
Dean mengajak Anjas untuk pamit begitu melihat Reno datang mendekati mereka.
"Kenapa buru-buru?" tanya nenek Rosa.
"Maaf Nek, Anjas masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan." jawab Dean yang langsung mendapat tatapan kesal dari Anjas karena dia yang dijadikan alasan oleh sahabatnya itu.
Nenek Rosa hanya mengangguk mendengar jawaban Dean, dia tahu itu hanya alasan saja. Anjas pasti tidak nyaman berlama-lama disini karena Nadya sekarang sudah menikah dan Rosa mencoba memahami itu. Tidak baik juga wanita yang bersuami masih tetap dekat dengan pria lain meskipun mereka hanya sahabat.
Berbeda dengan dulu, Anjas menjadi orang yang berperan penting saat keluarga mereka kehilangan Widya. Pria itu yang selalu berada disisi Nadya dan membantu semuanya.
"Mas, kenalkan ini Dean temannya Anjas. Dia baru pindah dari luar." ucap Nadya memperkenalkan Dean begitu Reno sudah berdiri didekatnya dan melingkarkan tangannya dipinggang Nadya.
Dean tersenyum pada Reno, "Kami sudah pernah bertemu." sahut Dean menaggapi ucapan Nadya.
"Benarkah?" timpal Nadya tidak percaya.
"Apa kabar Pak Reno." ucap Dean lagi sambil mengulurkan tangannya.
Reno membalas uluran tangan Reno, "Tentu saja sedang tidak baik, anda tahu kami sedang berduka." jawab Reno.
Dalam hatinya Anjas mengumpat pertanyaan basa basi yang diajukan Dean. Sementara Nadya tersenyum samar menertawakan Dean yang tampak salah tingkah. Tapi Nadya juga penasaran, dimana Dean mengenal Reno karena yang Nadya lihat suaminya sepertinya tidak mengenali sahabat Anjas itu.
"Maaf sebelumnya kita pernah bertemu dimana?" tanya Reno yang merasa tidak pernah bertemu atau mengenal Dean.
"Di Sidney, waktu itu kita..."
"Anda kakak pembuat onar itu" ucap Reno setelah ingat dimana dia mengenal Dean.
"Maaf waktu itu membuat anda tidak nyaman atas sikap adik saya yang tidak sopan." jawab Dean
"It's ok, saya bahkan sudah lupa kejadian itu." balas Reno.
Dean kembali mengajak Anjas untuk pamit. Ada peristiwa yang memalukan yang terjadi dimasa lalu dengan Reno, karena itu sejak tadi Dean mencoba menghidari pria yang berstatus suami Nadya itu.
Marisa akan dibawa kembali ke rumah tahanan tempat dia ditempatkan untuk menebus kesalahannya.
__ADS_1
"Bisa saya bicara dengan adik saya sebentar?" tanya pada dua orang polisi wanita yang mengawalnya.
"Bisa, tapi jangan lama-lama. Waktu kita sudah hampir habis." jawab salah satu dari mereka yang mengawal Marisa.
Merasa mendapat izin, Marisa segera berjalan mendekati Nadya yang duduk seorang diri. Reno baru saja meninggalkan istrinya untuk mengambilkan Nadya air minum.
"Semua ini karena kamu!" ucap Marisa dengan satu tanganya yang menunjuk tepat diwajah Nadya.
"Kamu yang meyebabkan kematian papa, bukan aku. Kamu yang membuat aku seperti ini. Karena kamu, ka..."
Belum sempat Marisa menyelesaikan ucapannya, dirinya sudah ditarik kasar oleh Reno untuk mejauh dari Nadya.
"Jagan pernah dekati istri Gue!" ancam Reno.
Untung saja dia cepat kembali menemui istrinya, sehingga bisa melihat dan mendengar langsung apa yang diucapkan Marisa.
Azam yang bersandar di bahu Karla segera membuka matanya begitu mendengar suara seseorang yang bicara dengan nada marah. Dia merasa terganggu dan Azam segera berdiri begitu sadar yang diajak bicara Marisa adalah Nadya.
"Lo mau apa? Pergi lo dari sini! Lo udah buat ibu gue nggak ada, sekarang karena masalah yang Lo buat, Lo buat ayah gue juga nggak ada. Dan berani-beraninya Lo nuduh kakak Gue yang buat Lo seperti ini. Semua karena Lo, Lo sendiri yang hancuri hidup Lo, bukan orang lain. Bang sat!" ucap Azam yang tak kalah keras. Tidak peduli mereka tengah berduka, tidak peduli juga dikatakan tidak sopan, tidak peduli yang dia lawan lebih tua darinya, Azam hanya ingin mengeluarkan kemarahan yang sudah dia pendam lama pada Marisa.
"Lho anak kecil nggak tahu apa-apa dan nggak usah ikut campur! Gue kakak Lo yang pertama, Lo." tunjuk Marisa pada Azam, "Dan Lo." tunjuk Marisa pada Nadya, "Ikut aturan Gue. Gue yang berkuasa, Gue yang berhak atas semua yang papa Gue miliki." balas Marisa.
"Tadinya saya akan membahas masalah ini nanti dengan keluarga pak Surya setelah tamu pulang. Tapi sepertinya nona Marisa tidak tahu adab kesopanan." ucap Adi.
"Langsung saja pada pokok permasalahannya Adi." ucap Haris yang mengurungkan niatnya mencari Dina begitu mendengar keributan yang terjadi.
"Bapak sedang menyelidiki siapa ayah kandung nona Marisa."
"Jangan asal bicara kamu Adi!" ucap Marisa lagi-lagi dengan berteriak.
"Pelankan suara kamu Marisa. Masih banyak tamu, kerabat jauh, teman dan tetangga yang ada diluar sana." ucap Haris yang sudah jengah melihat kehadiran Marisa.
"Katakan siapa ayah wanita itu!" ucap Reno pada asisten ayah mertuanya itu.
"Dia pria berkewarganegaraan Perancis, namanya Tuan Julien. Dia menikah dengan wanita Indonesia lalu kembali ke negaranya. Tuan Julien terlibat hubungan satu malam dengan ibu Wulan."
__ADS_1
Dean yang tidak jadi pulang karena mendengar keributan terkejut saat nama ayah tirinya yang disebutkan oleh Adi. Apa ibunya tidak tahu jika ayahnya itu punya putri di luar nikah?
"Bukankah itu nama ayah tirimu?" tanya Anjas pada Dean.
"Sepertinya itu terjadi sebelum ayah menikah dengan ibu" jawab Dean.
"Ternyata dia saudara tiri kamu Dean, bukan saudara Nadya." ucap Anjas meledek Dean.
"Jadi tuan Julian tidak tahu keberadaan Marisa?" tanya Haris.
"Awalnya seperti itu, saat nona Marisa dan ibu Wulan ke Paris, mereka bertemu Pak." jawab Adi.
"Surya sudah menguji dengan tes DNA?" tanya Haris lagi.
"Dia menguji tes DNA dirinya dengan Marisa."
"Dan hasilnya tidal cocok." tebak Azam.
"Iya Tuan muda." jawab Adi.
"Lalu apa yang menyebabkan kematian ayah?" kali ini Nadya yang bertanya.
Nadya tidak peduli Marisa anak ayahnya atau anak orang lain, sejak awal dia dan Azam tidak pernah menganggap Marisa sebagai saudara. Tida ada ikatan hati diantara mereka dan ternyata apa yang Nadya ragukan saat ini terbukti.
"Saya belum bisa memastikan, maaf." jawab Adi.
"Bagaimana dengan ayah bayi yang dikandung Marisa?" Yuda yang ikut bergabung disana yang bertanya, "Anda tahu siapa?"
"Dia Aditya." jawab Adi.
"APA!" ucap Yuda terkejut. Mengapa harus laki-laki itu lagi.
Kania yang berdiri disamping Yuda segera menenagkan pria itu. Baru beberpa hari yang lalu dia mengetahui Aditya ternyata suami adik sepupunya dan akan menikahi wanita lain. Sekarang laki-laki itu akan memiliki anak dari wanita lain dan wanita itu Marisa. Bagaimana Yuda tidak shock mendengar jawaban Adi.
Reno hanya diam saja. Dia sudah tahu Aditya adalah ayah dari bayi yang dikandung Marisa. Tapi tentang ayah kandung Marisa dia baru tahu jika laki-laki itu adalah Julian. Reno melihat keberadaan Dean, pria itu jelas sama tidak tahu dengan kenyataan ini.
__ADS_1
...🌿🌿🌿...
...Menikah Jadi Istri Kedua ...