MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 55


__ADS_3

Di malam hari, Rafael dan keluarganya pun pulang dari rumah papah Farrel dan mamah Veena. tadi mamah Veena menyuruh mereka untuk menginap saja tetapi Kaila menolak karena makanan yang ia sukai ada di rumah omah dan opahnya hanya terkekeh.


" Rafael, kamu hati hati bawa mobilnya " kata papah Farrel.


" iya pah, yaudah kami pamit dulu ya " kata Rafael.


mereka pun langsung berangkat ke rumah nya, apalagi Kaila dia sangat senang sekali akhirnya dia bisa liburan panjang bersama ayah, bunda dan adiknya. Rafael yang melihat Kaila tersenyum di sampingnya hanya terkekeh dan langsung mengelus rambutnya.


" kayanya senang banget deh " kata Rafael, melihat sekilas ke arah Kaila.


" hehehe, iya yah sangat senang sekali Kaila sedang berpikir ayah ingin ngajak kami kemana " kata Kaila, sedangkan Karina yang ada di belakang bersama bayinya pun hanya diam melihat interaksi anak dan ayahnya.


" ada deh, yang penting nanti Kaila sama bunda tinggal beres saja " kata Rafael, dengan senyumnya.


" Ihh bunda, lihat ayah masa main rahasia mulu sih " kata Kaila, yang cemberut emang dari tadi ayahnya mengatakan itu terus pas sedang di rumah omahnya pun seperti gitu sedangkan Karina dia hanya terkekeh saja.


" sudah, yang penting kita kan jalan jalan kan " kata Karina.


beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di halaman rumah mereka, Kaila langsung masuk ke rumah dan Rafael menggendong dua bayinya yang sedang tidur dan Karina menggendong yang satunya. mereka langsung menuju ke kamarnya untuk menidurkan bayi nya.


" aku ke kamar Kaila dulu, barang barang di mobil sudah di keluarin kan?" kata Karina, pas selesai menidurkan bayi nya.


" sudah sayang " kata Rafael, yang langsung masuk ke kamar mandi dan Karina langsung menuju ke kamar Kaila.


di kamar Kaila, Karina membantu Kaila untuk bersih bersih. menyiapkan pakaian untuk tidur Kaila selagi Kaila ada di kamar mandi.


" suda selesai?" kata Karina, menghampiri Kaila.


" sudah Bun " kata Kaila dengan senyum. Karina pun langsung memakaikan baju tidur nya setelah selesai mengajak Kaila untuk tidur di atas ranjang dan tidak lupa Karina juga membaca buku cerita sebelum Kaila tertidur.


setelah beberapa menit kemudian, Karina pun langsung merapihkan selimut Kaila mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu tidur yang ada di samping Kaila. sebelum ke luar kamar Karina tidak lupa untuk mencium kening Kaila setelah itu Karina langsung pergi ke kamarnya.


" Rafael, kenapa engga ganti baju " kata Karina, yang melihat Rafael sedang asik bermain handphone dan masih memakai baju kantor nya.


" nanti sayang, aku masih capek " kata Rafael, mematikan handphone nya dan berjalan ke arah Karina.


Karina yang melihat muka Rafael seperti gitu sudah tau suaminya ini minta apa. dia langsung memasang muka marahnya ke Rafael tetapi Rafael hanya tersenyum kecil dia tidak takut dengan istrinya ini menurut dia ini sangat imut sekali.


" jangan macam macam ya " kata Karina, mengasih peringatan ke Rafael.


Rafael hanya diam dan langsung menggendong Karina untuk ke kasurnya, Karina melotot kan matanya atas perlakuan Rafael ini dia memberontak di atas gendongan Rafael tetapi Rafael hanya diam dia masih bisa menahan tubuh Karina. setelah sudah ada di kasur Rafael langsung menindih tubuh Karina.


" sayang, ko kamu nambah cantik sih " kata Rafael, yang langsung mencium bibir Karina pas Karina ingin berbicara.

__ADS_1


kalau sudah seperti gini Karina akan diam di kasur untuk sehari karena permainan Rafael ini sangat kuat apalagi dia tidak memberikan Karina untuk beristirahat jadi urusan anak biar Rafael saja yang urus, dia sudah yakin Rafael akan main dengan kasar.


" sayang kau selalu nikmat " kata Rafael, yang sedang mencium tubuh Karina yang sangat candu.


sedangkan Karina dia tidak bisa menjawab pertanyaan Rafael, karena sekarang dia hanya bisa mendesah dengan permainan Rafael dan Rafael yang dia atas Karina hanya senyum saja melihat istrinya yang tidak bisa menjawab pertanyaan nya.


" sayang, suara mu itu sangat merdu aku sangat menyukai nya " kata Rafael, yang selalu menggoda Karina.


sedangkan Karina dia hanya diam saja, entah dia juga menikmati permainannya tetapi Rafael ini selalu menggoda dia untuk menyuruh Karina berbicara tetapi dia selalu saja membuat Karina hanya mendesah.


" ja.....nga......n......meng.....goda....ku " kata Karina, dengan terbata bata gara gara Rafael sedangkan Rafael dia hanya senyum saja.


di pagi hari Rafael yang bangun duluan, dia tau kalau Karina pasti capek karena semalam Rafael bermain tanpa henti lihat saja dia masih tertidur dengan nyenyak pas Rafael mencium nya saja dia tidak bergerak sama sekali. Rafael langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu.


" anak ayah sudah bangun " kata Rafael, yang baru selesai mandinya dan menghampiri ketiga anaknya yang sudah bangun.


Rafael pun dengan talentanya untuk memandikan ke tiga bayinya itu, suara bayi mereka tidak terganggu dengan Karina yang tidur sangat nyenyak itu setelah semua beres Rafael langsung membawa mereka keluar untuk bermain dengan Kaila selagi Rafael membuat sarapan untuk keempat anaknya.


" ayah, bunda belum bangun ya " kata Kaila, mengahampri ayahnya yang sedang memasak.


" bunda masih tidur " kata Rafael, menengok ke arah Kaila dan tersenyum.


" pasti bunda capek ya yah " kata Kaila.


Kaila pun mengangguk dan langsung pergi menemui adik nya kembali dan bermain bersama. beberapa menit Rafael masak akhirnya mereka semua langsung sarapan tanpa Karina.


" ayah, jadi kita jalan jalan kan " kata Kaila, yang sedang bermain dengan Daren.


Rafael hanya mengangguk dan tersenyum membuat Kaila sangat senang akhirnya ia bisa jalan jalan bersama rasanya sudah lama mereka tidak jalan jalan, Kaila tidak peduli kemana yang penting ayahnya sudah janji mengajak mereka jalan jalan bersama.


di siang hari Karina baru bangun tidurnya dia langsung menuju kamar mandinya, apalagi perut Karina sudah keroncongan dari tadi. beberapa menit kemudian Karina langsung ke bawah menemui suami dan anaknya, tetapi pas di bawah Karina tidak melihat mereka ia langsung berjalan ke belakang rumah dan di sana juga tidak ada mereka. tetapi pas Karina ingin ke dapur ia melihat pintu kamar di bawah terbuka akhirnya Karina langsung menghampiri nya ke sana. dan ternyata anak dan suaminya tertidur bersama di sana, sangat lucu pas mereka tidur bersama seperti gitu.


Karina langsung keluar kamar, dia tidak mau menganggu mereka tidur siang Karina langsung berjalan ke dapur dia sangat lapar sekarang. di dapur ternyata Rafael sudah memasak untuk nya sekarang Karina hanya menghangatkan makanannya saja.


" mereka tidur sangat nyenyak, aku bingung mau ngapain " kata Karina, setelah makan ia kembali ke kamar melihat mereka tetapi karena sangat nyenyak tidur nya dia langsung ke ruang tengah.


karena Karina bingung jadi dia hanya menonton saja sambil menunggu suami dan anaknya. soal rumah ia sudah beres semua jadi tidak ada yang di kerjakan lagi.


" sayang, kapan kau bangun?" kata Rafael, yang baru bangun tidur dan melihat Karina sedang duduk sambil menonton TV.


" dari tadi, mereka belum bangun?" kata Karina, melihat Rafael yang sedang berjalan ke arahnya.


" mereka masih tertidur " kata Rafael, meniduri kepalanya di paha Karina dan menggelamkan wajah nya di Perut Karina. Karina hanya tersenyum dan mengelus kepalanya.

__ADS_1


" mau makan malam pake apa?" kata Karina, sambil mengelus kepala Rafael dan matanya fokus ke telivisi.


" apa saja, yang penting istri ku yang masak " kata Rafael, mencium perut Karina yang rata itu sedangkan Karina hanya mengangguk saja.


beberapa menit Rafael seperti gitu akhirnya Kaila terbangun dari tidurnya dan melihat ayahnya sedang bermanja-manja dengan bundanya. Kaila pun menghampiri ke dua orang tuanya.


" ayah, bunda " kata Kaila, menghampiri mereka sambil mengucek matanya. dan Karina menoleh ke sumber suara itu sementara Rafael dia langsung duduk dari tidurnya.


" ehh, anak bunda sudah bangun. sini sayang " kata Karina, menepuk sofa yang kosong di sampingnya.


di sore hari Kaila dan triplet sudah mandi dan sudah wangi, setelah memandikan triplet tadi Karina menyuruh Rafael menjaganya dan dia langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malamnya.


" ayo, makan terlebih dahulu " kata Karina, menyuruh Rafael dan Kaila untuk makan malam.


setelah mereka makan malam, mereka sedang ada di ruang tengah apalagi mata triplet belum mengantuk jadi sampai sekarang ia belum tidur sukanya jam segini mereka sudah menangis karena mengantuk tetapi sekarang sedang asik bermain dengan kakaknya.


" oh ya sayang, soal jalan jalan itu gimana Minggu depan kita jalan jalanya?" kata Rafael, melihat Karina yang ada di sampingnya sedangkan Karina hanya mengangguk saja dia hanya ikut saja kemana suaminya mengajak nya.


" yasudah, yang penting Kaila senang aku pun ikut senang " kata Karina, dengan senyum.


" tetapi emang kita kemana?" sambung Karina, karena Rafael belum kasih tau mereka ingin kemana.


" itu rahasia, kalian akan suka nanti " kata Rafael dengan senyum dan mencium pipi Karina.


jam setengah sembilan triplet sudah menangis karena mengantuk, akhirnya Rafael membawa nya ke kamar dan Kaila pun ikut ke kamar juga. tadi dia bilang ingin tidur bersama ayah dan bundanya makannya dia sekarang ada di kamar ayah dan bundanya.


" Kaila di sini sama ayah yah, bunda tidur kan triplet dulu " kata Karina, dan Kaila pun mengangguk.


di hari Minggu, Rafael menetapkan janjinya kepada Kaila untuk jalan jalan. sekarang mereka sedang berjalan ke bandara dan lihat lah betapa senangnya Kaila karena ayahnya menetapkan janjinya. Rafael juga membawa beberapa bodyguard dan juga pelayan di rumah mamah Veena karena Rafael engga tega kalau Karina bakal capek menjaga triplet yang sudah engga bisa diam itu. untuk pembantu rumah mamah Veena itu sudah lama bekerja di sana jadi Rafael tidak terlalu was was tetapi dia juga tetap mengawasi ke empat anaknya nanti.


mereka naik pesawat pribadi Rafael, Kaila sama Karina belum tau Rafael membawa ke mana Rafael hanya bilang liburan ini sangat menyenangkan jadi mereka hanya mengangguk saja. karena mereka terbang di pagi hari dan masih mengantuk akhirnya mereka tertidur pulas.


" sayang ayo bangun, kita sudah sampai " kata Rafael, membangunkan Karina yang masih tidur untuk Kaila dia sudah bangun sedari tadi.


" kenapa cepat sekali " kata Karina, mengucek matanya.


" tujuh jam loh kita perjalanannya " kata Rafael, membenarkan rambut Karina yang berantakan.


Karina melotot kan matanya, serius tujuh jam perjalanan tapi kenapa menurut Karina ini sangat cepat. tapi tunggu tujuh jam dari Indonesia jadi sekarang dia sudah ada di mana?.


" kita di negara mana?" kata Karina, yang melihat ke arah jendela pesawat.


" kita di Jepang " kata Rafael, dengan senyumnya sedangkan Karina dia sangat senang akhirnya dia ke Jepang karena sudah lama banget ia ingin ke sini.

__ADS_1


Kaila dan triplet sudah duluan bersama bodyguard dan pelayan mereka sudah keluar dari pesawat tadi tinggal Karina dan Rafael lah yang masih di pesawat.


__ADS_2