MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 64. Emosi


__ADS_3

"Bang Yuda." panggil Airin pelan begitu melihat kakak sepupunya yang memberikan pukulan pada Aditya.


Yuda pasti sudah mendengar dan melihat pertengkarannya dengan Aditya, hingga pria itu lepas kendali seperti ini. Airin tidak tahu harus bersikap seperti apa? Dia pun berjalan mendekati Aditya, maksud hatinya ingin membantu pria yang berstatus suaminya itu untuk berdiri. Namun tubuhnya di tahan seseorang yang ternyata Kania, teman sekolahnya dulu.


"Biarkan saja, dia bisa berdiri sendiri. Untuk apa kamu bantu." bisik Kania.


Laki-laki seperti Aditya tidak perlu dikasihani, pria itu pantas mendapatkan pukulan, bahkan lebih dari yang tadi Yuda lakukan. Sayangnya dia juga harus menghentikan Yuda yang kembali ingin memukul Aditya. Kania tidak ingin Yuda nantinya akan dituntut Aditya melakukan kekerasan di tempat umum, meskipun laki-laki itu telah lebih dulu melakukan kekerasan pada Airin temannya.


"Kania! Kamu juga ada disini?" tanya Airin.


Hampir satu bulan ini Airin memata-matai Aditya, dan baru hari ini dia berani melabrak suaminya itu yang sedang bersama wanita lain. Namun tidak terpikirkan oleh Airin jika di tempat ini akan ada orang yang mengenalnya, seperti Yuda dan Kania.


"Jadi ini laki-laki yang kamu jadikan suamimu, Airin." tunjuk Yuda pada Aditya yang sedang berusaha berdiri. Meski Yuda memukulnya hanya satu kali, tapi pukulan pria itu sangat keras dan menyakitkan bagi Aditya.


"I... iya Bang." jawab Airin ragu.


Ingin membantah tapi tidak mungkin dia berbohong. Yuda pasti sudah tahu dan pertanyaan yang dilemparkan kakaknya itu hanya untuk memastikan saja.


Yuda memang tahu Airin telah menikah dan dia tidak bisa hadir dalam acara pernikahan yang terbilang mendadak tersebut. Yuda belum pernah bertemu dengan Aditya sebagai adik iparnya. Selama ini suami Airin itu tidak pernah mau ikut menghadiri acara keluarga. Dan setiap acara yang diadakan keluarga Aditya, Airin juga tidak pernah diajak oleh suaminya.


"Pria seperti dia tidak layak dijadikan suami. Minta cerai atau kamu yang menuntut cerai." ucap Yuda memberi saran pada adik sepupunya. Emosi, ya Yuda dikuasai emosi karena tamparan Aditya pada Airin. Menurutnya kekerasan dalam rumah tangga akan terus terjadi jika pernah melakukannya.


Aditya pria yang kasar, keduanya tadi tidak hanya adu mulut tapi juga terjadi kekerasan. Aditya menampar Airin didepan banyak orang. Karena itu, Yuda yang tadinya berniat menghentikan keributan keduanya akhirnya memukul adik iparnya itu.


"Ada apa? Tidak suka dipukul?" tanya Yuda karena Aditya menatapnya tajam setelah bisa berdiri karena dibantu oleh wanita yang tadi datang bersamanya.


"Aku akan laporan perbuatan anda, tuan Yuda!" ancam Aditya.


"Aku juga akan melaporkan kamu yang berani menampar adikku." balas Yuda.

__ADS_1


"Adik?" Aditya menatap Airin untuk meminta penjelasan.


"Dia kakak sepupuku." jawab Airin.


"Kamu salah memilih lawan lagi Dit." ejek Jasmine yang baru saja mendekat.


Aditya menatap tidak suka pada Jasmine, wanita itu dan Marisa yang membuatnya bermusuhan dengan Reno dan sekarang istrinya ternyata adik dari asisten Reno. Mengapa dunianya sangat sempit?


Menghiraukan tatapan tidak suka Aditya, Jasmine bicara pada Airin, "Lakukan saja seperti yang abang kamu katakan. Cerai saja dari Aditya, dia itu pria yang tidak pernah puas dengan satu wanita meski sudah menikah. Asal kamu tahu, dia juga pernah tidur dengan ku, dua kali." ucap Jasmine memberitahu Airin tanpa malu membuka aibnya sendiri.


"Kamu pria breng sek, Aditya!" bukan Airin yang marah tapi Wanita yang tadi datang bersama Aditya. Dia merasa tertipu. Yang dia dan keluarganya tahu, Aditya belum menikah. Buruknya lagi, dia sudah tidur dengan laki-laki itu yang ternyata sering tidur dengan banyak wanita. Pantas saja, Aditya selalu mendatanginya untuk bermain.


"Jangan percaya sayang. Dia bukan istriku." tunjuk Aditya pada Airin, "Dan dia." Aditya menunjuk Jasmine, "Aku tidak mengenalnya."


Aditya tidak ingin kehilangan ladang uangnya. Ayah Intan sudah menyuntikkan dana setelah acara pertunangan mereka. Aditya juga tidak ingin kehilangan Intan, yang akan dia nikahi bulan depan. Wanita itu memang tidak secantik Airin atau wanita yang pernah dia kencani, tapi permainan ranjang Intan sangat memuaskan Aditya. Apa lagi keluarga Aditya merestui, membuat pria itu bebas untuk selalu bersama Intan.


"Jadi ini wanita yang dijodohkan oleh keluarga kamu, Dit?" ucap Jasmine melihat Intan yang tidak terlalu cantik, bahkan sangat jauh jika dibandingkan dengan Airin.


Mendengar perkataan Jasmine, Aditya mendelikan matanya pada wanita itu. Dari mana Jasmine tahu tentang perjodohannya? Tidak ada yang tahu dia dijodohkan karena perusahaan keluarga mereka butuh suntikan dana. Tidak ada juga yang tahu, jika dia sudah menikah.


Aditya lupa, saat dihotel setelah mereka berhubungan, Aditya meracau karena mabuk. Saat itulah pria itu menceritakan semuanya pada Jasmine, termasuk pernikahannya dengan Airin yang dirahasiakan atas permintaan keluarga Aditya. Tidak direstui, itulah penyebabnya. Karena itu juga, keluarga Aditya menjodohkannya lagi dengan Intan, putri dari sahabat papanya.


Awalnya Aditya menolak, Intan tidak secantik Airin ataupun wanita yang pernah dia ajak tidur. Tapi satu-satunya orang yang akan membantu menyuntikkan dana pada perusahaan keluarganya adalah ayah Intan. Ditambah lagi kasusnya degan Reno membuat perusahaanya semakin terpuruk.


Mau tidak mau, Aditya menerima perjodohan itu dan bertunangan. Dia yang menyebabkan perusahaan keluarganya semakin terpuruk. Tapi siapa sangka, tubuh Intan membuat Aditya candu.


"Apa itu benar Mas?" tanya Airin meminta penjelasan.


"Tidak perlu ditanyakan lagi Airin. Ayo pulang!" ucap Yuda mengajak adik sepupunya itu.

__ADS_1


Yuda tidak akan tinggal diam, keluarga Aditya akan mendapatkan balasan dari keluarga besarnya. Keluarga mereka bukan keluarga biasa, meski mereka bukan dari kalangan pengusaha seperti Reno. Tapi keluarga mereka tidak sedikit yang memiliki jabatan di pemerintahan. Hanya saja, mereka tidak pernah memperlihatkan pada banyak orang dan memilih hidup biasa saja.


"Ayo pulang Rin." ajak Kania agar Airin mengikuti langkah Yuda.


"Nia."


Kania menoleh kearah dimana Airin berjalan disampingnya, "Ada apa?" tanyanya.


"Mengapa jadi seperti ini?" tanya Airin.


Kania tidak menjawab pertanyaan Airin, temanya itu tidak butuh jawaban tapi butuh ketenangan. Kania menarik tangan Airin mengikuti langkah Reno.


"Masuk!" ucap Yuda pada Airin.


"Ayo!" ajak Kania membuka pintu penumpang bagian belakang lalu sedikit mendorong Airin untuk masuk kedalam kendaraan milik Yuda.


Yuda melajukan kendaraanya, membelah jalan yang cukup padat menuju kantor Kania. Dia tidak ingin menganggu waktu kerja calon istrinya, dan akan mengantarkan Airin setelahnya.


Jika acara makan siang Yuda dan Kania terganggu oleh Jasmine dan masalah Airin dan Aditya, maka berbeda dengan Anjas. Pria itu sedang menunggu pesanan makan siangnya di rumah makan favorit Nadya. Anjas tiba-tiba saja dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tidak pernah dia sangka kan akan kembali bertemu.


"Apa kabar Anjas?" sapa Dean.


Dia Dean, sahabat Anjas saat duduk dibangku sekolah dasar. Dean pindah ke luar negeri setelah ibunya menikah lagi dengan pria berkewarganegaraan Perancis. Dean pernah satu kali pulang ke Indonesia untuk mengunjungi saudara ayahnya dan menyempatkan diri bertemu dengan Anjas.


Mereka kembali bertemu saat Anjas berlibur ke Paris bersama neneknya dan Nadya. Dan itu sudah sangat lama, Anjas mengira dia tidak akan bertemu lagi dengan Dean. Karena setelah pertemuan terakhir itu, Dean tidak bisa lagi dihubungi. Sekarang! Pria itu ada dihadapannya, kembali menyapanya.


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...

__ADS_1


__ADS_2