MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 18. Bukan Saudara Tiri


__ADS_3

Reno tetap pergi keperusahaan melewati para pemburu berita yang sudah menunggunya sejak subuh.


"Pak Reno, Marisa itu istri Bapak atau saudara ipar?" tanya wartawan saat mobil Reno yang dikendarai pak Agus melewati para wartawan.


Reno tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan untuk saat ini. Dia harus memastikan semua bukti yang dia perlukan sudah siap terlebih dulu.


"Reno, jangan sampai orang-orang tahu kita sudah menikah." pinta Marisa dari seberang sana.


"Jangan suka membuat keributan makanya, jadi repot semua." jawab Reno.


"Aku mau ada konferensi pers, mengklarifikasi aku hanya ipar kamu." ucap Marisa.


"Aku mau bawa Nadya ikut bersama aku." ucap Marisa memberi tahu Reno.


"Jangan libatkan Nadya dalam masalah kamu." ucap Reno mengingatkan.


"Ini juga karena kehadiran dia bersama kamu di restoran." jawab Marisa.


"Tidak akan jadi pusat perhatian orang kalau kamu tidak berteriak pada Nadya." balas Reno.


"Jangan coba-coba bawa Nadya keluar rumah tanpa seizin aku." ucap Reno lagi.


"Tapi Ren...."


Belum selesai Marisa bicara Reno sudah memutus pembicaraan mereka.


"Mbak, diluar apa masih ada wartawan yang menunggu?" tanya Nadya pada Tina.


"Sepertinya sudah tidak ada Bu. Ibu mau pergi?" tanya Tina.


"Tidak, sebentar lagi waktunya makan siang, saya hanya kasihan saja kalau mereka masih ada disana." jawab Nadya.


"Maksud saya, kalau mereka masih ada disana kita pesankan makan siang untuk mereka." ucap Nadya lagi yang membuat Tina mangangguk mengerti maksud Nadya.


"Ibu mikirin sampai kesana, kalau mereka lapar kan bisa beli diujung jalan ada warung makan." ucap Tina mengadu pada Ijah apa yang tadi Nadya bicarakan.


"Itu lah mengapa saya bilang mbak Nadya itu orang yang baik." jawab Ijah.


"Memangnya kamu yang suka nggak perduli sama orang." ucap Ijah lagi menyindir Tina.


"Mbak Ijah lho." sahut Tina sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ijah."


Ijah terkejut saat mendengar suara orang yang memanggilnya.


"Nyonya." sapa Ijah begitu dia berbalik menghadap Dina ibu dari Reno.


"Apa semua baik-baik saja Jah?" tanya Dina.


"Semua baik, pak Reno sekarang bahagia sejak..."


Ijah tidak berani melanjutkan ucapannya. "Aduh gimana ini? Mbak Nadya ada di rumah lagi." ucap Ijah di dalam hati.

__ADS_1


"Maksud saya pak Reno juga baik-baik saja dan bahagia."


"Dengan istri barunya?" tanya Dina.


"Kok ibu tahu ya?" tanya Ijah pada dirinya sendiri.


"Iya." jawab Ijah pelan.


"Istri baru Reno ada di rumah?" tanya Dina.


"Ada Nya. Mbak Nadya sedang di taman belakang." jawab Ijah.


"Pak, nyonya ada di rumah." lapor Ijah pada Reno begitu Dina berlalu dari hadapannya.


"Iya saya tahu, dia ingin bertemu menantu barunya." jawab Reno.


"Bapak nggak kasih tahu saya, saya tadi takut Pak." ucap Ijah.


"Iya maaf Mbak, saya lupa." jawab Reno lalu mengakhiri panggilannya karena sudah ada Yuda yang berdiri dihadapanya.


"Bagaimana?" tanya Reno pada Yuda.


"Aman." jawab Yuda sambil memberikan semua berkas yang dibutuhkan Reno.


"Ada mama di rumah, aku pulang dulu." ucap Reno.


Yuda menyatukan alisnya mendengar ucapan Reno, "Tante Dina mau ketemu menantu baru ya." goda Yuda yang hanya mendapat senyum dari sahabatnya itu.


"Akhirnya kamu bisa bahagia juga Reno." gumam Yuda begitu Reno sudah hilang dibalik pintu.


Nadya mengenali Dina ibu mertuanya, Reno beberapa kali menunjukkan foto Dina padanya. Dia segera meraih tangan Dina untuk dia salim.


"Widya." ucap Dina memanggil Nadya.


"Nadya, Bu." ucap Nadya mengoreksi namanya.


"Iya maksud Mama, kamu Nadya putrinya Widya." ucap Dina.


"Iya Bu."


"Mama sayang, Mama." ucap Dina.


Nadya tidak percaya Dina menerimanya dengan baik. Tapi dari mana ibu mertuanya tahu nama ibunya?


"Mama kenal ibu Widya?" tanya Nadya.


Dina tersenyum lalu mengajak Nadya duduk. "Kami berteman baik." jawab Dina.


"Mama tidak percaya Reno benar-benar menemukan kamu." ucap Dina.


"Mas Reno bisa menemukan saya? Maksud Mama?" tanya Nadya tidak mengerti.


"Mama minta Reno untuk mencari kamu setelah Mama tahu Surya berbohong tentang Marisa." jawab Dina yang membuat Nadya semakin tidak mengerti.

__ADS_1


"Berbohong bagaimana?" tanya Nadya penasaran.


"Surya mengatakan Marisa adalah putri Widya, dia yang membuat Marisa dan Reno dekat sampai anak Mama itu tergila-gila.


Untung saja dia cepat sadar dari kegilaanya begitu tahu Marisa sudah tidak perawan saat Reno menyentuhnya.


"Apa karena itu mas Reno tidak mau satu kamar dengan wanita itu?" tanya Nadya pada dirinya sendiri.


"Benar saja ternyata Marisa putri Surya dengan Wulan bukan Widya." ucap Dina melanjutkan menjelaskan kekecewaannya.


Deg, jantung Nadya berdetak keras begitu mendengar Dina menyebut nama Marisa adalah putri ayahnya dan ibu tirinya. Itu berarti ayahnya sudah bersama Wulan sebelum menikahi ibunya?


"Ada apa?" tanya Dina melihat wajah Nadya memucat.


"Dia putri ayah dan wanita itu? Jadi mereka bukan saudara tiri?" ingin sekali Nadya bertanya pada Dina, tapi lidahnya keluh untuk bicara.


"Bagaimana kabar ibu Rosa?" tanya Dina begitu melihat Nadya yang diam saja.


"Mama juga kenal nenek?" tanya Nadya untuk meyakinkan.


"Nenek kalian dulu bekerja di panti asuhan. Mama sering berkunjung ke panti asuhan tempat nenek kamu bekerja. Di panti asuhan itu juga Mama bertemu Widya." ucap Dina sambil mengenang masa lalunya.


"Nenek belum lama ini operasi Ma."


"Operasi apa?" tanya Dina terkejut.


"Pengangakatan Kanker" jawab Nadya.


Istri Reno itu mengenang kejadian di rumah sakit hingga akhirnya membuat dia menikah dengan Reno sebagai istri kedua.


"Ada apa?" tanya Dina.


"Bukan Mas Reno yang menemukan saya, tapi takdir yang membuat kami bertemu." ucap Nadya.


Usaha Marisa untuk menghancurkan hidup dan masa depannya membuat dia mendapatkan cinta Reno walau Nadya belum bisa mencintai Reno sepenuhnya karena masih ada Anjas yang mengisi relung hatinya. Tapi Nadya terus berusaha untuk bisa mencintai Reno seperti permintaan laki-laki itu.


"Bukan mama bersyukur ibu Rosa harus menjalani operasi, tapi dengan sakitnya ibu Rosa membuat Mama menemukan kalian.


Surya juga keterlaluan, untuk biaya rumah sakit ibunya saja dia tidak peduli." ucap Dina.


"Ma, apa benar Marisa putri kandung ayah?" tanya Nadya akhirnya memberanikan diri.


Surya dan Wulan sudah lama menjalin hubungan, mereka bahkan beberapa kali tidur bersama. Lalu Wulan memilih menikah denga pria yang dijodohkan oleh keluarganya meskipun dia tahu saat itu dia sedang mengandung anak Surya.


Surya yang ditinggal menikah oleh Wulan mengikuti permintaan Rosa untuk menikah dengan Widya, putri angkat Rosa yang tinggal di panti asuhan. Rumah tangga Surya bahagia bersama Widya, laki-laki itu bahkan bisa melupakan Wulan yang memilih menikah dengan pria kaya dibanding dirinya yang hidup pas-pasan.


Namun setelah menikah dengan Widya, ekonomi Surya membaik. Usaha yang dia rintis berkembang dan menjadi besar, sehingga dia bisa memberikan kehidupan yang berkecukupan untuk keluarganya.


Kebahagian keluarga kecil Surya berakhir begitu Wulan yang sudah menjanda kembali menemui Surya. Surya menikahi Wulan tanpa sepengetahuan keluarganya.


Poligami yang Surya lakukan tercium oleh Widya, ibu dari Nadya dan Azam itu meminta cerai. Namun belum sempat bercerai, Widya pergi untuk selamanya setelah Wulan menemuinya tanpa sepengetahuan Surya.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Menikah Jadi Istri Kedua...


__ADS_2