MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 66. Kepergian Surya


__ADS_3

Nadya menggenggam erat tangan Reno. Rumah kediaman Surya sudah dipenuhi banyak orang yang Nadya sendiri tidak kenal siapa mereka. Jantungnya semakin berdegub kencang, memikirkan hal buruk yang terjadi didalam sana.


"Mbak, Mas." ucap Azam. Dia segera datang menghampiri kakak dan kakak iparnya begitu melihat mobil Reno yang terparkir didepan gerbang rumah.


"Zam, mana nenek?" tanya Nadya yang pikirannya hanya tertuju pada Rosa sejak tadi.


"Nenek ada di dalam." jawab Azam.


"Ayo masuk sayang." ucap Reno mengajak istrinya. Mereka sudah menjadi perhatian para tamu yang ada saat ini.


Begitu masuk, suara tangis seorang perempuan terdengar jelas ditelinga Nadya. Semakin masuk kedalam ruang tengah, Nadya bisa melihat yang menagis adalah Marisa. Tidak jauh dari Marisa ada Nuri menemani Rosa yang duduk di kursi kayu.


Nadya segera medekati neneknya. Ada perasaan lega saat melihat wanita yang sangat dia sayangi itu baik-baik saja. Lalu siapa yang berbaring disana yang sudah terbujur kaku dan ditutup kain?


"Nek." panggil Nadya begitu dia mendekati Rosa, "Apa yang terjadi?" tanyanya.


"Kamu harus ikhlas ya." suara Dina yang bicara. Dia segera mendekati Nadya dan Rosa begitu melihat menantu dan putranya.


"Dimana ayah?" tanya Nadya karena tidak melihat pria paruh baya itu.


"Ayo kita temui ayahmu." ajak Dina.


Reno terus berada disamping istrinya, mengikuti langkah Dina yang mendekati Surya.


"Ayah?" tanya Nadya pada Dina untuk meyakinkan bahwa jenazah yang tertutup kain itu adalah Surya.


Dina mengangguk, "Kamu ingin melihat ayahmu?" tanyanya.


Nadya tidak menjawab, dia segera membuka kain yang menutupi wajah Surya. Nadya menatap tidak percaya, pria yang membuatnya terlahir kedunia ini yang ada dihadapannya. Airmata yang sejak tadi terbendung kini mengalir diwajah yang terlihat lelah itu.


"Mas, ayah." ucap Nadya lirih.


Reno mengusap air mata istrinya, mengecup pucuk kepala Nadya untuk memberikan kekuatan. Dia sendiri tidak mengira Surya akan meninggalkan keluarganya secepat ini. Mereka baru saja berkumpul sebagai keluarga, tapi secepat ini kembali terpisah.


Sementara itu suara Marisa yang menangis masih saja terdengar. Baik Nadya maupun Reno tidak ada yang peduli dengan raungan wanita itu yang seakan hanya dia yang kehilangan atas kepergian Surya.


"Tolong bawa dia menjauh dari sini." ucap Haris memberi saran pada dua orang polisi wanita yang mendampingi Marisa.


Menurut Haris, mantan menantunya itu hanya membuat pusing para tamu dengan tangisanya. Semua orang disini bersedih, tapi tidak seperti dia yang meraung sejak tiba dikediaman ini. Suasana kini terasa haru setelah Marisa dibawa menjauh, suara tangisnya sudah tidak terdengar lagi membuat orang-orang yang datang melayat menjadi lebih tenang.


Sekarang Surya akan dimandikan lalu secepatnya dimahkamkan. Yuda dan asisten Surya sudah mengurus semuanya hingga proses pemahkaman bisa berjalan lancar.

__ADS_1


Nadya mengikuti semua proses pemakaman Surya denan Reno ysng selalu berada di dekatnya. Suaminya itu tidak beranjak menjauh barang sedetik pun dari Nadya. Membuat Anjas dan Dean ragu untuk mendekat pada sahabat mereka itu.


"Pria itu tidak beranjak sedikitpun dari Nadya." ucap Dean.


Anjas tersenyum, "Reno memang seperti itu. Dia akan selalu menjaga istrinya." jawab Anjas. Dia sudah terbiasa dengan sikap Reno yang tidak akan membiarkan Nadya seorang diri. Apa lagi dalam suasana seperti ini, dimana Nadya butuh seseorang yang mendampinginya.


Pikiran Anjas terbang ke masa lalu, dia pernah melakukan hal yang sama dengan yang Reno lakukan sekarang.


"Wanita yang sejak tadi terus menangis itu?" tanya Dean yang tidak mengenal Marisa.


Anjas tersadar dari lamunannya mendengar pertanyaan Dean, "Dia Marisa, kakak Nadya."


Dean mengerutkan keningnya, yang dia tahu Nadya adalah anak pertama. Mengapa sekarang ada wanita yang bernama Marisa itu?


"Nanti aku ceritakan." ucap Anjas lagi.


Melihat Nadya hanya duduk bersama Rosa dan Nuri, Anjas mengajak Dean untuk mendekati sahabatnya itu.


"Nad." tegur Anjas.


Nadya menoleh, dan dia terkejut melihat pria yang berdiri disamping Anjas.


"Dean!" serunya.


"Kami turut berduka." ucap Anjas pada Nadya dan Rosa.


"Terima kasih Nak, tapi mengapa baru menyapa sekarang?" Rosa yang bertanya pada pria yang selama ini selalu ada untuk Nadya.


"Baru ada kesempatannya sekarang Nek." jawab Anjas mencari alasan.


Tidak mungkin Anjas menjawab karena ada Reno yang menjaga Nadya. Jika menuruti kata hatinya, ingin sekali Anjas berada disamping Nadya, menjadikan bahunya sebagai sandaran wanita itu seperti dulu, saat Nadya kehilangan sang ibu.


Sementara itu, Reno sedang bicara dengan Haris, Yuda dan Azam. Kematian Surya sangat mencurigakan, itu yang Azam sampaikan padanya. Karena itu sekarang dia ingin meminta penjelasan dari ketiganya, orang yang bisa dia percaya.


"Ayah sedang menyelidiki kehamilan dia." tunjuk Azam pada Marisa yang belum ingin dibawa kembali ke sel tahanan.


"Apa ayah menemukan sesuatu yang mencurigakan?" tanya Reno.


"Sepertinya begitu. Tadi ada seseorang yang mengenalkan diri sebagai sahabat Surya. Dia memberikan kontaknya." Haris yang menjawab, "Ini." Haris mengeluarkan sebuah kartu nama dari saku koko yang dia kenakan.


Reno dan Yuda bergantian membaca nama pemilik kartu itu, "Kamu kenal?" tanya Reno pada Azam.

__ADS_1


Azam menggeleng, dia belum sedekat itu dengan ayahnya. Belum banyak rekan bisnis pria paruh baya itu yang dia kenal. Dan sekarang dia harus meneruskan usaha ayahnya tanpa bimbingan pria itu. Azam tidak sanggup untuk memikirkannya sekarang.


"Sepertinya Marisa membuat masalah lagi dengan kehamilinya ini." sahut Yuda.


"Kamu kenal nama ini?" tanya Reno.


"Hemm, dia seorang detektif." sahut Yuda.


Mengapa selalu saja wanita itu yang menyebabkan kehancuran keluarga mereka. Reno berdecak kesal. Ingin sekali rasanya Reno melabrak Marisa dan memarahinya, tapi dia sadar jika dia tidak bisa lagi melakukan itu. Antara mereka sudah berakhir, hanya berhubungan sebagai saudara ipar. Biarlah Azam yang memutuskan segalanya sebagai anak laki-laki satu-satunya dikeluarga mereka. Reno hanya akan berdiri dibelakang Azam untuk membantu adik iparnya itu.


"Kita tunggu saja sampai hasil otopsi keluar. Papa sudah mengawasi dokter yang memeriksa Surya. Hanya berjaga-jaga, jangan sampai hasilnya tidak sesuai kenyataan." ucap Haris.


Baik Azam dan Reno setuju dengan ucapan Haris. Sekarang mereka masih dalam keadan berduka, biarkan suasana kembali tenang. Setelahnya mereka akan bergerak menyelidiki apa yang terjadi.


Mata Reno menangkap sosok Anjas yang sedang bicara dengan Nadya dan Rosa. Bukan masalah jika Anjas yang menyapa istrinya, tapi sosok pria yang berdiri disamping Anjas yang menjadi perhatian Reno.


"Dia bang Dean, sahabat lama Kak Anjas." ucap Azam menjelaskan setelah melihat tatapan mata kakak iparnya yang tertuju pada Anjas dan Dean.


"Tidak pernah terlihat sebelumnya." ujar Yuda yang ikut menimpali penjelasan Azam.


"Dia selama ini tinggal di luar Negeri. Ikut ibunya yang menikah lagi dengan pria asing." jawab Azam menjelaskan.


Tidak ingin pria lain menatap berbeda pada istrinya, Reno segera mendekati Nadya.


"Susah punya istri cantik yang suaminya cemburuan." ujar Yuda mengomentari sikap Reno yang mendapat kekehan dari Azam dan Haris.


"Kamu juga akan seperti itu Yud." balas Haris.


"Lihatlah, dia ada disini." tunjuk Haris pada Kania yang sedang berbincang dengan dua orang pria yang Yuda tidak kenal.


Haris tertawa melihat Yuda yang sekarang berjalan mendekat pada Kania.


"Lihatlah." ucap Haris pada Azam yang ikut terkekeh.


"Sudahlah, Papa ingin mencari mamamu." ucap Haris lagi.


Tinggalah Azam sendiri saat ini. Memejamkan matanya untuk mengistirahatkan pikirannya sesaat. Beban yang akan dia hadapi kedepannya semakin berat.


"Istirahat saja dulu di kamar." ucap Karla yang kini duduk disamping Azam.


Azam menoleh ke samping dimana Karla berada. Membenarkan posisi duduknya, Azam menyandarkan kepalanya di bahu Karla, "Pinjam sebentar saja." ucap Azam pelan.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2