MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 77


__ADS_3

" puas ko sayang tetapi menurut kalau kita melakukannya setiap hari itu akan sangat puas " kata Rafael, yang masih betah tangannya itu di d**a Karina.


Karina membiarkan nya saja sama kelakuan Rafael ini lagian kalau dia mencegah pasti Rafael akan tetap melakukannya. Karena Karina sudah terangsang dengan kelakuan Rafael diam langsung menaruh handphone nya sembarangan dan langsung duduk di pangkuan Rafael. Rafael yang melihatnya hanya sangat senang dia tahu istrinya ini sudah terangsang karena ulah ia sendiri.


Karina tanpa basa basi ia langsung mencium bibir Rafael dengan lembut Rafael yang mendapatkan ciuman dari istrinya itu hanya bisa tersenyum dan membalasnya.


" ayo sayang kita lanjutkan di kamar " kata Rafael, dia langsung menggendong istrinya itu sesekali mencium bibir istrinya Karina hanya bisa pasrah, entah kenapa hormon suaminya ini sangat meningkat akhir akhir ini.


Dia tidak mau tahu besok hari Senin, suaminya harus mengurus keperluan sekolah anak anak dan juga mengantarkan anak anaknya ke sekolah dia hanya ingin istirahat seharian untuk besok, dari pagi tadi di sudah sibuk untuk menyiapkan makan malam bersama keluarga nya dan sekarang Rafael meminta jatah nya dan Karina pasti tahu kalau Rafael akan melakukannya tidak hanya sekali dia sangat kuat kalau sudah di ranjang.


Di pagi hari Rafael terbangun terlebih dahulu, dia melihat kesamping kalau istrinya masih sangat nyenyak tidurnya dia merapihkan rambut nya yang menutupi wajah cantik nya itu. Rafael terkekeh dengan tidur Karina mulut yang terbuka dikit itu membuat Rafael sangat gemas. Dia mencium bibir Karina sekilas dan langsung berjalan ke arah kamar mandi. Sekarang waktunya dia untuk menyiapkan semua keperluan anak anaknya.


" ayah, di mana bunda " kata David, yang baru keluar dari kamarnya pas sama dengan ayahnya pun keluar dari kamar nya.


" masih tidur, panggil saudara kembar mu untuk sarapan dan jangan lupa ka Kaila nya di panggil juga ya. Ayah akan menyiapkan sarapan untuk kalian " kata Rafael, David mengangguk dan masuk kembali ke kamarnya untuk membangunkan saudara kembarnya itu.


David mengerti pasti bundanya capek kemarin, seharian penuh menyiapkan makan malam bersama. Jadi dia akan membantu ayahnya untuk membangunkan kakak dan juga saudara kembarnya.


Rafael sudah ada di dapur, untuk menyiapkan sarapan mereka bi Nina juga di sana untuk membantu Rafael menyiapkan sarapan dan juga bekal buat anak anaknya.


" bibi siapin bekal buat anak anak ya. Aku mau ke kamar anak anak dulu " kata Rafael, bi Nina pun mengangguk karena sarapan sudah di susun rapih di meja makan sekarang tinggal bekal mereka saja yang sedang di siapkan oleh bi Nina.


" selamat pagi bi Nina " kata triplet dengan kompaknya, dan langsung duduk di kursi meja makannya.


" pagi tuan tampan " kata bi Nani, dengan senyum ya mereka menyuruh bi Nina itu dengan sebutan tampan jadi bi Nina hanya mengangguk setuju saja.


" pagi bi " kata Kaila, yang baru sampai di meja makan.


" pagi juga, non " kata bi Nina. Yang baru selesai dengan bekal mereka.


" nah ini bekal kalian, jangan lupa di makan ya " sambung bi Nina, dan mereka semua langsung mengambil satu persatu bekalnya.


" makasih bi " kata mereka serempak, bi Nina hanya mengangguk dan tersenyum.


Rafael pun datang menghampiri mereka dan mereka semua langsung sarapan dengan diam, karena kalau sambil berbicara itu tidak baik dan juga mereka akan terlambat nantinya.


" ayo ayah, kita berangkat " kata devan, yang sudah baru selesai memakai sepatunya.


" tapi yah, apa bunda sudah tahu kalau kita akan berangkat sekolah " kata Daren.


" sudah, tadi ayah sudah bilang ke bunda. Yasudah ayo kita berangkat " kata Rafael, dan mereka semua langsung masuk ke mobil Rafael.

__ADS_1


Setelah mengantar kan anak anak ke sekolah, Rafael langsung di suguhkan oleh dokumen dokumen yang sangat banyak sekali. Rasanya ia ingin minta bantuan oleh istrinya tetapi dia tidak enak untuk membangunkan istrinya yang masih tidur. Pas Rafael sedang diam handphone nya berbunyi.


" hallo sayang, sudah bangun " kata Rafael, pas melihat kalau Karina lah yang menghubungi nya.


" hmm, baru saja bangun. Anak anak sudah sampai sekolah kan dan bekalnya juga sudah di bawa " kata Karina.


" ya sudah beres semua, dan sekarang kamu sarapan aku sudah menyiapkan nya tadi tinggal di hangat kan lagi saja " kata Rafael, dengan senyum tapi tidak bisa dilihat oleh Karina.


" iya aku akan sarapan nanti " kata Karina.


Telepon masih nyambung tetapi Rafael masih diam dia belum membalas percakapan Karina. dia bingung mau minta bantuan ke Karina tetapi kalau istrinya nanti sakit gimana. Karina yang ada di rumah dan tidak suara Rafael mengerti dengan keadaan Rafael sekarang. Hei, mereka sudah berumah tangga selama lima tahun jadi Karina mengerti kalau Rafael di sana tidak lagi baik baik.


" hey, sayang kenapa diam saja dari tadi. Apa ada sesuatu hmm?" kata Karina, dengan suara lembutnya.


" aku ingin minta bantuan oleh mu, tetapi aku takut kamu kecapean " kata Rafael, dia engga bisa bohong ke istri nya itu.


" bantuan apa, ya sebisa mungkin aku akan membantu mu " kata Karina.


" pekerjaan mu sangat banyak, aku minta bantuan mu untuk memeriksa dokumen ini " kata Rafael.


" baiklah aku akan ke sana nanti setelah sarapan, kamu tidak usah sungkan dengan ku. Aku kan istri mu jadi sebisa mungkin aku akan membantu mu. Yasudah aku mandi dulu yah dah " kata Karina, setelah itu dia mematikan hubungan seluler nya dengan Rafael.


Rasanya sangat senang bisa mempunyai istri seperti Karina, dia mengerti dengan keadaan dia sekarang. Rasanya dia selalu ingin di samping Karina terus.


" sayang, biar aku yang jemput anak anak sekalian beli makan siang kamu engga apa apa sendiri " kata Rafael, dia melihat jam dan sebentar lagi anak anak akan pulang sekolah.


" iya gapapa, yasudah cepat jemput nanti mereka akan cerewet kalau lama di jemput " kata Karina, yang matanya fokus ke berkas berkas yang ada di meja Rafael.


Rafael pun mengangguk dia langsung mengambil kunci mobilnya. Di luar ruangan ada sekretaris nya yang sedang sibuk juga dengan dokumen nya.


" Tara, istri ku ada di dalam tolong jaga dia sebentar. Aku ingin menjemput anak anak " kata Rafael.


" baik pak " kata Tara, sambil menundukkan kepalanya.


Rafael pun langsung bergegas menjemput anak anaknya itu. Emang benar kata Karina kalau ia terlambat di jemput mereka akan cerewet.


" ayah, kali aku bunda yang jemput " kata Kaila, melihat ayahnya yang sudah standby di pagar sekolah nya.


" bunda ada di kantor yasudah ayo kita jemput adik mu " kata Rafael, dan Kaila pun mengikuti ayahnya dari belakang.


" bunda di sini, kali aku ada di rumah " kata Daren, yang melihat bundanya sedang menulis di kertas yang engga di ketahui sama mereka.

__ADS_1


" bunda bantu ayah kerja, yaudah ayo kita makan dulu " kata Karina, menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya.


Dan mereka semua makan siang dengan tenang, tidak ada obrolan sedikit pun dari mereka sukanya Kaila atau triplet akan berisik tetapi sekarang dia diam dan menghabiskan makanan nya dengan bersih.


" kamu pulang saja sama anak anak, pasti capek " kata Rafael, dia tidak mau Karina kecapean.


" ayah, kami di sini saja dulu gapapa ko " kata Daren, dia seperti mengerti dengan keadaan ayahnya. Makannya itu ayahnya meminta bantuan ke bunda.


" iya bener, kamu di sini saja dulu " kata Kaila.


" tidak, kalian semua pulang saja. Kalian harus istirahat nanti ada Manajer ayah yang akan bantu " kata Rafael, dia ingin mereka istrirahat di rumah.


" baiklah aku pulang dulu, kalau belum selesai bawa pulang saja biar aku bantu " kata Karina.


" iya tenang saja. Kalian hati hati ya " kata Rafael, mereka pulang pakai sopir pribadi Rafael.


Karina mengangguk, mereka semua langsung pulang ke rumah sedangkan Rafael dia kembali bekerja dia ingin pulang cepat tidak mau lembur lagian setengah sudah di bantu oleh Karina.


" bunda Alex pulang dulu ya " kata Alex, yang baru selesai makan siang itu.


kemarin Alex menginap di rumah orang tuanya, di sana Alex banyak cerita ke bunda dan ayah tentang hilangnya Alex. bunda yang mendengarnya kasian melihat Alex tetapi dia berterimakasih sama warga sana yang sudah merawat Alex sampai sembuh. Rasanya bunda Adelia ingin sekali ke sana untuk menemui warga sana tetapi mendengar kan Alex cerita soal perjalanan dia ke kota dia urungkan sementara, tetapi suatu saat dia akan ke sana untuk mengatakan terimakasih sudah merawat putranya ini.


" balik lagi ke sini tidak?" kata bunda Adelia, yang baru selesai mencuci piring. Soal ayah zafran dia sudah di kantor dari pagi.


" Alex lihat jadwal dulu deh, kalau pulang cepat akan balik lagi " kata Alex, dia tidak bohong emang benar dia lihat jadwal dulu.


" baiklah, kalau pulang cepat pulang ke sini ya " kata bundanya Adelia dengan senyum, ia tahu kalau putranya mempunyai rumah sendiri Alex yang memberi tahu ke bunda dan ayah.


Alex emang menceritakan semuanya, hanya soal Sheila saja dia tidak menceritakan ke bunda. kalau ia ceritakan ke bunda pasti bundanya akan kepikiran terus dan itu tidak mau terjadi. Biar Alex dan Rafael lah yang mengatasi soal Sheila ini.


" baiklah, kalau begitu Alex pamit ya Bun " kata Alex, yang baru selesai memakai sepatunya.


" hati hati ya " kata bunda, Alex mengangguk dan langsung menjalankan mobilnya ke markas.


Di kantor Rafael masih sibuk dengan dokumen dokumen kerjanya. Dia mau ini cepat selesai dan ia akan ke tempat Alex untuk membicarakan soal Sheila kembali ia ingin menyelesaikan nya dengan cepat, Rafael ingin keluarga nya aman kalau mereka ingin ke luar rumah.


" Tara, dokumen ini tinggal beberapa. Kau bisa menyelesaikan nya?" kata Rafael, setelah melihat dokumen nya hanya tinggal dikit dia langsung berdiri dan berjalan ke ruang Tara.


" bisa tuan, saya juga sudah selesai dengan pekerjaan nya " kata Tara.


Rafael pun langsung membawa dokumen itu ke Tara, dia juga bilang ke Tara kalau dia akan ke tempat Alex. Tara mengerti dengan keadaan tuannya ini apalagi soal Sheila yang keluar dari penjara membuat tuan nya ini tidak tenang dengan keadaan keluarga nya.

__ADS_1


" makasih ya Tara, kalau begitu aku pergi dulu " kata Rafael, dia sangat senang mempunyai sekretaris seperti Tara ini.


" iya tuan, tenang saja " kata Tara, dengan senyum kecilnya.


__ADS_2