
di sore hari dengan janjinya Tara pun datang ke rumah sakit untuk menjelaskan ke Karina buat acara besok.
" sore tuan dan nyonya. gimana dengan keadaan tuan sekarang?" kata Tara, menunduk kepala ke Rafael.
" sudah mendingan, sekarang kamu ajari istri ku untuk acara besok " kata Rafael.
Tara mengangguk dan Karina menyuruh Tara duduk di sofa yang ada di rumah sakit, Rafael hanya melihat Karina yang serius dengan menjelaskan buat acara besok.
" tapi kamu tadi bilang ada tanda tangan nya, terus gimana kan itu harus Rafael yang harus tanda tangan nya " kata Karina, karena mendengar penjelasan Tara.
" soal itu, nanti akan saya berbicara sama kliennya untuk memberikan waktu " kata Tara.
" oke, aku mengerti soal ini " kata Karina, dengan senyum nya.
" baiklah, nyonya saya akan menjemput anda pukul sebelas siang acaranya akan di mulai jam satu dan kami di suruh untuk makan siang bersama terlebih dahulu " kata Tara.
" baiklah, tapi aku harus pake baju apa?" kata Karina, dia belum pernah bertemu sama klien penting seperti gini.
" tenang saja sayang, aku yang akan menyiapkan nya nanti besok Tara akan membawanya " kata Rafael. dan Karina hanya mengangguk saja.
" baik nyonya, apa ada yang ingin di sampaikan lagi?" kata tara, sebelum ia pergi kembali ke kantor nya.
" tidak ada, aku sudah mengerti semuanya. makasih ya " kata Karina, dengan senyum.
" baik nyonya. kalau begitu saya akan pamit kembali ke kantor permisi tuan, nyonya " kata Tara. sedangkan Rafael dan Karina hanya mengangguk.
" kamu tenang saja engga usah banyak ngomong biar Tara saja yang berbicara yang penting aku datang di acara itu " kata Rafael, yang tau dengan wajah Karina.
Karina hanya mengangguk dan dia langsung naik ke atas kasur Rafael dan tidur di samping Rafael. engga tidur sih hanya tidur tidur an saja dan Rafael dengan terkekeh nya langsung memeluk nya dia sedang sakit tetapi istri tetap saja bertingkah seperti anak kecil.
di pagi hari, baju untuk nanti Karina sudah datang. dia masih di rumah sakit nanti siang Tara akan menjemput nya ke sini. tetapi dia masih deg degan buat acara ini dia takut nanti mereka bertanya tanya yang bukan soal pekerjaan. Rafael yang tau jalan pikiran istrinya pun hanya tersenyum.
" sayang, kalau mereka bertanya bukan soal yang lain lebih baik jangan di jawab. nanti Tara akan membantunya oke. kalau kamu engga bisa juga engga masalah " kata Rafael, dia juga tidak menekankan istri nya untuk ikut acara ini.
" gapapa, aku akan ikut biar aku berpengalaman saja soal ini bisa jadi nanti aku juga akan gini " kata Karina, dengan senyum nya.
siang hari Tara sudah sampai di rumah sakit untuk menjemput Karina. sebelum Tara datang Rafael selalu memberi tahu apa saja yang di sana Yuna mengangguk mengerti dan Yuna pun sudah rapih dengan pakaian yang sudah di bawa oleh Tara.
" baik nyonya sekarang kita berangkat " kata Tara.
" iya, Rafael aku berangkat dulu ya kamu jangan lupa minum obatnya nanti " kata Yuna.
" iya tenang saja sayang ingat kata kata Kuntadi oke " kata Rafael, mengelus pipi Karina.
" dan kau Tara, tolong jaga istri ku dan kalau ada pertanyaan yang engga penting kau sudahi saja pertemuan nya " kata Rafael, melihat ke arah tara.
" baik tuan sayang mengerti " kata Tara, sambil menunduk.
Tara dan Karina pun langsung pergi ke tempat yang sudah di booking untuk pertemuan dengan klien Rafael, hanya butuh beberapa menit mereka sudah sampai di sana. Yuna menarik nafas terlebih dahulu setelah ke luar dari mobil.
" ayo nyonya, mereka sudah ada di dalam " kata Tara, menyuruh Yuna jalan duluan.
__ADS_1
Yuna pun mengangguk dan langsung berjalan masuk ke restoran yang sudah di pesan. ruangannya sangat privasi jadi ada di atas ruangan VVIP.
" Tara mana orangnya?" kata Karina yang baru sampai dan mencari kliennya itu.
" di sana nyonya ayo ikut saya " kata Tara.
Karina pun mengikuti Tara ke tempat kliennya yang sudah menunggu. sesampainya di sana klien itu berdiri dan menjabarkan tangan ke Tara dan juga Karina setelah itu mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.
" maff nyonya anda istri dari tuan Rafael?, saya dengar tuan Rafael sedang sakit " kata klien itu.
" ya saya istrinya, suami saya sedang butuh istirahat yang cukup " kata Yuna dengan senyum.
" maff apa kita bisa mulai pembicaraan kerja sama kita?" kata Tara, dia ingat pesan dari tuannya jangan membuang waktu soal ini.
semua mengangguk dan mereka membicarakan kerja sama mereka dengan perusahaan Rafael. Karina yang hanya mengerti dikit saja diam sedari tadi yang berbicara hanya Tara Karina juga di lihatin dokumen dokumen dari Tara dia membaca syarat dari kerja sama ini. beberapa jam kemudian acaranya selesai. Tara meminta mereka untuk kasih waktu sehari untuk tanda tangan dari Rafael, dan juga harus menceritakan hasil kerja sama ini.
" baik, sayang kasih waktu sehari. karena kondisi tuan Rafael sedang sakit jadi saya maklumi " kata klien, dengan senyum.
" baik tuan, besok saya akan mengirim dokumen ini ke perusahaan anda. kalau sudah tidak ada lagi kami pamit mengundurkan diri " kata Tara, memberskan dokumen nya
" apa kita tidak mengobrol terlebih dahulu " kata klien, entah dia ingin sekali dekat dengan Karina sedari tadi dia selalu melihat ke arah Karina.
" maff tuan, suami saya sedang sakit jadi saya harus ada di sampingnya. kalau begitu saya permisi " kata karina, berdiri dari bangku dan pergi dari sana.
setelah sampai di parkiran mereka langsung kembali ke rumah sakit. Karina khawatir dengan Rafael yang sendiri di rumah sakit.
" Tara, aku tidak nyaman sekali pas tadi dia selalu memperhatikan ku seperti aku ini santapan buat dia " kata Karina yang ada di belakang.
" maff nyonya kalau tidak nyaman " kata Tara, dia jadi bersalah kepada istri tuannya ini.
" sebenarnya saya juga tidak setuju dengan kerja sama ini " kata Tara.
" kenapa?" kata Karina, dengan penasaran nya.
" ya dia mengambil ke untungan lebih besar dan juga dia selalu ingin tahu kehidupan orang lain saya takut dia berbuat ya engga engga " kata Tara.
" yasudah kamu berbicara dengan Rafael, pasti Rafael juga tidak setuju dengan kerja sama ini " kata Karina. dan Tara hanya mengangguk saja.
setengah jam kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, sebelum ke ruangan Rafael Karina ke supermarket dekat rumah sakit terlebih dahulu sedangkan Tara langsung ke ruangan Rafael.
" di mana istri ku, kenapa tidak ada?" kata Rafael, melihat Tara masuk ke ruangannya dan tidak ada karina.
" nyonya ke supermarket yang ada di sebrang sini tuan katanya mau beli sesuatu " kata Tara, sambil menunjukan dokumen yang untuk di tanda tangani oleh Rafael.
" saya sudah membacanya, saya sih setuju saja untuk kerja ini. ya minusnya mereka ingin keuntungan besar " kata Rafael, dia setuju tidak masalah kalau ia ingin keuntungan besar yang penting dia bisa bekerja sama dengannya.
" tapi tuan menurut saya kita batalkan saja kerja sama nya. bukan saya memaksa tuan untuk membatalkan tetapi klien kita ini dari tadi mencuri pandang ke pada istri anda dan juga dia ingin tau soal pernikahan anda " kata Tara, dia harus jujur dengan Rafael biar membatalkan kerja sama ini.
Rafael yang mendengar nya marah, karena klien ini membuat istrinya tidak nyaman. dia setuju dengan Tara kalau ia akan membatalkan kerja samanya dia tidak mau istrinya kepikiran soal ini.
" baiklah aku setuju, sekarang kau langsung saja kirim ke mereka " kata Rafael, memberi kembali dokumen itu ke Tara.
__ADS_1
Tara mengangguk dan langsung pamit untuk Kemabli ke kantor, setalah Tara pergi Karina langsung masuk ke ruangannya dan itu membuat Rafael tersenyum yang tadinya dia agak marah mendengar cerita dari Tara tetapi pas istri nya masuk dia tersenyum kembali.
" apa Tara sudah pergi?" kata Karina, karena dia tidak menemukan Tara di ruangan Rafael dan juga di luar dia tidak melihat Tara.
" sudah, baru saja pergi " kata Rafael, menyuruh Karina duduk di samping nya.
setelah Karina duduk di samping nya, Rafael langsung memeluk Karina dengan erat dan menghirup aroma Karina dengan rakus.
" ada apa, kenapa seperti gini " kata Karina, yang bingung dengan tingkah Rafael.
" aku sudah tau semu, maff sayang membuatmu tidak nyaman " kata Rafael, mencium pipi Karina dan kembali memeluknya.
" tidak masalah, jadi aku tau kalau ketemuan dengan klien ternyata ada seperti gitu. oh ya, kalau kliennya itu perempuan apa dia juga seperti gitu?" kata Karina, karena klien tadi laki laki dia ingin tahu kalau klien perempuan gimana.
" ya ada yang biasa aja kaya tujuan mereka bekerja, dan ada yang nanya aneh aneh. sebelum kita menikah pun banyak seperti gitu " kata Rafael, yang masih memeluk Karina.
" sudah ku duga " kata Karina, karena di mobil tadi dia emang memikirkan seperti gini.
Rafael melepaskan pelukannya dan memandang wajah Karina yang sangat cantik, dia tidak berubah dari mereka bertemu sampai mereka sudah mempunyai empat anak. Rafael langsung mencium bibir Karina dengan lembut Karina yang dapat serangan dari Rafael hanya mengikuti nya saja.
" sudah, nanti ada yang masuk " kata Karina, menyudahi ciuman mereka. Rafael yang tidak mau harus pasrah karena ini bukan di rumah tapi rumah sakit.
" apa kamu sudah makan dan minum obatnya?" kata Karina.
" ya sudah " kata Rafael, langsung memeluk Karina kembali.
Karina hanya mengelus punggung Rafael saja, panas Rafael sudah turun karena kemarin panas Rafael naik turun dan sekarang Karina merasa lega kalau Rafael sudah agak mendingan tetapi Rafael harus banyak istirahat total.
" sudah, sekarang kau tidur lah " kata Karina, melepaskan pelukan dari Rafael.
Rafael pun mengangguk dan langsung merebahkan tubuhnya, karena efek obatnya yang dia minum jadi dia merasa mengantuk. Karina dengan talenta mengelus kepala Rafael biar dia tidur dengan nyenyak.
setelah Rafael tidur, Karina langsung mengganti baju nya karena gerah memakai baju ini apalagi makeup yang ia pakai sudah memudar karena keringat nya.
" hallo, bunda " kata Karina, pas setelah mengganti baju dan dia mendengar telepon nya berbunyi.
" gimana dengan keadaan Rafael sekarang?" kata bunda Adelia.
" keadaannya sudah baik, panasnya juga sudah turun. oh ya Bun gimana dengan Kaila dan triplet " kata Karina, sambil memakan cemilan yang ia beli tadi di supermarket.
" mereka baik, sekarang Kaila masih di sekolah katanya ada kerja kelompok sedangkan triplet dia sedang tidur " kata bunda Adelia.
Kaila dan triplet sedang ada di rumah bunda Adelia karena mamah Veena dan papah Farrel lagi ada di Yogyakarta karena kerjaan papah Farrel yang engga bisa di tinggal.
" tapi mereka engga nakal kan Bun " kata Karina, karena dia tidak enak kalau semua anaknya ada di rumah bundanya apalagi triplet.
" engga ko, kau tidak usah khawatir dengan keadaan mereka Kaila menjaga adiknya dengan baik " kata bunda Adelia.
" baiklah Bun, mumpung rumah sepi sekarang bunda istirahat saja. Kaila kan di jemput sama suruhan Rafael kan " kata Karina.
" iya iya, bunda akan istirahat dan kau juga harus banyak istirahat ya nak " kata bunda Adelia.
__ADS_1
" iya Bun, kalau begitu Karina matikan ya " kata Karina, dan bunda Adelia mengiyakan.
setelah teleponan dengan bunda, Karina juga ikut tidur di samping Rafael. dia juga capek habis ketemu klien Rafael. Rafael seperti tau Karina tidur di sampingnya dia langsung memeluk Karina dengan erat.