MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 47


__ADS_3

Di pagi hari Karina sedang memasak untuk sarapan dan jangan lupa untuk bekal Kaila dia sudah janji ke anaknya kalau ia yang akan membikin makanan untuk bekalnya. dia bersyukur anaknya tidak rewel di malam hari jadi dia bisa tidur nyenyak dan tenang di malam hari, pas Karina sedang memasak bundanya datang dan membantu Karina untuk menata makanan di atas meja.


mereka sekarang sedang sarapan bareng, apalagi Kaila dia sangat senang akhirnya bekal nya bunda lah yang masak, bukan dia tidak suka sama masakan bekal nenek dan omahnya tetapi isinya pasti sayur terus beda dengan bunda Karina dia selalu ada makanan yang lain yang membuat Kaila sangat semangat untuk makan bekalnya. sekarang di rumah hanya dia dan triplet saja, semuanya sudah sibuk dengan aktivitas nya apalagi suaminya yang bilang akan libur untuk membantu dia ngurus anaknya sekarang harus kerja, dia bilang ada proyek yang harus ia selesaikan dan Karina tidak bisa mencegah nya biarkan saja suaminya bekerja lagian ada pembantu yang akan membantu dia kalau sedang ke susahan.


" kalian sudah kenyang kan, sekarang waktunya untuk tidur " kata Karina, menaruh anaknya di box bayi lagi.


setelah selesai Karina langsung ke luar kamar, dia sangat bosan sekali ingin ia bekerja kembali tetapi suaminya tidak mengizinkan dia untuk bekerja kembali. Karina menuju ke dapur dia sangat lapar sekali sehabis menyusui anaknya dia pasti langsung lapar, dia akan bikin cemilan saja karena kalau makanan berat nanti siang tidak bisa makan bareng sama suaminya. Rafael juga bilang ia akan pulang nanti siang jadi sekarang Karina hanya bikin cemilan saja terlebih dahulu. selesai bikin cemilan dia langsung ke ruang tengah sambil menonton televisi. tetapi pas dia sedang menonton handphone nya pun berbunyi tetapi tidak ada nama nya. tetapi Karina mendiamkan saja suaminya bilang kalau ada yang menghubungi dia tetapi tidak ada namanya jangan di angkat jadi Karina menurut dengan omongan suaminya.


Karina melihat jam di handphone kalau sebentar lagi akan waktu makan siang, sebelum ke dapur dia akan melihat bayinya terlebih dahulu. di sana Karina bisa melihat bayinya sudah pada bangun jadi Karina membawa bayinya ke kasur Karina merasa kalau popok bayi nya sudah penuh jadi dia akan menggantikan nya terlebih dahulu. sambil bernyanyi untuk menghibur bayinya Karina hanya senyum senyum, berapa gemasnya bayi nya ini dia emang belum ngerti apa yang dikatakan bundanya tetapi melihat bundanya senang dan tertawa mereka pun ikut tertawa dan senyum juga.


Karina tidak sadar kalau suaminya itu sedari tadi melihat tingkah Karina yang sedang membersihkan popok bayi nya, ia hanya tersenyum melihat nya. ini yang Rafael inginkan keluarga yang harmonis dan bahagia melihat istri dan anaknya tersenyum lebar seperti gitu.


" senang banget ya kalian ini, hmmm " kata Rafael, yang langsung menghampiri mereka. mencium pipi Karina.


Karina kaget, ternyata suaminya sudah pulang. apalagi dia belum masak untuk makan siang tetapi suaminya sudah ada di sampingnya.


" kamu kapan sampai?" kata Karina, yang masih fokus dengan bayinya.


" baru pulang, terus aku melihat istri ku ini sedang bernyanyi jadi diem dulu deh sebentar " kata Rafael, sengaja menjahili Karina.


Karina yang mendengar nya jadi malu, jadi Rafael mendengar nyanyian dia tadi untuk bayinya ini. lihatlah sekarang pipi Karina sudah memerah padam karena malu, sedangkan Rafael hanya tersenyum melihat istrinya yang sedang malu itu. ahh, betapa gemasnya kalau istrinya sedang malu malu kucing seperti gitu. Kaila pun langsung masuk ke kamar ayah dan bundanya dia bisa melihat kalau adiknya sedang di pakaikan popoknya.


" bunda, apa adiknya habis pop " kata Kaila, memegang tangan adiknya yang lembut ini.


" tidak sayang, mereka habis buang air kecil " kata Karina, dengan senyum.


" ko mereka tidur terus bunda, kan Kaila engga bisa main bareng mereka " kata Kaila.

__ADS_1


" kan adik mu ini masih kecil nak, nanti kalau sudah besar dia akan bermain dengan Kaila. Kaila juga dulu seperti gitu ayah bosan menunggu Kaila bangun tetapi sekarang Kaila udah besar jadi bisa main deh sama ayah " kata Rafael, mengelus rambut Kaila.


Karina setuju dengan omongan Rafael, dan tersenyum dia sangat senang bersama seperti gini. ingin rasanya ia tinggal bareng saja tanpa orang tua mereka, karena menurut Karina itu sangat merepotkan apalagi mereka juga sibuk masing masing. tetapi karena keadaannya belum baik jadi Rafael menyuruh kita tinggal di sini dulu. dia ingin merasakan sebagai orang tua untuk melayani suami dan anaknya, kalau di sini masak pun sudah ada pembantu. mau ngapain pun selalu tidak di izinkan itu membuat Karina sangat bosan.


" kalian jagain triplet dulu ya, bunda mau masak terlebih dahulu " kata Karina, memberikan triplet ke Rafael dan Kaila untuk menjaganya.


sedangkan mereka hanya mengangguk apalagi Kaila dia sangat senang bisa bermain dengan adiknya, mumpung adiknya belum tidur jadi dia tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini. karena sebentar lagi pun adiknya akan tertidur lagi.


" nak, ayah ganti baju dulu ya. Kaila jagain adiknya sebentar oke " kata Rafael, Kaila mengangguk setelah itu Rafael langsung ke atas untuk mengganti baju terlebih dahulu.


setelah mengganti baju Rafael kembali menghampiri Kaila di kamar, kalau ia ke dapur untuk menemui istrinya yang ada istrinya itu akan marah. Karina pernah bilang ke Rafael kalau dia sedang di dapur jangan menganggu nya dan Rafael pun nurut dengan apa yang di katakan Karina. pas mereka sedang bermain bersama Rafael melihat handphone Karina yang bergetar, dia melihat ada yang menghubungi Karina tetapi tidak ada namanya. Rafael pun langsung mengangkat teleponnya di balkon kamar nya dia tidak mau anaknya tau.


" akhirnya kau mengangkat teleponnya juga, kau masih ingat kan siapa aku?" kata wanita yang ada di sebrang sana.


Rafael tau siapa wanita ini, dan yang ia bingung kenapa wanita ini tau nomor handphone Karina. dia akan mencari tau siapa yang sudah mengasih nomor handphone istrinya ini wanita ini.


" mau apa anda menghubungi istri saya " kata Rafael, membuka pembicaraan nya.


" ehh ternyata kamu sayang, bagus deh kalau kamu yang mengangkat teleponnya. kamu tau betapa kangennya aku dengan mu hmmm " kata wanita itu, senang apalagi yang mengangkat teleponnya yaitu Rafael.


Rafael yang ada di sana sudah marah dengan wanita yang engga tau diri ini, apa dia tidak malu dengan kelakuannya?. dan sekarang dia tiba tiba datang kembali tanpa bersalah.


" Sheila, sekali lagi kau menghubungi istri ku atau menemui anak dan istri ku. saya engga akan diam saja " kata Rafael, menahan emosi.


" sayang ko kamu gitu, aku mau ketemu Kaila emang kenapa?. dia anak ku darah daging ku sendiri, emang dia siapa bukannya dia yang sudah merebut suami ku dan anak ku?" kata Sheila, yang engga takut dengan ancaman Rafael.


" sekali lagi anda mengatakan itu, besok anda akan tau akibatnya. atau anda ingin sekarang?. apakah anda tidak takut dengan ancaman saya?" kata Rafael.

__ADS_1


Sheila di sebrang sana hanya tertawa saja, bukankah Rafael hanya seorang CEO biasa saja?. dia engga punya orang suruhan ataupun bodyguard yang banyak, karena Sheila tau Rafael punya bodyguard hanya untuk anaknya saja bukan yang lain. tetapi dia tidak tau kalau Rafael sudah mempunyai banyak bukti soal Sheila.


" aku tidak pernah takut dengan mu sayang " kata Sheila, mematikan hubungan seluler nya langsung.


sedangkan Rafael tertawa sinis, ternyata wanita ini bener bener nekat orangnya. nanti sore ia akan ke kantor untuk menyelesaikan masalah ini, sudah cukup Rafael bersabar dengan masalah ini dan nanti sore ia yakin rencana yang ia sudah rencana kan beberapa tahun ini akan selesai. Rafael mengirim pesan kepada orang yang ikut dalam masalah ini, setelah itu dia kembali ke kamar menuju anaknya yang sedang bermain itu. dan untuk handphone Karina ia akan yang megang nya, Rafael akan membelikan handphone baru buat Karina nanti.


" ayah apa sudah selesai teleponnya?" kata Kaila, karena tadi Rafael meminta izin ke Kaila untuk mengangkat teleponnya makannya Kaila tau.


" sudah sayang, oh mereka pasti sudah mengantuk lagi. ayah panggil bunda terlebih dahulu ya " kata Rafael, Kaila mengangguk.


di dapur Karina baru selesai menyiapkan makan siang untuk Rafael dan Kaila, dia sangat puas apa yang ia masak sekarang. pas sedang menata makanan di atas meja Rafael datang menghampiri nya.


" sayang si kembar ngantuk tuh " kata Rafael, menghampiri Karina.


" yasudah aku ke kamar dulu, kamu tolong taru sini ya " kata Karina, dan Rafael mengangguk dan menata makanan yang sudah di masak oleh istrinya.


sore hari Rafael meminta izin ke Karina untuk kembali ke kantor. dia bilang ke Karina kalau ada pekerjaan yang harus ia rapat kan dan ini sangat penting, tentu Karina mengizinkan nya dia tau suami nya ini emang seminggu ini sangat lah sibuk. Karina bukan tidak mengizinkan Rafael untuk bekerja terus tetapi kesehatan Rafael lah yang paling penting makannya Karina membawakan bekal untuk makan malam Rafael dia yakin Rafael akan pulang tengah malam nanti. ini sudah beberapa hari Rafael sering seperti gitu.


" makasih ya sayang, kalau gitu aku berangkat terlebih dahulu " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas.


Karina hanya mengangguk dan melambaikan tangannya ke Rafael, setelah Rafael pergi dia kembali masuk anak kembar nya dan Kaila sedang bermain dengan kakek dan opah nya, sedangkan nenek dan Oma nya sedang ada di dapur untuk menyiapkan makan malam nanti.


" apa Rafael sudah berangkat?" kata papah Farrel, melihat Karina menuju ke dapur


" sudah pah, baru saja berangkat " kata Karina, papah Farrel hanya mengangguk dan Karina kembali berjalan ke dapur.


" mudah mudahan, masalah nya selesai secepatnya " kata ayah Zhafran, pas Karina sudah tidak ada di sini.

__ADS_1


hanya papah farrel dan ayah Zhafran saja yang tau soal Sheila sekarang. karena Rafael yang memberi tahu soal ini, dan soal tadi mereka juga tau karena ayah Zhafran juga turun tangan soal ini sedangkan papah Farrel dia hanya membantu Rafael saja. mereka juga tau kenapa Rafael selalu pulang tengah malam, ya karena ini Rafael bilang ia ingin selesai dengan masalah ini dan hidup tenang dengan istri dan anaknya. tentu mereka mendukung dengan Rafael, tetapi mereka tidak pernah lupa bilang ke Rafael kalau masalah ini Rafael harus tenang kalau ia dengan amarah dan emosi yang ada masalah ini tidak akan selesai.


__ADS_2