MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 54. Memanfaatkan


__ADS_3

"Apa!" ucap Yuda prustasi, "Elo mau liburan apa lagi sih? Nggak ingat tu bini lagi tek dung karena perbuatan lo?" ucap Yuda kesal dengan alasan Reno. 'Begini ini kalau jadi bawahan dari sahabat sendiri!' rutuk Yuda.


"Karena istri gue sedang hamil, makanya mau gue bawa Nadya liburan." jawab Reno santai.


"Ha! Liburan apa lagi hamil gitu?" sahut Yuda kesal. "Emang bisa istri lo diajak perjalanan jauh? Maksud gue apa nggak masalah sama kandungannya? Lagian kalau mau eya-eya gue yakin tiap hari juga lo minta jatah." ucap Yuda lagi agar Reno kembali berpikir dan membatalkan rencananya. Dengan begitu izin cutinya bisa cepat dia dapatkan.


Reno tertawa mendengar pertanyaan prustasi Yuda, "Baby moon! Gue mau ajak Nadya untuk baby moon, bro. Gue kan belum bulan madu, jadi gue ganti dengan baby moon." jawab Reno tanpa merasa bersalah telah menghancurkan angan-angan sahabatnya.


"Nanti gue juga konsultasi dulu sama dokter, kalau tidak ada masalah baru gue nentuin mau kemana, perginya yang dekat atau yang jauh." ucap Reno lagi


Yuda hanya bisa menghembuskan nafas kasar untuk meluapkan kekecewaannya yang langsung disambut kekehan dari Reno yang masih tersambung dengannya.


"Senang lo ya udah hancurkan mimpi gue!" ucap Yuda ketus.


"Mimpi apa? Cari perempuan yang kamu bahkan nggak tahu namanya dan tinggal dimana!" ujar Reno.


"Tapi gue yakin, gue bisa ketemu dia lagi. Jadi please, kasih gue libur buat cari dia." pinta Yuda memohon.


"Boleh, sepulang gue baby moon." putus Reno yang tidak dapat diganggu gugat.


"Terserah!" teriak Yuda kesal yang lagi-lagi membuat Reno tertawa senang mampu membuat sahabatnya itu kesal, lalu uring-uringan.


"Iya dong, gue bos disini." ucap Reno lagi.


"Mas!" tegur Nadya yang memperhatikan suaminya sejak tadi.


"Iya sayang, ada apa?" tanya Reno.


"Dari tadi ketawa terus, lagi bicara sama siapa?" tanya Nadya penasaran melihat suaminya yang terlihat bahagia.


"Yuda." jawab Reno.


Mendengar suara Nadya membuat Yuda memanggil wanita itu untuk meminta bantuan.

__ADS_1


"Nad, bujuk si bos arogan ini untuk kasih gue izin cuti!" seru Yuda, yang tidak peduli Nadya mendengarnya atau tidak.


Lagi-lagi suara Reno yang tertawa yang terdengar di telinganya, membuat Yuda semakin kesal.


"Mas!" tegur Nadya setelah samar-samar dia mendengar suara Yuda yang prustasi.


"Nadya!" panggil Yuda sedikit lebih kencang sampai Reno harus menjauhkan ponselnya.


Nadya mengambil alih ponsel milik Reno yang hampir mengenai wajahnya, "Sini Dya pinjam." ucap Nadya.


"Kak Yuda mau bicara sama saya?" tanya Nadya.


Mendengar suara Nadya, Yuda langsung tersenyum lebar sambil mengangguk. Dia lupa jika Nadya tidak bisa melihatnya.


"Kak!" panggil Nadya lagi karena Yuda hanya diam saja.


"I...iya, saya mau bicara sama kamu." jawab Yuda, "Tolong bilangin Reno, kasih saya Izin libur setelah kasus orang yang ngasih racun untuk nenek Rosa selesai." ucap Yuda lagi.


"Sudah ada ditangan, tapi belum diserahkan pada pihak yang berwajib." ucap Reno menjelaskan.


Jangan tanyakan perasaan Nadya, tentu saja dia sangat senang mendengar berita ini. Tidak perlu Yuda banyak bicara, Nadya pasti akan memintakan izin Yuda pada Reno. Asisten dan sahabat suaminya itu sudah banyak membantu dirinya, kata terima kasih saja tidak cukup menurut Nadya. Istri Reno itu tidak tahu saja, jika suaminya memberikan bonus yang banyak untuk Yuda dan juga Didu.


"Iya Kak, nanti Dya bujuk." jawaban Nadya membawa angin segar untuk Yuda yang langsung tersenyum lebar. Mana bisa Reno menolak permintaan sang nyonya, sepertinya Yuda akan selalu memanfaatkan Nadya dalam hal bujuk membujuk Reno.


"Boleh saya tahu siapa pelakunya?"


"Saya belum tahu siapa orangnya, belum bertemu." jawab Yuda terpaksa berbohong. Dia belum bisa memberi tahu Nadya jika Naira pelakunya.


"Nadya, Terima kasih sudah mau bantu bicara sama Reno." ucap Yuda mengalihkan pembicaraan, "Ah... senangnya punya adik yang cantik dan baik seperti kamu." ujar Yuda lagi yang tidak tahu jika Nadya sudah menyerahkan ponsel Reno pada pemiliknya.


"Nggak usah coba-coba manfaatkan kebaikan istri gue!" seru Reno yang membuat Yuda terkejut.


Sementara itu Anjas sengaja mengajak Naira pergi kesuatu tempat. Biasanya wanita itu menolak dan selalu menentukan kemana mereka pergi. Naira membiarkan Anjas kali ini, dia gamam takut Anjas mendengarkan pembicaraannya dengan Leo meski pria itu tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


Tanpa dia sadari jika dia sedang masuk dalam perangkap Anjas, Didu dan Yuda. Anjas sengaja memanfatkan perasan tidak nyaman Naira, sehingga tidak ada protes yang dilayangkan oleh wanita yang sebentar lagi akan menjadi mantan tunangannya.


"Aku kasihan pada Anjas, kamu memanfaatkan kebaikan orang tuanya dengan memaksa untuk bertunangan dengan Anjas. Kamu memili dia, karena kamu tahu Nadya juga mencintai Anjas. Bahkan demi untuk menyakiti Nadya, kamu berpura-pura bucin degan pria itu. Sementara hati dan cintamu tidak pernah berpaling dari Irfan."


Ucapan Leo, kembali terngiang dalam ingatan Anjas. Tanpa Anjas tahu, Leo sengaja bicara seperti itu karena melihat keberadaannya. Dokter itu sengaja ingin memberi tahu Anjas, jika selama ini laki-laki itu hanya dimanfaatkan oleh Naira untuk menyakiti Nadya, bukan karena bener-benar mencintainya, seperti yang Anjas dan Nadya kira.


Untung saja Marisa melakukan kesalahan untuk menutupi aib dan keserakahannya atas harta milik Surya agar tidak jatuh ketangan Nadya dan Azam maupun Rosa. Menjadikan Nadya sebagai istri kedua Reno sebagai ibu pengganti membawa Nadya menemukan kebahagiaannya.


sayangnya Naira yang masih menyimpan benci pada Nadya hanya karena kesalah pahaman, membuatnya nekat mengakhiri hidup orang-orang yang dicintai Nadya. Pilihannya yang pertama jatuh pada Rosa, dengan cara meracuni wanita tua itu, Naira berharap Nadya akan berduka untuk kedua kalinya, setelah kehilangan nyawa sang ibu.


"Kita sudah sampai." ucap Anjas pada Naira yang lebih banyak diam karena mengingat apa yang telah dia lakukan sampai hari ini.


"Kenapa tidak kasih tahu kalau kamu mau mengajak aku ke vila. Aku tidak punya persiapan kalau begini."


"Ya namanya juga kejutan, makanya enggak kasih tahu kamu. Kalau kasih tahu, namanya bukan kejutan." jawab Anjas.


"Selama ini kamu selalu menentukan kemana kita pergi sehingga aku tidak bisa memberikan kejutan seperti ini." ucap Anjas lagi.


"Tapi aku tidak bawa pakaian ganti." sahut Naira.


"Tenang saja, sudah aku siapkan beberapa pakaian untuk kamu." balas Anjas yang membuat Naira merasa semakin terkejut tidak menyangka Anjas bisa seromantis ini.


Dalam hati Anjas hanya bisa mengerutu, dia benci terlihat manis dan baik dimata Naira. Meski sering jalan bersama, tapi Anjas tetap bersikap dingin pada Naira. Dia akan bersikap manis jika Nadya menegur dan mengingatkannya. Mengenang itu, Anjas tersadar sesuat.


'Pantas saja Naira selalu mengajak Nadya saat mereka pergi kesuatu tempat. Tujuan wanita itu untuk menyakiti Nadya.'


"Dam." umpat Anjas.


"Kesal kenapa An?"


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...

__ADS_1


__ADS_2