
di dalam kamar Kaila, Karina sedang membantu Kaila untuk merapihkan pakaian dan buku buku yang di bawa Kaila tadi. sedangkan Kaila dia sedang membersihkan badannya. setelah Kaila ke luar dari kamar mandi dia langsung memakai baju tidur yang sudah di siapkan oleh bundanya tadi. Karina sudah ke luar kamar dari tadi karena ada suaminya juga yang harus dia bantu.
di dalam kamar Karina melihat Rafael sedang asik dengan laptopnya, jadi Karina membersihkan badan terlebih dahulu sebelum Rafael. selesai mandi karina menyuruh Rafael untuk membersihkan badannya dan sedangkan karina dia langsung ke bawah untuk masak makan malam suaminya karena dia dan Kaila sudah makan jadi dia hanya bikin sedikit hanya untuk suaminya saja.
beberapa menit makanan pun sudah selesai dan Rafael pun juga sudah ada di bawah, Karina menemani Rafael makan malam. Rafael bilang dia tidak enak kalau makan sendiri jadi ya sudah Karina temani.
" gimana pekerjaan mu, apakah lancar " kata Rafael
" iya lancar, tapi aku masih beradaptasi dengan karyawan di sana " kata Karina
" tidak apa apa nanti kamu bakal senang ko kerja di sana " kata Rafael.
setelah selesai makan, Rafael langsung duduk di ruang tengah sedangkan Karina membersihkan piring kotor yang tadi. kalau Kaila dia sedang ada di kamar mengerjakan pr yang akan di kumpulkan besok.
di sana Rafael juga mengajarkan Karina bahasa Inggris. mereka sama sama menolong satu sama lain. karena ini sudah larut malam mereka pun langsung ke kamar untuk tidur, besok mereka akan beraktivitas kembali. sebelum ke kamar Karina ingin melihat kamar Kaila, dan di sana Kaila sudah tertidur pulas dan nyaman.
Karina dan Rafael langsung menutup pintu kamar kaila dan mereka langsung pergi ke tempat kamar mereka.
di kamar mereka. mereka langsung tidur, karena hari ini adalah hari yang lelah menurut mereka, apalagi Rafael di bukan lelah dengan pekerjaan saja tetapi dengan kelakuan Sheila yang ingin mengambil anaknya kekayaannya.
Rafael melihat istrinya ke luar kamar mandi, dan sekarang bagian dia untuk mencuci muka dan sikat gigi terlebih dahulu. Karina sudah ada tempat tidur sambil memainkan handphone nya. dia kangen dengan bunda dan ayahnya sudah dua bulan dia di sini.
" sayang kau belum tidur " kata Rafael, yang habis dari kamar mandi dan melihat Karina yang sedang memainkan handphone.
" belum, nunggu kamu " kata Karina dengan senyumnya.
Rafael langsung menghampiri Karina dan memeluk Karina, dia sedang kangen dengan istrinya. seminggu ini dia selalu pulang malam dan berangkat pagi itu pun istrinya tidak tahu, Rafael hanya mengirimkan pesan kepada Karina. dan di kantor pun dia tidak ketemu Karina kalau mereka satu perusahaan tetap saja Rafael dan Karina jauh.
" aku kangen banget sama kamu " kata Rafael, sambil memainkan rambut Karina
" kamu terlalu sibuk akhir akhir ini, jadi aku jarang ketemu dengan mu " kata Karina
" ya kerjaan aku kan bukan di sini saja, di Jakarta juga ada " kata Rafael
Karina hanya senyum emang bener pekerjaan Rafael bukan di sini saja di Jakarta pun ada, bukan itu saja soal Sheila mantan istrinya pun dia selalu turun tangan.
__ADS_1
" oh ya soal Sheila gimana, apa dia sudah menyerah atau masih mencari " kata Karina.
" dia masih mencari Kaila. tapi tenang saja dia tidak pernah bertemu dengan kita " kata Rafael
dia tidak mau menceritakan semuanya ke Karina, dia takut jadi bahan pikiran oleh Karina. Rafael tidak mau itu terjadi.
" ayo tidur ini sudah malam, besok kita akan beraktivitas kembali " kata Karina
Rafael pun mengangguk dan mereka langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Rafael mencium bibir dan kening Karina.
" selamat malam sayang ku, aku mencintaimu " kata Rafael, langsung memeluk Karina dan mereka tertidur dengan nyenyak.
di Jakarta, Sheila sedang frustasi mencari Rafael dengan Kaila. dan Reza pun yang ada di sana hanya ketawa sinis melihat Sheila yang menurut dia sangat gila.
" sudah lah, lebih baik kau tidur dulu. besok kita akan cari tahu lagi keberadaan Rafael " kata Reza
" terus aja ngomong gitu, kalau kaya gitu terus kapan ketemu Rafael nya " kata Sheila. yang agak kesal dengan Reza
" kamu tidur sekarang ini sudah malam. kalau kamu kaya gini terus kapan berhasil ketemu Rafael " kata Reza, langsung membawa Sheila ke kamarnya.
Reza sudah engga betah di sini melihat kelakuan Sheila yang sangat bodoh. ini membuat waktu Reza dan pacarnya tidak jadi ke temu. di kamar Reza langsung menidurkan Sheila dan mengatakan kalau besok kita bakal mulai kembali. Sheila pun percaya dan langsung tidur.
dia pun langsung keluar dari apartemen Sheila, dan langsung balik ke markas untuk merencanakan besok bersama Sheila.
di pagi hari Karina sudah bangun terlebih dahulu. dia melepaskan pelukan suaminya, tetapi pas Karina memegang tangan Rafael ada yang berbeda dengan tubuh Rafael. Karina langsung duduk dan memegang kening Rafael.
dan benar saja kalau Rafael demam. bisa dilihat kalau mukanya sudah pucat, dia langsung membangunkan Rafael untuk melihat keadaannya.
" Rafael bangun, apa yang merasa sekarang " kata Karina
" pusing banget " kata Rafael. dia tidak bisa tidur semalaman karena kepala nya yang sangat pusing.
Karina langsung memanggil supir pribadi Rafael untuk membawa Rafael ke rumah sakit. dan Karina juga bilang ke bodyguard Rafael untuk membangunkan Kaila dan mengantarkan Kaila ke sekolah nya, kalau Karina belum pulang dari rumah sakit.
mereka semua mengerti, dan sekarang Karina langsung jalan ke rumah sakit. di sana Rafael hanya diam sambil memeluk Karina dia lebih nyaman seperti gini. sesampainya di rumah sakit Rafael langsung di bawa ke ruangan dan Karina menunggu dokter yang sedang memeriksa keadaan Rafael.
__ADS_1
di sana juga ada supir pribadi Rafael Karina menyuruh nya jangan dulu pulang, karena Karina bahasa Inggris nya belum terlalu lancar jadi Karina meminta bantuan oleh supir pribadi nya Rafael. setengah jam kemudian dokter pun keluar dari ruangannya.
dokter mengatakan kalau Rafael kurang vitamin, dan kurang makan. jadi Rafael bakal di rawat dua hari ke dapan untuk melihat kondisi selanjutnya. Karina hanya diam, ini pertama kalinya dia berumah tangga, suaminya sakit dan harus di rawat disini.
setelah Rafael di pindahkan ke ruangan lain, Karina langsung menghubungi bodyguard Rafael untuk melihat kondisi Kaila sekarang.
bodyguard itu mengatakan kalau Kaila ingin ketemu bundanya dan ayahnya. Karina langsung menyuruh mereka membawa Kaila ke sini. dan Kaila libur sekolah untuk hari ini.
sesampainya Kaila di rumah sakit, dia langsung berlari menghampiri Karina yang sedang duduk di luar. dia tidak mau di dalam karena Rafael sedang istirahat jadi lebih baik dia duduk di sini.
" bunda, ayah gapapa kan " kata Kaila, yang sedang menahan nangis
" engga apa apa sayang, jangan menangis ya. sekarang Kaila harus berdoa kalau ayah bakal sehat kembali " kata Karina, sambil mengelus rambut Kaila
Kaila mengangguk dia hanya bisa melihat ruangan ayahnya, sebenarnya dia ingin masuk kedalam, tetapi Kaila urungkan karena ayahnya pasti sedang istirahat. jadi Kaila bakal masuk bareng bunda saja nanti.
" maff, nyonya saya membawakan makanan untuk nyonya dan Noona muda " kata bodyguard yang mengantarkan Kaila ke sini
" loh, Kaila belum makan nak " kata Karina
" maff, nyonya tadi Noona muda tidak mau makan, karena bunda dan ayahnya tidak ada di sini " kata bodyguard itu.
" yasudah tidak apa apa, makasih sudah membawa makanan " kata karuan. dan bodyguard itu mengangguk dan pergi.
" ayo kita makan dulu, anak bunda tadi belum makan kan " kata Karina, langsung menyuap kan makanan ke Kaila.
setelah menyuap kan makanan ke Kaila, sekarang bagian dia untuk makan. dia harus sehat karena kalau dia sakit siapa yang akan rawat suaminya dan anaknya. setelah itu mereka langsung masuk ke dalam ruangan, ternyata di sana Rafael sudah bangun. dia melihat istri dan anaknya menghampiri nya.
" ayah. ayah engga apa apa kan " kata Kaila. langsung berlari menghampiri ayahnya.
" ayah engga apa apa nak, kan ada anak ayah yang cantik ini di sini jadi ayah sudah agak sehat " kata Rafael. dia tidak mau anaknya ini khawatir melihat keadaan nya.
" kamu harus banyak istirahat kata dokter, jangan banyak gerak " kata Karina
" aku engga sakit parah loh. ko sampai segitunya sih " kata Rafael, sambil cemberut
__ADS_1
" sudah kamu harus nurut sama aku. kalau engga ada Kaila bakal lebih dari ini " kata Karina , membisikkan kata-kata tadi ke Rafael
Rafael hanya menelan ludah saja, dia tahu istrinya marah gara gara apa. dia agak nyesel dengan dirinya. karena dia yakin kalau dia tidak akan jatuh sakit, tetapi itu tidak benar lihatlah sekarang dia sedang ada di rumah sakit.