MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 79. Permintaan Maaf


__ADS_3

Melihat semua orang menunjukkan wajah terkejut saat melihat dirinya, Jasmine menyungingkan senyum sambil berjalan menedkati Seno.


"Hei, jangan memandangku seperti itu. Aku datang bukan untuk membuat masalah." ucap Jasmine pada Yuda dan Didu yang terlihat berbisik-bisik.


"Maaf menganggu waktu kebersamaan kalian. Aku tadi kerumah sakit, tapi ternyata bayi tampan ini sudah dibawa pulang. Jadi aku menyusul kesini." ucap Jasmine menjelaskan dengan tangan yang mengusap kepala bayi mungil itu.


Tidak ada yang meyahuti ucapan Jasmine. Semua terkejut dan merasa aneh degan kehadiran wanita itu. Melihat semua terdiam, Nadya mempersilakan Jasmine duduk. Selagi wanita itu tidak mebuat masalah, dia akan menghormati Jasmine sebagai tamu. Tapi, jika sampai dia kembali membuat ulah, maka Nadya tidak akan berbaik hati lagi padanya.


"Silakan duduk Mbak. Terima kasih sudah mau datang untuk menjengguk kami." ucap Nadya yang lagsung mendapatkan senyum merekah dari Jasmine.


"Ini sedikit hadiah untuk kamu dan putra kalian." ucap Jasmine sambil menyerahkan goodie bag yang dia bawa.


"Terima kasih Mbak, sudah repot-repot bawa hadiah untuk kami." balas Nadya.


"Itu bukan apa-apa, hanya sedikit kenang-kenangan dariku." balas Jasmine.


Jangan tanyakan bagaimana Reno, pria itu benar-benar tidak peduli dengan kehadiran Jasmine walupun sempat terkejut saat wanita itu masuk dan menyapa semua orang. Jasmine tahu dan melihat jelas wajah Reno yang tidak suka padanya. Tidak masalah bagi Jasmine, dia datang untuk bertemu Nadya dan melihat bayi yang baru istri Reno itu lahirkan.


"Silakan diminum Mbak." ucap Nadya begitu Ratna menyuguhkan minuman untuk teman Reno itu.


"Iya terima kasih." jawab Jasmine.


Hanya Nadya yang bersikap ramah padanya. Semua orang yang ada dirumah ini tidak suka akan kehadirannya. Lagi-lagi Jasmine tidak peduli. Dalam hatinya bahkan memuji Nadya. Harusnya wanita ini yang lebih waspada akan kehadirannya. Tapi lihatlah! Dia begitu ramah dan menerima kejadiran Jasmine dengan baik.


"Aku mau minta maaf." ucap Jasmine membuat Nadya memperhatikan wanita itu dengan lekat.


"Aku tahu aku punya banyak salah sempat berniat ingin merebut Reno dari kamu. Tapi kamu tahu sendiri bagaiamana sikap suami freezer kamu itu." ucap Jasmine sambil terkekeh.


"Tidak pernah melihat wanita lain selain kamu." ucap Jasmine melanjutkan ucapanya.


"Aku juga mau pamit. Aku akan kembali ke Amerika dan mencari kerja disana. Aku harus mencari banyak pengalaman bekerja disana sebelum kembali memimpin perusahaan milik keluargaku." ucap Jasmine lagi.


"Semoga Mbak bisa menemukan kebahagiaan." balas Nadya mendoakan.


Jasmine tersenyum. Tidak salah dia menemui Nadya. Dia ingin pergi dengan tenang, karena itu dia ingin bertemu dengan istri Reno ini dan minta maaf pada Nadya.

__ADS_1


"Tolong sampaikan maafku pada suami kamu." ucap Jasmine sambil melihat kearah Reno yang memperhatikan mereka sejak tadi.


Jasmine tahu, Reno tidak ingin Nadya disakiti olehnya lagi. Karena itu Reno terus mengawasi mereka sejak tadi. Bukan untuk memperhatikannya dalam tanda kutip.


"Aku permisi. Terima kasih, kamu sudah bersikap baik padaku." ucap Jasmine seraya berdiri dari duduknya.


"Tidak usah mengantar sampai ke depan." ucap Jasmine lagi saat Nadya akan ikut berdiri.


"Tidak apa-apa Mbak." balas Nadya.


Istri Reno itu benar-benar ikut mengantar Jasmine sampai kedepan. Sekali lagi Jasmine mengakui kelebihan Nadya yang mungkin tidak bisa dia lakukan.


"Kamu pantas mendapatkan kebahagian dan perhatian serta kasih sayang dari banyak orang. Karena kamu memiliki hati yang sangat baik Nadya." ucap Jasmine sebelum dia berjalan ke kendaraanya lalau masuk dan pergi meninggalkan kediaman itu.


Nadya berbalik dan sudah menemukan Reno dihadapanya. Menyungingkan senyum, Nadya langsung saja melingkarkan tanganya di lengan Reno.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Reno hanya untuk memastikan lagi.


Nadya menjawab pertanyaan Reno dengan memberikan senyum lebar diwajahnya. Reno terlalu khawatir, tapi itu bukan salahnya. Jasmine sudah banyak membuat ulah dan mengusik rumah tangga mereka. Wajar jika Reno takut terjadi sesuatu padanya.


Istrinya butuh istirahat, begitu juga dengan Seno putra mereka. Karena itu Reno langsung menggiring Nadya masuk ke kamar mereka.


"Jasmine minta maaf dan pamit, dia akan kembali ke Amerika. Katanya ingin cari pengalaman kerja disana sebelum memimpin perusahaan miliknya." jawab Nadya menyampaikan kembali apa yang Jasmine katakan.


Reno tidak menanggapi penjelasan dari Nadya. Tapi dia bisa bernafas lega jika Jasmine sudah berubah dan akan kembali ke Amerika.


"Mas ambil Seno dulu. Ini sudah waktunya dia minum ASI." ucap Reno yang langsung disetujui Nadya.


Segitunya Reno memperhatikan tumbuh kembang putranya. Hingga jadwal Seno untuk minum ASI pun dia ingatkan.


Tidak butuh waktu lama, Reno sudah membawa Seno dan memberikannya pada Nadya. Pria itu tidak beranjak dari tempatnya dan terus memperhatikan interaksi antara ibu dan anak itu.


Sungguh, ini adalah hidup yang Reno inginkan sejak dulu. Memiliki keluarga kecil yang saling menyayangi. Tidak ada kata menyesal dia menikahi Nadya. Yang ada hanyalah rasa bersyukur dipertemukan dengan wanita sebaik dan setulus Nadya.


"Kenapa Mas?" tanya Nadya pada Reno, karena suaminya itu terus memperhatikan dia dan Seno.

__ADS_1


"Mas bahagia. Terima kasih sudah mau menjadi istri Mas dan mencintai Mas tanpa syarat." jawab Reno.


Nadya menepuk kasur kosong yang ada disampingnya. Reno mendekat mengikuti permintaan sang istri. Dia naik ketempat tidur dan ikut duduk disamping Nadya sambil bersandar disandaran tempat tidur.


Nadya menjatuhkan kepalanya di bahu Reno yang disambut dengan senang oleh pria itu.


"Terima kasih, Mas juga sudah menerima Dya apa adanya." ucap Nadya membalas pernyataan tulus Reno.


"Kamu sempurna sayang, sangat sempurna." Reno mengecup sekilas bibir istrinya.


Tidak ingin berlebihan, karena dia harus puasa selama beberapa minggu kedepan. Jadi dia akan menahan diri untuk melakukan yang lebih.


Nadya terkekeh, sudah bisa membayangkan wajah prustasi suaminya yang harus puasa, menunggu masa nifasnya selesai.


"Jangan mengejek." ucap Reno.


"Mas jangan nakal selama Dya nggak bisa...."


Reno segera membungkam ucapan Nadya dengan mencium bibir istrinya. Mana mungkin dia mencari kepuasan di tempat lain seperti yang akan Nadya peringatkan padanya.


"Ada ibu yang tetap bisa bantu Ayah." ucap Reno setelah melepas tautan bibir mereka.


Nadya masih saja merona setiap Reno bicara yang menjurus ke masalah hubungan intim dan Reno sangat menyukai rona itu. Rona merah karena dirinya.


Reno turun dari tempat tidur lalu mengambil Seno yang ada di pangkuan Nadya. Bayi gembul itu sudah kenyang dan terlelap hingga tidak terganggu dengan aktifitas kedua orang tuanya yang baru saja mereka lakukan.


"Ayah bawa Seno kekamarnya dulu, setelah itu kita makan. Ibu pasti lapar, kan?" ucap Reno.


Reno masuk ke kamar Seno lewat pintu penghubung dua kamar yang bersebelahan. Sementara Nadya merapikan kembali pakaiannya. Setelahnya dia menyusul Reno yang sedang menidurkan Seno di tempat tidur bayi gembul itu.


"Ayo kita keluar, yang lain mungkin sudah menunggu kita di meja makan." ucap Reno.


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...

__ADS_1


__ADS_2