
Selesai dengan sarapan, Kaila dan Karina langsung berangkat ke sekolah Kaila. dan Karina langsung berangkat ke kantor lagi, tetapi tiba tiba Karina seperti melihat seseorang yang mematai Kaila masuk. Karina tidak tau itu siapa tetapi itu beda dengan bawahan Rafael karena dia seperti sedang menyamar. tanpa basa basi Karina langsung memotret dua orang yang sedang diam dari jauh di tempat sekolah Kaila. Karina langsung menyuruh supir pribadi Rafael bergegas cepat berangkat ke kantor, Karina ingin beri tahu ke Rafael soal ini.
Sesampainya di kantor Karina langsung berlari ke ruangan Rafael, banyak karyawan yang melihat aneh dengan kelakuan Karina tetapi Karina tidak peduli dengannya, yang Karina cemas sekarang adalah Kaila. sesampainya Karina di ruangan Rafael Karina tidak mengetuk pintu ruangannya, dia langsung masuk kedalam dan Rafael terkejut kalau Karina tiba tiba masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi
" Ada apa Karina, kenapa kamu buru buru begini?" Kata Rafael, yang ikut cemas melihat Karina seperti begini
" Rafael, aku tadi melihat dua orang yang seperti sedang menunggu seseorang. tetapi dua orang itu melihat ke arah Kaila, apa itu bawahan mu atau bukan " kata Karina, yang tidak canggung lagi dengan Rafael
" Aku emang menyuruh dua orang bawahan ku untuk menjaga Kaila di sekolah " kata Rafael
Karina tidak percaya kalau itu bawahan Rafael, karena dia menyamar. dan Karina langsung mengasih foto ke Rafael yang dia potret tadi di sekolah Kaila.
" Ini bukan bawahan ku Karina. aku yakin ini orang suruhan Sheila " kata Rafael, dengan muka marahnya
Dan cepat cepat Rafael menghubungi bawahannya untuk memintai dua orang yang di sebutkan oleh Karina tadi. Rafael geram dengan Sheila, wanita itu engga ada habisnya untuk mengambil Kaila darinya.
" Karina, gimana kalau kamu sementara tinggal di rumah ku saja " kata Rafael
" Kenapa, apa itu orang jahat yang di ceritakan kaila kemarin " kata Karina
" Ya, dia orang suruhan Sheila, mantan istri ku yang mau mengambil kaila dari ku " kata Rafael
" Baik, aku bakal tinggal di rumah mu sementara " kata Karina, di juga ikut panik dengan omongan Rafael tadi
" Sekarang kita ke rumah mu, untuk mengambil pakaian mu. dan kita jemput Kaila di sekolah nya " kata Rafael
" Gimana dengan kerjaan ku, aku juga tidak mau di bilang karyawan yang malas " kata Karina
" Tenang, biar sekretaris ku yang urus. sudah ayo kita berangkat sekarang " kata Rafael, yang mengajak Karina cepat
" Tunggu, kalau kita keluar bareng yang ada pada mereka pada aneh melihat kita yang buru buru begini " kata Karina, yang memberhentikan jalan Rafael
" baik, kalau gitu aku dulu untuk ke parkiran untuk mengambil mobil. dan kau tunggulah di luar kantor " kata Rafael, yang langsung keluar dari ruangan dan menuju ke parkiran
__ADS_1
selesai Rafael keluar Karina menunggu beberapa menit untuk keluar juga, Karina tidak mau karyawan di sini melihat Karina dan bosnya itu. jadi Karina lebih baik menunggu seperti tidak terjadi apa apa dan mereka tidak bakal curiga juga, Karina pun langsung ke luar ruangan Rafael, yang menurut Karina ini pas dengan ke adanya. Karina juga langsung ke lantai bawah untuk menunggu Rafael yang ada di parkiran. sesampainya di bawah Karina melihat kalau Rafael sudah menunggu di bawah, dan Karina pun langsung bergegas masuk ke dalam mobil Rafael dan kami pun langsung berangkat ke rumah Karina terlebih dahulu untuk mengambil barang setelah itu langsung ke sekolah Kaila untuk membawa Kaila pulang.
selesai mengambil barang di rumah Karina, kami langsung berangkat menuju sekolah Kaila. Rafael sudah memberitahukan kepada bawahannya untuk fokus terhadap dua orang yang Karina sebut tadi. di sekolah Kaila bodyguard Rafael sudah menunggu kedatangan bosnya ini, Rafael langsung bertanya ke bawahannya tentang dua orang itu yang memintai Kaila.
bawahannya itu bilang itu benar, kalau mereka adalah orang bawahan Sheila untuk memintai Kaila di sekolah nya, mereka juga mengatakan kalau mereka sudah mencari info tentang keberadaan Sheila dan semua bawahannya. Rafael langsung masuk ke dalam sekolah an Kaila, dia ingin membawa Kaila pulang ke rumah, Rafael engga bakal tenang kalau Sheila masih ada lingkungan sini apalagi dia tidak bakal menyerah untuk mendapatkan Kaila dengan cara liciknya. Karina tau kalau ayah anak satu itu sedang panik dan marah, melihat mantan istri nya yang kembali ke dunia mereka berdua. apalagi Karina melihat ada benci di wajah Rafael melihat Rafael seperti begitu membuat Karina merinding. selagi Karina dan bawahan Rafael menunggu di luar, Karina melihat Rafael membawa Kaila untuk pulang ke rumah.
sesampainya di rumah, Kaila bingung kenapa ayahnya ini membawa pulang yang sedang belajar dan itu juga belum waktunya pulang. kaila melihat Karina yang tersenyum mengisyaratkan bahwa Kaila jangan banyak tanya dulu ke ayahnya, seperti tau syarat dari Karina anak itu langsung diam dan langsung naik ke atas untuk ke kamarnya. Karina melihat wajah Kaila yang sedih tercampur marah, Karina langsung menenangkan Rafael yang masih kesal itu. Karina menyuruh Rafael ke kamar untuk istirahat sebentar melihat Rafael yang melihat berantakan seperti gitu.
Karina langsung masuk ke kamar Kaila, bisa di lihat anak itu lagi diam di atas kasurnya dengan muka kesalnya. Karina menghampiri nya dan duduk di samping Kaila.
" ka, kenapa ayah membawa ku pulang cepat. dan di situ aku sedang belajar " kata Kaila, yang masih kesal itu
" ayah mu membawa mu pulang, karena dia cemas dengan mu " kata Karina, dengan mengelus rambut Kaila
" cemas kenapa, kan aku di sekolah terus juga aku di jaga sama bawahan ayah " kata Kaila
" Kaka engga tau detailnya, yang Kaka tau ayah mu itu ingin menjaga mu dari orang jahat " kata Karina
" emang ada orang jahat yang mau menculik ku " kata Kaila
Karina pun membahas yang lain, biar Kaila tidak membahas tentang tadi. dan ya itu berhasil kalau dikit dikit Karina harus bersabar menghadapi nya.
karena ini sudah siang, Karina menyuruh Kaila untuk tidur siang. dengan beralasan kalau Kaila baru pulang sekolah dan itu pasti cape. akhirnya Kaila pun ikut perintah Karina, dia langsung tertidur dengan Karina yang mengelusi rambut Kaila. Karina langsung ke bawah apa Rafael sudah berangkat lagi atau masih disini, sesampainya di bawah Karina melihat kalau Rafael lagi tidak baik baik. melihat muka yang kacau dan pandangan seperti orang yang sudah mati. Karina pun mendekati Rafael yang diam seperti patung.
" kau baik baik saja?" kata Karina, yang membuat Rafael kembali dengan keadaannya
dia tidak menjawab, tetapi dia tetep melihat wajah Karina dengan lekat, Rafael engga berkedip melihat wajah Karina dan itu membuat jantung Karina berdetak kencang entah kenapa dengan keadaan kaya gini Karina bener bener engga bisa menggerakkan badannya sama sekali.
tiba tiba Rafael memeluk Karina dengan erat, ada hembusan nafas yang berat dari Rafael. Karina merasakannya itu, Karina tau Rafael sedang cemas dengan keadaannya seperti gini. memiliki trauma yang cukup parah membuatnya sekarang seperti orang mati yang tidak berdaya.
" aku harus gimana " kata Rafael, yang masih ada di pelukan Karina
" kau sudah makan?" kata Karina, dan mendapatkan gelengan kepala dari Rafael.
__ADS_1
" kau harus makan dulu, kalau kau tidak mengisi daya gimana kau ingin menjaga Kaila " kata Karina
" aku takut Rin, aku takut kalau dia mengambil Kaila dari ku. dia bener bener jahat, dia perempuan jahat yang membuat ku sakit " kata Rafael, dan Rafael menangis di pelukan Karina
Karina tau keadaan Rafael sekarang, pasti orang mengatakan dia itu laki laki harusnya dia bisa tegas dan berani. tetapi kalau namanya masa lalu yang membuat nya sakit dan sedikit ketakutan itu tidak ada di Kamus hanya untuk perempuan pasti laki laki pun merasakan hal seperti ini. dan itu ada di kehidupan Rafael sendiri, apalagi dia yang membesarkan anaknya sendiri dan membawa anaknya itu menjadi seorang yang ramah dan baik, dia mengajarkan anaknya dengan baik dan benar.
" apa rencana mu?" kata Karina
" rencana ku sekarang membawa Kaila pergi dari sini " kata Rafael, sambil melepaskan pelukannya
" tetapi sebelum meninggalkan negeri ini, aku ingin menikahi mu dulu " sambung Rafael
Karina shock yang di katakan Rafael tadi, dia ingin pergi dari negeri ini dan membawa Kaila. tetapi sebelum pergi dia ingin menikahi Karina. Karina melihat bola mata Rafael apa dia sedang bercanda soal ini atau dia sedang apa ini, kenapa mendadak seperti begini.
" Rafael, apa kamu sedang bercanda " kata Karina, yang masih shock
" aku tidak bercanda, aku bener bener ingin pergi dari negeri ini dengan Kaila, tetapi sebelum pergi aku ingin menikahi mu " kata Rafael, dengan serius
" kamu menikahi ku hanya untuk Kaila saja?" kata Karina
" bukan buat Kaila saja tetapi untuk ku, bantu aku menyembuhkan trauma ku ini " kata Rafael, dengan sungguh
" Rafael kau tau, kalau menikah itu buka permainan. semua orang pasti ingin menikah sekali seumur hidup. apa kau berpikir soal ini " kata Karina, yang engga habis pikir soal ini
" aku tau, pernikahan itu hanya sekali seumur hidup semua orang pun mau seperti gitu, makannya itu bantu aku menyembuhkan nya " kata Rafael
" kapan bakal pergi ke luar negeri nya?" kata Karina
" peroyek yang aku bangun sebentar lagi selesai, dan setelah itu aku bakal menikahi mu dan kita bakal pergi dari sini " kata Rafael, yang membuat Karina membulat kan matanya
" kamu setuju kan, dengan rencana ku ini " sambung Rafael, sambil melihat Karina
" kalau kita pergi, kerjaku terus kerjamu gimana " kata Karina, dan melihat Rafael hanya tersenyum saja
__ADS_1
" itu engga usah di pikirkan, aku sudah ada rencana pergi dari sini dan untuk pekerjaan aku sudah mendapatkan nya " kata Rafael, dengan tersenyum