MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 35. Kemarahan Azam


__ADS_3

Di kediaman Haris Bagaskara, Nadya sedang berbincang dengan Rosa dan Dina. Istri Reno itu meminta izin agar bisa membawa Rosa ke kediaman Reno setelah pesta pernikahan. Nadya ingin kembali merawat Rosa seperti dulu dan tidak ingin terlalu lama merepotkan ibu mertuanya.


Keinginan Nadya membawa Rosa untuk tinggal bersamanya di tolak Dina sang ibu mertua.


"Biar Mama yang merawat Ibu Rosa, Dya. Selain Mama ingin membalas budi apa yang dulu pernah nenek mu lakukan pada Mama, kamu juga tidak boleh kelelahan agar cepat memberikan Mama cucu." ucap Dina.


"Sehabis pesta bukankah Reno mengajak kamu bulan madu?" tanya Dina.


"Setelah bulan madu, Mama harap kamu membawa kabar bahagia untuk kami." Dina melanjutkan ucapanya sambil tersenyum menggoda Nadya.


Nadya tidak mungkin membantah apa yang diucapkan ibu mertuanya. Tidak ada yang salah dengan ucapan Dina, tapi Nadya tetap akan tanyakan nanti pada neneknya, dimana Rosa ingin tinggal.


"Mbak." panggil Azam yang tiba-tiba ikut duduk bersama mereka.


Tangan pemuda itu meraih remote televisi yang ada diatas meja lalu menekan tombol menyalakan. Layar lebar itu telah bersuara dan memperlihatkan acara televisi, tapi bukan ini yang ingin Azam tonton. Adik Nadya itu kembali menekan remote sampai acara yang ingin dia perlihatkan pada sang kakak dan lainnya tampil di layar.


"Zam, kamu kok nggak sopan gini!" tegur Nadya memarahi adiknya.


"Ada berita penting dan Mbak harus tahu." ujar Azam.


"Hei sejak kapan kamu suka nonton acara infotainment begini." seru Nadya pada adiknya.


Azam tersenyum, "Sejak nenek sihir dan ratu drama itu menyudutkan Mbak Dya." jawab Azam, dia terkekeh tanpa memalingkan wajahnya menatap televisi.


Nadya menggelengkan kepala mendengar ucapan Azam. Namun mendengar komentar orang-orang yang membicarakan dirinya sungguh membuat Nadya tidak yaman. Siapa dirinya sampai harus menjadi bahan pembicaraan orang, selebritis bukan konglomerat pun bukan. Dia hanya rakyat biasa, mengapa ketenangannya harus diusik.


Nadya lupa jika saat ini dia sebagai istri pengusaha hebat. Karena itulah mereka ingin tahu kehidupannya yang dituduh licik dalam mendapatkan Reno dengan menikung kakaknya sendiri.


Ini kali pertama Nadya mendengar komentar orang tentang dirinya, sejak semalam Reno terus melarangnya menyalakan televisi. Jujur Nadya sedih dan kecewa pada komentar para netizen yang dibacakan oleh presenter infotainment tersebut. Mereka menuduh dan menghujat dirinya tanpa tahu kejadian sebenarnya.


"Tidak usah didengarkan ucapan mereka yang tidak tahu apa-apa." ucap Dina yang tahu bagaimana perasaan menantunya itu.


Nadya mengangguk dan tersenyum pada ibu mertuanya. Ya meski dia mencoba mengabaikan tapi tetap saja ada beberapa komentar yang menusuk hati.


"Biarkan saja, iya kan. Bukankah ini membuat dosa-dosa ku berkurang diambil mereka, karena telah membicarakan diriku." gumam Nadya mengingat kata ustadzah Aini.


"Zam, kamu juga ngapain dengerin berita kayak gini." tegur Dina pada Azam.

__ADS_1


"Sabar Ma, sebentar lagi semua akan berbalik arah." sahut Azam yakin seakan-akan dia yang mengatur semuanya.


Benar saja, tak lama Azam selesai bicara pada Dina, acara infotainment itu mulai menayangkan foto dan video pernikahan Nadya dan Reno.


"Kenapa Mbak nggak pernah tahu kalau ada foto dan video ini saat menikah?" tanya Nadya melihat pada Azam.


Azam tidak menjawab, dia hanya tersenyum. Sebagian foto itu dia yang mengabadikannya dan sebagian lagi adalah Kevin yang kala itu ikut hadir di acara pernikahan kakaknya.


Kevin melihat Marisa dan Wulan dihampiri wartawan, tepatnya keduanya sengaja muncul dihadapan wartawan. Untuk apa lagi kalau bukan untuk merusak nama baik Nadya. Sudah dapat Kevin pastikan apa yang akan kedua wanita beda generasi itu katakan.


Seperti dugaan Kevin, Marisa dan Wulan membuat statement yang memfitnah Nadya. Meski dia sering bercinta dengan Marisa, tapi hati Kevin untuk Nadya. Tentu saja dia tidak akan tinggal diam dengan berita yang menyudutkan orang yang dicintainya.


"Azam." panggil Kevin saat Azam lewat dihadapanya.


Azam melihat sekilas pada Kevin yang dia tahu sebagai manager Marisa. Azam menanggapi sinis pria yang memanggilnya itu.


"Jangan menatapku seperti itu, bantu aku untuk membuktikan ucapan mereka adalah fitnah." tunjuk Kevin pada Marisa dan Wulan yang sedang bicara dengan wartawan dengan ujung dagunya.


"Mbak lihatlah." tunjuk Azam pada ponselnya.


Azam terkekeh, "Lihatlah." ucapnya seraya menyerahkan ponsel miliknya pada sang kakak.


"Mereka kini balik membela Mbak Dya." ucap Azam.


"Tapi bisakah setelah ini beritanya dihentikan saja." ucap Nadya.


"Tidak bisa, mereka harus menerima apa yang pernah mereka perbuat pada kita. Mereka memfitnah Mbak Dya, aku tidak akan tinggal diam. Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, jadi aku tidak akan pernah melepaskan mereka. Tentu saja dengan caraku." sahut Azam cepat.


"Azam." Rosa menegur Azam.


Rosa tahu cucu laki-lakinya ini sangat marah karena kakak perempuannya di perlakukan tidak baik. Tapi, dendam tidaklah membuat semuanya menjadi baik. Mengapa juga harus ribut disaksikan banyak orang, bahkan menjadi perhatian seluruh warga negara Indonesia bahkan mungkin dunia.


Nadya bisa melihat kemarahan diwajah Azam kali ini. Sepertinya kesabaran yang dimiliki adiknya itu sudah habis. Dua orang itu harusnya sadar, bukankah dengan begini mereka mengumbar aib mereka sendiri.


Nadya ingat sebuah hadits mengatakan, 'Barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barangsiapa yang membuka aib seorang Muslim, Allah akan membuka aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.' (Hadits Riwayat Ibnu Majah).


"Tidak usah berperang di media sosial, media telivisi dan sejenisnya seperti itu. Dan sibuk mencari dukungan. Untuk apa?" tanya Rosa membuat semua diam.

__ADS_1


Untuk apa? Itulah yang Nadya pikirkan sejak tadi. Mengapa Marisa tidak terima Reno menceraikan wanita itu, bukankah dia yang selingkuh? Bukan Nadya yang merebut Reno.


Mengapa juga Wulan harus menyalakan dirinya sebagai penyebab ayahnya menceraikan wanita itu.


Sementara itu, Reno menemui Yuda dan Didu yang banyak membantunya akhir-akhir ini. Aditya dan Jasmine dilepaskan setelah mereka menandatangani kesepakatan untuk tidak lagi mengusik Nadya.


Jika tidak, mereka tahu konsekuensinya. Yuda mengancam keduanya dengan video, video yang memperlihatkan keduanya sedang bercinta.


"Apa sudah tahu, siapa yang menyebarkan foto pernikahnku dan Nadya?" tanya Reno.


"Masih kami selidiki, cukup sulit mengacak keberadaannya." jawab Yuda.


"Aku hanya penasaran dari mana mereka mendapatkan foto yang aku sendiri tidak memilikinya." ucap Reno.


"Ren, mengapa tidak kamu tanyakan pada Azam." ujar Yuda, membuat Reno melihat pada asistennya itu.


"Disana ada foto Azam sedang berjabat tangan denganku, bagaimana dia memegang kamera." balas Reno.


"Tapi tidak ada salahnya, coba saja tanyakan." ucap Yuda lagi.


Reno menyetujui apa yang Yuda sarankan, di menghubungi Azam. Dan dalam satu kali panggilan, dia sudah terhubung dengan adik iparnya itu.


"Zam, kamu dimana?" tanya Reno.


"Di rumah Mas. Sama nenek, mama dan mbak Dya. Ada apa?" jawab Azam.


"Kamu sudah lihat berita terbaru?" tanya Reno yang tidak ingin bertele-tele.


"Sudah. Foto dan video itu, kan." jawab Azam.


"Iya, apa kamu tahu siapa pemilik foto dan video itu?" tanya Reno lagi.


"Enggak Mas." jawab Azam yang terpaksa berbohong. Kevin memintanya untuk tidak memberitahu siapapun termasuk Reno dan Nadya.


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua ...

__ADS_1


__ADS_2