MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 44. Masih Trauma


__ADS_3

Tidak seperti Leo yang harus menunggu di luar, Surya tentu saja bisa langsung masuk untuk menemui Nadya. Putrinya itu sedang berbincang dengan ibu mertuanya, dan mereka sangat akrab. Tentu saja Surya bahagia melihat pemandangan ini, hal ini mengingatkan dia pada keakraban Rosa dan Widya. Ibunya itu sangat menyayangi ibu dari Nadya dan Azam.


Ada perasaan yang Surya tidak mengerti, ditengah kebahagiaannya melihat keakraban itu terselip rasa sakit yang menusuknya. 'Andai saja Widya masih ada.'


"Yah." panggil Nadya begitu melihat sosok ayahnya yang membuat Surya kembali ke dunia nyata.


"Nenek sudah sadar?" tanya Nadya untuk memastikan, berita ini yang dia tunggu sejak tadi.


"Sudah, tadi sempat mencari kamu. Sempat khawatir saat tahu kamu jatuh dan tidak sadarkan diri. Tapi nenek sekarang sudah tenang, setelah tahu kamu akan memberikannya cicit." jawa Satria menjelaskan.


"Selamat ya sayang, sekarang harus berhati-hati dan jaga kesehatan kamu." ucap Surya lagi.


"Sayang, diluar ada dokter Leo. Dia ingin menjegguk kamu." ucap Reno memotong percakapan ayah dan anak itu.


Mendengar penjelasan Reno, Nadya teringat apa yang diceritakan Nuri. Sepertinya dia butuh bantuan Leo sebagai dokter dan juga direktur rumah sakit ini.


"Kenapa tidak disuruh masuk?"


Ada perasaan tidak suka yang Reno rasakan saat tahu Nadya tidak melarang pria itu menjenguknya, bahkan bertanya seperti itu padanya.


"Mas hanya ingin memastikan kamu sudah menutup aurat mu." ucap Reno.


Nadya tahu ada nada tidak suka dari ucapan Reno, dia pun meminta sang suami mendekat. Reno mengikuti apa yang diminta Nadya, ini yang dia inginkan dari istrinya.


"Kalau Mas Reno tidak mengizinkan dia menjenguk Dya, tidak apa-apa. Minta dokter itu pergi, katakan padanya Dya sedang tidak ingin dikunjungi orang lain."


'Orang lain.' batin Reno. Diapun tersenyum, 'Ya, dokter itu orang lain.' batin Reno lagi.


"Dia orang lain? Mas pikir dia orang spesial untuk keluarga kalian." ucap Reno.


"Dokter Leo memang dekat dengan Azam, karena mereka sering bertemu. Tapi tidak dengan Dya." ucap Nadya menjelaskan.


"Dia berniat baik ingin menjenguk kamu, jadi biar saja dia masuk." ucap Reno.


Nadya mengangguk, dia senang Reno paham apa posisi Leo bagi Nadya.


"Kak Leo kenapa tidak masuk?" tanya Azam yang melihat Leo berdiri di depan pintu.


"Kakak ipar mu sedang memastikan aurat istrinya tidak terlihat." jawab dokter Leo.

__ADS_1


Azam mengangguk paham, begitupun papa Haris. Mereka memilih menemani dokter Leo di luar sebelum Reno mempersilakan dokter muda itu masuk.


Suara pintu yang terbuka membuat Azam, papa Haris dan Leo yang sedang berbincang langsung melihat kearah pintu.


"Silakan masuk Dok." ucap Reno.


"Terima kasih." balas dokter Leo.


"Apa kami juga harus menunggu dipersilakan masuk?" goda papa Haris.


Tentu saja dia tahu gelagat putranya yang cemburu. Reno itu tidak bisa berbohong padanya dan istrinya, jika suka wajahnya akan menunjukkan kebahagiaan dan jika tidak suka maka akan sangat terlihat ketidaksukaannya. Tapi tidak semua orang bisa melihat perubahan wajah Reno, karena putranya itu selalu memasang wajah datar. Hanya dia dan sang istri dan sekarang bertambah Nadya yang bisa melihatnya.


"Kenapa cepat sekali menengok nenek, Pa?" tanya Reno mengabaikan godaan sang papa.


"Ada yang ingin kami bicarakan denganmu, Ren." ucap papa Haris.


"Apa ada yang penting?" tanya Reno penasaran.


"Cukup penting Mas. Ini masalah nenek." Azam yang menjawab.


"Sebaiknya kita bicara didalam, dan tunggu dokter Leo selesai menjenguk Nadya." timpal papa Haris.


"Selamat Pak Reno." ucap dokter Leo.


Reno tersenyum, "Ya terima kasih." balas Reno sambil mengusap sayang pucuk kepala Nadya yang sudah tertutup dengan hijab instan. Sementara tangan yang satunya digenggam oleh Nadya. Istri Reno itu ingin menjaga suasana hati suaminya, dan dia berhasil karena Reno bahagia Nadya menunjukkan pada pria lain jika dia sangat berharga untuk istrinya.


Reno tidak tahu saja jika Nadya sebenarnya masih menyimpan rasa trauma dengan kecemburuan Reno, pria itu bisa menjadi sangat kasar seperti pertama kali mereka menyatu dan Nadya belum bisa sepenuhnya melupakan peristiwa itu meskipun Reno sudah mengantikannya dengan sentuhan yang lembut dan penuh cinta setelahnya hingga saat ini. Bahkan tadi malam Nadya benar-benar bisa merasakan bagaimana Reno mencintainya, sunguh-sunguh mencintainya.


Tidak ingin suasana hati suaminya berubah, maka Nadya rela menunjukkan pada dunia bahwa Reno adalah pria yang dia cintai saat ini. Tidak ada yang lain bahkan Anjas yang bertahun-tahun sudah mengisi relung hatinya mampu tergantikan dengan cinta yang Reno berikan.


Mata Leo tertuju pada tangan Nadya yang menggenggam tangan Reno. Sudah jelas dia kalah sebelum berperang. Leo memang bodoh yang terus menunda mengungkapkan perasaannya.


"Saya pamit dulu, masih ada pasien lain yang harus di kunjungi." ucap Leo.


Nadya mengangguk begitupun Reno. Dokter Leo lalu berpamitan pada yang lain dan mendapat anggukan dari semuanya. Baru saja satu langkah Leo berjalan, suara Nadya menghentikan langkahnya.


"Dokter Leo, apa saya bisa minta tolong pada anda sebagai direktur di rumah sakit ini?" tanya Nadya.


"Saya bukan orang lain bagi nenek, tapi sudah seperti cucunya. Tentu saja saya akan membantu keluarga saya." jawab dokter Leo.

__ADS_1


Wajahnya tersenyum tipis, senyum yang tidak disukai Reno karena pria itu tengah menunjukkan siapa dirinya.


Selepas kepergian Leo, papa Haris, ayah Surya dan Azam segera membicarakan masalah obat yang diberikan oleh sesorang untuk Rosa.


Mendengar cerita Azam, Reno cukup terkejut. Dia tidak menyangka jika ada orang yang sangat ingin menghancurkan keluarga istrinya dan juga pernikahanya.


"Kamu sudah tahu tentang ini, sayang?" tanya Reno pada Nadya.


Nadya mengangguk, "Dya orang pertama yang tahu tentang ini dari Nuri.


"Kenapa tidak memberi tahu Mas tentang rahasia besar ini?"


"Dya keburu tidak sadarkan diri. Begitu bangun ternyata ada kabar bahagia, jadi lupa." jawab Nadya.


Reno tidak bisa marah pada Nadya, apa lagi wajah istrinya sangat menggemaskan saat ini membuat Reno mencubit pipi sang istri.


"Sebaiknya Nuri segera pulang dan mengambil obat itu." ucap Dina.


"Mama juga ikut pulang saja sekalian." ucap papa Haris.


"Iya Ma. Sebaiknya Mama pulang dan istirahat, besok baru kembali lagi." sahut Reno.


"Papa juga." ucap Reno.


"Tidak perlu diingatkan pria tua ini anak muda." ujar papa Haris yang langsung mendapat kekehan dari Reno.


"Siapa yang akan jaga nenek?" tanya Nadya.


"Ada ayah yang akan jaga nenek. Jangan khawatir." jawab Surya.


Nuri ikut pulang ke kediaman papa Haris ditemani Azam. Wanita itu langsung masuk ke kamarnya, dia tidak ingin terlalu lama meninggalkan Rosa meski sudah ada Surya yang menjaga ibunya.


"Ini Mas Azam."


Nuri menyerahkan bungkusan pada Azam. Pemuda itu langsung mengambilnya dari tangan Nuri dan mengajak perawat itu untuk segera kembali ke rumah sakit.


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...

__ADS_1


__ADS_2