MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 24. Memaafkan


__ADS_3

Bersama Nadya, Reno ingin mengawali hubungannya dengan baik. Berharap bisa menjalani rumah tangganya yang kedua ini dengan kebahagiaan, dipenuhi cinta dan kasih sayang yang tulus.


Cukup sekali Reno melakukan kesalahan, dulu dia terlalu dibutakan oleh cinta Marisa yang ternyata palsu. Dia bahkan melawan restu Dina yang saat itu menolak pernikahannya dan Marisa.


Kini Reno dan Marisa sudah selesai, Nadya dan Anjas pun telah selesai. Sudah saatnya Reno membuka lembaran baru bersama istri keduanya yang sekarang menjadi istri satu-satunya. Meskipun pernikahan mereka diawali dengan paksaan, bahkan hinaan pernah Reno lontarkan pada wanita yang kini membuatnya jatuh cinta.


"Maaf." ucap Reno begitu mereka sudah berada di dalam mobil.


"Maaf untuk apa?" tanya Nadya tidak mengerti.


"Mas janji kita pergi kencan sore ini, tapi janjinya tidak bisa ditepati."


"Mas Reno nggak janji apa-apa sama Dya. Kalau Mas Reno nggak bisa, ya enggak apa-apa." jawab Nadya.


"Mas Reno ada pekerjaan?" tanya Nadya.


"Enggak ada, tapi Mas diminta bawa kamu pulang ke kediaman Bagaskara."


"Kediaman Bagaskara?" ulang Nadya ucapan Reno.


"Hemm."


Tiba di kediaman Bagaskara, Nadya di sambut Dina. Ibu mertua Nadya itu sudah menunggu mereka, begitu Reno memberi kabar mereka dalam perjalanan.


"Ada apa Ma?" tanya Reno.


Dina menghubungi Reno disaat suami Nadya itu sedang menunggu istrinya bicara dengan Anjas. Wanita paruh baya itu meminta putra satu-satunya untuk membawa menantu barunya pulang ke kediaman Bagaskara.


"Ma, aku udah janji mau ngajak Nadya ke suatu tempat sore ini." jawab Reno menolak permintaan Dina.


"Mama nggak mau tahu, pokoknya menantu Mama sekarang diantarkan ke kediaman Bagaskara."


Permintaan Dina mau tidak mau harus Reno turuti, sudah cukup kemarin-kemarin dia mengecewakan mamanya itu.


"Nanti juga tahu, ayo masuk." jawab Dina.


Marisa digandeng Dina untuk masuk, melepaskan tangan Reno yang sejak tadi menggenggam tangannya.


Satu-satu Nadya mengabsen keluarganya yang ada di ruang keluarga. Ada Rosa yang tengah tersenyum padanya, Ada Azam yang sibuk dengan makanan di tangannya dan Nadya dibuat terkejut dengan kehadiran Surya yang sekarang berjalan kearahnya.


"Ayah." panggil Nadya pelan.


"Maafkan Ayah Nak. Ayah sungguh tidak tahu perbuatan mereka selama ini terhadap kamu, Azam dan nenek kalian. Maafkan Ayah."

__ADS_1


Nadya hanya mengangguk. Reno sudah memberitahu semua perbuatan Marisa dan Wulan terhadap dirinya, Azam dan juga Rosa.


Flash back


Nadya dan Reno sudah siap untuk pergi. Sampai di pintu depan, keduanya menghentikan langkah mereka. Nadya dan Reno melihat mobil milik Wulan masuk kehalaman kediaman Reno, sementara ada Marisa yang baru saja memasukkan koper miliknya kedalam mobil.


Reno menarik Nadya untuk kembali masuk, namun langkah mereka terhenti saat mendengar Marisa bertanya pada Wulan.


"Mama apa-apaan ini? Mengapa Mama bawa-bawa koper?"


Nadya dan Reno sama-sama berbalik untuk melihat apa yang dimaksud Marisa.


"Papa kamu mengusir Mama, jadi Mama akan tinggal bersama kamu di kediaman ini."


Reno dan Nadya saling pandang, dan Reno meremas tangan Nadya untuk mengatakan semua baik-baik saja, ada Reno yang akan menjaga Nadya. Wulan dan Marisa membicarakan Surya, dan itu menyakiti Nadya.


"Jangan katakan Mama diusir papa karena papa meceraikan Mama." ucap Marisa.


"Papa memang menceraikan Mama."


Lagi-lagi Nadya dan Reno saling pandang. Nadya tidak tahu ini berita baik atau buruk, Nadya berharap ayahnya baik-baik saja. Sebenci dan sekesal apapun Nadya pada pria paruh baya itu, tapi di lubuk hatinya yang paling dalam Nadya sangat menyayangi ayahnya. Surya adalah cinta pertamanya, laki-laki yang mengajarinya banyak hal sejak dia kecil. Sayangnya Surya juga laki-laki pertama yang membuat Nadya kecewa.


"Kamu kenapa?" tanya Wulan yang melihat Marisa duduk di lantai.


"Reno juga menceraikan aku."


Wulan melihat sosok Reno dan Nadya berdiri di belakang pintu masuk. Wanita itu berjalan mendekati keduanya. Bukan Reno yang jadi sasaran kemarahan Wulan, tapi Nadya. Bagi Wulan Nadya adalah jelmaan Widya yang merebut Surya darinya, karena itulah rasa benci Wulan pada Nadya tidak pernah padam meskipun dia sudah menyakiti anak tirinya itu selama ini.


"Kamu..." tunjuk Wulan pada Nadya.


"Pasti kamu yang menghasut Reno untuk menceraikan Marisa."


"Turunkan tangan anda dari hadapan istri saya." ucap Reno sambil menghempaskan tangan Wulan.


"Reno, saya ini ibu mertua kamu. Jangan kurang ajar ya kamu." bentak Wulan pada Reno.


Jika bukan wanita, Reno mungkin sudah melepaskan pukulan keras pada Wulan. Untung saja Reno masih bisa berpikir waras, ditambah sentuhan tangan Nadya yang menenangkan dirinya.


"Tanyakan pada Marisa, kesalahan apa yang dia lakukan sampai saya menceraikan dia." ucap Reno.


Reno menarik Nadya untuk segera masuk kedalam mobil miliknya. Secepatnya Reno membawa Nadya menjauh dari Wulan dan Marisa, dua wanita yang tidak punya hati nurani.


Reno menepikan kendaraannya, menarik nafas panjang lalu memberi tahu Nadya semua yang dilakukan Marisa dan Wulan padanya selama ini. Dari penjelasan Reno juga, Nadya tahu jika biaya rumah sakit Rosa adalah uang Surya bukan uang dari Marisa ataupun Reno.

__ADS_1


Flash back off


"Terima kasih Nak." ucap Surya lalu memeluk Nadya erat.


Tangis keduanya pecah, Nadya yang paling terluka saat tahu Surya menikah lagi dan memilih pergi meninggalkan mereka tanpa penjelasan.


Reno megusap punggung Nadya untuk menenangkan istrinya yang sesekali masih terisak. Meskipun memaafkan surya, tapi masih ada luka yang menganga. Kematian ibunya yang tidak wajar masih menjadi tanda tanya Nadya hingga saat ini.


"Sayang." panggil Reno membuat Nadya melihat pada suaminya yang sejak tadi tidak meninggalkannya walau sesaat.


Nadya masuk kedalam pelukan Reno, dengan Reno yang membelai kepalanya dan mengecup sayang pucuk kepalanya.


"Jangan sedih lagi, kita harus merayakan kembalinya ayahmu ke keluarga kita." bisik Reno yang diangguki Nadya.


Dengan jarinya, Reno mengusap sisa-sisa air mata di pipi istrinya. Reno mengecup mata Nadya bergantian, mata yang kini sedikit sembab.


"Aku berjanji akan mengganti air matamu dengan kebahagiaan." ucap Reno berjanji di dalam hatinya.


Dina merasa bersyukur bisa bertemu kembali dengan Rosa dan keluarganya, dia ingin merayakannya malam ini dengan mengajak semua yang ada disana untuk makan malam bersama.


"Sepertinya banyak yang aku lewatkan." ucap Haris papa Reno yang baru saja bergabung.


"Banyak sekali." jawab Dina sambil berjalan mendekati suaminya.


"Maaf pesawatnya delay, jadi terlambat pulang." ucap Haris mengecup kening Dina setelah istrinya itu mencium punggung tangannya.


Haris berjalan mendekati Surya, "Apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu." sapa Haris pada Surya.


"Ya, lama sekali." balas Surya.


"Bu." Haris salim pada wanita yang sangat dia kenal.


Karena Rosa lah Haris akhirnya bertemu Dina dan mereka saling jatuh cinta. Tentu saja Haris tidak akan lupa peristiwa tiga puluh tahun yang lalu.


"Dimana menantu Papa yang baru?" tanya Haris karena tidak melihat sosok Nadya yang sedang membantu mbok Asih menyiapkan makan malam.


"Menantu Papa itu menatu yang rajin, lihatlah disana." tunjuk Dina pada Nadya yang berdiri di meja makan.


Istri Reno itu tidak menyadari kepulangan ayah mertuanya. Sementara Reno entah kemana perginya setelah pamit ke kamar mandi.


"Widya." ucap Haris tidak percaya.


"Nadya mirip sekali dengan Widya. Mama tadi juga seperti mimpi melihat Widya seperti hidup kembali." ucap Dina yang melihat keterkejutan suaminya.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2