian kita akan tinggal disini bareng bareng. mamah tau pasti kamu bakal susah mengurus triplek ini " kata mamah Veena, yang gemas dengan perut Karina.
mereka asik dengan cerita cerita yang di lontarkan oleh Kaila, anak ini sangat cerewet kalau sudah bertemu dengan seseorang yang membuat dia sangat nyaman. Kakek dan neneknya hanya tersenyum kecerewetan cucuknya ini. mamah Veena terharu dengan keluarga Rafael sekarang dia sangat senang kalau Karina menyayangi Kaila seperti anaknya sendiri. dulu dia takut kalau Kaila mempunyai ibu tiri yang jahat, entahlah mamah Veena dulu berpikir negatif saja buat anaknya tetapi sekarang dia sangat gembira apalagi akan mempunyai tiga cucu sekaligus itu membuat senyum engga pernah luntur.
" lebih baik kamu istirahat dulu deh, bawa istri mu ke kamar " kata papah Farrel, yang melihat Karina sudah agak kelelahan.
" yasudah Rafael bawa Karina ke kamar dulu " kata Rafael, membawa istrinya untuk ke kamar.
__ADS_1
" kamu istirahat sekarang ya " kata Rafael, yang sedang membantu Karina untuk berbaring di kasur.
hanya dari ruang tengah ke kamar itu membuat Karina sangat capek dan lihat lah sudah banyak keringat di dahinya. dan itu Rafael melap keringat Karina yang ada di dahinya setelah itu Karina tertidur dengan pulas dengan elusan Rafael di punggung nya.