MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 57


__ADS_3

Beberapa jam kemudian mereka sampai di Okinawa Churaumi Aquarium, Rafael ingat dulu Kaila ingin sekali ke sini pas Rafael sedang bekerja di Jepang dan melewati wisata ini jadi dia sekarang bawa Kaila, Karina dan triplet untuk ke sini.


" ayah, bukankah Kaila dulu ingin ke sini?" kata Kaila, yang masih mengingat tempat ini ya hanya melewati saja tapi Kaila masih ingat.


" iya, sekarang Kaila ada di sini dan Kaila juga bisa memberitahu bunda dan adik Kaila soal ini " kata Rafael, jongkok ke depan Kaila.


Kaila mengangguk dia sangat senang bisa di sini. sebenarnya di Jakarta juga dia bisa ke sea world Ancol. tetapi Kaila sudah pernah di ajak oleh omah dan opah nya. tetapi di sini tuh sangat indah dan pasti sangat banyak binatang laut yang indah.


" ayo bunda, kita masuk pasti di dalam sangat indah " kata Kaila, dengan antusiasi nya. sedangkan Rafael dia hanya menggeleng kepala saja melihat tingkah Kaila membawa bundanya untuk masuk ke dalam.


" kalian selalu jaga triplet dan Kaila, aku rasa ada seseorang yang mengikuti kita " kata Rafael, ke bodyguard yang selalu di samping Kaila dan triplet.


" baik tuan, kami sudah mencari seseorang itu " kata bodyguard Rafael.


Rafael mengangguk ternyata bodyguard nya lah yang tau duluan soal ini, sebenarnya dari kemarin Rafael sudah was was dengan paparazi di sini dia tidak mau anak anaknya kenapa kenapa Rafael pun menyuruh bodyguard yang ada di Jepang mengawasi Rafael dan keluarganya dari jauh. Rafael bener bener menjaga ketat keluarganya ini.


" bunda lihat deh sangat cantik bintang laut nya " kata Kaila, yang sedang mengelus elus bintang laut nya itu.


Karina hanya mengangguk, dan dia melihat ke arah triplet yang juga asik melihat ikan ikan kecil di sini. ini pertama kali triplet melihat seperti gini makannya matanya tidak berkedip sedari tadi.


" astaga anak bunda ini lucu sekali, kalian pasti takjub kan ada di sini dan bisa melihat liha binatang laut di sini " kata Karina, sambil mengelus pipi mereka satu persatu.


seperti mengerti omongan bundanya, triplet tersenyum pas bundanya berbicara seperti gitu dan Kemabli melihat ikan ikan kecil yang ada di depannya.


" oh ya, mereka tadi makan apa?" kata Karina, kepada pelayan nya yang ada di belakang.


" sudah nyonya, triplet tadi makan pisang dan madu. sedangkan Kaila tadi memesan nasi goreng " kata pelayan, ke pada Karina.


" baiklah, makasih ya sudah menjaga mereka " kata Karina, dia jadi tidak enak hati kalau ia yang mengurus Kaila dan triplet sekali gus.


" sama sama nyonya, ini sudah pekerjaan saya " kata pelayan, dengan senyumnya.


selama dua jam mereka ada di sini, Kaila tidak ada capek capeknya untuk kesana dan ke sini. sudah melihat lihat semuanya tetapi dia ingin melihat lagi Karina dan Rafael pun tidak masalah soal ini. Rafael sedari tadi yang mengikuti Kaila sedangkan Karina dia bersama triplet.


" tolong bilang ke Rafael untuk udahan, ini sudah telat makan siang " kata Karina, dia mau menghubungi Rafael tapi handphone nya ada dia dan akhirnya dia meminta tolong ke bodyguard Rafael.


" baik nyonya " kata bodyguard nya, dan langsung mencari Rafael yang sedang mengikuti Kaila.


beberapa menit kemudian mereka sudah kembali, Karina bisa melihat kalau Kaila sangat puas sudah mengelilingi semuanya.


" apa kaila sudah puas? " kata Karina, melihat Kaila duduk di samping nya.


" sudah bunda, dan Kaila juga sudah memotret semua ikannya " kata Kaila dengan senyumnya.


" yasudah sekarang kita ke restoran dekat sini. makan siang kita sudah telat " kata Karina, dan mereka pun langsung mencari restoran yang dekat sini.


di malam hari nya Kaila ingin ke kuil sensoji, Rafael hanya mengangguk saja dan sekarang mereka sedang berjalan ke sana Kaila pernah lihat di telivisi kalau kuil sensoji di malam hari sangat indah apalagi lampu lampu yang menerangi kuil nya pasti sangat indah.

__ADS_1


" wah ini sangat bagus sekali. ayo bunda ayah kita foto bersama dan ajak triplet juga " kata Kaila, Karina hanya terkekeh melihat Kaila yang sangat senang itu.


akhirnya mereka berfoto di sana, Kaila menggendong Daren dan Rafael menggendong David dan Devan Kaila ada di tengah Kaila dan Karina. mereka tersenyum apalagi Kaila pertama kali berfoto bersama seperti gini dia dulu hanya berfoto pas di ajak ayahnya ke luar kota atau pun luar negeri.


" apa kaila sangat senang " kata Rafael, yang baru saja mereka berfoto bersama.


" sangat sangat senang ayah, apalagi sekarang ada bunda dan juga adik Kaila " kata Kaila dengan senyum lebar nya.


sekarang sudah pukul sepuluh malam, Kaila dan triplet sudah sangat puas tertidur sedangkan Karina dia hanya menyenderkan kepalanya di pundak Rafael dia juga capek tapi belum bisa tidur.


" tidur lah, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai " kata Rafael, yang sedari tadi mengelus kepala Karina.


Karina hanya menggeleng saja dia tidak mau tidur, Karina pun mengeratkan pelukan Alex rasanya sangat nyaman kalau sudah ada di samping Rafael. sedangkan Rafael tetap mengelus kepala Karina dan sekali kali menciumnya.


sesampainya di hotel ternyata Karina sudah tertidur sedari tadi. Kaila dan triplet dia sudah ke dalam hotel duluan mereka akan tidur lagi bareng pelayan Rafael.


di dalam kamar hotel, Rafael menaruh Karina di tempat tidur. Rafael langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu. setelah selesai Rafael langsung menggantikan baju Karina biar Karina tidur dengan nyaman.


" kamu sangat cantik kalau sedang tidur " kata Rafael, yang sudah tidur di samping Karina dan mengelus pipi Karina. sebelum tidur Rafael melihat berkas berkas yang ia tinggalkan di kantor nya.


setelah semua sudah di lihat akhirnya Rafael pun langsung tertidur sebelum tidur tidak lupa ia akan mencium bibir Karina sekilas.


" selamat malam istri ku yang cantik, aku mencintaimu sangat " kata Rafael mengambil ciuman Karina sekali lagi dan langsung memeluk Karina dengan erat.


sekarang mereka sudah empat hari di sini, Rafael hanya punya waktu libur satu Minggu jadi sekarang tinggal tiga hari lagi untuk pulang ke Jakarta. sekarang mereka sedang ada di Super Nintendo World Osaka Jepang. Kaila sangat senang sekali bisa ke sini dia tidak ada capeknya untuk jalan jalan.


" apa sudah selesai?. atau mau beli sesuatu lagi?" kata Rafael, yang melihat Karina melihat lihat pakaian.


" sudah, ini sudah sangat banyak. sekarang kita bayar saja " kata Karina, Rafael pun mengangguk dan langsung menyuruh asisten nya untuk membayar semuanya.


setelah selesai mereka keluar dari toko baju itu, dan Kemabli berjalan lagi. Karina melihat lihat apa yang cocok untuk di bawa ke Jakarta terapi di tengah jalan Karina berhenti jalan membuat Rafael pun ikut berhenti.


" ada apa?. apa ada mau beli lagi?" kata Rafael, melihat Karina hanya diam saja.


" pulang saja, aku sangat capek banget " kata Karina, dia sudah sangat capek. dan Rafael pun mengangguk dia langsung menggendong Karina dan itu membuat Karina kaget.


" kamu suka banget bikin aku jantungan " kata Karina, yang ada di gendongan Rafael sambil menutupi kepalanya di leher Rafael. dia malu apalagi banyak banget orang yang lewat dan pasti mereka melihat mereka berdua.


sedangkan Rafael hanya tersenyum saja sambil mencium kepala Karina, mereka berjalan ke hotel dan siapa sangka kalau Karina sudah tertidur pulas di gendongan Rafael. sesampainya di kamar hotel Rafael langsung meniduri Karina di kasur dengan pelan takut Karina terbangun.


dia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu. setelah selesai Rafael langsung mengganti baju Karina biar Karina tambah nyenyak tidur nya.


sudah seminggu mereka di Jepang, sekarang Mereka akan pulang kembali ke Jakarta. sebenarnya Rafael ingin ajak ke negara lain lagi bersama istri dan anaknya tetapi karena pekerjaan yang engga bisa di tunda jadi mereka harus pulang. Rafael akan ajak mereka kembali kalau pekerjaan nya sudah selesai.


" apa kaila senang ada di jepang?" kata Karina, sekarang mereka sedang ada di dalam pesawat.


" sangat sangat senang bunda, nanti kita harus jalan jalan lagi ke negara lain " kata Kaila, dengan senyum nya apalagi dia banyak memotret tempat tempat yang bagus dan Kaila juga tidak sabar untuk melihat tin hasil potret nya ke nenek dan kakeknya.

__ADS_1


setelah beberapa jam mereka di pesawat akhirnya jam sepuluh malam mereka sudah sampai di bandara Soekarno Hatta di sana sudah ada beberapa orang yang menjemput mereka.


di pagi hari Rafael harus kembali bekerja, sebenarnya Rafael sangat capek dan seharian ini dia ingin beristirahat. tetapi karena pekerjaan yang masih menumpuk dia tidak bisa beristirahat dengan tenang.


" raf, apa kamu engga capek langsung berangkat kerja " kata Karina, membantu Rafael memasang dasinya.


" mau gimana lagi sayang, pekerjaan ku masih banyak. apalagi ada proyek yang baru yang harus aku selesaikan " kata Rafael, setelah Karina memasang dasinya Rafael langsung memeluk Karina dia sangat nyaman kalau sudah di pelukan istri nya ini.


" kalau tidak sanggup pulanglah, jangan memaksakan diri untuk bekerja. kamu juga butuh istirahat selama seminggu di Jepang kamu istirahat nya sangat kurang " kata Karina, mengelus punggung Rafael.


Karina sebenarnya kasian sama Rafael tetapi karena Rafael adalah pemimpin di kantor nya jadi dia harus menjadi pemimpin yang baik buat bawahannya juga, apalagi perusahaan Rafael ini sedang melonjak naik karena banyak inventor yang ingin bekerja sama dengannya Karina juga akui kalau perusahaan Rafael ini sangat lah baik.


" iya, mudah mudahan nanti siang aku sudah selesai pekerjaan ku biar aku bisa istirahat. yasudah aku berangkat dulu " kata Rafael, mencium kening dan bibir Karina sekilas.


setelah Rafael pergi ke kantor, Karina langsung membersihkan rumahnya yang sudah di tinggal seminggu apalagi bahan makanan di rumah juga tidak ada tadi Rafael hanya minum teh saja karena emang sudah Habsi bahan makanannya. Karina juga tadi sempat telepon sekertaris Rafael untuk membawa sarapan pagi buat Rafael di kantor.


cucian Karina sangat banyak apalagi pas pulang liburan itu sangat banyak, dan untungnya pelayan di rumah mamah Veena belum pulang jadi dia bisa membantu Karina memberikan rumahnya yang sangat besar ini.


" bi, nanti temani aku belanja bahan dapur ya. sebelum itu kita bawa anak anak ke rumah mamah dulu " kata Karina, yang sedang berjemur kain bersama pelayan nya.


" baik nyonya " kata pelayan, yang juga sedang berjemur kain.


Karina, Kaila, dan triplet sekarang sedang ada di mobil. Karina akan membawa mereka ke rumah mamah mertuanya dulu karena Karina akan belanja bahan makanan yang sudah habis di rumah.


" kalian bersama omah dan opah ya. bunda mau belanja terlebih dahulu. jangan nakal oke " kata Karina, kepada anak anaknya itu.


" iya Bun, Kaila tidak akan nakal " kata Kaila dengan senyum nya. Karina pun ikut tersenyum dan mencium pipi Kaila dengan gemas.


" mah, titip anak anak dulu ya " kata Karina.


" iya tenang saja, tapi apa kamu engga capek Habsi liburan. harusnya kamu istirahat saja " kata mamah Veena, sambil bermain dengan triplet.


" bahan makanan di rumah habis, kasian Rafael nanti pulang engga ada makanan. tadi aja dia langsung ke kantor tanpa sarapan " kata Karina, dia masih sangat bersalah dengan suaminya karena tidak menyiapkan sarapan untuknya.


" baiklah, kalau begitu hati hati. terus bibi Nani ini kerja bersama kamu saja sekalian bantu bantu kamu " kata mamah Veena, yang melihat bi Nani membawa pakaian triplet untuk jaga jaga.


" nanti bakal aku omongin sama Rafael, kalau gitu aku berangkat ya. ayo bi kita berangkat " kata Karina.


mereka sekarang sudah ada di supermarket untuk membeli bahan makanan. omongan mamah Veena ini emang benar kalau Karina juga butuh pembantu dia juga agak capek kalau mengurus anak, suami dan juga pekerjaan rumah.


" bi, kalau bibi kerja di rumah ku mau engga?" kata Karina, sambil memilih milih sayuran yang sangat segar.


" saya tidak masalah mau kerja di mana, apalagi saya juga sudah lama bekerja di rumah nyonya Veena " kata bi Nani, dengan senyumnya.


ya bi Nani emang sudah lama bekerja di rumah orang tua Rafael. bisa di bilang dari Rafael umur lima tahun bi Nani sudah bekerja di sana apalagi kerja di rumah orang tua Rafael itu sangat nyaman buat Bi Nani.


" baiklah, kalau begitu bibi sama aku ya " kata Karina, dengan senangnya akhirnya ada teman dan juga bisa membantu Karina.

__ADS_1


bi Nani hanya tertawa kecil saja melihat Karina yang sangat senang kalau ia bisa bekerja di rumahnya.


__ADS_2