MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA

MENIKAH DENGAN SEORANG DUDA
Bab 53


__ADS_3

setelah selesai bersih bersih Karina pun menghampiri anaknya yang sedang tidur, dia menuju ke kamar bawah. pas Karina sudah sampai ke kamar ketiga bayinya itu ternyata sudah bangun.


" anak bunda sudah bangun ternyata " kata Karina, menghampiri mereka.


Karina membawa mereka ke ruang tengah, setelah itu Karina akan membikin bubur untuk bayinya itu pasti mereka sudah lapar.


" ayo nak, kita makan dulu " kata Karina, yang sedang mengaduk bubur nya yang masih panas itu.


Karina dengan talentanya menyuapi satu persatu anaknya, emang susah untuk menyuapi mereka karena mereka tidak bisa diam sama sekali. setelah menyuapi mereka semua Karina langsung membersihkan mulut mereka yang terkena bubur itu dan tidak lupa mengganti kan baju mereka karena terkena bubur.


" oke nak, semuanya sudah selesai. sekarang kalian main bersama terlebih dahulu oke " kata Karina, setelah mengganti kan baju mereka. dan langsung menuju ke dapur.


Karina menghampiri mereka setelah selesai membersihkan nya. dia melihat anaknya yang sedang bermain bersama itu dan sekalian ia menunggu bunda Adelia dan mamah Veena yang akan kemari.


" kalian tidak capek merangkak terus nak " kata Karina, yang melihat mereka merangkak ke sana dan ke sini. sedangkan Karina dia hanya memantau anak anaknya saja.


pas sedang bermain dengan ketiga anaknya, mamah Veena dan bunda Adelia pun datang membuat Karina langsung berdiri dan menghampiri mereka. Karina juga membantu membawakan tas yang berisi makanan itu ke dapur sedangkan mamah Veena menjaga ketiga bayinya itu.


" nak, siapa yang menjemput Kaila nanti?" kata bunda Adelia, yang sedang menaruh makanan nya ke mangkuk.


" bodyguard Rafael yang menjemput nya " kata Karina, yang sedang ingin menghangatkan makanannya.


" biar ayah saja yang menjemput nya, tadi ayah bilang akan pulang cepat " kata bunda, menghampiri Karina yang sedang menghangatkan makanannya.


" yasudah, kalau gitu Karina ke luar dulu untuk bilang " kata Karina, langsung berjalan ke luar menemui bodyguard yang selalu mengantar dan menjemput Kaila sekolah kalau Rafael sedang libur sedangkan bunda Adelia dia yang akan melanjutkan menyiapkan makannya.


pas sampai di luar Karina mencari bodyguard nya itu, dan Karina melihat kalau dia sedang mengeluarkan mobilnya karena sebentar lagi Kaila akan pulang sekolah. Karina menghampiri nya.


" maff pak, bapak tidak usah menjemput Kaila kata bunda tadi ayah saya yang akan menjemput nya " kata Karina, yang melihat bodyguard itu ingin masuk ke mobil.


iya Karina itu ke semua bodyguard Rafael bilangnya tuh pak, sebelum bilang itu dia selalu menayangkan umur mereka dan mereka umumnya di atas Karina jadi ya Karina memanggil dengan sebutan pak dan mereka juga tidak di permasalahkan soal itu.


" baik nyonya, saya akan memasuki lagi mobilnya " kata bodyguard itu, yang ingin memasukan mobilnya ke garasi. tetapi pas ingin masuk ke dalam mobil Karina mencegahnya membuat dia berdiri Kemabli.


" hmmmm itu, aku minta tolong belikan biskuit buat bayi ku karena stok nya sudah habis dan susu mereka juga. apa bapak bisa?" kata Karina, yang meminta tolong ke bodyguard Rafael.


" iya nyonya, saya bisa " kata bodyguard itu, dengan senyum tipisnya.


Karina pun menyuruh dia menunggu sebentar dia akan mengambil uang nya terlebih dahulu dan contoh biskuit dan susunya biar dia gampang untuk mencarinya. setelah mengambil dia langsung kembali ke luar.


" ini uangnya, ini contohnya, dan ini list yang bapak beli " kata Karina, mengasih semua yang dia sudah di sediakan. bodyguard itu pun menerimanya.


" baik nyonya, saya pergi dulu " kata bodyguard itu, pas sudah menaruh semua yang Karina kasih.


" hati hati, nanti kembaliannya buat bapak saja. kalau begitu saya masuk terlebih dahulu " kata Karina, yang langsung masuk kedalam dan membantu bundanya yang tertunda tadi.

__ADS_1


sedangkan ketiga bayinya itu, mereka sedang asik bermain dengan omahnya.


" kamu tadi mengambil apa?" kata bunda Adelia, yang sedang mencuci piring.


" oh itu, biskuit sama susu triplet habis makannya itu aku minta tolong ke bodyguard Rafael " kata Karina, membantu bundanya.


" yasudah ayo kita susul triplet di ruang tengah " kata bunda Adelia, Karina mengangguk dan berjalan menuju anaknya itu.


pas mereka sedang asik bermain, papah Farrel pun datang, dan tidak lupa papah Farrel itu tidak lupa dengan bawah makanan kesukaan cucuk perempuannya itu.


" hay boy, apa kalian kangen dengan opah " kata papah Farrel, menghampiri triplet dan mencium mereka satu persatu.


" papah engga sekalian menjemput Kaila?" kata mamah Veena.


" lah, bukannya sudah ada bodyguard Rafael yang menjemput nya?" kata papah Farrel, melihat mamah Veena sambil menggendong Daren.


" ayah yang menjemput Kaila, bunda yang bilang tadi " kata Karina, yang langsung menjawab pertanyaan mamah Veena. dan mereka pun mengangguk.


dan beberapa menit kemudian Kaila dan ayah Zhafran pun sampai, Karina langsung membawa Kaila ke kamar untuk membantu Kaila membersihkan badannya. setelah itu mereka langsung makan siang bersama tanpa Rafael sedangkan triplet dia sudah tidur lagi.


" kapan Rafael pulang?" kata papah Farrel, mereka semua sedang berkumpul di ruang tengah bersama Kaila juga pun ada di sana


" nanti malam pah, tadi dia menghubungi ku " kata Karina.


mereka pun asik mengobrol sampai sore, tadi Karina menawarkan mereka untuk menginap di sini tetapi mereka menolak karena besok mereka akan beraktivitas kembali jam lima sore mereka sudah pulang ke rumah masing masing sedangkan Kaila langsung ke kamar untuk mandi sore dan Karina memandikan ketiga bayinya di kamar bawah, selama Rafael tidak ada di rumah Karina, Kaila dan ketiga bayinya tidur di bawah bersama Karina juga takut kalau tidur hanya sama ketiga bayinya saja apalagi ini rumah sangat besar.


" katanya sih sopir pribadi ayah yang jemput " kata Karina, yang sedang memakai kan baju ke David yang baru selesai mandi


Kaila mengangguk dan mencium adiknya itu, kata Kaila adiknya setiap baru mandi sangat harus apalagi wangi bayi itu membuat Kaila ingin mencium nya setiap hari sedangkan ketiga bayinya hanya tertawa saja pas kakak nya mencium dia.


" oke sekarang kita keruangan tengah, tapi Kaila di sini dulu ya bunda bawa mereka satu persatu " kata Karina, membawa Daren terlebih dahulu ke ruang tengah sedangkan Kaila dia menemani bundanya yang sedang membawa Daren ke depan.


" Kalian bermain dengan kakak Kaila terlebih dahulu oke, bunda ingin masak untuk makan malam " kata Karina, ketiga bayi itu, seperti tau apa yang di katakan bundanya mereka pun mengangguk dan tersenyum.


sebelum memasak untuk makan malam, Kaila membuat biskuit yang di hancurkan untuk mereka dan Kaila yang akan menyuapi mereka.


" sayang, kamu suapi adik mu ya, bisa kan?" kata Karina, membawa makanan dan minuman untuk ketiga bayinya.


" baik Bun, Kaila bisa ko " kata Kaila, dengan senang dia langsung mengambil makanan itu dari tangan bundanya.


Karina langsung ke dapur kembali untuk memasak makan malam, dia juga sekali kali melihat anaknya yang sedang menyuapi adiknya itu. tetapi pas Karina sedang memasak dia kaget karena tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang dia pun langsung menoleh ingin tau siapa yang memeluk dia secara tiba tiba itu.


" hai sayang ku, aku sangat kangen sekali dengan mu cantik " kata Rafael, yang langsung memeluk Karina dengan erat dia sangat kangen dengan istri cantiknya ini sedangkan Karina dia masuk kaget dengan ke datangan Rafael bukannya dia bilang akan Samapi sini malam tapi ini masih sore dia sudah ada di sini.


" tunggu. bukannya kamu pulang malam, ko bisa " kata Karina, yang masih kaget dengan semua ini.

__ADS_1


" hehehe aku hanya ingin kasih kamu suprise saja, sebenarnya pas kita teleponan tadi aku sudah di bandara tetapi karena ada masalah di kantor jadi aku ke langsung ke kantor. maff ya sayang " kata Rafael, menjelaskan semuanya ke Karina dan dia langsung mencium bibir Karina sekilas.


" Ihh kamu bikin aku kaget saja, yasudah sana mandi dulu " kata Karina, melepaskan pelukan dari Rafael tetapi Rafael langsung mengeratkan pelukannya.


" kamu engga kangen gitu sama aku, aku aja kangen banget loh. kaya di drama dram yang kamu nonton kan gini kalau kangen pasti langsung di peluk terus di cium gitu " kata Rafael, yang cemberut karena istrinya biasa saja pas kedatangan dia.


" sudah sudah, malu sama anak anak dan engga usah pake drama emang kamu kira kira lagi syuting drama apa. sana mandi " kata Karina, melepaskan pelukan Rafael, dan Rafael pun langsung melepaskan nya dan menghampiri keempat anaknya itu yang sedang bermain.


" hallo anak anak ayah yang cantik dan yang tampan " kata Rafael, menghampiri Kaila dan mencium pipi Kaila. Kaila yang di cium melotot kan matanya dan Rafael langsung diam kenapa anaknya tidak suka di cium.


" ko muka nya gitu sih, engga suka yah kalau ayah cium " kata Rafael, mengelus pipi Kaila.


" ayah bau asem, lebih baik ayah mandi dulu dan ayah tidak boleh megang adik Kaila dulu karena ayah banyak kumannya " kata Kaila, mencegah ayahnya untuk memegang adiknya ini sedangkan Rafael dia hanya diam saja.


" Rafael madi engga, jangan dekat dekat dengan anak anak. kalau tidak mandi nanti malam tidak ada peluk pelukan!!" kata Karina, berteriak di dapur tetapi itu terdengar oleh Rafael. Rafael pun langsung ke kamar untuk mandi ini engga boleh terjadi sudah tiga hari ia tidak dapat pelukan hangat dari istrinya.


" ayah kalau soal itu saja takut banget, hahahaha " kata Kaila, yang melihat ayahnya berlari ke kamarnya dan Kembali bermain dengan ketiga adiknya.


setelah makan malam mereka sekarang sedang ada ruang tengah, Rafael membelikan mainan untuk anak anaknya dan tidak lupa cemilan untuk Kaila setiap Rafael ke luar kota atau luar negeri dia engga pernah lupa cemilan buat Kaila.


" ayah, ayah engga lupa kan kalau Kaila ingin jalan jalan " kata Kaila, yang sedang makan cemilan yang di beli ayahnya.


" engga dong, kita liat nanti pas nilai raport Kaila bagus. kan Minggu depan Kaila bagi raport kan?" kata Rafael, yang mengambil satu persatu cemilan Kaila.


Kaila mengangguk dia jadi deh degan dengan nilai nya apa itu memuaskan atau engga. tetapi kalau nilainya engga bagus apa ayahnya enggak ngizinin Kaila untuk jalan jalan.


" tapi yah, kalau nilainya engga bagus gimana " kata Kaila, yang masih deg degan.


" ya engga jadi " kata Rafael, dengan santainya sedangkan Kaila dia sudah sedih mukanya karena jawaban ayahnya.


Karina memukul tangan Rafael, kenapa suaminya ini selalu menjahili anaknya ini Rafael yang melihatnya hanya tersenyum tetapi itu membuat Karina kesal dengan Rafael.


" Ihh kamu jahil banget kasian Kaila " bisik Karina ke Rafael.


" sudah tenang saja " bisik Rafael setelah itu mencium pipi Karina.


karena sudah malam Kaila langsung menuju ke kamarnya dan bundanya pun ikut mengantar kan kaila ke kamar nya, sedari tadi ia hanya berpikir soal jalan jalan dengan ayahnya dia takut engga jadi apalagi ayahnya ini sangat sibuk takut nya ada acara mendadak di kantor atau emang nilai Kaila yang tidak memuaskan.


" sudah sayang engga usah di pikirkan, nanti biar kita jalan jalan bareng oke " kata Karina, membantu Kaila menuju ke kasurnya dan tidak lupa untuk membaca kan buku cerita sebelum tidur.


setelah Kaila tidur dengan nyenyak Karina pun kembali ke kamar, dia ingin marah ke Rafael karena membuat Kaila jadi sedih seperti gitu. pas sampai kamar Karina memasang muka marah Rafael tau tetapi dia santai dan menyuruh Karina naik ke atas kasur Karina pun langsung menurutinya. sekarang Karina sudah di samping Rafael dia ingin berbuka suara soal Kaila tetapi pas Karina ingin berbicara Rafael langsung mencium bibir Karina dan langsung ******* nya dan itu membuat Karina terhanyut dalam ciuman Rafael dia langsung berdiri dan duduk di paha Rafael dan mengalungkan tangannya ke leher Rafael.


" sayang aku kan bercanda lagian aku sudah menyiapkan jalan jalan kita nanti " kata Rafael, pas sudah melepaskan ciuman mereka. Karina masih diam dia masih mengatur nafasnya karena Rafael kalau sudah mencium nya tidak mengasih jeda membuat dia kehabisan nafas.


" ya tapi kamu buat Kaila sedih tau " kata Karina, pas selesai mengatur nafasnya.

__ADS_1


" hehehe maff, ayo kita lanjutkan lagi sayang aku sangat kangen dengan suara merdu mu itu " kata Rafael, dengan senyum smirk nya.


Karina yang ingin menjawab tidak engga bisa karena Rafael langsung menyerang dia di bagian sensitif nya membuat Karina pasrah saja dengan permainan Rafael ini.


__ADS_2