
Sekarang sudah pukul sebelas malam dan Rafael belum pulang dari kantor nya, Karina masih terbangun karena Rafael mengatakan kalau ia akan pulang ke rumah. rasanya Karina ingin membantu Rafael di kantor nya tetapi kalau ia sibuk dengan pekerjaan nya dan pasti anaknya akan ia acuhkan lagian Rafael juga tidak mengizinkan Karina untuk bekerja Rafael hanya menyuruh Karina duduk manis di rumah saja.
pas Karina sedang asik memainkan handphone nya Rafael pun datang, Karina menengok ke arah pintu dan benar Rafael baru datang dengan muka yang sangat capek. Karina menghampiri nya dan membantu Rafael.
" sudah makan?" kata Karina, yang membantu Rafael membuka jas nya.
" sudah tadi, aku ingin madi pakai air hangat " kata Rafael.
" aku sudah menyiapkan, sekarang kamu mandi aku akan membuatkan teh untuk mu " kata Karina, Rafael langsung masuk ke kamar mandi sedangkan Karina berjalan ke arah dapur untuk membuat kan teh hangat buat Rafael.
setelah selesai membuat kan tehnya, Karina kembali ke kamar nya dan di sana Rafael juga sudah selesai dan sedang menatap tiga anak bayinya yang sedang tidur dengan nyenyak. dia juga sudah lama tidak bermain dengan anak anaknya karena sibuk di kantor.
" sini minum dulu tehnya " kata Karina, menyuruh Rafael duduk di sampingnya Rafael pun langsung menghampiri Karina dan meminum tehnya.
sebenarnya Karina tidak melarang Rafael bekerja sampai larut seperti gini, tetapi yang bikin Karina khawatir itu kesehatan dia apalagi yang selalu pulang malam dan juga pasti makannya tidak teratur, kalau bukan Karina yang menasehati nya pasti Rafael akan gila kerja dan engga peduli dengan kesehatannya.
Rafael belum tertidur dia masih betah memeluk istrinya ini, rasanya sangat nyaman dan tubuh yang sangat lelah ini seketika hilang begitu saja, Rafael emang membuat kan Karina di sampingnya andai kalau dia tidak ketemu Karina pasti sampai sekarang ia akan gila kerja dan tidak ingat dengan anaknya.
" Rafael kamu belum tidur, apa kamu tidak capek " kata Karina, yang mengelus kepala Rafael. Rafael yang sedang menggelamkan wajah nya di dada Karina sangat nyaman pas Karina mengelus kepala nya.
" aku belum mengantuk " kata Rafael, mengerat kan pelukannya.
Karina hanya pasrah dia tau suaminya ini sudah lama tidak manja kepadanya karena sibuk di kantor dan juga sibuk mengurus anak anak dan itu membuat mereka tidak bisa berdua seperti gini, Rafael yang selalu pulang tengah malam dan Karina pasti sudah tidur dan paginya ia akan ke kantor kembali dan mengantarkan Kaila ke sekolah nya.
" aku kangen dengan mu, sayang " kata Rafael, dengan tangan yang nakal nya melepaskan b*a yang di pakai Karina.
" tangan mu nakal sekali, ayo tidur pasti kamu capek " kata Karina, memukul tangan Rafael yang nakal itu tetapi pukulan Karina itu tidak sakit menurut Rafael.
Rafael langsung bangkit dan menaiki tubuhnya di atas Karina, Karina mengerti tatapan suaminya ini. dia akan ekstra untuk kebutuhan suaminya ini bermain bersama Rafael tidak akan puas kalau sekali Rafael selalu membuat Karina lemas.
" sayang, besok aku libur selama tiga hari. jadi sekarang kita akan bersenang senang " kata Rafael, yang langsung ******* bibir Karina dengan lembut tadi Karina ingin ngomong sesuatu tapi Rafael langsung ******* nya.
ciuman Rafael membuat Karina hanyut dalam permainan nya dan itu membuat Rafael sangat senang, tangannya pun tidak tinggal diam dia membuka satu persatu kancing baju Karina dengan cepat dia sudah tidak tahan lagi untuk mencicipi satu persatu di tubuh istri nya, apalagi dada Karina sekarang ada isinya pasti itu membuat permainan Rafael sangat puas dan bergairah, Karina menepuk dada Rafael karena dia sudah kehabisan nafasnya Rafael mengerti dan melepaskan ciuman mereka dan di situ karina langsung menghirup udara dengan rakus sedangkan Rafael hanya terkekeh melihat nya.
" kamu mau bunuh aku bukan sih " kata Karina, dengan kesalnya.
Rafael tidak menjawab dia mencium kening Karina lama setelah itu dia langsung mencium leher Karina dan tidak lupa untuk menghirup aroma Karina yang sangat candu oleh nya bukan hanya menciumnya tetapi menjilat nya sampai Rafael membuat tanda di sana. setelah puas dengan karyanya dia kembali menyelusuri kebagian bawahnya tepatnya di dada Karina. Karina hanya bisa mendesah dengan permainan Rafael ini tubuhnya emang sensitif dan itu membuat Rafael sangat senang.
mereka bermain sepanjang malam, dan beruntung sekali triplet tidak bangun dan suara suara laknat mereka tidak terdengar oleh anak anaknya. sekarang sudah pukul eman pagi Rafael langsung bangun dan mandi dia akan mengantarkan Kaila ke sekolah dan membuat kan bekal untuknya. Rafael mengerti pasti Karina sangat capek karena kemarin malam Rafael tidak memberi Karina untuk istirahat. setelah mandi Rafael langsung ke kamar Kaila memastikan kalau anaknya itu sudah bangun atau belum.
__ADS_1
" pagi anak ayah yang paling cantik " kata Rafael, ya melihat Kaila yang baru selesai memakai seragam sekolah nya.
" pagi ayah " kata Kaila dengan senyum.
" kalau sudah selesai langsung ke bawah ya, kita akan sarapan pagi " kata Rafael, dan Kaila mengangguk.
di bawah Rafael sedang membikin roti bakar untuk nya dan untuk Kaila dan tidak lupa buat bekal Kaila, untuk sekarang Kaila hanya bawa bekal roti dan beberapa cemilan saja. bundanya sekarang sedang kelelahan jadi tidak bisa menyiapkan bekal untuk Kaila. Kaila yang bagus selesai langsung ke dapur tetapi dia heran karena yang menyiapkan sarapan pagi dan bekalnya itu ayahnya bukan bundanya.
" ayah, bunda mana ko ayah yang menyiap pin nya " kata Kaila duduk di sebrang ayahnya.
" bunda masih tidur, karena kelelahan jadi sekarang ayah yang menyiapkan nya oh ya bekalnya hanya ini tidak masalah kan " kata Rafael, sambil melihatkan isi bekal Kaila.
" iya tidak apa apa, ayah tidak ke kantor " kata Kaila, di baru sadar kalau ayahnya hanya pakai baju rumahan tidak pakai baju kantor nya.
" ayah sekarang libur " kata Rafael, menaruh roti bakar dan susuknya di samping Kaila.
Kaila senang, sepulang sekolah ia akan berbicara kepada ayahnya untuk rencana liburannya mudah mudahan ayahnya setuju untuk berlibur bareng dia sudah sangat menantikan momen itu. setelah makan Rafael langsung mengantar Kaila ke sekolah dia tidak pamit ke Karina karena Karina masih tidur dan bayinya pun masih tertidur.
Karina terbangun karena suara bayinya, dia rasanya tidak ingin bangun dari tidurnya apalagi badannya sangat remuk gara gara Rafael dia melihat ke kanan tempat tidur Rafael Karina baru sadar kalau Rafael tidak ada di sampingnya dan dia melihat jam di handphone nya ternyata sekarang sudah jam tujuh pasti Rafael sedang mengantar Kaila ke sekolah.
" sebentar nak " kata Karina, dia masih duduk di sana dan tangisan triplet semakin kencang.
" apa yang haru aku siapa kan? " kata Rafael.
" siapkan air hangat untuk mereka, di baskom bayi. dan mandikan mereka satu satu " kata Karina yang masih menggerakkan otot nya yang kaku.
Rafael mengerti dia sudah bisa memandikan bayi karena waktu Kaila kecil Rafael juga pernah memandikan Kaila kalau dia tidak sibuk ia akan mengurus Kaila sendiri tanpa di bantu oleh mamahnya, makannya itu Rafael masih mengerti cara memandikan bayi dan jug memakai baju nya. setelah siap air hangat nya Rafael membawa Devan terlebih dahulu untuk memandikannya sampai semuanya mandi.
setelah mandi semuanya Rafael langsung memakaikan mereka baju dengan baik, Karina yang melihatnya hanya tersenyum suaminya sangat bertalenta mengurus triplet.
" oke sudah sayang, habis itu aku harus apa lagi " kata Rafael, yang melihat jagoan kecilnya ini sudah sangat tampan.
" di kulkas ada bubur yang aku buat kemarin, kamu panaskan dan suapi mereka ya " kata Karina, dia sangat senang waktu paginya di ambil oleh Rafael.
Rafael mengangguk sebelum ke dapur Rafael membawa anaknya itu ke bawah tempat tidur di sana sudah di sediakan tempat buat bayi makan sekalian mereka berjemur di sana, kamar mereka sangat luas. Karina hanya melihat saja dia habis ini akan mandi dan beres beres rumah mumpung Rafael ada di sini jadi triplet bisa Rafael yang megang.
beberapa menit kemudian Rafael menghampiri anaknya yang sedang melihat ke arah luar, di sana banyak burung yang lewat dan mereka sangat senang melihatnya, Rafael langsung menyuapi ketiga bayinya itu dengan baik rasanya sangat senang dia bis membantu Karina di rumah.
" anak ayah ini sangat lapar ya nak " kata Rafael, mengobrol dengan ke tiga bayinya sedangkan bayi mereka hanya tersenyum saja.
__ADS_1
Karina yang baru selesai mandi langsung melihat Rafael yang sedang mengobrol dengan anaknya, ya mereka tidak tau apa yang di katakan ayahnya tetapi setiap ayahnya tersenyum mereka pun ikut tersenyum. karena mereka sedang asik Karina ke luar kamar dan langsung ke dapur dia harus banyak makan karena anaknya masih butuh asi dia jadi sekarang ia sedang masak nasi goreng untuk dia kalah Rafael nanti saja pas makan siang Karina akan masak lagi.
pas Karina sedang asik makan, bell rumah berbunyi Karina langsung berjalan keluar untuk tau siapa yang datang ke rumahnya.
" ehh mamah, bunda ayo masuk " kata Karina, yang ternyata mamah mertuanya dan bunda yang datang.
" di mana triplet sekarang?" kata mamah Veena, yang melirik lirik karena rumahnya sangat sepi sekali.
" sebentar, mereka ada di kamar sama Rafael " kata Karina, langsung berlari ke atas menghampiri anaknya dan Rafael.
" kamu kenapa lari lari seperti gitu?" kata Rafael, yang melihat Karina baru masuk ke kamar dengan buru buru.
" itu di bawah ada mamah dan bunda, ayo bawa mereka ke bawah " kata Karina, menggendong David. sedangkan Devan dan Daren di gendong oleh Rafael.
omah dan neneknya pun langsung bahagia pas cucu tampannya ini yang lagi ada di gendongan orang tuanya.
" astaga, sudah lama kita tidak ketemu boy " kata mamah Veena, mengambil David yang ada di gendongan Karina.
sedangkan Devan dan Daren di taru di bawah di sana sudah banyak mainan yang sudah di sediakan oleh Rafael, mereka sangat senang kalau rumahnya sangat ramai seperti gini apalagi kalau sudah ada Kaila mereka tidak akan melepaskan tatapan mereka dengan kakak cantik nya itu.
" kalian aktif banget si boy, Oma jadi gemes " kata mamah Veena, yang melihat triplet bermain bersama.
" emang mah, sangat aktif sampai rumah ini seperti kapal pecah semua di lempar mainan nya " kata Karina, mengadu ke mamah mertuanya dan bundanya.
sedangkan orang tua mereka hanya tersenyum, ya gini kalau resiko punya tiga anak yang super aktif harus ekstra untuk menjaganya apalagi mereka sedang belajar untuk merangkak dan itu Karina harus hati hati melihat mereka.
" kamu harus kuat menjaga mereka, lihat mereka tidak tau tempat jual untuk belajar merangkak jadi kamu selalu awasi mereka " kata bunda, menasehati Karina dan Karina mengangguk dan tersenyum.
Rafael yang melihatnya hanya tersenyum saja, emang bayi tampannya ini sedang belajar merangkak lihat saja mereka bergantian untuk menungging ke depan dan belakang itu sangat lucu.
" astaga kalian membuat kami takut kenapa napa " kata mamah Veena, yang melihat cucu nya seperti gitu. sedangkan Karina dia hanya biasa saja karena dari kemarin anaknya emang sering begini dia hanya mengawasi saja.
" kamu sudah masak makan siang?" kata bunda, melihat ke arah Karina. dan Karina langsung menggeleng tanda ia belum masak untuk makan siang.
" baiklah, karena papah dan ayah mu akan datang jadi biar mamah dan bunda mu yang masak. dan Rafael sebentar lagi Kaila pulang sekolah lebih baik kamu jemput cucu cantik ku itu " kata mamah Veena, berjalan ke dapur dan di ikuti oleh bunda Adelia.
Rafael mengangguk dan langsung ke kamar untuk mengambil kunci mobil nya, tetapi pas Rafael ingin ke atas Karina memegang tangan Rafael membuat Rafael kembali duduk.
" ada apa sayang, apa ada yang sakit?" kata Rafael, mengelus kepala Karina. dan Karina menggeleng dengan cepat, membuat Rafael bingung.
__ADS_1
" bantu aku bawa mereka ke kamar bawah, mereka sudah mengantuk " kata Karina, dengan senyum. Rafael pun langsung membawa tiga bayinya sekaligus di gendongannya membuat mereka tertawa karena ayahnya sangat kuat untuk membawa tiga bayi gembul itu.