MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 57. Ketahuan


__ADS_3

"Ren, gue akan terus mengawal kasus ini." ucap Yuda begitu Reno berdiri dihadapannya.


Reno mengernyitkan keningnya, "Bukannya lo tadi maksa bini gue, biar gue kasih izin cuti sebelum gue dan Nadya pergi berlibur?" balas Reno untuk mengingatkan sahabatnya itu. Sepertinya kepala sahabatnya itu membentur sesuatu saat ikut menjemput Naira dari vila milik Anjas.


Yuda menggaruk belakang kepalanya, tidak mungkin dia memberi tahu Reno jika gadis yang dia cari selama ini sudah dia temukan. 'Belum waktunya' batin Yuda.


"Setelah gue pikir-pikir, biar saja kalian berdua duluan yang liburan, kalau ditunda takut tidak jadi lagi, mengingat Nadya sedang hamil. Gue kasihan aja, lo kan nggak ada acara bulan madu" jawab Yuda memberikan alasan.


"Kepala lo tadi nggak membentur apa-apa kan?" tanya Reno menyelidik. Dia tidak percaya sahabatnya itu mau mengalah tanpa paksaan seperti biasanya. Apalagi belum satu hari dia memaksa untuk diizinkan cuti.


"Nggak lah, gue baik-baik aja. Gue kan sayang elo sama Nadya. Gue juga ingin mengikuti kasus ini sampai selesai, ya buat tambah pengalaman gue." jawab Yuda meyakinkan, sayangnya Reno masih tidak percaya begitu saja.


"Bukan ada hal lain, kan?" tanya Reno curiga dan belum bisa mempercayai sikap asistennya itu.


Yuda menelan kasar salivanya, dia lupa Reno tahu luar dalam dirinya, karena itu sahabatnya itu terus bertanya. Yuda lalu mengipaskan tangannya didepan wajah, "Tidak ada hal lain." jawabnya dengan yakin, semoga saja Reno berhenti membahasnya.


Baru saja Reno akan membalas ucapan Yuda, sahabatnya itu kembali bicara, "Ayo kita serahkan bukti yang baru saja kita dapatkan dari Anjas dan Leo." ajaknya.


Kini Reno yakin ada hal lain yang Yuda sembunyikan. Apa itu? Reno akan menyelidikinya nanti. Sekarang biarlah mmereka fokus pada kasus Naira yang lebih penting saat ini. Maka, Reno pun mengangguk setuju. Untuk saat ini dia mengabaikan rasa penasaran yang bercokol dikepalanya terhadap perubahan permintaan Yuda.


Reno dan Yuda berjalan menghampiri Surya, Azam, pengacara Reno dan juga pengacara Surya yang tengah berbincang.


"Bagaimana?" tanya Reno pada semuanya yang langsung melihat kearah Reno dan Yuda.

__ADS_1


"Sebentar lagi kita dimintai keterangan." jawab pengacara Surya.


"Bagaimana dengan bukti tambahan yang Pak Yuda katakan tadi? Apa bisa dipertanggung jawabkan?" tanya pengacara Reno.


Mereka pun membahas bukti baru yang didapatkan Yuda. Lama mereka berbincang hingga salah satu anggota kepolisian memanggil mereka yang memang meminta waktu untuk bertemu Naira.


Begitu melihat Naira, Azam menancapkan tatapan kebencian pada Wanita itu, wanita yang sudah banyak membuat luka padanya, Nadya dan juga neneknya. Jika saja bukan wanita, maka sudah pasti akan Azam berikan pelajaran yang berharga pada manusia seperti Naira itu. Tangannya mengepal, menahan amarah hingga tepukan lembut tangan Surya mendarat di bahu Azam, membuat adik Nadya itu mengalihkan atensinya pada sang ayah, "Ingat pesan kakakmu!" bisik Surya.


Azam menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan. Kepalan tanganya perlahan terbuka. Azam memalingkan wajah, tidak lagi menatap Naira. Mencoba menenagkan diri, Azam mengingat wejangan dari Nadya sebelum dia pergi ke kantor polisi.


"Kita boleh marah, karena itu hal yang wajar dirasakan setiap manusia. Tapi ingat, semuanya yang terjadi dalam hidup kita sudah menjadi kehendak yang kuasa. Jadi belajarlah bersabar dan ikhlas. Semua tidak akan terjadi pada kita jika tidak ada campur tangan yang diatas. Allah menguji kita lewat Naira, biarlah sekarang waktunya dia menaggung semua perbuatannya. Karena izin Alah juga kita bisa menyelamatkan nenek dan bisa mengetahui Naira adalah dalang dari semua kesulitan kita. Sekarang, waktunya kita memetik nikmat yang Allah berikan setelah kita mampu melewati semua ujiannya."


Mengingat pesan itu, Azam mencoba untuk tenang. Kakaknya benar, ini semua memang jalan hidup yang digariskan oleh sang kuasa. Kini mereka sudah bahagia, satu persatu kerumitan hidup mereka terbongkar dan itu berawal dari Nadya menjadi istri kedua Reno. Sekarang, biarkan ayah dan kakak iparnya yang mengurus semuanya. Azam hanya akan jadi pendamping ayahnya saja, hingga kasus ini selesai dan Naira mendapatkan hukuman yang setimpal.


Tidak perlu lama bicara dan membuat Naira mengakui perbuatannya. Pengacara Reno sudah terlatih menghadapi orang seperti Naira, hingga wanita itu akhirnya mengakui perbuatannya dihadapan polisi.


Reno, Surya dan Azam bisa bernafas lega. Tidak perlu persidangan yang rumit untuk membuat Naira menerima hukumannya.


Berbeda dengan Reno yang terenyum lega, Yuda justru tersenyum lebar saat Kania masuk kedalam ruangan. Ruangan dimana mereka saat ini berada. Reno yang peka akan tingkah sahabatnya, langsung memicingkan mata melihat Yuda yang senyum pasta gigi memamerkan giginya yang putih.


Sekarang Reno tahu alasan Yuda, mengapa sahabatnya itu merubah rencana dan permintaanya. "Jadi dia, gadis tanpa nama itu." gumam Reno.


Yuda bisa mendengar apa yang Reno gumamkan, membuat sahabat Reno itu tersenyum lebar. Sepertinya dia sudah ketahuan, mau tidak mau Yuda harus siap untuk di interogasi oleh Reno.

__ADS_1


"Namanya Kania." bisik Yuda. Sudah terlanjur ketahuan Reno, tidak ada salahnya dia memberi tahu sahabatnya itu, siapa nama gadis yang selama ini dia cari. Gadis tanpa nama seperti yang Reno katakan itu, kini sudah dia ketahui namanya.


"Nama yang cantik, seperti orangnya, lumayan cantik." ucap Reno, "Tapi, tetap lebih cantik Nadya gue." tambahnya lagi.


Yuda mendengkus, seperti biasa Reno tidak mau kalah darinya. Menurut Yuda, Nadya memang cantik seperti yang Reno katakan. Tapi, baginya Kania itu sangat manis dan..." Yuda tidak bisa menggambarkannya dangan kata-kata.


Kedatangan Kania hanya memastikan saja, apa benar bukti yang mereka dapat itu dari Leo dan dapat dipercaya


"Anda bisa tanyakan langsung pada dr. Leo." ucap Reno.


Bukan tanpa sebab Reno bicara seperti itu, tentu dia sudah tahu hubungan antara Leo dan Kania yang merupakan saudara sepupu. Bukan hal sulit bagi Reno untuk mengetahui identitas seseorang, tinggal menghubungi karyawan kepercayaannya untuk mencari tahu tentang Leo dan Irfan termasuk ada nama Kania disana sebagai adik Irfan.


Siapa sangka, Kania adik pria yang mencintai Nadya adalah wanita yang dicari Yuda selama ini. Ini baru dunia pernovelan yang sempit, karena tokohnya akan bertemu dengan orang-orang yang saling berhubungan.


Kania membenarkan apa yang Reno katakan, tidak seharusny dia bertanya pada Reno dan yang lainnya tentang apa yang disampaikan Leo sebagai bukti. Kania bukan tidak percaya, dia hanya kesal. Mengapa Leo tidak memberikan keterangan dan bukti itu padanya, sebagai adik Irfan yang jadi korban keegoisan Naira.


"Jangan khawatir, Leo bersedia jadi saksi." sahut Yuda menimpali jawaban Reno.


Reno mencebik, keluar sudah sifat sok peduli sahabatnya itu. "Ck yang baru ketemu calon makmum." sindir Reno.


Yuda menendang kaki Reno, dia takut Kania mendengar apa yang Reno ucapkan. Yuda tidak ingin wanita itu berpikir buruk tentangnya, sebelum dia berhasil mengambil hati gadis pujaannya itu.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2