MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 69. Sudah Jelas


__ADS_3

Acara malam ini berjalan lancar, ada kelegaan di wajah Nadya. Karena banyak orang yang peduli dengan ayahnya, hanya dengan melihat banyaknya orang-orang yang hadir malam ini.


Nadya salah, kolega Surya itu semua penjilat. Mereka hadir malam ini karena Reno dan Haris. Apa lagi jika bukan untuk mencari simpati keduanya hingga mereka bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan besar milik Haris dan Reno.


Reno ikut senang melihat Nadya yang bahagia malam ini. Istrinya itu terlalu baik, membuatnya selalu memandang orang itu sama baik dengannya. Reno tidak akan mengecewakan Nadya dengan memberitahu kebenaran maksud kehadiran para kolega Surya. Tidak semuanya mencari simpati Reno dan Haris, ada beberapa yang memang tulus hadir malam ini untuk mendoakan Surya.


"Masuk kamar dan tidurlah sayang." ucap Reno sambil mengecup kening istrinya.


"Adek butuh istirahat. Kamu duluan ya, Mas masih mau menemani Azam. Masih banyak tamu dari rekan kerja ayah." ucap Reno lagi sekarang tangannya mengelus perut Nadya.


Dari jauh sepasang mata menatap tidak suka dengan kemesraan itu, "Tunggu saja, kamu akan ditinggalkan setelah aku mendapatkannya." gumam orang itu.


Reno mengantar Nadya sampai didepan kamar. Setelah istrinya masuk Reno segera kembali kedepan. Namun langkahnya terhenti karena ada seseorang yang menghalanginya.


"Maaf Mas." ucap wanita itu. "Saya Silvi sepupu jauh Nadya." lanjutnya memperkenalkan diri.


"Saya mau menawarkan, apa Mas Reno mau diambilkan sesuatu? Minuman hangat atau makanan Ringan?" tanya Silvi.


"Saya tidak butuh apa-apa. Kalau butuh saya akan mengambil sendiri karen ini rumah orang tua saya." jawab Reno.


Reno sudah biasa menghadapi wanita seperti ini. Melihat suami orang jauh lebih menggairahkan itulah alasan pelakor ada. Dan Reno tidak perlu berbasa basi menghadapinya meskipun saudara istrinya sendiri.


Tidak akan ada cela untuk pelakor bagi Reno. Nadya sudah sangat sempurna, apa lagi yang dia cari. Dari penampilan wanita ini saja sudah membuat Reno merinding, bagaimana bisa tertarik.


Silvi pergi begitu saja, membawa rasa kesalnya karena Reno tidak tertarik dengannya. Sebagai seorang pemain sinetron, Silvi merasa dia jauh lebih cantik dari pada Nadya. Diluar sana sangat banyak pria yang mengaguminya, tapi Silvi yang tidak tertarik. Reno pria yang mencuri perhatiannya karena nama besar pengusaha itu bisa menaikkan namanya sebagai pemain sinetron.


"Mereka sama-sama wanita, mengapa tidak berpikir bagaimana jika pasangan mereka yang diambil orang lain?"


Reno menoleh, Yuda yang berdiri disampingnya yang bertanya.


"Mungkin mereka akan mencari yang lain lagi." sahut Reno dan jawaban itu membuat Yuda tertawa.


Sepertinya Reno sudah tertular Didu yang suka menyahuti percakapan yang tidak penting.


"Kenapa tertawa?" tanya Reno.


"Tidak apa-apa, pak Sapto sudah ada diruang kerja ditemani papa." jawab Yuda.


"Dimana Azam?" tanya Reno.

__ADS_1


"Aku belum menemukannya, entah kemana anak itu." jawab Yuda.


"Cari dia dan bawa ke ruang kerja!"


Jika Reno sudah mengeluarkan perintah, mana bisa Yuda menolak. Sekarang dia berjalan mencari keberadaan adik ipar Reno itu. Setelah beberapa saat, Yuda menepuk keningnya.


"Ada cara mudah, mengapa harus cari yang susah." ucapnya mengerutuk.


Yuda menghubungi Azam melalui panggilan telepon. Baru satu kali panggilan itu sudah diangkat oleh pemiliknya.


"Lo dimana Zam?" tanya Yuda.


"Gue lagi semedi, mules Bang." sahut Azam dengan suara sedikit bergema.


"Sialan lho, cepat selesaikan terus ke ruang kerja." balas Yuda.


"Hahaha, siap." jawab Azam sambil tertawa puas. Kapan lagi dia bisa menjahili pria dewasa itu.


Bukankah dia juga sudah dewasa. Tapi tidak menurut Nadya. Bagi kakanya itu, dia tetap saja anak kecil manja. Apa semua kakak seperti itu? tanya Azam pada dirinya sendiri.


Sapto membeberkan semua yang dia ketahui. Bukti kuat menunjuk pada seseorang yang sekarang ada di gudang bawah tanah dan pria itu pernah mengunjungi Marisa di tahanan.


"Kamu sudah menyelidikinya?" tanya Reno.


"Orang kita yang mengawasi Marisa yang memberikan laporan. Pri itu memang dekat dengan Marisa selama ini. Seperti orang kepercayaan Marisa yang sering membantunya banyak hal. Tapi baru kali ini mebantu dalam kejahatan wanita itu." ucap Yuda menjelaskan.


"Jadi sudah jelas pelaku dan orang yang memberikan perintah dalam kasus ini." ucap Reno.


"Tapi kita tetap akan menunggu hasil otopsi Surya. Dengan cara apa dia dihabisi." sahut Haris.


Azam yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan tangan menahan marah. Wanita itu, selalu saja dia yang membawa masalah dalam keluarganya.


***


Wulan ditemukan sudah tidak sadarkan diri dikamar tahannya. Dia segera dilarikan ke klinik terdekat dari rumah tahanan dan segera medapatkan penaganan.


Kematian Surya cukup mengejutkan bagi Wulan. Selama ditahan, dia banyak merenungi semua kesalahannya. Hanya demi hidup dengan harta yang berlimpah, Wulan rela melakukan apa saja bahkan mengakhiri hidup orang lain.


Wulan meminta maaf pada Surya, saat pria itu datang mengunjunginya untuk memastikan siapa ayah dari Marisa. Wulan tidak ingin lagi berbohong. Dengan linangan air mata dan permintaan maaf yang tiada henti, Wulan mengakui telah membohongi Surya dan memberitahu siapa ayah biologis Marisa.

__ADS_1


Setelahnya, Wulan tidak lagi bertemu dengan Surya. Dan hari ini di menerima kabar kematian pria itu. Seolah ada yang hilang dari dalam tubuhnya, Wulan jatuh dan tidak sadarkan diri.


"Saya dimana?" tanya Wulan.


"Ini di klinik." jawab seorang sipir wanita yang menemaninya.


Dian mencoba mengingat apa yang terjadi dan setelah dia ingat, "Mbak, apa saya boleh izin pulang?" tanyanya.


"Suami saya, mantan suami saya meninggal. Saya ingin melihatnya untuk yang terakhir kalinya. Apa boleh?"


"Harus izin dulu dan prosesnya panjang." jawab sipir tersebut.


"Apa tidak bisa lewat jalan lain. Saya janji hanya melihatnya lalu kebali lagi ke klinik." ucap Wulan memohon.


Tanpa ada yang mengenali, Wulan akhirnya datang ke kediaman Surya tanpa melewati prosedur yang seharusnya. Posisinya yang berada di klinik membuatnya bisa mendatangi Surya meski hanya sesaat seperti janjinya. Wulan hanya melihat sebentar saja lalu pulang. Tapi Wulan terkejut saat tanganya ditarik seseorang.


"Ma."


Marisa tentu saja bisa mengenali Wulan, karena itu dia segera mendekat dan menarik tangan Wulan untuk menjauh dari kerumunan orang.


"Jangan katakan ini perbuatan kamu Marisa." ucap Wulan menyelidik.


"Marisa terkekeh, "Aku hamil dan mantan suamimu itu terus saja bertanya siapa ayah bayi yang aku kandung." sahut Marisa.


"Kenapa?" tanya Wulan tidak mengerti mengapa Marisa harus sampai membunuh Surya.


"Dia terlalu banyak tahu rahasia aku, jadi aku bungkam saja." jawab Marisa dengan santai seolah tidak merasa bersalah.


Dia menangisi kematian Surya hanya untuk bersandiwara agar orang melihatnya merasa sangat kehilangan pria tua itu. Aktingnya sangat bagus bukan? Karena itu dia selalu ditawarkan kontrak main sinetron dan film meski bassic nya seorang model.


"Kau gila Marisa!" seru Wulan begitu Marisa selesai menceritakan semua yang dia lakukan.


"Reno tidak akan kembali padamu, dia tidak akan mengakui anak yang kamu kandung itu anaknya. Reno bukan orang bodoh. Tapi kamu yang bodoh Marisa!"


Mama tidak perlu ikut campur, pulanglah ke kamar sempit mama dan tidur dengan tenang." ucap Marisa, "Karena pria yang kau cintai juga sudah tidur dengan tenang." lanjut Marisa lalu berdiri meninggalkan Wulan yang hanya bisa ternganga karena terlalu terkejut.


Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang mendengarkan percakapan itu.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Menikah Jadi Istri Kedua...


__ADS_2