
Sesampainya di kantor Rafael sudah di sambut sama orang yang ikut andil membantu Rafael untuk menyelesaikan masalah dengan Sheila. di sana mereka sudah siap untuk berangkat menuju lokasi yang sudah Rafael sediakan, tidak lupa Morgan, Reza, Devan dan pak zordan dia juga ikut ke lokasi. sedang anzel dia yang membawa Sheila ke lokasi yang Rafael sediakan. kalian harus tau kalau anzel dan Sheila sudah menjalani hubungan dan mereka juga selalu hubungan badan setiap malam hari, apa semua orang tau soal ini?. tentu mereka tau soal ini karena emang rencana mereka semua hanya Sheila yang tidak tau soal ini.
sesampainya di lokasi, mereka sudah siap menyambut kedatangan Sheila dan anzel. sedangkan Sheila dan anzel masihndi perjalanan tadi anzel mengatakan kalau mereka akan makan malam dengan romantis dan ada hadiah spesial, dan itu membuat Sheila sangat senang dia yakin hadiah yang di beri oleh anzel bakal bagus dan tentunya mahal. sebenarnya Sheila ingin ke rumah orang tua Rafael nanti malam tetapi karena anzel mengajak dinner bareng apalagi ada banyak hadiah jadi Sheila akan ikut anzel terlebih dahulu soal Rafael masih ada hari esok ini.
sesampainya di tujuan, anzel meminta Sheila menutup matanya Sheila mengikuti yang anzel suruh dia sekarang sedang berjalan untuk menuju lokasi yang sudah ditetapkan sesampainya di sana Sheila di suruh duduk manis oleh anzel dan mengatakan kalau ia harus nunggu sebentar Sheila pun mengangguk dan duduk manis di sana.
" dia sudah duduk di sana " kata anzel, ke Rafael yang sedari tadi melihat mereka.
mereka semua mengangguk, Rafael langsung menuju ke Sheila yang duduk di sana sekarang gantian bukan anzel yang di sana tetapi Rafael lah di sana. sesampainya di sana Rafael membuka penutup mata sehila. Sheila yang melihat siapa orang itu sangat terkejut karena Rafael lah yang ada di sana bukan anzel tetapi ia sangat senang makan malam romantis ini bersama Rafael bukankah ini keberuntungan buat Sheila.
" sayang, akhirnya kamu datang di sini. kamu tau betapa kangennya aku dengan mu " kata Sheila, berdiri dari tempat duduknya dan memeluknya.
" sekarang duduk lah " kata Rafael, melepaskan pelukannya. Sheila mengangguk senang.
di sana ada makanan yang sudah di sediakan oleh Rafael, Sheila memakan makanan yang ada di sana beda dengan Rafael dia hanya melihat saja tidak peduli dengan Sheila yang sedari tadi tersenyum ke arahnya dia ingin cepat cepat selesai dan langsung pulang kerumah dia sangat kangen dengan istri cantiknya itu.
" sayang, kata anzel kamu mau kasih aku hadia. mana hadiahnya ko aku engga liat " kata Sheila, melihat ke kana dan ke kiri kalau di sana tidak ada apa apa.
" ohh, pengen hadiah. sebentar lagi akan datang " kata Rafael, dengan senyum miringnya.
Sheila sangat senang, pasti hadiahnya yaitu barang barang yang sangat mahal dia sudah tidak sabar untuk menunggu hadiah dari Rafael, kapan lagi dapat hadiah dari Rafael. pas Sheila sedang senyum ke arah Rafael datang lah beberapa orang yang membawa hadiah untuk Sheila. Sheila menengok ke arah samping betapa kagetnya kalau orang itu yaitu ada anzel, pak zordan, Morgan dua manajer Sheila dan Reza. dia sangat bingung sebenarnya ada apa ini kenapa mereka semua ada di sini.
" sayang, ini maksudnya apa ya?" kata Sheila, menengok ke arah Rafael.
" tadi katanya mau hadiah, nih hadiahnya sudah datang " kata Rafael, dengan santainya.
mereka semua hanya tersenyum miring, dan tidak lupa mereka memasang layar lebar di sana karena ada kejutan lain yang membuat Sheila hanya bisa diam. di sana Reza menayangkan kebusukan Sheila selama ini tidak ada sembunyikan semua nya di tayangkan sedangkan Sheila hanya diam tapi dia sangat takut sekarang. lelaki yang di sana hanya tersenyum miring sedangkan Sheila dia takut ada sesuatu lagi.
" gimana hadiahnya sangat bagus bukan " kata Rafael, setelah selesai menonton.
" oh ya bukanya kita ada satu hadiah lagi?" kata Reza, yang masih diam di sana.
" silahkan " kata Rafael, yang masih duduk santai di sana.
Sheila yang mendengar nya langsung ketakutan apa yang mereka akan lakukan, kenapa manajer nya tidak membantu membela dia. tetapi Sheila tidak melihat apa apa mereka hanya diam saja.
" sudah " kata Reza, dengan puasnya. sedangkan Sheila dia masih bingung apa yang di maksud Reza sudah?.
Ting....
__ADS_1
handphone mereka pun langsung berbunyi, Sheila langsung melihat apa yang ada di handphone nya itu pas Sheila membuka betapa terkejutnya kalau notifikasi nya sangat banyak dan Sheila bisa melihat ternyata tayangan tadi tayangan kan langsung di papan Billboard setiap jalan raya bukan hanya di Indonesia saja ternyata ini sudah masuk ke luar negeri tempat Sheila bekerja, dan di sana banyak yang meminta membatalkan kerja sama dengan Sheila bisa di bilang sekarang Sheila bener bener rugi besar.
" ini..ini.. engga mungkin, kalian bener bener keterlaluan " kata Sheila, yang berteriak ke mereka semua dan mereka hanya diam acuh tidak peduli dengan teriakan Sheila.
" bukankah anda tidak takut dengan ancaman saya?" kata Rafael, bangkit dari tempat duduknya.
" oh ya, anda juga saya keluarkan dari agensi saya. " sambung Rafael, dia langsung berpamitan ke mereka semua sedangkan mereka hanya mengangguk.
" Rafael tunggu.... aku minta maaf tolong jangan keluarin aku dari agensi aku janji tidak akan mengulangi lagi dan tidak akan menganggu rumah tangga mu " kata Sheila, berlari ke arah Rafael dan langsung bersujud ke Rafael.
sedangkan Rafael dia langsung pergi dari sana, dia tidak peduli dengan Sheila sekarang masalah dia dan Sheila sudah selesai biar mereka yang akan memberskan nya.
" sudahlah tidak perlu bersujud seperti gitu, sudah salah ehh tiba tiba minta maaf " kata Reza, dengan sinisnya.
setelah kepergian Rafael, datang lah beberapa mobil polisi di sana Rafael juga bekerja sama dengan polisi untuk menangkap Sheila. sehila yang melihatnya bener bener ketakutan, dia berjalan mundur dari sana tetapi di belakang Reza menahan Sheila untuk kabur di sana.
" bawa dia pak " kata Reza, polisi itu langsung membawa Sheila pergi dari sana.
" tidak...tidak... aku tidak mau, lepaskan aku. aku tidak bersalah mereka semua lah yang bersalah lepas aku bilang lepas kan aku. kalian liat saja nanti aku akan balas dendam dengan kalian semua!!" kata Sheila, memberontak untuk melepaskan nya.
sedangkan mereka hanya diam dan tidak takut dengan ancaman Sheila. toh dia saja sudah tidak punya apa apa di sini ngapain juga mereka takut, akhirnya mereka bebas bulan dari Sheila itu.
" alah pacaran sudah lama tapi tidak nikah nikah " kata anzel, meledek Reza.
" heyy, tenang saja aku akan menikahinya tunggu saja undangan dari ku. dari pada mu masih jomblo " kata Reza, meledek anzel. sedangkan mereka hanya tertawa kecil melihat kelakuan mereka.
" sudah sudah ayo pulang " kata Morgan, dan mereka langsung pulang masing masing.
sesampainya di rumah Rafael langsung pergi ke kamarnya, dia yakin kalau istrinya itu semudah tertidur. sebelum ke kamar Rafael selalu ke kamar Kaila terlebih dahulu untuk melihat putri cantiknya itu, setelah itu dia langsung kembali ke kamarnya dan bener saja istrinya itu sudah tidur dengan nyenyak. Rafael langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu setelah selesai mandi Rafael langsung menuju ke ranjangnya dan tidur di samping Karina.
Karina yang merasa ada sesuatu di perutnya langsung membalikan badannya, dia kaget karena Rafael sudah ada di sampingnya Rafael yang melihat nya hanya tersenyum dan mencium pipi Karina.
" kapan kamu pulang?. ko aku engga dengar kamu masuk " kata Karina, mengelus kepala Rafael.
" dua puluh menit yang lalu, lagian kamu sangat nyenyak sekali tidurnya " kata Rafael, mengelus pipi Karina.
Rafael hanya tersenyum dan mengelus pipi Karina. dia langsung mencium bibir Karina dengan lembut dan itu membuat Karina langsung membalas ciuman dari Rafael. tidak hanya ciuman saja tapi tangan Rafael sudah sangat nakal dia membuka ikatan bra Karina. Karina yang tau itu hanya diam saja lagian suaminya ini sudah lama tidak menyentuh dia jadi Karina biarkan yang Rafael inginkan sekarang. sedangkan Rafael dia tersenyum Karina seperti nya membiarkan Rafael melakukan nya. dengan cepat Rafael langsung naik keatas tubuh Karina sedangkan Karina dia ada di bawah Rafael.
" kau tau sayang, kau sangat cantik sekali. " kata Rafael, dan melanjutkan ciuman mereka lagi.
__ADS_1
dan ya mereka melakukannya di malam ini, Rafael tidak membiarkan Karina untuk beristirahat dia selalu membuat Karina merasa nikmat. Karina hanya pasrah suaminya ini sangat bernafsu kalau sudah dapat izin oleh Karina apalagi sudah lama mereka tidak melakukannya. seperti nya Rafael membalas dendam dengan nafsu dia. liat saja Karina bener bener kelelahan mengikuti permainan Rafael.
di pagi hari Rafael lah yang bangun duluan, sedangkan Karina ia masih tertidur dengan lelap dia sangat capai mengikuti nafsu suaminya ini. apalagi Rafael bener bener melakukannya sampai pagi membuat Karina lelah. Rafael mengelus pipi Karina dia sangat senang di leher Karina banyak sekali tanda yang ia bikin bukan leher Karina saja badan dia pun banyak tanda, Karina juga sangat agresif mainnya malam.
" kamu pasti capek ya sayang, makasih untuk malam " kata Rafael, mencium bibir Karina sekilas. dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
sedangkan bayinya dari malam tidak bersama mereka, bayi nya tidur bersama Oma dan neneknya makannya itu malam tadi mereka bermain tanpa ada yang mengganggu. dan beruntung juga kalau bayinya tidak mencari bundanya, Karina selalu menyiapkan asi buat mereka kalau Karina sangat cape. setelah mandi Rafael langsung turun ke bawah untuk melihat anak anak nya, apalagi hari ini hari libur mereka semua akan berkumpul di rumah.
" ayah, ko sendiri bunda mana?" kata Kaila, yang melihat Rafael mengahampri mereka.
" bunda masih tidur, kecapean " kata Rafael, duduk di samping Kaila dan mengelus kepala Kaila.
" dasar kelebihan hormon " kata mamah Veena, yang tau arah jalan cerita Rafael mamah Veena juga sedang bermain dengan si kembar. sedangkan Rafael hanya tersenyum saja.
" yasudah kamu makan dulu sana, bunda sudah menyiapkan makanan untuk kalian " kata bunda Adelia, Rafael mengangguk dan pergi ke meja makan. dia juga sangat lapar sekarang.
setelah makan Rafael kembali ke ruang tengah di sana mereka masih berkumpul Rafael pun ikut berkumpul di sana.
" gimana malam, sudah selesai?" kata papah Farrel, yang melihat Rafael
" sudah pah, tenang saja " kata Rafael, dengan senyum. sedangkan dua perempuan itu masih bingung maksudnya apa yang mereka bicarakan.
" apa sih yang sudah selesai?" kata mamah Veena, yang penasaran.
" sudahlah ini urusan lelaki " kata papah Farrel, yang hanya tersenyum sama seperti ayah Zhafran dia juga hanya tersenyum saja.
yasudah mereka semua tidak memikirkan itu lagi, sekarang dia bermain dengan cucunya ini. Rafael juga ikut bermain dengan putri cantiknya dan si Kembar.
" Rafael, bangunin istri mu. dia belum sarapan dan sebentar lagi makan siang kita akan makan siang bersama " kata mamah Veena, yang baru menidurkan si kembar bersama bunda Adelia.
Rafael mengangguk, dia langsung pergi menuju kamar nya pasti istrinya itu sangat lapar tetapi karena lelah jadi dia menahan lapar nya, sesampainya di kamar Rafael bisa melihat kalau Karina baru bangun dari tidurnya dia lagi duduk di atas ranjang dengan kedua tangan menutup tubuh polosnya memakai selimut. Rafael yang melihat nya hanya tersenyum dia langsung menutupi pintu nya dan menguncinya tenang Rafael engga akan melakukan nya lagi Ko, dia mengunci pintunya karena istrinya ini tidak pakai baju sehelai pun kan takut nya ada orang yang masuk pasti Karina akan malu.
" sayang, sudah bangun apa nyenyak tidur mu " kata Rafael, langsung memeluk Karina di sana.
Karina hanya mengangguk dan menyenderkan kepalanya ke dada Rafael, dia sebenarnya masih mengantuk tetapi perut nya ini sedari tadi sudah berbunyi makannya itu dia bangun dari tidurnya. Rafael hanya tersenyum dan mengelus punggung polos Karina.
" ayo mandi, abis itu kita makan atau mau aku mandikan?" kata Rafael, mencium kening Karina.
" iya, bantu aku mandi. aku bener bener capek gara gara semalam " kata Karian, melepaskan pelukan dari Rafael dan melihat ke arah Rafael.
__ADS_1