MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 17


__ADS_3

kaila yang baru bangun tiba tiba kaget, karena bunda dan ayahnya tidak ada di samping lagi. kaila turun dari kasurnya dan menuju ke bawah untuk melihat bunda dan ayahnya itu, di bawah pun Kaila tidak menemukan nya dan lari ke dapur atau di ruang tengah tidak ada siapa siapa. tetapi pas Kaila ingin ke atas lagi Kaila melihat bunda dan ayahnya sedang berpelukan di taman belakang rumah, Kaila tidak menghampiri ayah dan bundanya itu. kaila hanya melihat di dekat pintu saja, Kaila juga tahu ayahnya itu ingin mendekatkan bundanya jadi Kaila hanya melihat dari jauh. Kaila mendengar semua omongan ayah dan bundanya. apalagi pas ayah bilang kalau bunda kandung Kaila tidak pernah memperhatikan Kaila dari kecil hanya ayah lah yang mengurus Kaila sampai sebesar ini. kaila emang umurnya masih 4 tahun tapi anak ini seolah mengerti apa yang di sampaikan ayahnya ke bunda Karina. dan kagetnya lagi Kaila tidak pernah mendapat kan asi dari bundanya sendiri apalagi kasih sayang bunda kandung Kaila saja dia tidak pernah merasakannya, Kaila jadi mengerti sekarang kenapa ayahnya tidak mau mencari bunda buat Kaila, ini alasannya yang Kaila dengar tanpa pengetahuan ayahnya. kaila janji dengan dirinya sendiri, Kaila ingin berterimakasih kepada ayah yang sudah menjaga Kaila sampai sebesar ini. Kaila bakal bilang berterimakasih ke pada ayahnya melalui belajar dengan rajin dan selalu menyanginya. dan di situ Kaila menangis dengan diam, Kaila bakal diam tidak mau tau tentang bunda kandung Kaila lagi pula Kaila sudah mempunyai bunda Karina yang sangat cantik dan baik kepada Kaila.


kaila pergi ke kamarnya, tidak mau menganggu ayah dan bundanya ini. kaila ke kamar untuk membersihkan badan nya, biarlah Kaila bermain sendiri terlebih dahulu. karena bunda dan ayahnya itu butuh waktu berdua.


Rafael melepaskan pelukan dari Karina dia melihat wajah cantik Karina yang sukses membuat dia merasa nyaman, apalagi senyuman dan jangan lupa bibir yang tipis membuat Rafael ingin mencicipi nya. entah dari dorongan mana Rafael mendekat lalu mengecup bibir ranum Karina, ciuman yang Rafael luncurkan sangat lembut dan itu membuat Karina terbawa nyaman dengan ciuman dari Rafael. ini adalah pertama kali buat Karina berciuman beda dengan Rafael, semua sudah tau kalau dia sudah pernah menikah dan itu pasti Rafael sudah pernah berciuman dengan istri pertamanya. beberapa menit kemudian Rafael melepaskan ciumannya, ia bisa melihat bibir Karina yang agak bengkak Rafael mengelus nya dan tersenyum. dan itu membuat Karina malu dengan ke jadian tadi, Rafael hanya melihat wajah Karina yang memerah karena malu dia tersenyum dan mengecup bibir Karina sekilas dan memeluknya kembali.


" terimakasih sudah pernah menjaga Kaila untuk ku, terimakasih sudah mau membatu ku untuk melindungi Kaila dan terimakasih kau mempercayai ku. aku engga tau lagi ingin mengatakan apalagi kalau masih ada kata terimakasih di atasnya aku bakal mengucapkan nya, aku tidak pernah ngomong seperti gini dengan wanita apalagi yang dulu tidak pernah sama sekali. bisa di bilang aku ini tidak romantis tetapi aku bakal usaha untuk membuat mu mempercayai ku dan jatuh cinta dengan ku. sekali lagi terimakasih untuk semuanya sayang " kata Rafael, yang tersenyum ceria dengan katanya tadi.Karina hanya tersenyum dan membalas pelukan dari Rafael.


" besok aku sudah mulai bekerja lagi, tepatnya mengurus proyek yang aku kerjakan. selesai itu baru kita temui orang tua kita, kau setuju sayang " sambung Rafael, sambil melepaskan pelukannya dan melihat ke arah Karina dengan tersenyum


" kalau aku gimana, apa aku juga kerja?" kata Karina


" kau di rumah saja ya, sampai kita bertemu dengan orang tua kita " kata Rafael


" kenapa, terus gimana dengan Dinar. aku kasian melihatnya kalau dia bekerja sendiri " kata Karina


" sayang, kau tau Kaila itu masih di ikutin oleh Sheila. dan bawahan ku bilang kalau Sheila bakal ke sekolahan Kaila besok untuk mengambil Kaila " kata Rafael, sambil mengelus pipi Karina


" tapi Rafael, gimana kalau kita temuin dulu Kaila dengan bundanya. bukan aku senang dengan keadaan gini, tapi lebih baik kita bertemu saja dulu. bisa jadi kalau dengan ini dia tidak bakal mengikuti Kaila lagi " kata Karina


" kamu mau Kaila bertemu dengannya, gimana nanti reaksi Kaila. kalau dia ingin dengan dia gimana, apalagi kalau Kaila menyuruh balikan lagi dengannya. itu aku tidak mau sama sekali " kata Rafael, dengan mata tajam nya


" Ihh dengerin dulu, kita bertemu dengannya hanya untuk menjelaskan nya saja, biar Kaila engga penasaran lagi. dan di situ kau silahkan buka isi hati mu selama kau menjaga Kaila, emang sih orang bilang wanita lah yang berjuang untuk anak nya. tetapi mendengar cerita mu dia berjuang hanya untuk kau mencintainya dan harta mu. kita liat reaksi Kaila gimana, jangan berpikir negatif dulu " kata Karina, meyakinkan Rafael


" apa kau yakin " kata Rafael


" aku yakin, tetapi kita juga harus jaga jaga. kau mempunyai bawahan kan nah suruh mereka menjaganya " kata Karina

__ADS_1


" apa kau ikut juga " kata Rafael


" aku ikut, tapi tidak ikut untuk masalah mu ini " kata Karina


" kenapa, kau harusnya ikut juga. biar dia tau kalau aku punya pasangan " kata Rafael


" kalau aku ikut, bukannya ini kesempatan dia untuk menghipnotis kamu dengan cara liciknya, atau dia sudah mempunyai rencana baru pas aku di sana " kata Karina


" benar juga, yang ada dia bakal menghancurkan kesenangan kita. yasudah aku ikut rencana mu " kata Rafael


" astaga, kita sudah lama ngobrol kaya gini. kaila pasti sudah bangun dan lapar " kata Karina, langsung beranjak dari tempat duduknya


Rafael hanya tersenyum melihat Karina yang panik dengan Kaila yang belum sarapan, tapi ini bukan jam sarapan lagi sudah mau jam makan siang. dia yakin dengan hati nya kalau dia bakal membawa Karina untuk mencintainya.


Karina langsung ke kamar melihat Kaila, tetapi di kamar tidak ada pas Kaila ke luar ternya Kaila juga keluar dari kamarnya sendiri. Karina langsung memeluk Kaila.


" sudah Bun, ini baru selesai. kaila lapar " kata Kaila, dengan senyumannya


" hahaha, baiklah kalau begitu ayo kita ke bawah " kata Karina, menggandeng tangan Kaila ke bawah


" kaila duduk dulu di sini ya, bunda mau menghangatkan masakan tadi " kata Karina, sambil mengambil makanan yang ada di kulkas


" hallo anak ayah, enak banget tidurnya hmmm " kata Rafael, yang duduk di samping Kaila


" hehehe iya, jarang kan yah Kaila tidur lama kaya gini " kata Kaila


" benar anak ayah ini selalu pagi bangun nya, pas libur juga bangun pagi terus " kata Rafael

__ADS_1


makanan pun datang, Kaila pun memakan masakan bunda nya itu. emang bener masakan bunda nya ini paling enak.


" oh ya, kulkas di rumah ini sudah habis, apakah belum belanja " kata Karina


" ahh ya, pasti bibi belum belanja apalagi dia belum pulang dari rumahnya " kata Rafael, pas Rafael ingin melanjutkan omongannya tadi, handphone nya berbunyi dan Rafael pun mengangkat nya.


Karina melihat Rafael dengan muka seperti sedih, ada apa. kenapa Rafael sedih seperti gitu. siapa yang menelepon nya, Karina dan Kaila melihat Rafael dengan bingung


" siapa yang menelepon kenapa muka mu seperti begitu " kata Karina


" bibi tidak bakal kerja di sini lagi, karena dia mau di kampung nya saja mau bersama keluarganya dan cucunya " kata Rafael


" bener yah, Kaila belum salam loh ke bibi " kata Kaila dengan sedihnya


emang bi Nina ini membuat Rafael atau Kaila nyaman dengannya, mereka berdua sudah mengaggap bi Nina sebagai orang tua dan neneknya. apalagi dulu pas Rafael mengurus Kaila bi Nina juga membantunya, makannya itu mereka seperti kehilangan satu keluarga


" ayah bolehkah kita nanti bertemu bi Nina " kata Kaila


" iya kita nanti ke sana ya " kata Rafael


" oh ya, untuk belanja nanti sore kita belanja saja gimana " kata Rafael, menghilangkan rasa sedih


" baiklah, kita bakal belanja sore " kata Karina


mereka berdua hanya melihat Kaila yang sedang makan dengan lahap, anak ini emang


sudah kelaparan apalagi di pagi hari tadi hujan dan bawaannya pasti lapar.

__ADS_1


__ADS_2