MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 15. Bertemu Surya


__ADS_3

"Nadya." ucap Marisa dengan keras sehinga mengundang perhatian pengunjung lain yang ada di restoran tempat Marisa mengundang mereka makan malam.


Mendengar Marisa menyebut nama putrinya, Surya segera berpaling untuk melihat. "Nadya." ucap Surya sambil tersenyum.


Dia sudah lama tidak melihat putri kandungnya ini, selama ini Nadya selalu menghindar saat bertemu dengannya. Kehadiran Nadya siang ini untuk ikut makan siang bersamanya tentu saja membuat Surya senang.


Senyum Surya menghilang saat melihat Reno menggenggam erat tangan Nadya. Pantas saja Marisa putri tirinya berteriak memanggil nama Nadya dengan keras, karena Marisa marah pada putri kandungnya.


Nadya yang tahu kemana arah mata Surya memandang berusaha melepaskan tangannya dari Reno, tapi laki-laki itu tidak mengizinkannya. Reno bahkan semakin mengeratkan genggamanya, ingin menunjukkan pada Surya siapa Nadya bagi Reno.


"Mengapa kalian datang berdua? Dan apa ini" tanya Surya sambil menunjuk tangan Reno dan Nadya.


Nadya menghiraukan pertanyaan Surya, dia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Nadya yang baru mengetahui jika Marisa adalah saudara tirinya, berusaha untuk menetralkan emosinya dengan menahan diri agar tidak meluapkan amarahnya pada Marisa.


Nadya akan mengikuti permainan yang Marisa buat, dia yakin Marisa berbohong saat mengatakan masih mengenali dirinya sebagai adik kelas wanita itu saat bertemu di rumah sakit. Marisa pasti tahu jika dirinya adalah putri Surya yang ditelantarkan laki-laki paruh baya itu karena lebih memilih bersama Wulan dan Marisa. Dan sekarang Nadya tahu, Marisa ingin mempermainkan dirinya dengan memaksanya menikah dengan Reno sebagai ibu pengganti. Mengambil bayi yang kelak dia lahirkan untuk Marisa sakiti, Nadya tidak akan membiarkan itu.


"Aku yakin ini semua rencana busukmu untuk menghancurkan seorang Nadya, Marisa. Kita lihat sampai dimana rencanamu berhasil."


Untuk saat ini Nadya hanya bisa bicara dalam hati, tapi dia akan membalas setiap air mata yang dia keluarkan karena perbuatan Marisa.


"Kamu ingin bermain-main denganku ternyata." ucap Nadya lewat tatapan matanya saat bertemu dengan tatapan tajam Marisa yang mengancam dirinya.


Nadya tidak akan takut kali ini, apa lagi Reno kini berada di pihaknya. Lihatlah Reno membelanya saat ini, dihadapan Surya dan Wulan ibu tiri yang Nadya sangat benci karena menyebabkan kematian ibunya serta Marisa yang mencoba mempermainkan dirinya.


"Apa ada yang salah? Saya datang bersama istri saya." ucap Reno bertanya pada Surya dan juga memberitahu ayah mertuanya itu apa status Nadya saat ini.


Sementara Wulan dan Marisa hanya bisa diam, mereka tidak bisa menjawab pertanyaan Reno, karena apa yang Reno katakan adalah kebenaran.


"Nadya, kamu tahu Reno itu suami saudari kamu, mengapa kamu merebutnya." ucap Surya dengan nada tinggi.


"Aku tidak punya saudara perempuan, tuan Surya. Apa anda lupa itu?"


"Nadya kamu..." ucap Surya, dia berdiri hendak menampar Nadya yang sangat kurang ajar padanya saat ini.


Sayangnya tangan Surya terhalang Reno, laki-laki itu menahan tangan Surya untuk menghentikan apa yang akan Surya lakukan pada Nadya.


"Berani menyakiti istri saya, itu berarti berhadapan dengan saya." ucap Reno.

__ADS_1


Surya melemah, dia tidak bisa melawan Reno. Perusahaannya bisa bertahan karena Reno, jika dia melawan Reno, bisa saja menantunya itu menghancurkan usahanya dan kembali membuatnya miskin seperti dulu.


"Jangan salahkan Nadya, Marisa sendiri yang menikahkan kami. Bukan begitu istriku?" tanya Reno pada Marisa.


"Apa ini benar, Marisa?" tanya Surya.


"Sudah Pa jangan diperpanjang, kita makan saja dulu. Tidak enak dilihat orang lain." ucap Wulan menengahi, dia takut apa yang Marisa lakukan diketahui Surya.


"Kamu juga tahu tentang masalah ini Wulan?" tanya Surya pada istrinya itu.


"Mama tidak tahu apa-apa Pa." jawab Wulan yang sudah pasti berbohong.


"Mama juga terkejut mendengar ini, tapi jangan kita bahas disini. Malu dilihatin orang." lanjut Wulan lagi ucapannya.


Surya melihat sekitar, banyak mata yang melihat kearah mereka. "Memalukan" rutuk Surya dalam hatinya.


"Mas aku tidak selera makan disini." ucap Nadya berbisik di telinga Reno.


"Kita cari tempat yang membuat kamu nyaman, sayang." balas Reno.


"Istriku kehilangan selera makan, kami permisi." ucap Reno.


"Hanya apa?" tanya Reno.


Marisa terdiam, dia tidak mungkin menyebut Nadya sebagai istri Reno hanya sementara saja sampai memberikannya anak. Surya akan marah besar, apa lagi dia memanfaatkan Nadya dengan membiayai biaya rumah sakit Rosa yang sebenarnya di biayai Surya.


Reno membawa Nadya pergi menjauh dari Surya dan keluarganya. Dia memang tidak berniat makan siang bersama Marisa. Reno datang sengaja untuk membuka mata Nadya agar mengetahui siapa Marisa.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Reno setelah mereka berada di mobil.


Nadya memaksakan senyum agar terlihat kuat meski sebenarnya hatinya sakit melihat Surya lebih menyayangi Marisa, membuat hidup anak tirinya berkecukupan sementara dia dan Azam harus banting tulang untuk mencukupi hidup mereka setelah Surya pergi.


"Mas." ucap Nadya memanggil Reno.


Reno menarik Nadya masuk kedalam pelukannya, mata Nadya tidak bisa membohonginya jika istrinya itu terluka.


Sementara itu, Surya ikut meninggalkan Wulan dan Marisa. Dia tidak tahu apa yang terjadi, dia ingin marah tapi tidak tahu pada siapa.

__ADS_1


Surya merasakan sakit saat Nadya tidak mau memanggilnya ayah, "Apa yang ayah lakukan terlalu menyakiti kamu hingga kamu sangat membenci ayah, Nadya." gumam Surya.


Selera makannya menjadi hilang meskipun perutnya menagih untuk diisi. Surya mengendarai kendaraannya tanpa tujuan. satu-satunya orang yang bisa membuatnya tenang adalah Rosa, tapi ibunya itu tidak jauh berbeda dengan Nadya dan Azam yang membenci dirinya karena menikah denga Wulan. Tapi Surya bersyukur, mereka masih mau menerima uang pemberian darinya. Bahkan Surya mencukupi semua kebutuhan mereka. Sayangnya Surya tidak tahu jika nafkah yang dia berikan untuk ibu dan kedua anaknya tidak pernah sampai ditangan mereka.


"Ibu." ucap Surya saat menemukan ibunya duduk diteras bersama seorang perawat.


"Kamu pulang. Kenapa baru sekarang?" tanya Rosa. Sebenci apapun dia denga Surya, hati seorang ibu tetap akan bahagia saat putranya mengunjunginya.


"Maaf Bu, aku terlalu sibuk dan mengabaikan Ibu." jawab Surya.


"Bagaimana kesehatan Ibu?" tanya Surya.


"Ibu bisa sehat berkat kebaikan hati suami Nadya." ucap Rosa.


"Nadya menikah mengapa tidak memberi tahu aku, Bu?" tanya Surya lagi.


"Mbak, bawa saya masuk. Saya ingin istirahat." ucap Rosa.


Rosa memilih diam dari pada menjawab pertanyaan Surya, anaknya itu telah dibutakan harta yang dia nikmati bersama wanita pelakor dan anak tirinya itu. Bahkan setelah dinikahi Surya saja, wanita itu tidak pernah mengunjungi Rosa sebagai menantu bahkan membuat Surya menelantarkan dirinya dan kedua cucunya.


"Tuan, mau apa anda datang ke rumah nenek saya." ucap Azam mengejutkan Surya.


"Azam ini ayah Nak." jawab Surya yang lagi-lagi harus terluka dengan panggilan Azam padanya.


"Saya tidak punya ayah, ayah saya sudah tiada bersama kematian ibu saya." ucap Azam.


"Jangan bicara seperti itu, selama ini juga Ayah tetap menafkahi kalian." ucap Surya.


"Apa Anda bermimpi Tuan, kami tidak pernah menerima satu rupiah pun uang dari Anda."


"Selama ini nenek dan kakak saya yang harus banting tulang mencukupi biaya hidup dan sekolah kami sendiri." jawab Azam yang membuat Surya terkejut.


"Bahkan kakak terpaksa menikah dengan suami orang untuk membiayai rumah sakit nenek. Jadi jangan harap pintu rumah ini bisa Anda lewati lagi." lanjut Azam ucapanya dengan mengeluarkan rasa kesalnya yang dia rasakan pada Surya selama ini.


Azam berlalu dengan tatapan penuh kebencian pada Surya yang sedang mencerna setiap kata yang diucapkan Azam.


"MARISA dan WULAN." ucap Surya sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...


__ADS_2