MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 29


__ADS_3

Setelah makan siang bareng dan semua sudah rapih, Karina dan Kaila langsung ke kamar atas Karina akan menidurkan kaila terlebih dahulu. mereka bakal pergi ke bandara jam lima sore karena penerbangan mereka jam delapan malam jadi mereka haru dari sore sudah ada di sana. setelah menidurkan Kaila, Karina langsung membereskan baju dan barang barang yang lain untuk di masukan ke koper. bawaannya tidak terlalu banyak, karena semuanya sudah ada di sana sebelum mereka berangkat. Karina juga menyiapkan baju yang akan di pakai sekarang, keberangkatan mereka malam jadi Karina menyiapkan jaket hangat untuk mereka. setelah semua selesai, Karina langsung ke bawah menghampiri Rafael yang sedang berbincang dengan papah nya.


" apa sudah selesai semua?" kata Rafael, yang melihat Karina duduk di samping nya


" hmmm, aku baru selesai membereskan nya. apa kamu tidak mau istirahat terlebih dahulu " kata Karina


" tidak, aku sudah tidur lama " kata Rafael, dengan senyum


" baiklah, aku keatas lagi ya. mau hubungi bunda dulu sebelum berangkat " kata Karina, yang langsung ke atas


Rafael mengangguk, dia lanjut mengobrol dengan papahnya. di dalam kamar Karina duduk di sofa dekat jendela kamar. dia tidak percaya kalau dia akan pergi hari ini. Karina pun langsung menghubungi bunda sebelum dia berangkat.


" hallo, Karina " kata ayah


" ohh ayah, bunda mana " kata Karina, yang mengangkat telepon adalah ayahnya


" bunda sedang di kamar mandi, ada apa " kata ayah


" aku mau mengasih tahu saja, aku bakal pergi jam lima sore nanti ke bandara. keberangkatan aku jam delapan malam " kata Karina


" siapa yang akan mengantarkan kalian ke bandara ?" kata ayah


" sekretaris Rafael, dia yang mengantarkan kami ke bandara " kata Karina


" baiklah, hati hati di jalan. kalau sudah sampai bilang ke kami. sehat sehat di sana jaga anak mu. kalau ada masalah ceritakan kepada kami. kami sebagai orang tua selalu ada untuk mu " kata ayah


" iya yah, makasih sudah menjaga Karina. Karina bakal menjaga diri Karina " kata Karina. menahan nangisnya


" sehat sehat di sana nak. maff kami tidak bisa mengantarmu " kata ayah


" iya tidak apa apa yah. Karina tutup ya " kata Karina


Karina langsung mengakhiri sambungan telepon dengan ayah. Karina tidak mau berlama lama mendengar suara ayah, dia belum rela pergi dari orang tuanya. tetapi status Karina sekarang adalah sebagai istri jadi dia harus ikut kemana pun suaminya pergi. Karina agak senang kalau mengangkat telepon tadi itu ayah bukan bunda. kalau bunda yang mengangkat Karina sudah menangis sejadi jadinya jadi Karina hanya meminta salam dari ayah untuk bunda.


Karina tidak mau berlama lama untuk bersedih, toh dia akan balik lagi ke sini. dia hanya sementara saja di Australia. Karina sudah menyiapkan barang barang yang akan di bawa. sekarang sudah pukul dua siang, tiga jam lagi dia akan berangkat ke bandara. untuk waktu tiga jam itu Karina sempatkan untuk tidur kembali, entah kenapa dia sangat capek sekali. karena Rafael tidak tidur lebih baik dia tidur sebentar.


jam setengah empat Rafael membangunkan Karina dan Kaila, dia sudah bersih bersih dan mengangkut koper ke mobil. tinggal Karina dan Kaila saja yang belum bersih bersih.


selesai semuanya mereka langsung berangkat ke bandara yang di temani oleh mamah dan papah Rafael. sesampainya di bandara mereka berpamitan kepada papah dan mamah.


" kalian hati hati di sana ya. kalau papah libur panjang, mamah sempatkan ke sana " kata mamah. memeluk Karina


" ajak bunda ya mah. mamah juga sehat sehat di sini ya " kata Karina, melepaskan pelukannya


" iya nak astaga, kamu ternyata anak bunda yang manja " kata mamah, dengan senyumnya


" jaga istri dan anak mu Rafael. hati hati di sana " kata papah

__ADS_1


" iya pah, Rafael akan menjaga mereka " kata Rafael


" cucu Oma yang cantik ini, sehat sehat ya. nurut dengan bunda dan ayah oke. belajar dengan rajin di sana " kata mamah


" iya Oma, siap laksanakan " kata Kaila, dengan senyum


" Tara kami pergi, jaga perusahaan dengan baik " kata Rafael


" baik pak, hati hati. saya akan menjaga dengan baik " kata Tara, menunduk kepala nya


mereka langsung masuk ke dalam. Kaila melambaikan tangan nya ke Oma dan Opa nya. Karina dan Kaila duduk di bangku yang ada di sana, sedangkan Rafael dia sedang membawa koper untuk masuk ke bagasi pesawat dan sekalian check in.


selesai semua mereka menunggu di ruangan, sebelum ada pengumuman keberangkatan mereka. mereka sekarang sudah ada di pesawat. perjalan mereka hampir 10 jam 25 menit, untuk sampai Melbourne Internasional Airport. mereka juga akan transit di bandara Sydney jam 8 pagi.


mereka sedang makan malam di atas pesawat. ini pertama kali perjalan Karina yang sangat lama. agak takut untuk perjalanan ini. kalau boleh jujur, ini juga pertama kali Karina naik pesawat. karena Karina agak takut ini naik pesawat. melihat istrinya ketakutan Rafael langsung memegang tangannya.


" tidak usah takut, ini akan baik baik saja " kata Rafael, sambil tersenyum dan mengelus tangan Karina


" sekarang makan ya, kamu belum makan dari tadi kan " sambung Rafael


Karina hanya mengangguk dia melihat Kaila yang asik dengan makannya. Karina juga berpikir pasti anak ini sering di ajak jalan jalan oleh ayahnya, dan jalan jalannya pasti naik pesawat. beda dengan Karina kalau di sedang libur dia hanya jalan jalan daerah kompleks rumahnya saja pake sepeda. yang penting Karina bisa menghirup udara segar, itu yang ada pikiran Karina tidak pernah jauh untuk berlibur


6 jam 55 menit kemudian dan sekarang sudah jam 06:05 waktu Australia. mereka berhenti di bandara synde untu ke bandara Melbourne Internasional Airport. mereka akan menunggu satu jam untuk ganti pesawat. Kaila masih tertidur di gendongan Rafael. apalagi udara di sini sangat dingin, satu jam itu mereka lakukan untuk sarapan pagi. Karina memesan roti dan teh hangat sambil menunggu keberangkatan mereka kembali. Karina juga mengirimkan pesan ke bunda kalau dia sedang menunggu pesawat kembali.


satu jam kemudian mereka langsung menaiki pesawat kembali di jam 08:00. mereka akan sampe ke Melbourne jam 09:35, itu berarti menempuh perjalanan mereka sekitar 1 jam 35 menit. selama perjalan Rafael tertidur. di karena kan jam dua siang dia akan ada meeting penting di hotel Parkroyal Melbourne Airport. jadi Rafael akan menginap sehari di hotel sana.


sampai di hotel Rafael langsung membersihkan badan nya terlebih dahulu sebelum berangkat ke ruangan meeting di hotel sini. sedangkan Karina dia menyiapkan baju untuk mereka semua, dan Kaila dia sedang di ajak ke luar oleh salah satu bodyguard Rafael. selesai Rafael sekarang Karina lah untuk bersiap siap. sekarang sudah pukul sebelas siang Karina dia ajak ke kantin hotel sini untuk mengisi perutnya terlebih dahulu. di sana Rafael melihat kalau Karina ada rasa gugup dia selalu mengatakan ke Karina, sebagai orang pekerja apalagi melakukan bisnis dia harus tegas dan sigap, kalau gugup atau malu yang ada bisnis yang kita jalankan akan menurun atau bisa di bilang akan rugi besar.


Rafael juga sudah menyiapkan buku dan pulpen untuk Karina mencatat kata kata yang penting di meeting nanti. Rafael juga mengatakan ke Karina, di setiap meeting semua orang akan melakukan tanya jawab, apalagi Rafael juga akan melakukan presentasi jadi Karina harus mencatat pertanyaan dan jawaban yang di meeting nanti.Karina menghela nafas dia harus siap untuk meeting ini


" sayang, ada aku di sini. jadi kamu jangan takut oke " kata Rafael


sekarang sudah pukul jam setengah dua, mereka langsung ke atas untuk melakukan meeting dan Karina pun dari tadi hanya di samping Rafael. banyak yang tidak tahu kalau Karina adalah istri dari CEO yang berpengaruh di dunia bisnis ini. di ruang meeting banyak melihat Karina yang selalu di samping Karina. sebelum meeting di mulai, Rafael memperkenalkan Karina kalau dia adalah seorang sekretaris barunya. Rafael juga sudah mengobrol dengan Karina kalau mereka harus tetap tutup mulut dengan status mereka sekarang, dan Karina juga tidak masalah dengan yang di katakan Rafael.


semua orang di sana percaya dengan omongan Rafael, mereka langsung memulai meeting nya dan Karina mencatat apa yang dia bicarakan. tidak semua di catat oleh Karina. dia hanya bagian penting saja yang ia catat. sudah satu jam mereka meeting, semua orang bertepuk tangan kepada Rafael. dia sangat senang bekerja sama dengannya.


selesai semuanya Karina langsung kembali ke hotel, di sana sudah ada Kaila menunggu. Karina tidak bareng dengan Rafael, karena Rafael masih ada pembicaraan dengan orang yang ikut meeting tadi. di sana sudah melihat Kaila menunggu di pintu hotel dengan bodyguard nya.


" bunda " kata Kaila, sambil berlari ke arah Karina


" maff ya menunggu lama " kata Karina


" tidak apa apa, oh ya mana ayah " kata Karina


" ayah masih bersama teman teman nya " kata Karina


" oh ya, terimakasih sudah menjaga Kaila " kata Karina, ke bodyguard Rafael

__ADS_1


" sama sama nyonya. saya sudah biasa dengan Kaila. kalau begitu saya permisi " kata bodyguard Rafael. dan pamit ke Karina


mereka langsung masuk ke dalam. di sana Karina langsung membantu Kaila untuk membersihkan badan nya, apalagi dia sampai di sini tidak istirahat langsung bermain. Kaila dan Karina sudah selesai membersihkan badan, ternyata kaila sudah mengantuk tetapi dia belum makan malam. Karina menghubungi Rafael apa dia sudah selesai.


" hallo sayang, ada apa " kata Rafael, di sebrang sana


" apa kamu sudah selesai. Kaila sudah mengantuk tetapi dia belum makan " kata Karina


" aku sedang membeli makanan di luar, tunggu ya sebentar lagi aku sampai " kata Rafael


Karina mengiyakan dan langsung mematikan sambungan telepon dengan Rafael, dia selalu mengajak Kaila mengobrol sebelum Rafael datang. melihat Kaila sudah lelah Karina tidak tega, tetapi dia juga kasian, Kaila belum ke isi perutnya sama sekali. beberapa menit kemudian Rafael langsung datang dia membawa makanan yang dia beli tadi. Karina langsung buru buru menyuapi Kaila sebelum dia tertidur, dia hanya sedikit makannya karena sudah mengantuk Karina langsung menidurkan Kaila. yang penting Kaila sudah ke isi perutnya jadi Karina pun tentang. selesai menidurkan Kaila Karina menyiapkan makanan untuknya dan Rafael, Karina menunggu Rafael yang sedang membersihkan badan nya. selesai itu mereka langsung makan bareng


" oh ya, apa rumah kita jauh dari sini " kata Karina, yang sedang membereskan makanan tadi


" hmmm, engga terlalu jauh juga sih. kira kira satu setengah dari sini " kata Rafael


" besok kamu bekerja " kata Karina. duduk di samping Rafael


Rafael langsung memeluk Karina yang ada di sampingnya, dia kangen dengan istrinya ini. kesibukan dia membuat dia tidak melihat keadaan istrinya ini.


" aku besok libur, aku kangen banget dengan mu. kamu baik baik saja kan " kata Rafael, yang masih memeluk Karina


" loh kan aku selalu bersama mu. kenapa kamu nanya begitu " kata Karina


" ya kan, aku sibuk dengan pekerjaan ku. jadi sampe rumah pasti langsung tidur engga bisa manja dengan mu " kata Rafael


" aku baik baik saja ko. perasaan kamu selalu manja deh dengan ku " kata Karina


Rafael hanya tersenyum saja apa yang di katakan istrinya ini. mereka berdua berbincang bincang di dalam hotel ini. dengan pemandangan yang indah membuat Rafael sangat senang, apalagi setiap Rafael ke negara sini hanya ada Kaila saja yang selalu menemaninya. tetapi sekarang berbeda dia bersama istrinya dan anaknya membuat Rafael tersenyum senang


" kamu dari tadi senyum senyum saja, ada apa " kata Karina, yang melihat Rafael senyum senyum sendiri


" aku lagi seneng, setiap aku ke sini hanya ada Kaila saja. terus juga setelah bekerja aku dan Kaila langsung tertidur tidak ada pembicaraan yang lain. tapi sekarang aku sudah bersama istri yang selalu menemani ku. terimakasih sudah menerima ku " kata Rafael, yang langsung mencium bibir Karina


mereka berciuman dengan penuh semangat. apalagi Rafael sudah lama tidak mencium istrinya ini. dia pasti hanya bangun tidur saja. Karina pun sama, setiap Rafael mencium nya selalu berdebar apalagi dia bukan pacar nya tetapi sudah menjadi suami. tapi tetap saja masih agak canggung.


beberapa menit kemudian mereka melepaskan ciumannya. Rafael sangat senang mempunyai istri seperti Karina ini. dia selalu berdoa ini adalah terakhir kalinya dia menikah. dia tidak mau masalah rumah tangganya hancur seperti tahun kemarin.


" kamu sangat cantik pas sedang malu seperti gitu " kata Rafael, yang mengelus pipi Karina


" jangan menggodaku. kamu kalau mencium ku, selalu tidak ada aba aba " kata Karina


Rafa tertawa kecil. " hahaha, sayang apa kalau aku ingin berciuman dengan mu harus ada aba aba dulu begitu. astaga sayang ku ini ada ada saja " kata Rafael


" sudahlah aku mengantuk. ayo kita tidur saja " Kata Karina, yang masih malu.


" baiklah, baiklah. ayo kita tidur " kata Rafael, mengikuti Karina yang sudah di atas kasur

__ADS_1


mereka langsung tidur. dengan Karina di pelukan Rafael, mereka tidur dengan nyenyak. besok pagi mereka akan ke rumah yang sudah Rafael belikan sebelum mereka ke sini


__ADS_2