
Tepat pukul limabelas, pak Agus datang menjemput Nadya seperti permintaan istri kedua Reno tersebut.
"Pak Agus sudah jemput, Dya pulang dulu ya Nek." pamit Nadya pada Rosa sambil mencium kedua pipi neneknya.
"Jangan lupa permintaan nenek, beritahu suami kamu." ucap Rosa menjawab ucapan pamit Nadya.
"Iya Nek, Dya akan sampaikan." balas Nadya ucapan Rosa.
"Zam, titip nenek." ucap Nadya pamit pada Azam.
"Mbak, jangan kecewakan nenek lagi." bisik Azam.
"Iya, Mbak akan usahakan bicara dengan mas Reno." jawab Nadya.
Mengiyakan permintaan Rosa membuat Nadya harus memikirkan caranya, bagaimana dia harus memberitahu Reno kalau Rosa meminta Reno mengunjunginya.
Flash back
Tiba di kediaman Rosa, Nadya langsung memberikan titipan Reno untuk Rosa pada neneknya itu, tanpa dia lihat apa isinya.
"Nenek ini titipan dari mas Reno." ucap Nadya.
Rosa menerima pemberian Reno untuk nya, "Jangan dikira dengan menerima pemberiannya nenek merestui dia mengambil kamu dari nenek tanpa izin." ucap Rosa.
"Nek." panggil Nadya.
Yang di panggil memilih pergi, Rosa masih belum bisa menerima kenyataan Nadya telah menikah dengan pria yang tidak dia kenal tanpa restu darinya.
Nadya tahu sifat Rosa yang tidak bisa dipaksa jika sedang marah, lagi-lagi Nadya harus menunda memberi penjelasan tentang pernikahannya dengan Reno.
"Mbak aku lihat mobil mas Reno, apa dia yang mengantarkan Mbak Dya?" tanya Azam yang baru pulang dari warung yang ada disebelah rumah Rosa.
"Itu pak Agus, mas Reno sudah ke kantor dari pagi." jawab Nadya.
"Mas Reno yang menyuruh pak Agus mengantarkan Mbak Dya?" tanya Azam lagi yang langsung di jawab Nadya dengan anggukan.
"Itu berarti Mas Reno sudah bisa menerima Mbak sebagai istrinya." ucap Azam menyimpulkan.
"Mbak tidak tahu Zam. Yang Mbak tahu sekarang Mbak masuk dalam masalah antara mas Reno dan mbak Risa." ucap Nadya.
"Bukankah kita sudah tahu, Mbak masuk dalam masalah mereka yang tidak bisa punya anak." jawab Azam.
"Bukan masalah anak." sahut Nadya.
"Lalu masalah apa?" tanya Azam penasaran.
Nadya menceritakan apa yang terjadi dikediaman Reno pada Azam, mulai dari kepulangan Marisa dan kejadian di meja makan serta anehnya hubungan Marisa dan Reno yang tidak tidur dalam satu kamar. Tidak ketinggalan, Nadya juga menceritakan Marisa yang menjalin hubungan terlarang dengan Kevin, serta sikap Marisa yang mulai berubah padanya.
Bukan ingin membuka aib orang lain pada adiknya, tapi Nadya butuh teman berbagi beban yang kelak akan dia hadapi. Selama ini Azam adalah satu-satunya tempat Nadya menceritakan semua yang terjadi padanya.
Mendengar cerita Nadya, Azam memberikan saran pada Nadya untuk tetap bertahan menjadi istri Reno setelah dia melahirkan.
"Mbak jika seperti itu, peetahankan posisi Mbak Dya sebagai istri mas Reno. Buat mas Reno jatuh cinta sama Mbak Dya." ucap Azam.
"Jangan berharap lebih." sahut Nadya. Bagaimana dia bisa membuat Reno jatuh cinta padanya, sedangkan dirinya sendiri tidak mencintai Reno.
__ADS_1
"Ini demi anak yang nanti Mbak Dya lahirkan, dia butuh Mbak sebagai ibunya, bukan mas Reno apa lagi mbak Risa." ucap Azam.
"Kita sudah membuat perjanjian Zam." jawab Nadya penjelasan Azam.
"Pejanjian bisa berubah, jika Mbak bisa buat mas Reno mencintai Mbak Dya."
"Tidak Zam, Mbak tidak bisa." jawab Nadya.
"Mbak ini demi anak yang nanti Mbak lahirkan."
"Mbak akan meminta izin untuk tetap bisa bertemu dengannya." jawab Nadya.
"Kalau mereka tidak mengizinkan?" tanya Azam.
"Mbak akan bawa anak Mbak pergi jauh dari mereka." jawab Nadya.
"Mbak yakin?" tanya Azam karena dia ragu Nadya akan berhasil.
"Nadya."
"Mbak, Nenek." ucap Azam.
"Mungkin nenek butuh sesuatu, suster yang merawat nenek izin pulang." ucap Azam lagi.
Mendengar ucapan Azam, Nadya langsung berdiri dan berjalan menuju kamar Rosa.
"Nenek butuh apa?" tanya Nadya.
"Duduklah." ucap Rosa sambil menunjuk ujung tempat tidurnya."
"Kamu mencintai suami kamu, Dya?" tanya Rosa membuat Nadya menghentikan pergerakan tanganya sesaat karena tidak menyangka Rosa akan bertanya seperti itu.
"Iya Nek." jawab Nadya terpaksa berbohong.
"Kalau begitu suruh suami kamu mengunjungi nenek." ucap Rosa yang membuat Nadya kembali terkejut. Bukan terkejut tidak percaya dengan apa yang Rosa katakan, tapi terkejut dengan permintaan rosa yang mungkin sulit dia penuhi.
flash back end
"Pak Agus, kita mau kemana?" tanya Nadya saat menyadari kendaraan yang dikendarai pak Agus bukan menuju kediaman Reno.
"Bapak minta dijemput sekarang Bu." jawab pak Agus.
"Kalau begitu turunkan saya didepan, biar saya pulang naik taxi saja." jawab Nadya.
"Tapi bapak menyuruh saya membawa Ibu ikut keperusahaan." jawab pak Agus membuat Nadya memijat kepala.
"Ada apa dengan kamu, mas." gumam Nadya.
Tiba di perusahaan, satpam yang berjaga didepan segera membukakan pintu kendaraan milik Reno membuat Nadya bertanya pada pak Agus.
"Apa saya harus turun Pak?" tanya Nadya.
"Bapak meminta Ibu turun dan menemuinya di ruangannya." jawab pak Agus.
"Tapi saya kan ...."
__ADS_1
"Ikuti saja perintah bapak, Bu." ucap pak Agus memotong perkataan Nadya.
Turun dari kendaraan milik Reno tentu saja membuat Nadya menjadi pusat perhatian karyawan yang melihatnya. Pasalnya, sejak dulu mereka selalu bertanya-tanya tentang siapa istri pimpinan mereka.
"Selamat datang di perushaan Bu." sapa Yuda yang menyambut Nadya di pintu masuk.
"Mari saya antar, Bapak sudah menunggu Ibu diruanganya." ucap Yuda lagi yang membuat Nadya semakin binggung.
"Kak Yuda, mengapa saya diminta keperusahaan, Kakak tahu posisi saya sebagai apa, kan? Bagaimana nanti jika karyawan disini tahu?" ucap Nadya dengan beberapa pertanyaan setelah dia dan Yuda berada di dalam lift.
"Sebagai istri dari Reno Bagaskara." jawab Yuda.
"Istri KEDUA." ucap Nadya dengan memberi penekanan pada kata kedua untuk mengingatkan Yuda tentang posisi dirinya.
Yuda tidak menjawab, dia malah tersenyum melihat Nadya yang ketakutan diketahui banyak orang tentang posisinya sebagai istri kedua Reno.
"Reno, Reno. Kamu sungguh keterlaluan mempermainkan istrimu yang lugu ini." gumam Yuda dalam hati.
Masuk keruangan Reno, Nadya disambut suami dan dua orang pria yang tidak dia kenal.
"Duduklah." ucap Reno menyuruh Nadya duduk disampingnya.
"Istri saya sudah sampai, kita mulai saja." ucap Reno pada kedua pria yang ada dihadapanya.
"Baik Pak Reno." ucap keduanya bersamaan.
Mendengar Reno mengakuinya sebagai istri membuat Nadya lagi-lagi terkejut. Bukankah tidak boleh ada yang tahu tentang pernikahannya dengan Reno?
"Silakan tandatangani disini Bu." ucap salah satu pria yang duduk dihadapan Nadya dan Reno.
Nadya tersadar dari pikirannya sendiri, dia tidak langsung menandatangani berkas yang ada dihadapannya itu, tapi Nadya melihat pada Reno untuk bertanya lewat matanya, apa ini?
Bukan menjawab, Reno memberi perintah menunjuk berkas yang ada dihadapan Nadya dengan dagunya agar istrinya itu segera menandatangani berkas tersebut.
Ingin rasanya Nadya bertanya langsung, tapi dia takut dengan kemarahan Reno. Dia tidak ingin kemarahan Reno membuatnya kembali berakhir ditempat tidur seperti seminggu yang lalu, apa lagi dia perlu bicara dengan Reno tentang permintaan Rosa.
"Kami permisi Pak." ucap kedua pria yang menjadi tamu Reno tersebut. Mereka sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan, yaitu tanda tangan Nadya.
"Akan kami usahakan untuk bisa cepat di proses." ucap salah satu pria tersebut.
"Terimakasih." ucap Reno sambil menjabat kedua tangan pria yang menjadi tamunya.
"Ayo pulang." ajak Reno yang langsung diikuti Nadya.
Keluar dari ruangan Reno, lagi-lagi Nadya menjadi perhatian karyawan yang melihatnya, terutama karyawan wanita.
Melihat Nadya yang tidak nyaman, Reno menautkan jemarinya menggenggam tangan istrinya yang lagi-lagi terkejut dengan tindakan Reno. Sampai di dalam lift Nadya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Reno, tapi laki-laki yang berdiri disampingnya ini menahan tangan itu untuk tidak terlepas.
"Ada apa dengan kamu, Mas?" ingin sekali Nadya bertanya tapi sekali lagi dia menahan diri dan hanya bisa bertanya dalam hati.
"Kamu cantik hari ini." ucap Reno yang membuat Nadya langsung menoleh pada Reno yang sedang melihat padanya, membuat bibir mereka beradu.
...🌿🌿🌿...
...Menikah Jadi Istri Kedua...
__ADS_1