
waktu pun terus berjalan, tidak di sangka kalau triplet yang dulu sangat lah menggemaskan sekarang dia sangat membuat orang kecapean. apalagi sekarang mereka sudah bisa berjalan ya sesekali mereka akan terjatuh tetapi itu tidak membuat mereka tidak menyerah untuk bangkit lagi. apalagi Kaila melihat adiknya yang berlari ke sana ke sini membuat dia sangat capek mengikuti nya atau hanya melihat mereka saja sangat pusing. rumah nya selalu kacau kalau triplet yang baterai nya sangat full.
hanya damai kalau dia sudah tertidur, Karina dan Rafael hanya terkekeh aja kalau Kaila selalu ngoceh ke adiknya itu tetapi tidak pernah di tanggapi oleh adiknya.
" bunda, ayah. bisa engga sih suruh mereka diam gitu Kaila melihat nya aja sudah pusing " kata Kaila, yang asik dengan cemilannya.
" Devan, Davi, Daren jangan lari larian. lihat kakakmu muka nya di tekuk Mulu " kata Rafael, menyuruh mereka diam saja.
karena mereka masih berumur tiga tahun, jadi omongan orang tuanya atau kakaknya tidak peduli. lihat saja hanya duduk beberapa detik saja mereka lari larian lagi dan itu membuat Kaila hanya menghela nafas, ya gini kalau punya adik apalagi dia lelaki dan itu bukan satu tetapi langsung tiga.
" sudah,sudah. ayo Kaila ikut bunda bikin kue. dari pada makan Chiki yang banyak bumbunya itu " kata Karina. sudah di ingatkan beberapa kali kalau Kaila mau makan Chiki jangan selalu sering dan Kaila sering banget makan Chiki nya.
yasudah Kaila ikut bundanya ikut kue dari pada lihat adiknya yang lari larian. di dapur Kaila membantu bundanya bikin kue dia sangat senang bisa membantu bundanya beberapa jam mereka di dapur akhirnya kuenya pun jadi dan wangi kuenya itu tidak luput sama triplet dan Rafael.
mereka semua langsung ke dapur ingin mencicipi kue buatan Karina dan Kaila, Kaila merasa senang kalau hasil kerja dia memuaskan dan ayahnya pun menyukai buatan ia.
" enak kan ya, buatan Kaila " kata Kaila dengan penuh senangnya sambil melihat ayahnya yang sedang mencicipi kue nya.
" enak, ini benar buatan kamu atau bunda?" kata Rafael dengan bercandanya. bisa di lihat Kaila langsung masang muka cemberut ayahnya selalu becanda saja.
" bikinan aku ayah, bunda hanya memberitahu bahan bahannya saja kalau yang itu buatan bunda " kata Kaila, dengan kesalnya dan menunjukkan buatan bundanya.
" ayah bercanda sayang, iya deh anak ayah ini sangat pintar bikin kuenya " kata Rafael, mengacak rambut Kaila dengan gemas.
sedangkan triplet dia sedang asik dengan kue bikinan Kaila dan Karina mereka sangat menyukai nya. lihat saja yang bikin kue baru beberapa biji mencicipi nya sedangkan mereka sudah mengambil lagi dan lagi.
" bunda yang bikin kita, kenapa mereka yang menghabiskan nya?" kata Kaila, sambil memakan kuenya dan melihat adik dan ayahnya asik memakan kue nya.
" gapapa, nanti bunda akan bikin banyak lagi " kata Karina, dengan senyum nya.
di sore hari Karina memandikan triplet, Rafael bilang sekarang mereka akan makan malam di rumah orang tua Rafael di sana juga ada orang tua Karina. sudah lama Karina tidak bertemu dengan orang tuanya karena mereka sibuk dan Karina pun sibuk mengurus anaknya. setelah memandikan anaknya Karina menyuruh mereka untuk duduk terlebih dahulu.
" sayang, apa sudah selesai?" kata Karina, dia sekarang ada di kamar Kaila dan melihat Kaila sedang memilih milih baju untuk di pakai sekarang.
__ADS_1
" bunda, aku bingung mau pakai baju apa?" kata Kaila, yang melihat bundanya menghampiri nya.
" pakai saja, yang membuat mu nyaman sayang. lagian kita hanya makan malam di omah kan apalagi udara di malam hari dingin jadi pakai baju yang santai saja tetapi sopan " kata Karina, sambil mencari baju yang nyaman buat Kaila.
Kaila duduk di kursi meja belajar nya dia menunggu bundanya mencari baju untuk dia, lagian apa yang bundanya pilih pasti sangat nyaman buat Kaila.
" nih bunda sudah ke temu, sekarang Kaila pakai bajunya dan jaga adiknya terlebih dahulu oke. bunda mau mandi dulu " kata Karina, menaruh bajunya di kasur Kaila.
setelah membantu Kaila, Karina langsung ke kamar nya sekarang bayi besar nya ini belum ada tanda tanda keluar dari kamar Karina sudah yakin pasti suaminya tertidur atau sedang bermain handphone. sesampainya di kamar dan tebakan Karina benar lihat saja dia masih tertidur dengan nyenyak sedangkan anak anaknya sudah siap menunggu mereka untuk siap siap.
" Rafael ayo bangun, kamu kan sudah aku suruh mandi kenapa belum mandi mandi juga. kasian anak anak udah menunggu mu " kata Karina, menepuk pipi Rafael untuk bangun.
Rafael terganggu tidurnya oleh teriakan Karina dia langsung duduk dan melihat Karina sudah marah dengannya bukannya takut tapi dia hanya tersenyum saja.
" yasudah ayo kita mandi bareng sayang " kata Rafael, dengan santainya.
" engga, engga. kalau mandi bareng bukan mandi saja pasti kamu macem macem " kata Karina menolak mandi bareng oleh Rafael, dia sudah tau pikiran suami mesumnya ini.
setelah semuanya selesai mereka langsung jalan ke rumah orang tuanya Rafael untuk makan malam, bunda Karina tadi sudah menghubungi Karina kalau mereka sudah sampai di kediaman mertua Karina sekarang mereka hanya menunggu keluarga Rafael saja yang belum datang. setengah jam kemudian mereka sampai dan mereka di sambut hangat oleh kedua orang tua mereka apalagi Kaila dan triplet sudah berlarian ke nenek dan omahnya yang ada di sana.
" ayo masuk, papah sama ayah sudah menunggu di dalam " kata mamah Veena, menyuruh mereka untuk masuk ke dalam rumah.
" kakek, opah. Kaila kangen banget sama Kalian " kata Kaila, berlari ke kakek dan opahnya.
" astaga cucu kakek sudah besar sekarang, dan nambah cantik juga ya " kata ayah zafran, sambil memeluk cucu perempuan nya ini.
" makasih kakek, beda sama ayah masa Kaila di bilang nambah gemuk coba " kata Kaila, mengadu ke kakeknya dan itu semua orang yang ada di rumah tengah mendengar aduan Kaila ke kakeknya.
" ayah mu emang suka jahil, biarkan saja yang penting kakek sama opah selalu bilang kalau Kaila sangat cantik " kata papah Farrel, sambil mengelus kepala Kaila dengan sayang.
" yasudah ayo kita makan malam, ini sudah waktunya makan malam " kata mamah Veena, menyuruh semuanya berdiri dan langsung ke arah meja makan yang sudah di sediakan makanan yang sangat banyak.
setelah mereka makan, mereka berkumpul kembali di ruang tengah sedangkan triplet dia sudah rewel dan itu tandanya dia sudah mengantuk akhirnya Karina menyuruh Rafael untuk membawa mereka ke kamarnya sedangkan Karina ia akan membikin susu terlebih dahulu untuk anaknya.
__ADS_1
" oh ya, gimana sekolah Kaila apa baik " kata mamah Veena, melihat Kaila sedang menonton TV.
" baik omah, Kaila senang apalagi banyak teman yang ingin main bersama Kaila " kata Kaila, menoleh sebentar ke omahnya dan langsung melihat ke arah tv kembali.
" nilai Kaila bagus kan, engga ada yang merah?" kata bunda Adelia.
" tidak nek, kalau merah pasti ayah tidak akan pernah lagi membeli cemilan buat Kaila " kata Kaila, yang selalu ingat omongan ayahnya itu kalau nilai jelek Kaila tidak di izinkan lagi untuk beli cemilan dan uang jajannya pun akan di potong. Kaila tidak mau itu terjadi.
" astaga, emang cucu opah ini engga luput sama cemilan ya " kata papah Farrel, yang gemas sama cucu cantiknya ini.
sedangkan Karina yang baru selesai bikin susuk buat triplet langsung ke atas kembali bisa di dengar kalau mereka sudah sangat rewel kalau mau tidur dan pasti Rafael sedang bingung memberhentikan nangis triplet.
" iya sayang, ini bunda sudah bawa susunya berhenti menangis " kata Karina, yang baru sampai dari bawah. dan lambung kasih susu nya ke mereka semua.
mereka langsung meminum susunya dengan lahap Karina dan Rafael menepuk nepuk pantat triplet biar mereka tidur dengan nyenyak. beberapa menit kemudian akhirnya mereka tidur dengan lelap. dan Rafael langsung berdiri dan menghampiri Karina.
" ada apa ini, kenapa kamu manja juga " kata Karina, yang melihat Rafael duduk di tengah dan langsung memeluk Karina.
" kangen aja sama kamu, kan beberapa Minggu kemarin aku sedang ada tugas di luar negeri jadi engga bisa manja sama kamu " kata Rafael, menggelamkan wajah nya ke dada Karina sedangkan Karina dia hanya tersenyum dan mengelus punggung Rafael.
emang selama dua bulan Rafael ada di Australia karena masalah di kantor sana sangat membutuhkan Rafael, setelah dari Australia Rafael langsung ke Jepang melihat proyek yang ia buat karena tinggal beberapa persen lagi proyek nya jadi. satu Minggu di Jepang Rafael pulang Indonesia tetapi dia langsung ke Bandung untuk meresmikan hotel yang ia buat selama empat tahun itu dan Rafael harus ada di sana yang harusnya malam pulang ke Jakarta ternyata perusahaan Rafael yang ada di Canada sedang ada masalah ternyata karyawan di sana mencuri uang perusahaan dan itu sangat besar dengan berat hati Rafael harus terbang kembali ke Canada di sana Rafael satu bulan penuh tinggal di Canada.
betapa rindunya dia dengan istri dan anaknya apalagi dia juga sangat kangen dengan pelukan istrinya ini apalagi pas Rafael pulang triplet sakit dan mereka tidak mau jauh dari Karina ya jadi Rafael harus mengalah kepada anaknya itu.
" sayangnya aku kasian banget, terus kamu mau gimana sekarang " kata Karina yang masih mengelus punggung Rafael, jujur dia juga sangat kangen sama suaminya apalagi di malam hari Karina selalu menangis karena di sampingnya tidak ada suaminya yang selalu memeluknya.
" gimana kalau kita liburan berdua, serius sayang aku ingin berdua dengan mu masih kurang untuk memeluk mu seperti gini doang " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas.
" kalau bulan depan saja gimana, maksudnya Minggu depan kan Kaila ujian akhir semester jadi kita sebagai orang tua haru memerhatikan nya mah setelah Kaila selesai ujian dia kan akan libur panjang jadi dia bisa bersama omah sama opahnya atau kakek dan neneknya " kata Karina, dia tidak mau Kaila lalai dalam pelajaran nya apalagi kalau mereka liburan pas hari Kaila sedang ulangan.
" okelah, aku juga seminggu ini harus kerja dulu biar bulan depan aku engga akan di hantui oleh berkas berkas di kantor " kata Rafael, langsung mencium bibir Karina dengan lembut sedang Karina dia membalas ciuman Rafael dia juga sangat kangen dengan adegan ini.
" sudah, nanti Kaila datang " kata Karina, memberhentikan ciuman mereka dan Rafael pun mengangguk dia langsung berdiri dan langsung tidur kembali di samping triplet
__ADS_1