
Akhirnya selama seminggu Rafael sudah di izinkan pulang oleh dokter. sekarang Karina dan Rafael sedang menuju rumah mamah Veena. mamah Veena menyuruh mereka tinggal di rumahnya sementara biar anak anak ada yang jagain nya. selama Rafael sakit Karina yang turun tangan pekerjaan Rafael di bantu juga sama sekretaris nya. pengalaman Karina sangat berarti pas dia mewakilkan Rafael yang selalu memimpin perusahaan.
" sayang, aku engga boleh kerja dulu gitu. di rumah sakit seminggu terus kamu suruh istirahat lagi " kata Rafael, yang ada di sebelah Karina. tadi Rafael minta izin ke Karina untuk kerja kembali tapi Karina belum mengizinkan nya harus istirahat total dulu.
" lima hari kamu harus istirahat total engga boleh bukan handphone dan laptop. kalau kamu buka istirahat nya aku tambah " kata Karina, dia berbicara seperti gini biar Rafael bener bener istirahat total.
Rafael hanya mendesah panjang, ya lima hari tidak terlalu lama kan. jadi dia harus ikutin omongan istrinya kalau engga Karina bisa marah dengannya. Karina tersenyum puas, biarkan saja sekali kali Karina berbicara seperti gitu ke Rafael biar dia tau kalau sakit tuh gampang datang nya tetapi untuk mengobati nya yang lama.
" kami pulang " kata Rafael, masuk ke dalam rumah bersama Karina. di sana sudah berkumpul orang tua mereka dan anak mereka.
" ayah, akhirnya ayah pulang. Kaila kangen sekali dengan ayah " kata Kaila, berlari ke arah ayahnya dan tidak lupa triplet pun ikut berlari ke ayahnya dan itu membuat Rafael sangat senang di sambut anak anak nya.
" ohh astaga, kalian semua mengemas kan sekali. ayah juga kangen dengan kalian " kata Rafael, mencium pipi anaknya satu satu. Karina yang melihatnya hanya menggeleng kepala saja dan menghampiri bundanya.
" bunda kapan sampainya?" kata Karina, duduk di sebelah bundanya.
" lima belas menit yang lalu bunda datang, kan bunda nunggu ayahmu pulang kerja " kata bunda Adelia, mengelus kepala Karina.
" yasudah Karina suruh Rafael istirahat ke kamar dulu " kata mamah Veena.
" mah, masa aku istirahat terus aku cape tidur terus " kata Rafael, mamah dan istrinya itu sama saja Rafael kan juga ingin bermain dengan anaknya.
" kau ini kan baru pulang dari rumah sakit jadi istirahat lah. engga usah kerja dulu " kata mamah Veena, engga mau kalah sama Rafael.
" Karina aja kasih waktu lima hari doang ko untuk istirahat terus langsung kerja kembali " kata Rafael.
" nak, kenapa kamu kasih waktu lima hari saja lebih baik satu bulan Rafael engga usah kerja " kata papah Farrel.
" engga mau, itu udah cukup lima hari. yang buat peraturan istri aku bukan papah " kata Rafael, dengan cemberut. papah nya membuat Rafael kesal satu bulan tidak kerja membuat Rafael akan frustasi.
" ayo ke kamar " kata karina, dia langsung membawa Rafael ke kamar kalau di terusin saja pasti mamah nya akan membantu suaminya yang ada Rafael ngoceh terus.
" sayang, aku belum selesai loh bicara sama papah " kata Rafael, dia masih kesal dengan papahnya.
" sudah, lebih baik kamu tidur tidak usah dengar omongan papah " kata Karina.
__ADS_1
Rafael hanya mengangguk saja dan langsung membenarkan selimut nya biar tidur dia sangat nyaman. sedangkan Karina dia akan membersihkan badannya terlebih dahulu selama di rumah sakit mandinya tidak terlalu bersih dan dua sudah seminggu ini tidak keramas membuat rambutnya ini sangat lengket.
" sangat segar sekali " kata Karina, yang baru selesai mandi dan sekarang dia sedang ada di meja riasnya untuk memakai skincare wajah dan mengeringkan rambutnya.
" Kaila, triplet kalian belum tidur. ini sudah malam loh nak " kata Karina, pas melihat anaknya yang masih asik dengan mainannya. emang sih besok hari libur Kaila tetapi mereka itu tidak boleh tidur terlalu malam tidak baik untuk mereka.
" aku belum mengantuk Bun, lagian tadi siang aku tidur sampai sore makannya aku belum mengantuk " kata Kaila, dengan mata yang asik dengan mainan yang ada di depannya.
Karina hanya menggeleng kepala saja, dia langsung menghampiri triplet yang juga masih asik bermain tidak ada rasa lelah di diri mereka.
" lebih baik kau tidur saja Karina, mamah tau selama seminggu kamu menjaga Rafael di rumah sakit. anak anak biar mamah dan bunda kamu yang urus " kata mamah Veena, dia juga tidak mau menantu nya ini sakit karena kecapean menjaga suami dan anaknya.
" itu benar sayang, kau tidur lah bersama suami mu. tidak usah pikiran anak anak kalau sudah sama bunda dan mamah Veena mereka akan nurut sama kami " kata bunda Adelia, mengelus kepala Karina.
" baiklah kalau begitu Karina ke atas dulu. Kaila habis ini langsung tidur mengerti " kata Karina, mengingat kan kaila biar dia langsung tidur habis ini. dan Kaila hanya mengangguk saja.
Karina langsung ke atas, dia juga sudah mengantuk dan ingin merebahkan tubuhnya apalagi selama di rumah sakit dia tidak nyaman untuk tidur. ya tidur bersama Rafael di kasur nya tetap saja tidak nyaman.
" pegal sekali badan ku, rasanya ingi di pijat biar otot otot nya tidak kaku " kata Karina, pas sudah tiduran di kasurnya sambil menggerakkan otot lengannya.
Rafael sebenarnya belum tidur, dia hanya tidur tiduran saja dan pas dengan cerita istrinya dia sangat bersalah dia tidak pernah mendengarkan omongan istrinya untuk menjaga kesehatan. Rafael langsung memeluk Karina dengan erat.
" maff sayang, gara gara ku kau jadi seperti gini " kata Rafael, dia membenamkan wajahnya ke dada Karina sedangkan Karina hanya tersenyum saja dia yakin kalau Rafael mendengar omongan dia tadi karina langsung mengelus kepala Rafael.
" kau tidak salah, itu tandanya kau di suruh istirahat oleh tubuhmu " kata Karina, yang masih mengelus kepala Rafael dan sesekali dia menciumnya. sedangkan Rafael dia langsung mengeratkan pelukannya.
" yasudah ayo tidur, aku mengantuk sekali " kata Karina, Rafael melepaskan pelukannya dan mencium bibir Karina sekilas sebelum mereka tertidur dengan pelukan hangat dari masing masing.
di pagi hari Rafael terbangun duluan sedangkan Karina dia masih tidur dengan nyenyak. Rafael tau kalau Karina pasti sangat capek jadi Rafael biarkan saja Karina tidur. Rafael langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu.
" pagi semuanya " kata Rafael, melihat semua orang sudah ada di meja makan.
" pagi ayah, oh di mana bunda " kata Kaila, melihat ayahnya sendiri saja.
" bunda masih tidur, biarkan saja pasti bunda sangat capek " kata Rafael, mereka semua hanya mengangguk saja mereka mengerti pasti Karina capek selama seminggu menjaga Rafael. kalau Karina lapar pasti dia akan bangun.
__ADS_1
" ayah, sudah tidak sakit lagi " kata Kaila, pas mereka sedang berkumpul di ruang tengah.
" tidak, sudah sangat baik " kata Rafael, mengelus kepala Kaila dan tersenyum.
Rafael, Kaila dan triplet asik bermain bersama. Rafael sudah lama tidak bermain dengan anak nya dia melupakan Karina yang masih tertidur apalagi sekarang sudah pukul setengah sebelas dan Karina belum terbangun dari tidurnya.
" Rafael, bangunkan istri mu ini sebentar lagi jam makan siang dan Karina belum makan dari pagi " kata mamah Veena, melihat arah jam kalau Karina belum bangun tidur.
Rafael mengangguk dia langsung ke atas untuk membangunkan istrinya itu. di dalam kamar Karina masih asik dengan tidur nya Rafael pun langsung menghampiri nya.
" sayang, ayo bangun ini sudah siang apa kau tidak lapar hmmm " kata Rafael, memainkan rambut Karina.
Karina hanya menggerakkan badan nya saja, rasanya dia masih mengantuk tetapi Rafael selalu memberi kecupan ke wajah Karina membuat Karina langsung membuka matanya.
" aku masih mengantuk " kata Karina, yang masih mengantuk itu.
" aku mengerti, sekarang kau makan dulu baru bisa tidur lagi " kata Rafael, yang masuk mencium wajah Karina.
Karina mengangguk dia langsung berdiri untuk ke kamar mandi untuk cuci muka sama sikat gigi dulu. Rafael menunggu Karina di kamar mandi.
" ayo, kita makan dulu lalu kau bisa tidur kembali " kata Rafael, setelah melihat Karina ke luar dari kamar mandi.
Karina mengangguk dia langsung ke luar kamar menuju meja makan. emang dia lapar tetapi dia juga masih mengantuk pasti habis makan susah untuk tidur kembali Rafael masih menuntun Karina ke meja makan dia mengerti kalau istrinya ini masih mengantuk tetapi kalau tidak di isi perutnya dia akan sakit.
" sini aku suapi " kata Rafael, Karina hanya mengangguk untuk hari ini entah kenapa dia sangat malas sekali.
" Rafael sudah, aku sudah kenyang " kata Karina, Rafael mengangguk tidak masalah kalau makanannya tidak habis yang penting perut Karina sudah terisi.
Karina langsung berjalan ke kamar kembali, dia rasa ingin merebahkan tubuhnya lagi Rafael yang melihatnya mengikuti Karina.
" sayang mau aku pijit " kata Rafael.
" tidak, aku hanya ingin merebahkan badan saja. oh ya di mana anak anak " kata Karina, pas dia kebawah tidak ada siapa pun suara Kaila pun tidak terdengar.
" tadi sih bunda bilang mereka sedang jalan jalan " kata Rafael, ya sebelum Rafael ke atas bunda Adelia bilang ke Rafael kalau mamah Veena dan bunda Adelia ingin membawa cucunya jalan jalan Rafael mengizinkannya biar mereka tidak bosan di rumah terus.
__ADS_1
Karina mengangguk, dia menepuk kasur di sebelah nya untuk Rafael tidur di sampingnya Rafael yang mengerti pun langsung merebahkan badannya di samping Karina dia sangat mencintai istrinya ini.
" ayo kamu butuh istirahat sekarang " kata Karina, biar Rafael engga kemana mana.