MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 34. Serangan Balik


__ADS_3

"Ini Pak gaun pesanannya." ucap seorang karyawan menunjuk pada sebuah maneken yang mengenakan gaun pengantin. Gaun yang akan dikenakan Nadya saat resepsi pernikahanya nanti.


Gaun itu sangat indah, banyak mutiara yang menghiasi bagian depan dan juga lenganya. Ditambah kilauan berlian, meski tidak banyak tapi mampu memukau mata yang memandangnya. Nadya sampai takjub, dia sungguh tidak percaya jika itu gaun untuknya.


Nadya berpaling dari gaun pengantin itu, dia melihat Reno yang sedang memperhatikan gaunnya. Tidak pernah terbayangkan olehnya, pria yang terpaksa dia nikahi ini justru menjadi titik balik merubah kehidupannya.


"Ini Mas yang pesan?" tanya Nadya.


"Iya, apa kamu tidak suka?" tanya Reno.


"Suka Mas, sangat suka. Ini sangat indah." jawab Nadya.


"Mari Bu, kita coba." ucap karyawan tersebut menghentikan percakapan Nadya dan Reno.


Nadya mengangguk, dia mengajak Reno untuk mengikuti langkah karyawan tersebut menuju ruang ganti.


"Mas tunggu disini sayang." ucap Reno pada sebuah bench panjang yang memang disiapkan untuk para pria menunggu.


Nadya masuk untuk mencoba gaunnya, dan Reno memilih duduk. Tidak lama dari itu ponsel milik Reno berdering.


"Iya Yud, bagaimana?" tanya Reno.


"Urusan laporan ke polisi sudah selesai Bos." jawab Yuda.


"Kerja bagus Yud, sekarang kamu dimana?"


"Aku baru saja sampai di parkiran hotel, sebentar." jawab Yuda.


"Ada apa, Yud?" tanya Reno, tapi tidak ada sahutan dari seberang sana.


Yuda merubah panggilanya menjadi video call. Reno tidak bersuara, Yuda pun sama. Tapi Reno bisa melihat Jasmine berjalan masuk kedalam hotel. Yuda mengikuti wanita itu sampai menghilang dibalik pintu kamar dimana Reno seharusnya di sandera.


"Jadi benar itu semua ulah mereka. Licik." ketus Reno kesal.


"Mereka hanya putri dan pangeran ular, sekarang kita tangkap ratu ularnya." ujar Yuda memanasi Reno.


"Bukankah kita sudah jalan untuk itu." sahut Reno.


"Ya, kita tinggal menunggu kabar baiknya." balas Yuda.


Reno tersenyum jahil, "Yud, kamu tidak ingin masuk dan menyaksikan tayangan live?" tanya Reno menggoda Yuda.


"Dasar sahabat menyebalkan." umpat Yuda yang langsung mematikan panggilannya. Reno tertawa puas, merasa berhasil mengerjai sahabatnya itu.


"Mas menertawakan apa?" tanya Nadya heran, suaminya itu jarang sekali tertawa senang seperti ini.


"Oh, Mas menertawakan Yuda." jawab Reno jujur.

__ADS_1


Kini Reno menatap takjub pada istrinya, cantik sangat cantik. Tanpa riasan diwajahnya saja, istrinya sudah secantik ini. Bagaimana nanti setelah dia di make up oleh make up artis profesional yang dipilih Diana. Reno tidak bisa membayangkannya, istrinya itu akan sangat-sangat menawan dan cantik. Membayangkan itu Reno rasanya tidak Rela kecantikan istrinya menjadi konsumsi banyak pria, tapi tidak mungkin dia membatalkan pesta ini. Pesta yang sudah lama dinanti-nanti oleh kedua orang tuanya, terutama sang mama.


"Bagaimana Mas?" tanya Nadya karena Reno hanya diam saja.


"Cantik sayang, sangat cantik." jawab Reno.


Nadya tersenyum lalu kembali masuk keruang ganti, dan Reno kembali menggulir layar ponselnya. Berita yang judulnya menyudutkan sang istri masih memenuhi halaman media sosial.


Reno menghembuskan nafas kasar karena kesal, media dan para netizen masih saja membanding-bandingkan Nadya dan Marisa dengan melebih-lebihkan kebaikan pada Marisa yang sebenarnya hanya kamuflase. Mereka tidak tahu bagaimana sifat masing-masing wanita itu sebenarnya.


Sampai saat ini Reno dan team pengacaranya masih membiarkan musuh berkoar tentang kejelekan Nadya yang sebenarnya adalah sifat buruk mereka. Reno dan Yuda sudah mempersiapkan artikel balasan, tinggal menunggu waktu saja.


Bacaan Reno berhenti pada satu judul media yang membela nama baik istrinya.


"Siapa mereka?" tanya Reno karena dia tidak menemukan list nama media tersebut bekerja sama dengan mereka untuk mengangkat nama baik istrinya. Ini juga belum waktunya mereka membeberkan fakta sebenarnya.


Baru saja Reno akan menghubungi Yuda untuk menanyakan hal tersebut, Nadya sudah keluar dari kamar ganti. Reno membatalkan niatnya, dia langsung berdiri menyambut sang istri yang berjalan mendekat.


"Sayang, Mas antar kamu ke rumah mama aja ya." ucap Reno. Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil untuk pulang.


"Mas Reno mau kemana?" tanya Nadya.


"Ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan. Tidak apa-apa kan?" tanya Reno.


Nadya mengangguk, " Ya, tidak apa-apa. Dya bisa bertemu nenek juga disana." jawab Nadya.


Reno tidak mengantar Nadya pulang ke kediaman mereka karena disana masih ada beberapa wartawan yang masih setia menunggu untuk memantau kegiatan mereka.


"Yuda!" teriak Jasmine. Meski sudah menduga, tapi dia tidak ingin Yuda melihat dirinya dalam keadaan seperti ini. Hancur sudah reputasi sebagai wanita baik-baik.


Yuda hanya tersenyum, "Setelah ini, aku yakini Reno pasti akan membenci kamu Jasmine. Tega-teganya kamu menjual istrinya pada pria lain. Dan percaya diri sekali kamu bisa mendapatkan Reno dengan jalan licik." ucap Yuda.


Jasmine mendengus, dia tidak bisa bicara apa-apa. Apa yang dituduhkan Yuda itu benar, dia yang menghubungi Aditya untuk membantunya mendapatkan Reno dan sebagai bayarannya Aditya akan mendapatkan istri Reno. Rencananya gagal, tapi dari mana Yuda tahu?


"Dari mana kamu tahu rencana kami?" tanya Jasmine.


"Reno itu sangat mencintai istrinya, tentu saja dia menyiapkan banyak orang untuk menjaga dan melindunginya." jawab Yuda.


Sementara itu di apartemen Kevin, Marisa dan Wulan terus saja mengembangkan senyum mereka. Sedangkan Jane membereskan apartemen sambil terus memperhatikan gerakan dan tindakan ibu dan anak itu.


Jane melihat senyum keduanya seketika menghilang saat mereka berdua sama-sama menerima notifikasi di ponsel mereka masing-masing.


"Kenapa Jasmine dan Aditya." ucap Wulan dan Marisa bersamaan.


Dalam hati Jane ingin sekali menertawakan mereka. Jumawa sekali ibu dan anak itu sudah merasa rencana mereka berhasil.


"Nomor siapa yang mengirimkan foto ini?" tanya Wulan.

__ADS_1


"Aku tidak tahu Ma." jawab Marisa.


"Berarti rencana kita semalam gagal." ujar Wulan prustasi.


"Sepertinya." sahut Marisa.


"Bagaimana ini?" tanya Wulan dan Marisa bersamaan.


"Jane." panggil Wulan.


"Iya tante ada apa?" tanya Jane memasang wajah seolah-olah tidak mengerti apa-apa.


"Beri aku solusi."


"Solusi apa Tan?" tanya Jane.


"Kamu tahu kan rencana yang aku dan Jasmine buat?" Jane mengangguk.


"Rencananya gagal, kemungkinan Reno yang menggagalkan rencana ini."


"Tenang saja, tante kan tidak terlibat saat rencana ini dijalankan, hanya memberikan saran." Wulan membenarkan.


"Ya sudah, walau mereka menyebut nama Tante yang ikut merencanakan tapi mereka tidak ada bukti." jawab Jane.


"Kamu benar Jane, kenapa Tante harus takut." ucap Wulan.


"Kita abaikan saja foto ini, Ma." ujar Marisa.


"Iya, kita fokus saja dengan rencana kita untuk menjatuhkan nama baik Nadya, dan memupuk rasa simpati orang-orang diluar sana." sahut Wulan.


Jane mendapat notifikasi dari Didu untuk menyalakan televisi. "Sepertinya serangan balik bos besar akan segera diluncurkan." gumam Jane seraya menyalakan televisi.


"Kamu ini menyalakan televisi, apa pekerjaan kamu bersih-bersih apartemen ini sudah selesai?"


"Sudah Tan." jawab Jane dengan santai.


Seperti pesan yang Didu kirimkan, Jane memilih tayangan Infotainment. Pembawa acara masih membahas tentang betapa buruknya Nadya.


"Pemirsa kabar kali ini masih seputaran model cantik kita yang ditikung oleh adiknya sendiri. Semua penggemar model cantik itu sangat marah dan mereka menghujat sang adik yang tega-teganya merebut kekasih kakaknya sendiri." ucap pembawa acara pria.


"Benar sekali permirsa, tapi ini ada salah satu media online mengeluarkan foto-foto pernikahan Reno dan Nadya. Di foto tersebut pernikahan mereka dihadiri model cantik kita Marisa." ucap pembawa acara wanita.


Televisi itu menayangkan foto-foto pernikahan Nadya dan Reno. Difoto itu ada Marisa disetiap moment, karena dia yang mendampingi sang adik. Bahkan wanita itu terlihat tersenyum bahagia saat itu.


"Bukan hanya foto permirsa, kami baru saja mendapatkan video pernikahan Reno dan Nadya" timpal pembawa acara pria.


Lagi-lagi Marisa tidak bisa berkata apa-apa, "Mengapa kamu lupa, saat itu ada dokumentasi." ujar Wulan sambil mendelik pada putrinya.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...


__ADS_2