
"Marisa dengan kesadaran penuh aku menjatuhkan talak padamu."
Marisa membulatkan matanya mendengar ucapan Reno yang baru saja menceraikannya. "Apa maksud kamu, Reno?" tanya Marisa tidak percaya.
"Apa masih kurang jelas? Aku sudah menceraikan kamu." jawab Reno yang mendapat gelengan dari Marisa, dia tidak terima dengan talak yang dijatuhkan suaminya, bukan suami tapi mantan suaminya sekarang.
"Biar kuperjelas, sekarang kamu bukan istriku lagi Risa." ucap Reno menegaskan ucapannya.
Marisa tertunduk lemas, dia ingin menyingkirkan Nadya yang dia bawa masuk kedalam rumah tangganya, tapi mengapa dirinyalah yang terusir dari hidup Reno. Marisa tidak bisa menerima kekalahannya, baginya ini tidak adil. Nadya yang seharusnya Reno ceraikan, bukan dirinya.
"Reno, aku salah apa sama kamu?" tanya Marisa, dia memberanikan menatap Reno yang tampak santai saja setelah menjatuhkan talak padanya. Bahkan wajah Reno tersenyum menunjukkan dia bahagia dengan menceraikan Marisa.
"Haruskah aku katakan?" Reno balik bertanya sambil tersenyum mengejek kali ini.
"Masalah anak?" tanya Marisa mencoba menebak.
"Ok aku salah karena menunda untuk punya anak. Tapi sekarang...."
"Sekarang apa? Kamu hamil? Anak siapa?" tanya Reno beruntun memotong ucapan Marisa.
"Reno kenapa kamu selalu menuduh aku selingkuh dibelakang kamu?"
"Aku tidak menuduh tapi itulah kenyataannya, bukan?" jawab Reno.
"Kamu tidak bisa menceraikan aku karena tuduhan kamu yang tanpa bukti Reno." ucap Marisa menyanggah tuduhan Reno.
Entah apa yang ada dalam pikiran Marisa, harusnya dia menerima tuduhan Reno tanpa harus membantah karena apa yang Reno katakan benar, bukankah dia sadar betul dia sering tidur bersama laki-laki lain selama ini dan itulah kenyataanya.
Tapi Marisa ingin merubah keadaan, dia ingin apa yang Reno lakukan saat ini seakan-akan menyakitinya. Bukankah itu memang keahlian Marisa selama ini, membolak balik keadaan.
Marisa berpikir keras, apa yang harus dia laukan sekarang? Jika Reno sudah menceraikannya saat ini, maka Marisa juga akan membuat Reno menceraikan Nadya.
Reno diam sambil memeriksa file yang dikirimkan Yuda. Percuma dia bicara banyak pada Marisa, tidak ada gunanya lagi dan juga tidak akan ada habisnya. Mantan istrinya ini tidak akan menyadari kesalahannya jika dia tidak memberikan bukti.
"Baiklah jika kamu memang membutuhkan bukti." gumam Reno. Dia sudah selesai memeriksa file yang dikirimkan Yuda, kini layar pc yang ada diruang kerja Reno sudah siap menayangkan sesuatu yang tidak pernah Marisa sangka Reno mengetahuinya.
"Ingin aku tunjukkan buktinya?" tanya Reno lagi.
Marisa tidak menjawab, dia yakin Reno hanya menakutinya saja. Tanpa Marisa sadari, Reno telah menyalakan layar lebar yang ada di ruang kerjanya ini.
__ADS_1
Marisa tidak bisa bicara apa-apa, sudah sangat jelas video yang kini diperlihatkan Reno menunjukkan wajahnya dan Kevin yang sedang memerankan adegan bercinta. Marisa memejamkan mata, dia tidak tahu jika selama ini Reno sudah tahu apa yang dia lakukan dibelakang suaminya itu.
"Ceroboh." rutuk Marisa yang tidak meyadari ada cctv di kamar tamu yang biasa ditempati Kevin. "Itu berarti?"
"Apa bukti ini kurang cukup?" tanya Reno mengalihkan pikiran Marisa.
"Ren... aku..."
"Masih ingin melihat bukti yang lain?" tanya Reno lagi. Marisa menggeleng, cukup Reno mempermalukan dirinya.
"Kamu tahu aku kecewa sejak malam pertama kita, tapi aku mencoba untuk menunggu kamu memberi penjelasan. Sayangnya tidak ada penjelasan dari kamu atas kekecewaanku itu, kamu bahkan semakin liar di luar sana dan juga di rumah ini.
Jangan salahkan aku mencari tahu kebenarannya sendiri sampai aku mengambil keputusan menceraikan kamu. Sekarang kamu bebas ingin melakukan apa yang kamu mau. Dan aku juga terbebas dari menanggung dosa yang kamu perbuat."
Reno berhenti sejenak, dia ingin melihat reaksi Marisa atas ucapannya. Tapi Marisa tetaplah Marisa yang selalu tidak ingin disalahkan dan dikalahkan. Reno menghela nafas panjang, beban yang dia rasakan ikut pergi bersama jatuhnya talak untuk Marisa.
"Terima kasih kamu membawa kembali Nadya dalam hidupku yang kamu sangat tahu, jika selama ini dia wanita yang di inginkan mama sebagai istriku." ucap Reno lagi.
"Ren... aku...."
"Jika kamu benar hamil, minta ayah bayi itu bertanggung jawab. Kevin sahabatmu, produser yang selalu memberi kamu job atau artis pendatang baru yang sedang dekat dengan kamu saat ini. Salah satu dari mereka mungkin ayah bayi yang ada di rahim kamu, bukan aku."
Niat Marisa untuk menghancurkan hidup Nadya justru membuka jati diri adiknya itu. Tanpa Marisa sadari dia sudah menggali lubang kuburannya sendiri dan membuka kotak pandora kebahagiaan untuk Nadya. Kini Reno tahu siapa Nadya sebenarnya dan siapa Marisa sebenarnya.
"Kamu bisa membereskan barang-barang kamu mulai sekarang." ucap Reno lagi, kali ini wajah suami Nadya itu terlihat dingin.
"Kamu mengusir aku, Ren?" tanya Marisa tidak percaya.
"Menurut kamu?"
"Apa Nadya yang meminta kamu melakukan semuanya ini Ren? Dia ingin membalas dendam padaku kan."
Reno mengerutkan keningnya, "Nadya tidak tahu apa-apa, dia juga tidak pernah meminta apa-apa kepadaku. Dia bukan dirimu Risa, jangan samakan kamu dengan Nadya meski kalian terlahir sebagai saudara satu ayah." jawab Reno.
Reno salah jika Nadya tidak tahu apa-apa, istri kedua yang kini jadi istri satu-satunya Reno itu sangat tahu perbuatan Marisa dibelakang Reno.
Sementara itu dikediaman Surya, kedua orang tua Marisa itu sedang berdebat. Wulan terus saja memancing kemarahan Surya, yang membuat ayah tiga anak itu akhrinya menjatuhkan talak untuk Wulan.
"Kamu sudah sangat keterlaluan Wulan, kamu membuat aku sebagai anak durhaka terhadap ibuku dan sebagai ayah yang tidak bertanggung jawab pada kedua anakku."
__ADS_1
"Mereka selama ini sudah menikmati kekayaan kamu selama kamu menikah dengan wanita anak panti asuhan itu. Setelah kamu menikah dengan aku, maka aku dan putriku yang berhak menikmati kekayaan kamu." jawab Wulan tanpa malu dengan kesalahan yang telah dia perbuat.
"Mulai sekarang kamu tidak bisa lagi menikmati harta kekayaan aku, Wulan. Karena mulai detik ini aku menceraikan kamu." ucap Surya yang membuat Wulan membulatkan matanya tidak percaya.
"Tinggalkan kediaman ini." ucap Surya mendahului Wulan yang akan bicara padanya.
"Kamu mengusirku?" tanya Wulan untuk meyakinkan.
"Ya, karena kamu bukan lagi istriku."
"Aku akan tinggal dimana Surya?" tanya Wulan lemas.
"Apa kamu juga memikirkan dimana ibu dan anak-anakku akan tinggal saat kamu mengusir mereka dari rumah mereka sendiri?" tanya Surya.
Wulan tidak bisa menjawab, Surya ingin membalas setiap perlakuan Wulan kepada ibu dan anak-anaknya. Wulan bisa melihat itu dari mata Surya yang ingin dia membayar semuanya, semua perbuatan yang dia lakukan pada Rosa, Nadya dan Azam.
Wulan tidak terima dengan keputusan sepihak Surya, tapi dia memilih pergi meninggalkan kediaman Surya. Masih ada Marisa yang akan menerimanya, karena itu dia melajukan kendaraannya menuju kediaman Reno yang menjadi tujuannya. Marisa tinggal disana, sebagai ibu mertua tentu Reno harus menerima dia ikut tinggal disana.
"Mama apa-apaan ini? Mengapa Mama bawa-bawa koper?" tanya Marisa.
Mantan Istri pertama Reno itu terkejut begitu melihat mobil milik ibunya masuk ke halaman rumah Reno. Dan tanpa bicara apapun, Wulan menurunkan koper miliknya.
"Papa kamu mengusir Mama, jadi Mama akan tinggal bersama kamu di kediaman ini." jawab Wulan.
"Apa?" tanya Marisa terkejut.
Marisa baru saja memasukkan koper miliknya kedalam mobil sebelum kendaraan Wulan memasuki halaman kediaman Reno. Rumah Surya adalah tujuan Marisa untuk tinggal mulai sekarang, tapi apa yang baru saja dia dengar tentu saja membuatnya terkejut. Mengapa Wulan juga mengalami hal yang sama dengannya, sama-sama terusir dari rumah suami. Dan Marisa tersadar akan sesuatu begitu meningat kata suami.
"Jangan katakan Mama diusir papa karena papa meceraikan Mama." ucap Marisa.
Wulan terkejut, tebakan Marisa sangat tepat. "Papa memang menceraikan Mama." jawab Wulan yang disambut Marisa dengan terduduk lemas dilantai.
"Kenapa?" tanya Wulan yang melihat Marisa duduk di lantai.
"Reno juga menceraikan aku."
"APA!"
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
...Menikah Jadi Istri Kedua ...