MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 31. Acara Malam Amal


__ADS_3

Penampilan Nadya malam ini membuat mata Reno tidak bisa berpaling. Rasanya Reno tidak ingin membiarkan orang lain ikut mengagumi istrinya malam ini, tapi Reno tidak mungkin pergi sendiri tanpa istrinya. Malam ini adalah kesempatannya untuk memperkenalkan Nadya pada semua orang, bukan hanya rekan bisnis dan koleganya, tapi disana juga akan ada banyak wartawan yang meliput.


"Ada apa Mas?" tanya Nadya begitu melihat Reno yang terus memperhatikannya.


"Apa ada yang salah dengan penampilan Dya?" tanya Nadya lagi.


"Sempurna, kamu sangat sempurna malam ini sayang." jawab Reno.


"Lalu mengapa kita tidak berangkat sekarang Mas?" lagi, Nadya mengajukan pertanyaan.


"Ayo berangkat." ucap Reno akhirnya. Dia mengulurkan tangannya pada Nadya, lalu keduanya keluar kamar sambil bergandengan tangan.


Tiba ditempat acara malam amal, sudah banyak tamu yang hadir. Reno tidak pernah melepaskan genggaman tangannya, kemanapun dia melangkah Nadya harus selalu berada disampingnya.


Kedatangan Reno dan Nadya memang sudah ditunggu banyak wartawan, apalagi Reno belum mengklarifikasi kejadian saat direstoran, dimana Nadya hampir ditampar Surya.


"Tidak ada yang perlu di kalrifikasi, hanya salah paham dan sekarang keluarga kami semua baik-baik saja." jawab Reno yang terpaksa membuka suara karena langkahnya terhalang para pemburu berita.


Surya yang malam ini ditemani Azam berjalan mendekati kerumunan itu. Dia bisa melihat putri dan menantunya kesulitan menghadapi wartawan.


"Permisi, biarkan putri dan menantu saya lewat. Kami harus segera menghadiri acara." ucap Surya.


"Ayah." panggil Nadya lalu meraih tangan Surya untuk dia cium punggung tangannya diikuti Reno.


"Pak Surya, apa benar kejadian tempo hari hanya salah paham?"


"Pak Surya mengapa anda saat itu ingin menampar putri anda?"


Surya diam sesaat, niatnya ingin membantu Reno dan Nadya tapi kini dia ikut terjebak.


"Sudah saya katakan, itu hanya salah paham." ucap Reno lagi.


"Mengapa anda datang sendiri pak Surya?"


"Saya tidak sendiri, saya bersama putra saya."


"Dimana istri dan putri anda yang bernama Marisa?"


"Kalian cari saja, mereka juga ada disini." jawab Surya lagi.


"Permisi." ucap Reno sambil melindungi Nadya mencoba meloloskan diri dari kerumunan wartawan.


Merekapun berjalan beriringan masuk ke ballroom hotel tempat acara berlangsung. Mata Nadya menyapu sekitar begitu dia dan Reno melewati pintu masuk.

__ADS_1


Hampir semua yang hadir adalah orang kalangan atas, penampilan mereka menunjukkan jati diri siapa mereka. Nadya tiba-tiba merasa kecil, hampir semua wanita disana berdandan dengan cantik dan mengenakan pakaian yang memamerkan lekuk tubuh mereka, meski tidak sedikit juga yang mengenakan hijab seperti dirinya.


"Jangan menundukkan kepala, lihat kedepan dan jangan takut, Mas ada bersamamu." ucap Reno berbisik.


Ini baru pertama kalinya Nadya datang di acara seperti ini, tapi Nadya tidak ingin mempermalukan Reno, kedua mertuanya dan juga ayahnya. Jadi Nadya akan mendengarkan semua yang Reno arahkan untuknya.


Dengan tangan yang melingkar di lengan suaminya, Nadya memberanikan diri menatap kedepan dan menegakkan badanya. Dia sekarang istri sah Reno, mengapa harus takut dengan cibiran orang terhadap dirinya.


Nadya menatap Reno dan tersenyum, "Iya Mas." ucapnya yang dibalas Reno dengan senyuman.


Dari kejauhan sepasang mata menatap kesal dengan pemandangan itu. Dia mengepalkan tanganya, merasa kesal karena tidak tahu mengenai Reno yang sudah menikah. Selama ini yang dia pantau Reno dekat dengan Marisa, namun tiga tahun terakhir kabar itu menghilang. Reno jarang terlihat bersama model itu dan tidak ada berita tentang wanita lain yang dekat dengan laki-laki itu. Reno masih seperti pria yang dia kenal di masa lalu, pria dingin yang sulit ditaklukkan.


"Terima kasih." suara seorang pria mengejutkan sepasang mata yang terus mengintai Reno, pria yang dia inginkan.


"Hai Jasmine." sapa pria itu.


"Tidak disangka, ternyata kita satu meja." ucapnya lagi lalu terkekeh.


Dia adalah Yuda, asisten yang juga sahabat Reno itu juga mendapat undangan menghadiri acara malam ini. Dan siapa sangka dia ditempatkan satu meja dengan Jasmine, wanita yang menjadi target untuk dia dekati, meski Reno sudah mengingatkannya untuk hati-hati.


Setiap tamu yang hadir diacara malam ini sudah disiapkan tempat duduk yang diatur pihak penyelengara. Mereka tidak bisa memilih dengan siapa mereka akan duduk, dan tidak disangka kebetulan sekali malam ini Nadya dan Reno satu meja dengan Anjas dan Naura. Istri Reno itu cukup tenang, setidaknya dia punya teman yang bisa diajak bicara selama acara berlangsung.


"Anjas, Naira." sapa Nadya.


Sedekat itu Nadya dan Naira, meski mereka sama-sama tahu seperti apa perasaan Anjas pada Nadya. Tapi Naira tidak menyalahkan Nadya, dia merasa dialah orang ketiga yang menghalangi Nadya dan Anjas bisa bersama. Terlebih lagi Nadya tidak menunjukkan sikap bermusuhan padanya, bahkan Nadya yang menjadi tempatnya berkeluh kesah tentang Anjas.


"Syukurlah, ternyata kita satu meja." ucap Naira lega karena dia juga merasa ada teman.


Sementara Reno dan Anjas hanya berjabat tangan, baru kali ini Reno bertatap muka secara langsung dengan sahabat Nadya itu. Jika Nadya bisa menerima masa lalunya bersama Marisa, maka Reno juga akan berdamai dengan masa lalu Nadya bersama Anjas.


Terdengar alunan musik akustik sebagai hiburan mereka malam ini. Penyanyinya menyanyikan lagu yang liriknya tidak asing di telinga Nadya, ini lagu kenangan dia bersama Anjas. Keduanya langsung saling menatap, lalu mereka saling melempar senyum. Lagu yang mengingatkan, jika mereka tidak bisa bersama sebagai pasangan.


Tangan Nadya refleks meremas tangan Reno yang terus saja bertautan dengan tangannya. Menatap wajah suaminya, meyakinkan hati Reno adalah pemilik hatinya saat ini.


"Ada apa?" tanya Reno yang menyadari sang istri terus menatapnya lekat.


"Jangan tinggalkan Dya, Mas." ucap Nadya pelan.


"Tidak akan." jawab Reno sambil mengelus wajah cantik istrinya.


Bukan hanya Jasmine yang tidak suka dengan kemesraan yang ditunjukkan Reno pada Nadya. Disudut yang lain sosok Marisa juga memperhatikan perlakuan Reno yang tidak pernah dia dapatkan selama menjadi istri laki-laki itu.


"Aku sangat tidak suka acara seperti ini." bisik Naira ditelinga Nadya.

__ADS_1


Baru saja Nadya akan menanggapi ucapan Naira, seorang pria menyapa mereka.


"Selamat malam." ucap pria itu.


"Malam." Reno dan Anjas yang menyapa.


"Haikal." gumam Nadya dalam hati begitu tahu siapa orang yang juga satu meja dengannya.


Reno yang mengenal Haikal menjabat tangan rekan bisnisnya itu, diikuti Anjas yang juga mengenal Haikal yang tak lain sepupu Naira. Sementara Nadya hanya menagkupkan kedua tangannya memberi hormat.


"Ternyata aku satu meja dengan adik dan calon adik iparku." ucap Haikal.


"Mana tunangan Kakak?" tanya Naira.


Haikal tidak menjawab pertanyaan Naira, dia tahu adik sepupunya itu menyindir dirinya yang terus mencuri pandang pada Nadya.


Acara berakhir dengan mengumumkan dana amal yang terkumpul. Reno mengajak Nadya untuk langsung pulang, tapi Nadya meminta izin ke toilet sebentar.


"Mas antar." tawar Reno tapi Nadya menolak.


"Dya sendiri saja."


Melihat Reno sendiri, Jasmine berjalan mendekati suami Nadya itu. Dia mengajak Reno berbincang meski Reno menangapi hanya sekadarnya saja. Suami Nadya itu sedikit gelisah karena Nadya tidak juga kembali dari toilet, sampai Jasmine meninggalkannya karena mendapat panggilan.


"Halo aku akan kesana." jawab Jasmine yang masih bisa didengar Reno.


"Dya. Nadya. Sayang." panggil Reno begitu dia berada didepan toilet wanita.


Tidak ada sahutan dari dalam, Reno memberanikan diri untuk mendorong pintu toilet tersebut. Tidak ada satu orangpun didalam sana.


"Kamu kemana sayang?" tanya Reno pada dirinya sendiri.


Ponsel Reno berdering, "Cepat ke lantai lima." ucap Yuda begitu panggilannya dijawab Reno.


"Ada apa?" tanya Reno.


"Cepat naik kalau kamu ingin menyelamatkan istrimu." jawab Yuda.


Tidak ingin mengulur waktu, Reno berlari kearah lift. Untung saja lift itu kosong sehingga Reno bisa langsung masuk dan menekan nomor lima. Sampai di lantai lima Reno segera keluar dari lift dan Reno merasa tubuhnya di tarik seseorang.


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua...

__ADS_1


__ADS_2