MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Chapter 22


__ADS_3

Sekarang sudah pukul 8 malam, dimana acara pernikahan Rafael dan Karina sudah selesai dari jam 5 sore. Orang tua mereka berdua sudah pulang dari rumah masing masing, Karina sekarang ada di kamar Kaila untuk menidurkan Kaila. dia sudah banyak energi yang di keluarkan dari pagi karena asik ngobrol dengan ke dua nenek dan kakeknya. Karina sekarang sedang mengelus rambut Kaila, biar dia tertidur dengan pulas. setelah Kaila tertidur pulas, dia langsung menyelimuti tubuh kaila dengan nyaman dan mencium kening Kaila. Karina langsung ke luar dari kamar Kaila dan langsung menunju kamarnya. dia engga nyangka kalau dia sekarang sudah menikah.


di kamar karina tidak melihat Rafael di sana, dan di kamar mandi pun dia tidak ada.


" di mana dia, apa dia di ruang kantor nya?. sudahlah aku lebih baik aku mandi dulu " kata Karina, langsung ke kamar mandi


setelah mandi Karina melihat Rafael sedang duduk di pinggir ranjangnya. Karina menghampiri nya.


" aku mencari mu, kamu di mana " kata Karina


" maff sayang, tadi aku ke ruangan kerja ngurusin buat pindahan kita " kata Rafael, dengan senyumannya


" emang kapan kita pindah " kata Karina


" sebulan lagi, harus ada yang aku lakukan di sini " kata Rafael, mengelus rambut Karina


" ohh, kali aku bakal besok " kata Karina


" engga lah sayang, pindah kita tuh engga seminggu atau sebulan. bisa jadi setahun atau dua tahunan " kata Rafael, yang memeluk Karina


" lama banget, gimana dengan orang tua kita " kata Karina, yang kaget kalau mereka bakal pindah selama itu


" kan aku mau menjalankan misi terhadap Sheila, kamu ngerti kan. terus tentang orang tua kita, kita bakal menjenguk mereka ko lagian aku juga kan tetap turun tangan di perusahaan ini " kata Rafael, melepaskan pelukan Karina. dan mencium pipi Karina


" Oalah, oke lah kalau begitu. yasudah ayo tidur aku sudah lelah banget " kata Karina, berdiri dari duduknya


" sayang, kita engga ada malam pertama gitu " kata Rafael, dengan menggoda nya


" apa harus sekarang juga, aku benar benar lelah banget " kata Karina


Rafael menghampiri Karina dan Karina memundurkan langkahnya, entah kenapa malam ini Rafael sangat seram. apalagi dengan tatapan yang gairah nya membuat Karina merinding


" ka...ka...kamu mau apa " kata Karina, dengan takutnya

__ADS_1


karena sudah tidak ada celah lagi untuk kabur, Rafael menarik pinggang Karina untuk mendekatnya, kepala Rafael menunduk sejajar ke Karina dia tersenyum yang engga bisa Karina artikan, kepalanya mendekatkan ke kuping Karina untuk menyatakan sesuatu


" sayang Kaila sudah tidur kan, ( mencium kuping Karina ). bukankah ini malam pertama kita, dan lagi kenapa malam ini kamu seksi sekali " kata Rafael, dengan membuka satu persatu kancing baju Karina


Karina hanya diam, dia tidak tau mau berbuat apa. lagian bukankah ini kewajiban istri juga untuk melayani suaminya. tapi kenapa Karina sangat gugup sekali


Rafael sudah membuka kancing baju Karina semuanya, dia sangat senang karena Karina tidak memberontak jadi ini kesempatan dia untuk melakukan yang lainnya. Rafael langsung menggendong Karina ke ranjangnya.


sesampainya di ranjang Karina terlentang di ranjang, ia melihat Rafael yang ada di atas tubuhnya dengan senyum menggoda. tidak sampe situ saja Rafael langsung mencium bibir Karina dengan lembut, yang membuat Karina terbawa suasana yang di lakukan Rafael. melihat Karina membalas ciuman, Rafael tersenyum di sela selanya.


Rafael melepaskan ciuman, dan melihat muka Karina yang merah merona itu. Rafael tersenyum dan dia duduk sebentar untuk membuka baju nya, dan kembali ke dekapan Karina. Rafael mencium kening, pipi, hidung, dan bibir Karina sekilas.


" sayang, kau sangat seksi hari ini, aku tidak sabar untuk melakukannya. kalau sakit bilang ya " kata Rafael, sambil meraba-raba tuh Karina


Karina hanya diam, dia tidak tau mau bicara gimana lagi. karena permainan yang di lakukan Rafael membuat Karina terbawa suasana. Rafael mencium leher Karina dengan nafsu, dan dia membuat tanda tanda di seluruh tubuh Karina.


malam ini adalah malam yang indah buat Rafael, karena Rafael tidak pernah melakukan hubungan dengan nyaman dan nikmat. pernikahan pertama Rafael tidak pernah senyaman ini, sekali Rafael meminta untuk berhubungan dengan Sheila. banyak alasan yang di buat oleh Sheila, tetapi pas Sheila baru pulang kerja dan dia sedang mabuk di situlah Rafael melakukan nya dengan Sheila.


" makasih untuk malam ini. ini benar benar sangat nikmat " kata Rafael, mencium kening Karina. dan memeluk Karina yang tidak memakai baju sehelai benang pun


" aduh badan ku pasti remuk banget ini, Rafael kalau main ganas banget engga di masih jeda sama sekali " kata Karina, yang masih menggerakkan badannya


Karina langsung berdiri dan langsung masuk ke kamar mandi, badan nya sudah sangat lengket gara gara malam kemarin


selesai mandi Karina langsung mengambil baju yang sudah di sediakan Rafael semuanya dan jangan lupa mengoles tanda tanda yang di buat Rafael tadi malam. tidak mungkin kan kalau Kaila melihat itu yang ada dia ingin tau lebih, selesai semua Karina langsung membangunkan Rafael.


" Rafael, bangun apa kamu nyenyak tidurnya dengan badan yang lengket itu " kata Karina, yang sedang membangunkan Karina


" 5 menit lagi sayang, aku sangat ngantuk banget " kata Rafael, yang membenarkan selimutnya kembali


" mandi dulu baru tidur lagi, aku mau ganti sprei dulu " kata Karina


" iya iya ini aku bangun, pagi sayang. oh ya, apa masih sakit " kata Rafael, yang sudah duduk dari bangunnya

__ADS_1


" masih dikit, bisa di tahan ko. yasudah mandi sana " kata Karina, dan Rafael langsung beranjak ke kamar mandi dengan tubuh yang tidak memakai pakai sehelai pun


" astaga, kamu engga malu apa " kata Karina, yang kaget melihat Rafael


" ngapain aku malu, lagian sudah di lihat semua kan. apa jangan jangan kamu mau lagi " kata Rafael, dengan muka menggoda


" tidak, cepat mandi!! " kata Karina, yang langsung ke lemari mengambil sprei


setelah mengganti semuanya, Karina langsung ke kamar Kaila untuk melihat Kaila sudah bangun atau masih tidur. sesampainya di kamar Kaila, ternya Kaila sedang menyisir rambut nya yang basah


" wahh, anak bunda sudah cantik sekali " kata Karina, menghampiri Kaila dan mencium pipi Kaila


" ehh bunda, iya dong kan Kaila harus cantik. biar bunda nambah sayang sama Kaila " kata Kaila, dengan senyum


" hahaha, anak bunda ini emang sangat cantik sekali. dan bunda selalu sayang sama Kaila " kata Karina, mencubit hidung Kaila.


" yasudah kita kebawah yu, pasti Kaila lapar " kata Karina


mereka langsung ke bawah untuk menunggu Rafael, sebenarnya Karina sedang malas untuk memasak. karena bagian intim Karina masih sakit jalan aja harus pelan pelan, hampir Kaila tidak curiga dengan jalan Karina.


" bunda ko kita engga sarapan, Kaila lapar " kata Kaila, yang aneh karena bundanya mengajak Kaila ke ruang tengah untuk duduk di sofa


" kita tunggu ayah ya, bunda sedang malas untuk masak. jadi kita pesan aja " kata Karina, dengan senyum


dan saat itu juga Rafael langsung ke bawah, Rafael melihat istri dan anaknya duduk di ruang tengah. Rafael bingung kenapa tidak ke ruang makan.


" sayang ko di sini, apa engga lapar " kata Rafael, duduk di samping Karina


" aku malas masak, kamu pasti tau kan. pesan aja ya, tapi kamu yang pesan " kata Karina


" oke, oke, kalian ingin makan apa " kata Rafael, yang langsung mengambil handphone nya di saku celana nya


" apa saja " bareng Karina dan Kaila

__ADS_1


" wahh, langsung bareng ya ngomong nya " kata Rafael, dan langsung memesan makanan nya


__ADS_2