MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 53. Perdebatan


__ADS_3

"Irfan?" Anjas mencoba mengingat nama yang tidak asing di telinganya itu, "Aku ingat!" seru Anjas. Lalu, untuk apa Naira ingin tahu penyebab kematian Irfan? Memang menurut Leo, kematian Irfan secara tiba-tiba yang diperkirakan terkena serangan jantung, saat Anjas bertanya kala itu.


Tunggu! Apa ada sesuatu dibalik kematian Irfan? Naira kah penyebabnya? Anjas menggelengkan kepala mencoba menghalau segala pikiran buruknya tentang Naira.


Sejak tahu kemungkinan Naira menjadi dalang utama dibalik keracunan yang dialami nenek Rosa, sejak itu juga Anjas jadi sering berpikir buruk tentang tunangannya itu. Bahkan dia juga menduga, masalah demi masalah yang Nadya alami mungkin saja itu juga perbuatan Naira.


Anjas akan mencari tahunya nanti meski terlambat. Dan jika itu benar, maka penderitaan Nadya selama ini karena dirinya. Semua karena perjodohan yang tidak pernah Anjas inginkan, bahkan sampai sekarangpun dia tidak bisa merasakan getaran pada Naira. Dia juga akan mencati tahu tentang kematian Irfan, pria yang Anjas kenal sebagai sahabat Naira itu. Anjas ingin menambah daftar kesalahan Naira hingga dia bisa memutuskan ikatan pertunangan dengan wanita yang sekarang masih terlibat percakapan dengan Leo.


"Aku tidak akan membuka rahasia sepupuku itu pada siapapun, apalagi padamu yang secara tidak langsung menjadi penyebab Irfan mengambil langkah yang salah." ucap Leo.


Jawaban Leo menarik perhatian Anjas yang sibuk dengan pikirannya sendiri, "Rahasia? Rahasia apa? dan apa tadi yang Leo katakan, Naira penyebabnya?" gumam Anjas yang kembali berpikir buruk tentang Naira.


"Apa maksud kamu?" tanya Naira tidak mengerti. Leo berdecak kesal dengan pertanyaan Naira.


"Baiklah jika tidak mau memberi tahu, aku bisa mencari tahunya sendiri." balas Naira jawaban Leo yang hanya dengan decakan lalu berbalik dan berjalan menjauh.


"Jangan usik kebahagian Nadya dan keluarganya jika kamu ingin hidup tenang!" ucap Leo mengancam Naira.


Anjas terkejut dan juga penasaran dengan maksud ucapan Leo, karena pria itu menyebut nama Nadya dan keluarganya, "Sepertinya benar Naira dalang dari keracunan yang dialami Rosa." batin Anjas.


Naira berbalik lalu tersenyum mencibir, "Saudara makan saudara!" seru Naira.


"Tidak ada istilah seperti itu. Aku dan Irfan saling terbuka denga perasaan kami dan sepakat untuk berkompetisi dengan baik dan tidak saling menjatuhkan." balas Leo, "Tidak seperti kamu yang melakukan segala cara untuk mendapatkan Irfan, dan sekarang kamu juga lakukan hal yang sama pada Anjas." ucap Leo lagi menuduh Naira.


Naira membulatkan matanya menatap tajam pada Leo, sementara pria itu membalasnya dengan senyum lebar dan kekehan yang membuat Naira semakin kesal.


"Sungguh lucu, kamu yang tidak tahu apa-apa tentang kematian Irfan tapi ingin tampil seolah menjadi pahlawan untuknya." Leo terkekeh lalu menggelengkan kepalanya.


"Harusnya kamu cari tahu dulu kebenaran tentang penyebab kematian Irfan sebelum bertindak. Agar kamu tidak menyesal!"


Leo menjeda ucapanya, membiarkan Naira untuk berpikir sejenak. Dia tahu mengapa Naira melakukan semua itu. Wanita itu tidak ingin kalah, hingga dia melakukan segala cara demi menyingkirkan orang yang dia anggap menganggu tujuannya.

__ADS_1


"Irfan pasti sedih melihat orang yang dicintainya dan keluarganya terluka oleh sahabatnya sendiri, bahkan hampir merenggangkan nyawa." ujar Leo lagi yang membuat Naira semakin terdiam.


"Kenapa diam? Apakah yang aku katakan ini benar?" ucap Leo lagi.


"Cinta dalam diam, kamu pasti tahu rasanya bukan?" balas Naira.


"Tapi tidak membuatku gila dan menjadi buta seperti kamu, hingga tega mengakhiri hidup seseorang yang tidak bersalah!" seru Leo menyahuti ucapan Naira. Wanita itu kembali tampak terkejut, tidak menyangka jika Leo banyak tahu tentang dirinya.


Leo tersenyum mengejek tunangan Anjas itu, "Yang patut disalahkan disini adalah kamu! Kamu yang menyebabkan Irfan memilih jalan pintas itu." tuduh Leo yang langsung disanggah oleh Naira.


"Aku mencintainya, tidak mungkin aku mendorongnya berbuat hal buruk. Nadya, dia yang menyebakan Irfan pergi. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri." sahut Naira mengucapkan pembelaanya.


"Karena itu kamu membalasnya, dengan menyusahkan hidupnya selama ini. Bekerja sama dengan Marisa dan ibunya untuk menjalankan apa yang kamu rencanakan. Kamu ingin membuat Nadya putus asa lalu menyalahkan kehidupannya, membuatnya terpuruk hingga berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Begitu kan?" balas Leo yang semuanya benar dan tidak bisa Naira sangkal.


"Sayangnya Nadya bukan manusia yang lemah iman seperti kamu. Semakin sulit hidupnya maka semakin kuat jiwanya. Semakin banyak pula orang yang mencintainya. Harusnya kamu sadar itu, hal yang membuat Irfan, Anjas dan aku juga Reno suaminya mencintai Nadya." sambung Leo ucapannya yang membuat Naira mengeraskan rahangnya menahan marah. Marah karena Leo telah mengulitinya dengan terang-terangan.


"Nenek Rosa! Aku tahu itu perbuatan kamu!" tuduh Leo lagi, kali ini tuduhan itu tidak main-main dia lontarkan pada Naira.


Dokter muda itu sudah melihat hasil laboratorium Rosa dan dia mengetahui jenis racun apa yang diberikan pada nenek Nadya itu. Racun yang sama yang digunakan Irfan untuk mengakhiri hidupnya. Dan racun itu Irfan dapatkan dari Naira yang berniat memberikannya pada Nadya karena cemburu buta.


"Mengapa diam? Apa kamu pikir suami Nadya tidak menyelidiki ini? Dan aku ada dipihak mereka." ucap Leo lagi lalu berjalan meninggalkan Naira yang diam terpaku ditempatnya.


"Kamu seorang pembunuh Naira!" bisik Leo begitu dia berjalan disisi Naira yang membuat tubuh wanita itu gemetar.


Jangan tanyakan Anjas yang juga diam terpaku dibalik tembok yang ada didekat Naira dan Leo bicara. Telinganya mendengar dengan jelas apa yang keduanya bicarakan, sungguh dia seperti mendapatkan kotak pandora untuk bisa mengakhiri pertunangannya dengan wanita psikopat itu. Tidak menunggu lama, Anjas mengirimkan pesan suara rekaman percakapan dua orang itu pada Yuda dan Didu.


"Nai!" panggil Anjas seolah-olah tidak tahu apa-apa.


"Anjas!" balas Naira dengan suara bergetar karena takut Anjas mendengar perdebatannya dengan Leo.


"Ada apa?" tanya Anjas lagi masih dengan peran untuk berpura-pura.

__ADS_1


"Sejak kapan kamu ada disini?" selidik Naira.


"Baru saja. Aku mencari kamu keliling rumah sakit, ternyata kamu ada disini." jawab Anjas yang sudah pasti berbohong.


Yuda yang masih berada dirumah sakit, ditemani Didu mencari keberadaan Leo. Mereka harus bergerak cepat untuk segera memasukkan orang yang memberikan perintah pada pelaku yang memberikan racun pada nenek Rosa.


Leo tidak lagi mengelak setelah Didu menunjukan hasil rekaman suara percakapannya dengan Naira. Semua informasi yang dia ketahui dia berikan pada Yuda dan Didu. Kali ini dia melakukan hal yang seharusnya dia lakukan sejak dulu untuk orang yang dicintainya.


"Terima kasih." ucap Yuda pada Leo.


Asisten Reno itu segera menghubungi Reno, "Bos." sapa Yuda begitu sambungnya terhubung dengan sahabatnya itu.


"Iya Yud." balas Reno.


Yuda memberitahu apa yang dia dapatkan, melibatkan Anjas ternyata bukan hal yang buruk, justru mereka mendapat banyak informasi.


"Jadi?" tanya Reno yang langsung bertanya meminta kesimpulan dari laporan Yuda


"Dugaan kita benar!" seru Yuda dari seberang sana dengan gembira, kerja kerasnya tidak sia-sia dan dia bisa meminta izin untuk liburan setelah masalah ini selesai. Reno sudah bahagia dengan istri keduanya, sudah saatnya dia juga mencari pendamping hidup. Mencari wanita yang dia temui lima tahun lalu, wanita yang mampu menggetarkan hatinya dipertemuan pertama mereka.


"Apa sudah ada bukti?" Suara Reno yang bertanya menarik kesadaran Yuda yang sudah berkhayal untuk bertemu orang yang aka membersamainya dimasa depan.


"Sudah." jawab Yuda bangga.


"Good job." sahut Reno.


Merasa dapat angin segar, Yuda meminta izin cuti, "Selesai masalah ini gue izin cuti ya Ren." ucap Yuda yang sudah beralih dengan panggilan santainya.


"Enak aja." jawab Reno dari seberang sana, "Gue dulu yang liburan, baru elo." ucap Reno lagi.


"Apa!"

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...


__ADS_2