MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 76. Call Me Daddy


__ADS_3

Berto masuk keruang VIP sepuluh sambil mendorong trolley yang berisi berbagai macam makanan hasil masakannya. Dan ada satu makanan special yang dia masak khusus untuk putri kesayangannya yang hari ini menurut Anjas menginginkan makanan dari olahan tangannya.


Setelah melewati sedikit drama karena ulah Aurora, akhirnya Nadya dan Reno berserta yang lain bisa duduk dengan tenang di tempat yang sudah dipesan oleh Reno. Wanita keras kepala itu berhasil dibawa keluar dari restoran setelah Anjas menurunkan pihak keamanan untuk mengusir Aurora.


Dean yang sudah sangat pusing karena selalu membereskan setiap masalah yang dibuat oleh adik tirinya itu, kali ini membiarkan saja Aurora dibawa paksa oleh pihak keamanan lalu memilih bergabung bersama Reno dan Nadya.


Nadya langsung tersenyum saat pria paruh baya itu sendiri yang mengantarkan makanan untuknya. Sejak kemarin dirinya merindukan masakan Berto. Saat dia mengungkapkan keinginannya pada Reno, siapa sangka suaminya itu mau menemaninya makan di restoran milik keluarga Anjas.


"Masakan special untuk cucu Opa yang juga special." ucap Berto sambil mengedipkan sebelah matanya pada Nadya.


"Terima kasih Om Ber...."


"No, Nadya. You are my daughter! seru Berto, "Call me Daddy, ok." ucap pria berkewarganegaraan Italia itu.


"Sorry Dad." sahut Nadya yang selalu saja lupa dengan permintaan pria itu.


"It's okay, Daddy maafkan lagi kali ini." sahut Berto.


Lagi? Itu berarti istrinya sering lupa memanggil pria bule yang memiliki tubuh tinggi besar ini dengan panggilan Daddy. Reno yang sejak Berto masuk hanya diam, sambil memperhatikan interaksi Nadya dengan paruh baya ini.


Sepengetahuan Reno, Yuda tidak menyebutkan ada nama Berto sebagai orang terdekat Nadya. Mereka yang pintar menyembunyikannya atau Yuda yang melewatkan informasinya.


Pandangan Reno beralih pada Yuda sudah bergabung dengan mereka untuk makan siang bersama hari ini. Yuda hanya bisa menjawab dengan senyum yang memamerkan baris giginya. Sudah pasti Reno mempertanyakan tentang Berto padanya. Dan itu terlihat jelas dari cara Reno memperhatikan Berto lalu memandang padanya.


Kania yang diajak Yuda menemaninya siang ini, melihat Yuda tersenyum lebar, "Kenapa?" tanya Kania.


"Tidak apa-apa." jawab Yuda, karena ini bukan masalah besar.


Yuda pikir pria ini hanya chef direstoran dan tidak begitu dekat dengan Nadya. Sehingga dia tidak mejelaskan siapa Berto pada Reno. Sayangnya dia salah menduga. Baiklah dia salah kali ini. Yuda akan minta maaf dan mejelaskan kehidupan Berto pada Reno nanti agar pria itu tidak berburuk sangka pada Berto.

__ADS_1


"Daddy turut berduka. Sorry tidak bisa hadir. Mantan bos kamu tidak memberikan izin libur di hari itu." ucap Berto lagi sambil melirik Anjas yang sedang menatapnya.


"Hari itu restoran ini sudah di booking oleh pelanggan, dan mereka ingin semua makanannya om Berto yang masak." sahut Anjas menjelaskan agar Nadya tidak salah paham kepadanya.


"Tidak apa-apa Dad." jawab Nadya.


"Daddy dan mommy selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu dan juga cucu Daddy." ucap Berto.


"Terima kasih Dad." balas Nadya yang dibalas senyum oleh Berto.


"Aku jadi rindu mommy." ujar Nadya.


"Kamu bisa main ke kediaman kami, tapi jangan sendiri. Suami kamu harus ikut mengantarkan kamu, biar dia juga kenal dengan wanita cantik yang setia menemani Daddy." jawab Berto sambil melihat kearah Reno.


"Hei dude, jaga putriku baik-baik. Jika sampai aku dengar dia mengeluh tentang dirimu, maka orang pertama yang harus kamu hadapi sekarang aku, Daddy nya." ucap Berto.


Nadya dan Anjas hanya bisa menggelengkan kepala. Sudah biasa melihat drama yang dilakukan oleh pria paruh baya itu. Tapi tidak dengan Reno, dia menanggapi ucapan Berto dengan serius. Tidak usah pria tua itu katakan, Reno pasti akan menjaga istrinya. Sekarang kekesalan Reno tertuju pada Yuda, mengapa bisa sahabat yang merangkap asistenya itu bisa melewatkan nama Berto saat mencari informasi tentang Nadya.


"Makanan ini khusus untuk cucu Opa." ucap Berto, "Mulai hari ini, Daddy yang akan mengurus asupan gizi untuk kamu dan si kecil."


Nadya menoleh pada Reno, menatap suaminya yang sejak tadi diam saja. Dia merasa tidak enak dengan suaminya atas sikap Berto. Tapi seperti itulah Berto sejak dulu. Kehilangan seorang putri yang seusia dengan Nadya, membuat Berto menyayangi dan peduli pada Nadya secara berlebihan. Menganggap Nadya adalah penganti putrinya yang hilang yang dikirimkan Tuhan untuknya.


Berto salah satu orang yang cukup tahu kesulitan Nadya. Pria itu sering menyisihkan gajinya untuk membantu Nadya, tentu saja atas izin istrinya. Jika Nadya menolak, maka Berto dengan tegas akan mengatakan, "Ini pemberian seorang ayah pada putrinya."


Sayangnya Berto tidak tahu saat Nadya butuh uang untuk biaya operasi Rosa. Dia dan istrinya sedang ada di Italia saat itu. Begitu dia kembali ke restoran, Nadya sudah tidak bekerja disana. Anjas memberitahukan, bahwa Nadya sudah menikah dan berhenti bekerja.


Tidak ada yang tahu sebab Nadya menikah dengan tiba-tiba termasuk Anjas. Karena memang tidak ada yang tahu, Nadya menikah dengan Reno berawal dari sebuah perjanjian untuk menjadi ibu pengganti kecuali keluarga intinya saja. Sudah pasti Yuda yang membuat berita itu tidak beredar atas perintah Reno.


"Tidak masalah, selama itu untuk kebaikan kamu sayang." jawab Reno yang mengerti maksud tatapan istrinya.

__ADS_1


Selagi itu baik untuk Nadya dan anak mereka, tentu saja Reno tidak akan keberatan. Dia akan membiarkan saja pria tua yang cerewet dan menyebalkan ini memasak untuk istrinya dan calon anaknya.


"Memang bukan masalah dude, suka tidak suka kamu harus mengizinkan aku untuk meberikan gizi yang terbaik untuk putri dan cucuku." sahut Berto.


Lihatlah, bukankah pria ini sangat menyebalkan. Ingin sekali Reno memaki dan memberikan peringatan pada Berto, tapi tangan lembut Nadya yang mengusap lengannya membuat Reno menyunggingkan senyum pada sang istri lalu lenyap sudah asap yang sebelumnya mengepul diatas kepalanya.


"Daddy tidak bisa menemani kamu makan, tapi kamu harus habiskan masakan Daddy, khususnya yang ini." ucap Berto sambil mendorong piring yang tadi dia katakan makanan khusus untuk cucunya.


"Ok Daddy, thank you." sahut Nadya.


"Dan kau dude, pastikan putriku makan dengan benar!" seru Berto sebelum meninggalkan ruangan itu.


"Maaf ya, Mas. Om Berto memang suka begitu." ucap Nadya setelah Berto menghilang.


"It's okay Honey." balas Reno.


"Terima kasih Mas." sahut Nadya.


"Ayo makan, jangan sampai pria tua itu memarahi Mas." ujar Reno yang membuat Nadya terkekeh.


Jika tidak didepan orang banyak, sudah pasti Reno akan memakan istrinya. Hari ini Nadya terlihat lebih cantik, ditambah sikap dewasa Nadya saat menghadapi Aurora dengan tenang, membuat Reno kembali jatuh cinta. Bagaimana tidak, Nadya yang sudah dibuat malu oleh Aurora tetap tidak nenyalakan wanita itu.


"Untuk apa malu, yang dia katakan memang benar. Aku gadis miskin yang beruntung." ucap Nadya, karena dulu memang dirinya gadis miskin yang beruntung memiliki sahabat seperti Anjas dan juga Dean.


Melihat kemesraan Nadya dan Reno, Anjas ikut tersenyum dan senang. Tentu saja melihat orang yang dia sayangi bahagia seperti ini, siapa yang tidak bahagia. Meski pun Nadya bahagia dengan pria lain bukan dirinya.


Menoleh kesamping, ada Yusi duduk disampingnya. Tidak ada salahnya Anjas mencoba membuka hati lagi. Tapi sayang, keputusannya untuk pergi ke Jerman bersama Dean tidak bisa dibatalkan. Lantas apa yang harus Anjas lakukan, haruskah kebahagiaannya tertunda lagi?


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2